Minggu, 28 Februari 2021

Marah



Muram

Memerah

Kecewa

Marah 

Jadi Satu


Benar-Benar Marah

Semarah Marahnya

Melihat Dengan Mata Kepala

Mengambil

Memakan

Meminum

Sesuka Hati

Dengan Sengaja

Yang Bukan Haknya


Awalnya Hanya Bertanya

Apa ???

Tapi Dilarang


Semenit Kemudian

Semua Ludes

Tak Tersisa


Sekali Lagi

Itu Bukan Hak Kamu

Kamis, 25 Februari 2021

Buku Pertama


Rasanya nano nano banget, bisa mempunyai kesempatan yang luar biasa. Setelah sekian lama tak meneruskan dunia menulis seperti di bangku kuliah. Tapi, sekarang perlahan bisa menulis kembali sangat bersyukur.

Lalu, di berikan bonus yang membuat hati senang. Yakni menerbitkan buku bersama teman-teman yang dibimbing dan difasilitasi oleh guru sekaligus Dosen kami yakni Bapak Ngainun Naim. 

Mungkin yang beberapa dari anda sudah membaca tulisan di blog saya. Bagaimana awalnya saya harus menulis dan kenal beliau. Ya beliau adalah salah satu dosen IAIN Tulungagung. 

Saya banyak mengucapkan banyak terimakasih kepada beliau. Yang memfasilitasi kami di bidang menulis. Meski saya sendiri masih jauh dari kata baik dalam dunia tulis menulis. Setidaknya buku ini memberikan suatu yang tak ternilai pengalamannya.

Buku ini memang bukan buku solo saya. Sebagian teman yang melihat saya dengan buku ini, sempat berkata "halah, namanya hanya satu saja bangga". Sempat kaget, tapi ya biarlah orang berkomentar apa.

Setidaknya saya sudah membuktikan bahwa saya mampu menulis, dari pada sama sekali tidak menulis. Toh,,, orang yang berkomentar itu tugasnya ya hanya komentar dengan lisan yang ringan. Tapi tidak pernah menulis. Jadi, terus saja maju anggap angin yang berlalu.

Buku ini adalah antologi pertama saya yang telah terbit. Buku ini tentu ditulis oleh lebih dari satu orang. Artinya buku ini disusun bersama-sama dan banyak penulis.

Meski buku yang ditulis bersama atau antologi, saya mengapresiasi diri saya sendiri bahwa ini adalah secuil proses untuk melangkah ke depan. Terutama pada dunia menulis. Kedepannya pasti banyak hal baru serta pengalaman yang lebih di dunia menulis.

"Sejuta Cerita Tentang Ibu" buku antologi ini memberikan banyak cerita serta pengalaman unik dari banyak penulis. Sehingga sosok Ibu itu dijelaskan dengan sangat sangat luas serta luar biasa perjuangan, pengorbanannya.

"Malaikat Itu Bernama Ibu"sekilas salah satu judul di dalam buku tersebut. Ya itu punya saya, dihalaman seratus tujuh. Memang buku ini kumpulan cerita tentang Ibu, sehingga ini merupakan kado kecil buat Umi saya. Alhamdulillahnya, sudah bibaca oleh beliau umi saya. Sajak puisi sederhana sebagai ungkapan sayang dan bermilyaran terimakasih untuk Umi.

Di luar sana banyak penulis yang jauh lebih keren, luar biasa dalam karyanya. Tapi, dalam keberhasilan penulis itu sendiri, akan terlihat dengan kegiatannya menulis, tulisannya dan menerbitkan yaitu dengan proses.

Jadi selalu hargailah proses.

Jangan lelah.

Percaya bahwa menulis itu berkah.


Lakukan Saja



Berkata Saja

Jika

Tak Pantas


Berkata Lagi

Jika

Selalu Salah


Lalu Berkata Terus

Bahwa Tidak Pas

Dan Selalu Kurang


Tunggu Dulu

Karena

Hanya Berkata

Dan Jika


Coba

Dan Lakukan

Saja

Hijau



Ku Menemukan

Seluas Mata Memandang

Hamparan Hijau Tak Terbatas


Hatiku Bergumam

Seluas Itu Warna Hijau

Dibawah Langit Yang Membiru


Cantiknya

Eloknya 

Dua Warna Atas CiptaanNya





Fotonya Firda Wahyu Lia, Big Thanks Sister

Rabu, 24 Februari 2021

Jadilah Dirimu



Dinding Putih

Tegak Kokoh

Di Pojok Sana

Berkata


Hijaunya Duniamu

Teduhnya Hatimu

Dan Hangatnya Jiwamu

Cukuplah Jadi Dirimu


Kau Seduh Kopimu

Dengan Air Mendidih

Sejenak Jangan Hiraukan 

Pikuk Wajah Aslimu

Dimata Mereka


Karena Hanya Dirimu

Dan Tuhanmu Yang Tahu

Siapa Dirimu

 

