Rabu, 28 Agustus 2024

PSC (Pahlawan Street Center) Madiun

 





Rabu, 3 Juli 2024 ada pribahasa yang saya pakai untuk mengabadikan perjalanan penting ini yakni sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Hajat utama bersama rombongan kampus STAI MAS Pondok Ngunut untuk berkunjung di UNIDA Gontor Ponorogo. Persiapan sudah dilaksanakan jauh-jauh hari.

Perjalanan dimulai setelah magrib rombongan selalu beriring-iringan ada empat unit kendaraan, dengan masing-masing penumpang kurang lebih tujuh sampai delapan orang. Rombongan mengambil jalur lewat Madiun. Di Madiun terjadwal makan malam dengan pecel khas Madiun. Kemudian mampir di Pahlawan Street Center kota Madiun.

Pahlawan Street Center kota Madiun biasa disebut dengan PSC, kalau saya melihat seperti Malioboronya Yogjakarta. Saya baru pertama kalinya berkunjung di PSC ini. Sebelumnya di Madiun, hanya terminal dan menuju rumah teman dan saudara. Namun, kali ini berbeda, mampir di PSC dan keliling-keliling di beberapa ikon-ikonnya.

PSC seperti layaknya mengelilingi dunia, setelah rombongan sampai dan parkir kami turun langung disuguhkan beberapa ikon diantaranya adalah kereta api Shinkansen layakanya dari Jepang, Patung Merlion, Rumah Tudor, London Bridge. Selain itu disisi sebrang jalan, ada patung unta ala Arab Saudi lalu ada Ka’bah, berlajut lagi ada menara eifel dan jembatan-jembatan yang dihiasi lampu-lampu warna warni.

(sambil berdo'a dan membayangkan semoga bisa terwujud ke Makkah dan Madinah yang sungguhan)

Ada hal yang disayangkan ketika mengambil spot-spot foto dijembatan, dibawahnya memang ada aliran sungai terlihat bening tetapi berbau sangat tidak sedap serta menyengat. Sehingga saya dan teman segera beralih kembali di sekitar ikon Ka’bah. Banyak muda-mudi, keluarga dan anak-anak duduk-duduk disekitarnya. Dan ada juga seperti pelajar sedang berlatih rebana, darbuka dan bersholawat.

Seakan disetiap misi jika keluar kota, harus memperbanyak foto. Foto sebagai tanda atau bukti kita pernah kekota itu. Agenda untuk esok hari masih banyak, sehingga kesehatan, tenaga dan energi postif harus tetap dijaga. Setelah puas di PSC dan berfoto baik foto bersama atau pose sendiri, rombongan melanjutkan perjalanan. Semoga ini menjadi pengalaman yang menyenangkan.

 

Minggu, 25 Agustus 2024

Catatan Kecil Ngaji Di Teras Gubuk Ploso

 




Ngaji di Teras Gubuk bersama Gus Kautsar dengan Kitab Irsyadul Ibad. Saya berkesempatan untuk menuliskannya di buku yang sudah saya persiapkan. Perlu diketaui bahwa ngaji kali ini saya tidak mengantuk blas, menikmati dan selalu tertawa dengan ganyengnya beliau. Rutinan ngaji di Teras Gubuk diselenggarakan setiap Rabu Wage dan Sabtu Legi.

Ngaji di Teras Gubuk diawali dengan sholat Isya’ berjamaah. Kemudian setelahnya ada sholawat dan pukul 20.00 lebih sedikit beliau sudah menuju Teras Gubuk utama untuk membuka ngaji. Beliau mengawalinya dengan menghadiahkan Fatihah kepada seluruh dzurriyah Pondok Ploso dan ahli qoryah.