Selasa, 23 Februari 2021

Lantunan


 

Hujan Deras 

Mengguyur

Suara Air Berjatuhan

 Sepanjang Malam


Disisi Jendela

Terlihat Gelap Gulita

Membasahi

Halaman Dan Dedaunan

Yang Tanpa Atap


Lantunan

Lirih

Lembut

Tiba Terdengar

Laaa Ilaha Illallah

Laaa Ilaha Illallah

Laaa Ilaha Illallah


Terus Dan Terus 

Berulang Ulang

Menambah Basah

Dan Derasnya

Denyutan Nadi Ini


Laaa Ilaha Illallah

Tiada Tuhan Selain Allah

Senin, 22 Februari 2021

Demam Tanam Menanam



Kalau demam, pasti rasanya badan ini pening dan hangat. Sama saja seperti baru-baru ini banyak orang yang demam karena tanaman. Tidak usah jauh-jauh saya sendiri.

Dulu sebelum ada hajatan rumah saya penuh dengan tanaman bungan seperti anggrek tanah, kamboja, bugenfill dan pernah juga ada pentris. Karena kebutuhan hajatan ya sudahlah semua dibersihkan. Sungguh sayang. 

Namun, sekarang keadaan berbeda apalagi di musim pandemi ini. Orang-orang banyak kerja dan berkegiatan dari rumah. Nah salah satu untuk menyibukkan kegiatannya adalah dengan tanam menanam tumbuhan hias seperti bunga.

Sehingga di pasar bunga pun harga tanaman juga melangit. Anehnya, saya suka membeli tanaman itu, namun kadang untuk merawatnya kurang rajin atau kurang tlaten.

Otomatis yang merawat adalah umi saya. Hihihi tanaman-tanaman tersebut banyak yang "ndeder"/nampak sendiri dari indukan sendiri. Ada juga yang barter dengan saudara dan juga beli. Ada juga yang dapat dari trutusan tegalan. 

Diakhir pekan saya menyempatkan untuk berkunjung ke pasar bunga atau toko bunga dan toko plastik. Sekedar cuci mata kalau ada yang cocok dan sesuai kantong ya beli bunga atau potnya. Tidak yang mahal-mahal dulu, yang sederhana tapi cantik dan elegan ditata di depan rumah.

Semoga tidak hanya jadi demam yang hangat-hangat kemudian hilang dan bosan. Karena bertanam dan merawat tanaman sebagian dari melestarikan alam dan memproduksi oksigen yang jauh lebih banyak.

Cerita



Setiap orang pasti mempunyai cerita sendiri-sendiri. Entah cerita menyenangkan, menyedihkan dan cerita yang tidak bisa dilupakan. Lalu cerita-cerita itulah yang akan membuat kita semakin belajar.

Cerita yang kita alami, bisa menjadi suatu pelajaran bagi yang mendengarkan. Sedang kita yang mendengarkannya, juga bisa belajar bagaimana menjadi pendengar yang baik, pemberi tanggapan atau sekedar pemberi pertanyaan yang tepat untuk mereka yang bercerita.

Nah, dari pengalaman saya selama ini, ada beberapa tipe orang yang bercerita, bedasarkan keadaannya. Tipe pertama adalah bercerita karena hanya ingin didengar oleh orang lain saja. Biasanya pada tipe ini, si pemberi cerita akan bercerita dari A sampai Z tanpa jeda, detail dan lebih terbuka. Bahkan tanpa memberi kesempatan lawan bicaranya. Artinya mereka hanya ingin didengarkan saja.

Tipe kedua bercerita dengan setengah-setengah artinya mereka akan bercerita jika ada pertanyaan kecil. Lalu akan dia lanjutkan ceritanya. Jika tanpa pertanyaan kembali, maka cerita selanjutnya kemungkinan besar tidak disampaikan atau berhenti sampai itu saja.

Tipe ketiga bercerita karena keterpaksaan. Pada tipe ini biasanya diawali dengan lawan bicaranya yang harus bertanya atau "memancing" terlebih dahulu kadang banyak pertanyaan yang diajukan. Namun, biasanya cerita itu tidak akan keluar semuanya. Hal ini disebabkan karena banyak hal. Bisa jadi, ada batas tertentu yang harus di jaga oleh pemberi cerita.