Alhamdulillah saya diberikan kesempatan untuk mencatatnya, meskipun tidak urut. Kitab Irsyadul Ibad karangan Syekh Zainuddin Bin Abdul Aziz Al Malibari. Kitab Irsyadul Ibad memiliki arti petunjuk untuk hamba menuju jalan yang lurus. Diawal belaiu menyampaikan salah satunya adalah fadhilah Bismillah. Diantaranya adalah

a)    Bismillah merupakan jimat yang luar biasa, Syekh Ihsan menerangkan lafadz Bismillah dengan sangat panjang, semua hal apapun niat hajatnya apabila tidak membaca Bismilllah maka hal itu biasanya tidak sempurna dan tidak akan tuntas dalam prosesnya

b)    Pada lafadz Bismillah, dijelaskan dalam hadits yang diriwaytkan oleh Abdullah Bin Mas’ut bahwa “barang siapa membaca Basmallah ribuan dosa kecil akan dimaafkan oleh Allah swt, ribuan kebaikan juga akan ditulis oleh Allah swt”

c)    Kadang kita sering lupa akan Bismillah seperti contoh kecil ketika bangun tidur lebih sering mencari HP dari pada membaca Bismillah. Padalah bangun tidur mampu membaca Bismillah maka rizkinya akan digampangkan oleh Allah

d)    Ketika seorang membaca Basmallah secara spontan akan mendapatkan jawaban dari surga yang memilik arti “selamat datang calon penghuniku”

e)    Hadits Qudsi menjelaskan barang siapa membaca Bismillah dan dilanjutkan membaca Fatihah dengan penuh kesadaran dan penghayatan Demi Allah orang tersebut akan Aku ampuni, maka bersaksilah wahai para malaikat. Sekecil kebaikannya pasti akan saya terima, dosa-dosanya akan saya maafkan dan lesannya tidak akan saya bakar dineraka, mulai dari alam kubur sampai hari kiamat.

f)     Kemudian Bismillah bisa untuk menyurati Allah. Syekh Ihsan menjelaskan apabila ada yang memiliki hajat/kebutuhan yang sangat mendesak. Maka menuliskan “Surat ini dari hambamu yang sangat hina, untuk TuhanNya yang sangat luar biasa hebatnya, Tuhan hambamu ini sangat memiliki kebutuhan mendesak, Engkaulah Maha Pengasih dan Maha Sayang” kemudian ditulis digulung dan ditaruh di botol dan dialirkan ke sungai yang mengalir. Selanjutnya dijapani, semua hajatnya diutarakan Insyallah semua hajatmu akan dikabulkan oleh Allah

Pada Kitab Irsyadul Ibad memiliki karakteristik didahului oleh ayat Al Quran kemudian terdapat hadits-hadits sesuai dengan ayat tersebut. Ngaji ini sangat asyik dan ringan. Kemudian diakhir ada sesi tanya jawab, dan mahalul qiyam dan doa. Semua isi ngaji ibaratnya adalah daging dan banyak lagi catatannya. Ngaji diakhiri pukul 22.30 WIB dan masih diberikan nasi bungkusan. Alhamdulillah Semoga diberikan keistiqomahan dalam mengaji.

Surprisingly Ngaji Di Teras Gubuk Ploso

 



Malam minggu yang istimewa, tanpa terencana tiba-tiba saya celetuk kepada suami ingin ngaji di Ploso. Tanpa basa-basi beliau meng-iyakan, dan sekitar pukul setengah lima sore kita berangkat. Ngaji perdana bersama Gus Kautsar di Teras Gubuk di Ploso, yang sebelumnya tidak ada bayangan sama sekali.

Kami berdua sudah menyiapkan bekal, bahkan membawa banner persiapan untuk alas duduk, serta alat sholat. Tidak ada bayang sedikitpun disana bahkan lokasi tepatnya dimana. Intinya Bismillah niat ingsun ngaji dan ngalab berkah. Kami sempat gojlokan dijalan, sesampai disana kita tidak mengenal siapapun lalu nantinya bagaimana kataku, beliau menjawab nggeh nderek dan nibrung saja.

Kami sholat maghrib di masjid Al Muslimun Kepatihan Tulungagung, kemudian melanjutkan jalan, dengan sangat santai tanpa ngebut menikmati ramainya malam minggu di jalan raya. Lalu kita iseng lewat di Pondok Mbaran Maesan, disitulah kita mulai menggunakan maps untuk memastikan lokasi ngajinya.

Cuacanya sangat dingin, sehingga saya pun lengkap dengan jaket serta kaos kaki. Kami melihat bendera besar diatas masjid pondok induk Ploso, itu artinay lokasi sudah dekat dan Alhamdulillah telah sampai. Rasanya lega dan senang sekali, mungkin kami tergolong masih awal sehingga jamaah belum terlalu berjubel. Kemudian banyak panitia mengarahkan untuk parkir, kami memasuki gang kampung kecil dan ada mushola, suami mengambil wudhu dimushola tempat kita parkir. Setelah itu kami diarahkan untuk ke lokasi dan suara gema sholawat berkumandang tidak jauh.

Kami melewat jembatan kecil dan kanan kirinya adalah pohon bambu. Kemudian depan lokasi Gubuk Teras terbentang sawah yang luas, Subhanallah tempatnya sangat nyaman, Gubuk Teras dihiasi lampu-lampu dan taman serta gedung di sisi barat serta paling pojok utara barata ada toko beliau dan disisi timur ada toilet serta tempat wudhu. Pokoknya tempatnya sangat nyaman, keren dan asri.

Luar biasa kami diberikan selembar fotocopy Kitab Irsyadul Ibad, kantung kresek untuk sandal, air minum tersedia untuk mengambi dan memilih sendiri apakah mineral, kopi panas atau teh panas. Alas duduk sudah ditata sedemikian rupa disana, sehingga alas yang kubawa pun tak terpakai. Lalu antara jamaah putra dan putri dipisah. Putri disisi barat putra disisi timur gubuk. Selanjutnya saya duduk dan tidak lama mbak-mbak santri menghampiri dan memberikan satu kotak mika buah klengkeng.

Surprisingly, beliau Ning Jazil yang merupakan istri dari Gus Kautsar menghampiri setiap jamaah dengan sangat sangat ramah dan senyumnya beliau, termasuk saya. Ini membuat saya sangat kaget dan saya mengikuti jamaah yang lain untuk mushofahah dengan beliau. Lalu, beberapa jamaah meminta tolong saya untuk memfotokan, sontak saya tremor dan memfotokannya hampir lima kali klik dan memastikan tidak blur.

Lalu beliau ngendikan “mbak njenengan belum kefoto lo, monggo-monggo mriki” saya sangat speechless tidak bisa berkata-kata. Mungkin wajahku sudah tidak terkontrol bahagianya, sebab selama ini saya hanya melihat beliau di Ig. Ini bertemu langsung dan mushofahah. Masyallah semoga ini membawa berkah.


cuplikan momen saat memfotokan


Sambil menikmati gema sholawat saya berkenalan dengan beberap jamah putri yang tak lain adalah warga sekitar gubuk, beliau bercerita bahwa gubuk ini termasuk bangunan baru dan baru saja beberapa hari diresmikan dan malam ini untuk pembukaan ngaji. Next part 2

Jumat, 23 Agustus 2024

Rewang Menjadi Penting




Rewang itu istilah bahasa Jawa yang intinya saling membantu atau gotong royong, ketika ada tetangga, sanak saudara yang sedang ada hajatan. Hajatan yang biasa ada di sekitar masyarakat adalah rutinan yasinan, tahlilan, slametan, mantenan, walimatul shafar dan lain-lain. Rewang itu seperti tradisi dan budaya yang selalu dilakukan untuk menjada kerukunan.

Pada tradisi rewang, kita bisa belajar menjadi manajer yang baik, pengkonsep acara yang keren dan terlebih menjadi lebih peka terhadap segala kegiatan. Selain itu, kita bisa belajar jika di rumah kita sendiri misalnya terdapat hajatan kita mampu menata, mengatur dan mengkonsep dengan baik.

Pada saat rewang, biasanya durasinya disesuaikan dengan jenis hajatan. Misalnya pada pesta pernikahan, di desa sedikit berbeda dengan acara yang diselenggarakan dikota misalnya digedung. Lebih rembyong di desa bahkan butuh berhati-hati mulai dari ngirim leluhur, njenang, manggulan, resepsi dan standing party. Sehingga warga sekitar akan lebih lama durasinya untuk rewang.