Tidak dipungkiri bahwa kita semua mempunyai cerita dan rahasia. Tapi dengan bercerita tidak semua hal bisa dinilai dengan suatu kesalahan. Ada juga yang menganggap dengan bercerita akan mengurangi beban perasaan. Lalu yang terpenting adalah banyak pelajaran yang harus kita ambil atau hikmah manfaat dari cerita yang telah kuta dengar.

Sabtu, 20 Februari 2021

Cukup Hindari



Hindari Nada Meninggi

Hindari Berucap Berlebihan

Hindari Wajah Muram

Hindari Yang Merusak Akal

Hindari Yang Membuat Hati Gundah Gulana


Hindari Rasa Ketidak Percayaan Diri

Hindari Rasa Ketidak Mampuan

Hindari Amarah

Hindari Dan Cukup

Hindari Saja Orang Yang 

Tak Menganggapmu Ada

Jalan Setapak



 Jalan Setapak

Gelap Di Tengah Semak

Tapi Mengantarkanku

 Ke Tempat Tujuan


Jalan Setapak

Lebih Sempit

Namun Dapat Ku Tempuh

Dengan Waktu Yang Lebih Singkat


Jalan Setapak

Hanyalah Sementara

Tapi Keberdaanmu

Sangat Membantu

Jumat, 19 Februari 2021

Terbang


Melihat Ke Atas

Tak Ada Batas

Seluas Itu


Burung-Burung Terbang

Pundi-pundi Udara

Mengantar Mengelilinginya


Sungguh Indah 

Mereka Pun Bebas

Melihat Warna Warni Dunia

Dengan Kacamata

Yang Mereka Miliki


Selasa, 16 Februari 2021

Polos



Masih Lembar Putih

Yang Belum Ternodai

Akan Hal Negatif


Belajar 

Adalah Salah Satu

Kewajiban Dasarnya


Bermain 

Adalah Bagian Dari 

Hak Dimasanya


Candaan

Serta Celotehnya

Tak Pernah Bohong


Polos

Lembut dan Imutnya 

Duhai Kamu Anak Kecil

Minggu, 14 Februari 2021

Tulis Saja



 

Tulisan susunan huruf menyimpan segala kata, berbentuk sebuah kalimat yang kaya akan makna. Tulisan akan menjadi sebuah cerita dan sejarah bagi penulisnya. Tulisan memberikan sebuah kekuatan.

Kekuatan dari sebuah kalimat yang telah kita tulis. Hal tersebut akan menggerakkan banyak hal. Saya merasakan sendiri, bagaimana tulisan itu bisa menggerakkan kita pada suatu hal.

Contohnya sangat sederhana yakni dengan menuliskan jadwal kegiatan kita sehari-hari. Wah,,,itu sangat luar biasa. Mulai dari bangun tidur sampai waktunya istirahat tidur kembali. Sedemikian rupa dituliskan. 

Tulisan tersebut tersusun dengan rapi maka manfaatnya sangat banyak, sederhananya waktu yang kita lalui sama yakni selama dua puluh empat jam. Kemudian saya menuliskan berbagai aktivitas dan kegiatan yang akan dilakukan. Semua akan terlaksana dengan teratur, disiplin dan tepat waktu.

Sehingga tulisan saya rasa juga dapat memberikan andil dalam membangun suatu keteraturan dan kedisiplinan dalam kehidupan. Selanjutnya tulisan akan memberikan kekuatan yang baik, jika tulisan tersebut ditulis dengan makna yang membangun semangat dalam hidup.

Tulisan salah satu cara menyimpan dan mengikat segala ilmu. Melalui tulisan-tulisan itulah saya belajar banyak hal.

Keep Fighting Diriku..

Mari Terus Belajar Menulis

Sabtu, 13 Februari 2021

Si Merah Fanta


Hay,,, merah fanta yang manjalita. Kamu sudah menemaniku mulai dari sekolah menengah atas. Sekitar dua belas tahun menemani. Lumayan lama bukan. Merah fanta itu adalah hardisk tempat penyimpanan data.

Keberadaanmu sangat membantuku untuk menyimpan segala data dan sejarah. Baik yang sangat amat penting, luar biasa penting dan data-data biasa.

Segala isi materi dari sekolah menengah atas, data kuliyah hingga sekarang. Namun, kenapa hari ini kamu sedikit agak rewel. Kamu terbagi dengan empat partisi.

Empat partisi itu kuberikan nama-nama unik. Bertujuan ketika aku mengunjungimu, aku merasa tenang, senang dan jika ada tugas segera menyelesaikannya.

Dari empat partisi tersebut, alhamdulillah sudah kembali tiga. Namu, partisi yang satu berisi tulisan-tulisan masih harus minta diperhatikan lebih. Ayo kamu segera sembuh dan kembali lagi. 

Isi dari satu partisi itu sangat amat penting. Segala kumpulan perjalanan akademik. Sekali lagi kamu amat penting. Segeralah sembuh dan kembali.

Di masa pandemi ini, hampir setiap hari aku bisa menyimpan segala data penting. Termasuk jurnal harian pembelajaran online yang harus kulaporkan kepada kepala madrasah tiap minggunya. Ada beberapa laporan rencana pembelajaran setiap wali kelas. Dan masih banyak lagi. Apalagi dalam waktu ini, saya menyukai kembali dunia menulis yang sempat terkubur lama.

Insyallah kamu sembuh total ya hardisk

Agar bisa menemaniku dalam segala penyimpanan, pengabadian data serta dokumen pentingku.


Rajab



Bulan Rajab

Dengan Segala Keistimewaannya

Yang Mengharap Keberkahan

Dan 

Ampunan Atas Segala Lumuran Dosa


Bulan Rajab

Engkau Menyunahkan Puasa

Dengan Pahala Yang Engkau Janjikan

Kalimat-kalimat Tayyibah

Membahasi Hati 

Dan

Lesan Ini


Hanya

Semata Karena RidhaMu

Memohon Keberkahan

Serta AmpunanMu

Dan Berharap Akan Bertemu Bulan 

Yang Tak Kalah Mulia 

Yaitu Ramadhan 

Kamis, 11 Februari 2021

Pernah



Rasanya Pernah Lihat

Sekian Tahun Berlalu

Kucoba Buka Kembali

Halaman Memory 

Yang Terhimpun

Cerita-Cerita Baruku


Ah Masih Tak Ingat Juga

Karena Pernah Terluka

Sedalam Itu

Hingga Sekedar Mengingat Saja

Tak Pernah Kuinginkan

Wajar

Tak Pernah Menemukan

Mengunjungi Almari Sederhana



Sore tadi tiba-tiba saya ingin mengunjungi almari sederhana yang hampir tidak pernah tersentuh setiap hari. Iya almari sederhana itu adalah tempat singgah buku-buku mulai dari sekolah dasar sampai bangku kuliah.

Memang tak seindah almari biasanya. Namun di almari sederhana itu, menyimpan banyak sejarah dan menyimpan banyak ilmu.

Awalnya hanya ingin mencari kumpulan buku diary yang sudah saya tulis dari sekolah dasar. Karena memang suka menulis di waktu itu. Lumayan banyak buku diary saya. Ternyata hampir tiga puluh buah. Namun, sebagian sudah saya tidak bisa terbaca, dimakan oleh rayap, berakhir dengan di bakar.

Lalu saya menemukan banyak kitab-kitab, waktu nyantren di Jombang. Dan buku-buku di masa kuliah, yang banyak saya beli, ada sebagian hadiah dari guru, dosen bahkan beberapa teman. 

Herannya, ada  buku itu masih dalam segelan, artinya masih baru dan tentu belum terbaca. Alhamdulillah  di setiap buku tertulis tanggal pembelian atau tanggal pemberiannya. Jadi, dengan sedikit mengingat-ingat momen apa buku itu bisa terbeli atau diberikan sebagai hadiah oleh seseorang. Cukup, senang mengolak alik lagi buku-buku yang ada.

Semoga saya bisa membacanya lagi dan menjadi salah satu inspirasi saya dalam menulis.

Hay Diriku Sendiri!

Jangan Lupa Sempatkan Untuk Membaca

Jadikan Buku-buku Itu Menjadi Jendela Dunia dan Inspirasimu Untuk Semangat Menulis

Keep Fighting Filza

Senin, 08 Februari 2021

Kabar Duka



Kabar Duka

Menyelimuti

Hanya Selisih 

Hitungan Jari

Maut Tak Pandang Bulu


Mengingatkan

Kematian Akan Selalu Terjadi

Hari Ini Kabar Duka

Terdengar Lagi

Hanya Hitungan Jari

Selisih Tiga Hari

Selisih Seminggu

Selisih Sepuluh Hari

Selisih Lima Belas Hari


Semua Tak Luput

Oleh Malaikat

Atas Izin 

Kun Fayakun Nya

Semua Bisa Terjadi

Kepada Setiap Yang Bernyawa


Semoga Husnul Khotimah


Cerita Hari Ini Part 2



Setelah itu saya melanjutkan tujuan ketiga yakni ke kampus IAIN Tulungagung. Iya, masih bersama sepupu kecil saya. Karena ada suatu kepentingan dan bertemu dengan guru, dosen sekaligus inspirator saya.

Sampai di gerbang utama, terlihat banyak mahasiswa parkir-parkir di luar dan duduk di depan gerbang dan ATM. Cuaca hari ini cukup cerah sehingga banyak yang berteduh.