Lalu pada jenis hajatan seperti rutinan yasinan, biasanya hanya butuh sehari semalam untuk mempersiapkannya. Dan tradisi shodaqoh atau nonjok masih sangat lestari, sehingga bagi sanak saudara atau tetangga yang rewang selalu akan dibagi baik dengan bentuk berupa makanan dan lauk-lauknya.

Rewang juga mengandung seni misalnya seni menata jajan, seni menata menu prasmanan dan seni menjadi among tamu. Selain itu direwang juga ada kesempatan untuk belajar administrasi seperti mencatat dengan cepat, tepat dan sesuai. Mengapa harus sesuai? Meminimalisir untuk tertukar baik dari segi tas atau barang serta amlopnya.

Kalau sudah berkumpul dengan para ibu-ibu biasanya ada sebuah informasi yang berfaedah dan kurang bahkan tidak berfaedah, hal disinilah yang harusnya kita hindari. Jika belum bisa maka minimal mengurangi dan menghindari. Hal utama yang biasa dibahas dikalangan ibu-ibu adalah terkait dengan fashion. Begitulah jika ada yang baru atau mencolok akan mendapat opini yang beragam.

Dibalik itu kegiatan rewang banyak mengandung kegiatan positif seperti silaturrahmi, menambah jiwa sosial kita tumbuh dan berkembang. Mengenal berbagai karakter orang bahkan kebiasaan atau tata cara dalam berbagai hal. Maka rewang itu penting namun jangan sampai meninggalkan kewajiban utama kita.

Dolan Bersama Mak-E,

 


Sebetulnya tidak dolan saja tapi dolan yang sangat penting dan harus dilakukan. Berkunjung ke SMA Negeri Kalidawir untuk melaksanakan tugas dari kampus. Sebetulnya ini kali ketiga kunjungan kami. Setelah selesai tugas utama, kita ingin melihat suasana sekolah ini dan luasnya lapangannya dan taman-taman yang indah. Sebab, biasanya kita berkunjung dikantor saja, namun kali ini kita penasaran dan ingin melihat anggrek dan taman serta kelas-kelas yang berada di atas.

Naik-naik kepuncak cukup membuat nafas ngos-ngosan sebab jarang olahraga. Ada penghubung anak tangga seperti ketika ziaroh wali. Disana disapa oleh Bapak/Ibu Guru yang sangat ramah. Benar sekali, ternyata diatas masih sangat luas dan ada pintu gerbang kedua. Dilengkapi dengan berbagai kelas, parkiran dan ruangan lab, dan lapangan di atas.

Diatas juga banyak pohon-pohon rindang, selain itu ada taman dengan bunga teratai yang indah beserta taman dengan air mancurnya. Lalu diujung ada lapangan yang sangat luas dan kolam ikan koi. Serta ada gazebo dan spot foto yang terlihat dari pucuk gunung, sehingga melihat dari atas sangat indah.

Kalau cuaca hampir sama tidak dingin tapi juga tidak terlalu panas. Sebab kami berkunjung di siang hari sehingga terlihat terik. Selain itu, di sekolah ini biasanya orang menyebutnya SMA Kucur, ini jalannya cukup menanjak, saya hanya bermodal yakin kalau dibonceng Mak-E. Senang aja kalau kemana-mana berkunjung dengan beliau. Sambil ngobrol ngalor ngidul membahas apa saja.

Mulai dari tentang dapur dengan segala reng-reng, konsep ala Mak-E serta tempat-tempat makanan dan catering yang enak. Diam-diam saya banyak belajar dari Mak-E, sehingga wajar saja bila beliau dipanggi Mak kita bersama.

Bertugas dan ada kesempatan hunting foto sebanyak-banyaknya sebab ini kesempatan yang berharga. Setelah selesai baru kami kembali ke kampus dengan bahagia. Terima kasih Mak-E, besok ajak saya jalan-jalan kembali.