Oke, sesampai di gerbang, ternyata banyak satpam yang sedang menjalankan prosedur. Di tanya satu persatu, ada keperluan apa? Saya mencoba menjelaskannya, kemudian beliau minta bukti WA saya. Ok saya tunjukkan. Prosedur selanjutnya adalah periksa suhu. Suhu saya 36.2 kemudian giliran si kecil 37.00. Aturannya suhu 37.00 tidak diperkenankan masuk. Auto putar balik. Dan sempat telfon suami dan teman juga. Karena, tidak diperkenankan masuk karena suhu si kecil ini.

Setelah saya pikir, mungkin pengaruh dia duduk di depan, dan pengaruh sinar matahari di perjalanan. Benar sih, dia memakai kerudung, tapi dahinya juga kepanasan. 

Kita berfikir seperti itu karena kita semua alhamdulillah sehat. Kemudian kita cari udara dingin alias ngadem dulu di Mall Bravo Tulungagung. Di periksalah suhu kita berdua untuk kedua kalinya. Dan lucunya semua sama-sama 36.04. Si kecil reflek berkata "lo kok berbeda sih kak, suhu badanku". Sambil ngobrol dan belilah es teh, masuk mall, masuk time zone dan duduk di food court. 

Nyusun strategi agar lolos di gerbang kampus. Karena sudah ada janji sama beliau, jika saya WA lagi dan tidak bisa datang alangkah tidak sopannya. Lalu si kecil punya ide yang amat mengejutkan. 

Minta menuju ke kampus lagi. Di depan toko sapu, hampir sampai di gerbang, tiba-tiba dia ambil botol es teh kita. Lalu ia usapkan di wajahnya. Aku melihatnya, sempat bertanya "ngapain sih dek, kayak gitu," dia yang ceriwis menjawab dengan kekhasan dia. "Yo agar pak satpam tahu, aku sehat dan bisa masuk di kampus". Saya terkejut dia jawab demikian. Lalu bismillah mendekat di pak satpam. Dan akhirnya lolos deh. Di lapangan kampus kita tertawa cekikikan. Karena hal lucu kita lalui. 

Lalu menuju kantor beliau. Dan alhamdulillah saya bisa bertemu beliau. Sempat ngobrol kecil. Saya sangat berterimakasih kepada beliau. Saya yang saking senang, saya lupa mengabadikan foto bersama beliau. Sangat disayangkan. Beliau berpesan "semoga manfaat, dan semangat terus dalam menulis". 

Cerita di atas menyadarkan saya, bahwa ketika kita mempunyai cita-cita yang tinggi jangan mudah menyerah. Karena seberat apapun rintangannya, pasti Allah akan memberikan jalan yang tidak terduga kepada kita.

Cerita Hari Ini Part 1


Hari ini ada tiga tujuan dalam satu perjalanan. Dari pagi berangkat untuk piket di sekolah. Sudah dandan ala orang undangan karena tujuan kedua yaitu walimatul'ursy. Saya bersama sepupu saya yang masih kelas satu di Madrasah Ibtidaiyah. Nah kita ke tempat undangannya yakni rumah Bu Ani.

Ketika menuju di tempat undangan, yang paling depan adalah Bu Shely sebagai penunjuk jalan. Karena Bu Shely biasanya jalur yg di lalui yaitu jalur utama, maka kita memutuskan ambil jalur alternatif.

Sedangkan yang tahu jalur alternatif adalah saya dan Bu Azizah. Tapi posisi Bu Azizah di bonceng Bu Ela paling belakang. Sayalah paling depan. Tanpa disangka, di jalur alternatif itu ada orang yang hajatan juga. Saya kira itu adalah tempat hajatannya. 

Kita hampir berhenti dan parkir. Tapi kita sadar, itu bukan tempat yang kita tuju. Karena pernah berkunjung di rumahnya, tidak ada mushola di samping kirinya. Selain itu, hari ini  ada tiga tempat hajatan yang sama  di desa tersebut. Haduh-haduh itulah cerita di dua tujuan saya. Hampir saja salah tempat undangan.

Minggu, 07 Februari 2021

Jangan Ditunda



 "Menunda-nunda pekerjaan sama dengan melamar kegagalan"

Kalimat tersebut diutarakan oleh salah satu guru bahasa Inggris saya. Rasanya seperti hal biasa. Karena tanpa pembuktian pada waktu itu.

Berjalannya waktu memang perlahan saya merasakannya. Sewaktu masih menjadi pelajar contohnya ketika ada PR atau tugas yang harus dikerjakan. Biasanya, ah nanti sajalah, nunggu setelah magrib. Ketemu waktu setelah magrib, berkata lagi tuh hati, ah nanti setelah isya. Acara di TV masih bagus-bagusnya.

Terus dan terus tibalah. Keesokan harinya, padahal tugas itu dikumpulkan di jam pertama di hari itu juga. Kelabakan pasti, sekalipun kita sering mengatakan "The Power Of Kepepet". Bisa dipastikan hasilnya juga tidak akan maksimal.

Saya rasa sama halnya dengan posisi sekarang ini. Apapun profesi kita, jangan sampai menunda pekerjaan, selagi saat ini bisa kita lakukan, sekalipun berat. Harus meninggalkan sesuatu misalnya. Itu sudah bagian dari resiko. Maka harus siap dengan segalanya.

Itulah kita harus sadar seberapa berharganya waktu. Kalau punya keinginan, kemauan untuk berbuat hal baik. Jangan Menundanya, laksanakan saat itu juga. Karena kita tidak pernah tahu, satu detik didepan kita, apa yang akan terjadi.

Keep Fighting

Nikmat Yang Tak Terhingga



Di Setiap Hembusan Nafas

Terlimpah Segala Kenikmatan

Tanpa Alat Bantu


Di Setiap Langkah Kaki

Tercurah Segala Kenikmatan

Yang Dapat Menentukan Arah


Di Kedua Tangan Ini

Menengadah Meminta

Memohon Atas RidhaMu


Di Setiap Cahaya Mata

Terpancar Segala Kebesaran

Atas NamaMu


NikmatMu Selalu Bertubi-tubi

Rahman RahimMu Selalu Memanyungi

Meneduhkan Dan Menundukkan

Menyadarkan

Bahwa Diri Ini Adalah Kosong

Sabtu, 06 Februari 2021

Sebentar

 


Seakan Penuh

Segala Isi Otak

Dengan Segala 

Hiasan Sementara 

Keduniawian


Peristiwa

Kejadian Hingga

Perkara-perkara

Terus Berdatangan

Tanpa Tahu Kapan Berhenti


Sibuk

Dengan Hiruk Pikuk

Meminta Untuk Diakui

Kesamaan 

Dan Kelasnya


Jangan

Dipaksakan

Karena Semua Itu

Hanya Sebentar

Dan Sementara

Kamis, 04 Februari 2021

Februari



Bulan Unik

Kabisat

Biasa Orang Menyebutnya


Identik Warna Cinta

Merah Merona

Merah Muda


Simbol Rasa Manis

Coklat Bertebaran

Di Pusat Perbelanjaan


Meskipun Februari Akan Berlalu

Cinta Dan Manismu Kepadaku

Akan Selamanya Abadi

Buntu Ide


Ternyata saya sempat mengalami kebuntuan ide dalam menulis. Kayaknya semua sudah pernah saya tulis, gumam dalam hati, dengan angkuhnya diri ini. Hem...perlu di cubit deh. Yah, kebuntuan menulisku kali ini, terjadi karena dipengaruhi beberapa faktor.

Faktor utama adalah memang diri sendiri. Seperti halnya pertanyaan sederhana. Misalnya, saya mau menulis apa tidak? Kalau mau ya laksanakan. Jangan hanya ngelamun dan berfikir apa yang ditulis. Apapun yuk di tulis. Sekalipun daftar belanjaan. Hehhe

Padahal kegiatan menulis itu saya akuhi satu hal yang sangat menyenangkan. Banyak hal baru yang saya temukan. Dan pengalaman menarik dapat saya rasakan. Karena dengan menulis itu, salah satunya bisa jadi sendiri, membuat pola fikir makin luas dan yang lebih luar biasanya, tulisan itu merupakan jejak rekaman diri kita sendiri.

Seperti momen kali ini, kenapa saya harus menulis topik ini. Pasti ada kejadian-kejadian tersirat atau tersurat yang telah terjadi. Iya karena buntu ide. Terus semangat menulis pokoknya.

Fighting

Selasa, 02 Februari 2021

20 Jumadil Akhir

 


Sering dari kita hanya menyebutkan bulan-bulan kalender masehi. Tanpa memperhatikan bahkan menghafal bulan kalender hijriah. Padahal di kalender hijriyah tersebutlah kita akan banyak belajar. Salah satunya hari ini,  bertepatan dengan tanggal, 20 Jumadil Akhir. Iya dimana tanggal tersebut mungkin sebagian dari kita belum tahu.

Bertepatan di 20 Jumadil Akhir tahun 1442 Hijriyah ini, yakni hari untuk memperingati Maulid Sayyidah Fatimah R.A. Sudahkah kita kenal beliau? Dan seberapa dalam kita mengenalnya? Coba kita ingat-ingat sosok salah satu wanita yang mulia ini.