Perjuangan Beasiswa Part 2

 



Kami berenam dari kampus yang sama yakni STAI MAS Pondok Ngunut, bersepakat untuk berangkat bersama dengan carter mobil dan sopir tidak lain teman kita juga. Ada drama kecil yakni kami sepakat berangkat pukul 24.00 dan berkumpul di rumah kawan kita di Sumberdadi Sumbergempol. Kala itu memanag saya jadwalnya luas biasa dan ada hajatan di rumah, sehingga saya berniat untuk tidur sebentar, tidak tahunya saya kebablasan tidur sampai-sampai saya dijemput sekitar pukul 24.45 WIB. Sungguh membagongkan, saya kaget dan sepanjang jalan saya meminta maaf kepada semua teman.

Alhamdulillah perjalanan terhitung sangat lancar dan kami sempatkan mampir di makam Sunan Ampel dan bersih diri serta sarapan disana. Selanjutnya langsung menuju tempat lokasi di Islamic Center Surabaya. Disana dikejutkan dengan semua peserta seleksi beasiswa LPPD S2 maupun S3 menggunakan kostum hitam putih. Sedangkan delegasi dari STAI MAS Pondok Ngunut menggunakan batik. Salah satu teman sempat bingung, namun yang lain menguatkan bahwa tidak masalah salah kostum yang penting tidak mengurangi performa untuk tes.

Vibes-nya luar biasa hampir satu gedung benar-benar berlomba-lomba dalam kebaikan. Ada yang belajar kitab ada yang berdiskusi dan sibuk berkenalan dengan sisi kanan atau kirinya. Di gedung tersebut sangan luas dan disetiap tepi ada meja yang tertuliskan lembaga dan masing-masing dua menguji. Sedangkan untuk S3 ruang tes ada dilantai 2.

Kami mengikuti acara pembukaan terlabih dahulu, ini acara sangat keren dihadiri oleh profesor dan kyai, kyai yang profesor sungguh luar biasa. Pengalaman yang luar biasa. Setelah acara opening selesai peserta untuk S3 menuju ruangan masing-masing, yang pada waktu itu masih sedikit ruwet sebab setiap ruangan belum tertera nama lembaganya. Saya sempat bertemu dengan Cak Iman dari pondok Lirboyo beliau tes untuk S3 di IAIN Kediri.

Pada tahap tes akhir ini yang ditekankan adalah membaca kitab dan proposal. Kami diuji dalam suatu ruangan dengan masing-masing penguji satu orang. Lagi-lagi pada membaca kitab kuning kita dipilihkan oleh penguji, saya mendapatkan bab nikah. Lalu ditahap proposal, saya merubah judulnya sehingga berbeda di tahap di UIN Satu, tentunya saya melaksanakan sesuai saran dan kritik ketika pada tes sebelumnya.

Tes berlangsung dari pukul 08.00 sampai pukul 14.00 WIB, kami peserta tes dari Tulungagung harusnya terdapat 16 peserta, ada kawan kami yang mengundurkan diri satu sehingga tinggal 15 orang. Maka ditahap ini tinggal mengeliminasi 5 orang. Tes berjalan dengan lancar selesai tes kami serombongan pulang. Singkat cerita sampai rumah maghrib di jemput Pak Suami di Sumberdadi.

Kemudian yang ditunggu-tunggu telah datang Jum’at, 9 Agustus 2024 pengumuman delegasi dari STAI MAS ada dua dosen yang telah lolos. Saya belum beruntung sehingga perlu belajar dan berproses lagi dan lagi. Saya mengucapkan selamat kepada beliau berdua semoga lancar sampai lulus menjadi doktor.

Dari semua cerita diatas saya ingin berbagi bahwa dalam berproses kita tidak boleh lelah, apalagi dengan urusan tolabul’ilmi. Selain itu, perjuangan-perjuangan kecil yang telah dilakukan harus ditlateni dan utamanya harus sabar. Jika ada kesempatan maka pergunakan dengan baik. Salam Semangat

Perjuangan Beasiswa Part 1

 


Ditahun 2024 kali ini dalam salah satu perjalananku dan proses hidupku yakni bagaimana perjuanganku untuk mendapatkan beasiswa S3. Untuk pertama kalinya saya mencoba beasiswa LPDP di Kemenku. Berawal dari ketidaksengajaanku dengan salah satu teman dosen di STAI MAS. Banyak sekali proses yang harus kulewati dan saya sudah pernah menuliskannya di bulan Maret lalu.