Iya, beliau adalah putri dari Sang Idola kita, yang kita nanti-nanti syafaatnya kelak, yakni Nabi Muhammad Saw. Kita tahu beliau mempunyai putri bermana Sayyidah Fatimah dari istri Rasul yang pertama yakni Khadijah.

Beliau adalah sosok putri yang mulia, sifatnya yang sama dengan ayahandanya. Salah satunya, Sayyidah Fatimah mempunyai hati yang sangat lembut, selalu memaafkan kesalahan orang lain. Hatinya tidak pernah terbesit atau bahkan menyimpan kebencian. 

Sayyidah Fatimah tidak pernah berdusta, tidak pernah berkata kasar dan tidak pernah mengucapkan perkara-perkara keburukan. Beliau justru sangat menerima nasehat dari orang lain, selalu memaafkan. Kadang kala beliau diberlakukan buruk oleh orang lain. Tetapi beliau hadapi dengan kelembutan serta kesabaran tanpa menyimpan rasa dendam.

Beliau adalah salah satu wanita yang ahli surga. Beliau mempunyai gelar salah satunya Al Batul. Karena beliau tidak memiliki masa haid. Sehingga beliau juga disebut sebagai Haura Insiah atau manusia bidadari. 

Sekilas tentang beliau sosok Sayyidah Fatimah binti Rasulullah Muhammad saw. Sudah wajib bagi kita khususnya perempuan mengidolakan, meneladani beliau. Menjadi perempuan yang pemaaf, lemah lembut dan tidak berkata kasar bahkan menyimpan keburukan. Semoga kita bisa meneladani beliau.


Senin, 01 Februari 2021

SEVEN YEARS AGO

 


Ternyata, jaman dibangku kuliyah pun, terhitung masih mahasiswa baru di semester tiga pernah ikut lomba pidato. Dan arsip teksnya juga masih rapi. kulihat detail file dokumen ternyata, 25 November 2013. Tujuh tahun yang lalu. sungguh pengalaman yang sangat luar biasa. Tapi, saya sendiri lupa, apakah mendapat juara atau tidak. Nah, saya sedikit berbagi tulisan Pidato saya di tujuh tahun yang lalu sebagai berikut:

NAMA                                    : FILZATUN NAFSI

JURUSAN/ SEMESTER       : ICP PGMI/3

TEMA                                     : MASA DEPAN PENDIDIKAN DI INDONESIA

 

صرف الهمم, نحو رب الآمم, سبيل النجح و سر الفلاح, سلا م الله عليكم

السلا م عليكم و رحمة الله وبر كا ته

الحمد لله مجر الر ياح, ومسخر السحا ب,غا فر الذنب لمن اليه  اناب, احمده سبحا نه وتعا لى وهو الكريم التوا ب صلاة وسلا ما دا ءمين متلا زمين الى يومالدين على سيدين محمد وعلى اله وصحبه الذين أولولالباب هما بعد

Tiada arah yang pasti dalam melangkah

Tiada angin yang berhembus kencang

Tiada daun jatuh berguguran tanpa izinNya

Ungkapan syukur tiada tara kami sembahkan kepadaMu Sang Penguasahi Alam

الله عز وجل )Allahu’azzawajalla(.

Harumnya bunga bak surga yang telah lama menyihir hati

Dalam setiap hembusan nafas umatnya

Kerinduan semakin dalam sosok idola yang takkan pernah tergantikan

Dengan seruan

الهم صلى على سيدين محمد  )Allahummasolli’ala Muhammad(.

Semoga kita termasuk umat yang mendapat syafaatnya kelak di yamul akhir

Amin….Yang kami hormati dewan juri serta hadirin yang berbahagia.

Berbicara tentang negara kita Indonesia sudah jelas, negara kita adalah Negara yang menjungjung tinggi agama. Dan Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah muslim dan telah menempati no.4 termasuk Negara muslim terbesar di dunia. Memiliki tujuan yang pasti dalam menentukan arah bangsa, terutama dalam bidang pendidikan Islam. Gencarnya kurikulum baru, yaitu 2013 dan pendidikan yang berkarakter merupakan langkah awal untuk menghasilkan generasi muda yang maju, tangguh, dan berkualitas.

Kemudian generasi seperti apakah yang akan membangun Indonesia ke depan, yang di harapakan oleh bangsa untuk menuju Indonesia yang lebih baik.

Apakah seperti yang sekarang ini yang KORUPSI, KOLUSI dan NEPOTISME merajalela dan seakan sudah hal biasa terjadi. Dan orang-orang yang melakukan seakan tidak jera. Apakah seperti itu ? “Na’udzubillah “ tentunya TIDAK!

Hadirin Rohimakumullah

Berdirinya madrasah-madrasah mulai tingkat dasar, menengah, atas sampai perguruan tinggi Islam adalah jalan untuk mewujudkan suatu pendidikan Islam yang akan menghantarkan generasi muda Islam di Indonesia, kita tahu pendidikan adalah tombak utama, modal utama, yang menjadi perhatian nusantara hingga luar negeri khususnya pendidikan Islam yang ada di Indonesia. Di zaman globalilasi, seperti sekarang ini, zaman yang semakin mudah dalam mendapatkan informasi apapun, peran pendidikan Islam adalah sebagai agen penyelamatan dan pencerah hidup bangsa ke depan. Dengan berpedoman Al Quran dan Hadist yang mendorong bangsa Indonesia yang akan lebih sadar untuk menjadi umat yang berkualitas, berilmu, beriman, dan yang terpenting adalah kesalihan akhlak yang tinggi.

Hadirin yang di rahmati Allah

Islam adalah agama yang paling menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan orang yang mencarinya sebagaimana di sebutkan dalam surah Al Mujadalah ayat 11

ير فع الله الذ ين أمنوا منكم والين أتوا العلم در جات

Artinya : “niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat"

 

Dan  Rasulullah telah bersabda

أطلب لعلم الى المهد الى لهد

Atinya : “carilah ilmu dari ayunan sampai ke liang lahat”

Dari Hadits di atas sudah jelas bahwasannya ilmu adalah modal utama, perisai kekuatan, yang akan melindungi pemiliknya dari kehancuran. Ilmu pengetahuan tanpa agama ibarat pohon yang tanpa akar dan juga sebaliknya, sehingga pendidikan Islam di Indonesia akan berjalan dengan lancar jika perkembangan tehnologi dan juga perkembangan informasi berjalan secara seimbang. Selain itu perlulah mengadakan pendekatan yang merujuk pada Al Quran dan Assunah yang mengedepankan aspek akhlak, mengembangkan fondasi aqidah spiritual yang kuat sebagai sentral keyakinan seseorang. Maka akan di peroleh generasi Islam Indonesia yang sadar sebagai fitrah dan mampu mengembangkan amanah untuk Indonesia ke depan, dan Indonesia akan menjadi Negara yang

بلد ة طيب ورب غفور

Aminn Ya Robbal’alamin…

Hadirin yang berbahagia

Kesimpulannya adalah pendidikan Islam yang sudah ada marilah kita kembangkan dengan semaksimal mungkin, dengan segala aspek kehidupan sesuai berkembangnya zaman tanpa menghilangkan nilai-nilai akhlak dan spiritual.

Hadirin Rohimakumullah, demikian al faqir menyampaikan isi pidato, semoga bermanfaat bagi kita semua, apabila ada salah kata semoga masih bisa di benah dan apabila suatu kebenaran itu semata dari Allah SWT.

 

ثم السلا م عليكم ورحمة الله وبر كل تة


 

 

SIX YEARS AGO


 

Biarkan Berakhir Dengan Indah Semua Ini

Ketika Aku Melihatmu

Di Dunia Itu

Merasakan Kedaimaian

Yang Tiba-Tiba Merasuk Dalam Qalbuku

 

Biarkan Cerita Indah Ini

Masih Menjadi Misteri Illahi

Untukku Dan Untukkmu

Sosokmu Bak Damainya Awan Langit Yang Jauh Disana

Akan Warna Biru Indah Nan Bersih

Namun Aku Takut Jika Cintaku Ini

Melebihi Cintaku PadaNya

 

Rahasia Itu Ada

Indah Pada Waktunya

Tibalah Saatnya Nanti

Aku Menemukan Atas Parasmu

Akhlakmu Yang Sesuai Dengan Anganku

Sloganmu Yang Slalu Kau Kumandangkan

Witing Tresno

  

Hadirlah Dalam Hidupku

Atas RidhaNya

Biarkan Aku Mengagumimu

Meski Aku Belum Pantas Untukmu

 

Aku Pun Tersenyum Malu

Jika Aku Melihat Itu

Karana Aku Tahu Allah Tidak Pernah Salah

Meletakkan Tulang Rusukmu

Dan Biarkan Menjadi Misteri Cinta

Yang Sabar Menantinya

 

    Puisi di atas adalah salah satu tulisan dii file "proyek hidupku", ternyata aku pernah menulis puisi galau di tanggal 4 Mei 2014. Di tahun tersebut tentu saya masih menjadi mahasiswa di kota bunga dan kota dingin, yaitu Malang. 

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...