Kedua kalinya saya mencoba untuk beasiswa S3 LPPD Jawa Timur dengan prodi MPI. Dari kampus STAI MAS ada beberapa dosen yang mengikutinya. Sebetulnya beasiswa S3 LPPD Jawa Timur jurusannya lebih bervariatif. Namun, saya memilih di kampus terdekat yakni UIN Satu Tulungagung dengan jurusan MPI. Lalu ada di IAIN Kediri dengan jurursan Studi Islam. Saya memutuskan untuk memilih jurusan MPI.

Semua pertimbangan dan melalui musyawarah yang panjang salah satunya izin ridho suami dan ridha doa orang tua. Selanjutnya adalah persiapan dan syarat-syarat yang harus dilengkapi untuk tes dibeberapa tahapan. Tahap pertama adalah pengupload data dan berkas administrasi. Saya melakukannya H-3 harian. Entah apa yang terjadi sukanya kok mepet dengan deadline. Hmmm,,,, jika tahap administrasi telah lolos, maka melanjutkan di tahap kedua.

Pada tes tahap kedua ada beberapa tes yang harus dilakukan yakni CAT, Interview Moderasi Agama, Membaca Kitab dan Ujian Proposal Disertasi. Saya masih ingat betul tes ini dilaksanakan pada Kamis, 25 Juli 2024. Sebelum itu ada pengumuman bahwa lolos ditahap administrasi, saya mendapatkan pesan singkat dari beliau Prof. Dr. Ngainun Naim, M.HI beliau mengatakan “Selamat”, kemudian saya pun menjawab untuk minta doa. Beliau mengatakan kembali “Jalani dengan baik”

Pesan singkat itu menjadi motivasi tersendiri bagi saya. Maka harus saya lakukan dengan terbaik. Tes tahap dua kala itu cukup panjang dari pukul 08.00 sampai 14.00 WIB. Saya bertemu 16 calon kandidat penerima beasiswa LPPD Jawa Timur dengan berbagai asal perguruan tinggi swasta dibawah naungan pesantren besar. Dan saya bersama enam orang dari kampus yang sama, termasuk paling banyak kandidat diantara yang lain.

Pada tes CAT nilai langsung tampil selanjutnya adalah tes interview tentang moderasi agama dengan para guru besar atau Profesor diruangan-ruangan yang telah disediakan. Sehari itu rasanya luar biasa menghadapi sekitar 8 Profesor. Ketiga di ruangan yang ujian proposal, luar biasa di proposalku dibedah dan diteliti yang sungguh-sungguh mendalam oleh beliau. Menandakan bahwa saya harus belajar lagi dan lagi.

Pada ruangan terakhir yakni membaca kitab kuning “kitab Fathul Mu’in” dengan pilihan halaman dan bab yang random dipilihkan oleh penguji. Saya mendapatkan tentang puasa, Alhamdulillah semua terlewati dengan baik. Entah hasilnya seperti seperti apa, ikhtiar dan tawakal serta do’a harus lebih dikencangkan.

Yang mendaftar ada 40 orang, kemudian diambil 16 orang yang dinyatakan lolos administrasi. Awalnya saya mengira ketika tes di UIN Satu sudah ada eliminasi, ternyata masih utuh 16 orang untuk berlanjut di tes tahap akhir. Tahap terakhir yakni tes di Surabaya untuk diambil 10. Pengumuman untuk tes tahap akhir yakni Jum’at, 2 Agustus 2024. Pelaksanaan tes pada Rabu, 7 Agustus 2024. Saya tidak menyangka saya berada ditahap akhir. Dari 16 kandidat, 3 diantaranya adalah perempuan dan mayoritas adalah Bapak-Bapak.


Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...