Jumat, 30 Juni 2023

Bukan Cinta Alasannya





Bukan Cinta Alasannya

Bukan Pula Perhatian Yang Diminta

Bahkan Bukan Pula Tak Bahagia


Hanya Kamu Terlalu Baik

Pada Semua Kalangan

Sehingga Membuat Semua Terpesona


Bahkan Perempuan Di Matamu

Merasa Semua Berharga

Lalu Dimana Letak Spesial-nya


Singkat Saja

Bahwa Cemburu Itu Telah Membakar

Namun Aku Tak Kuasa Berbuat Apapun

Rabu, 28 Juni 2023

Sayup Takbir Di Sepertiga Malam





Sayup-Sayup Takbir

Di Sepertiga Malam

Membuat Lebih Tenang

Takbir Lagi Dan Lagi


Menunjukkan Kerdil Nan Kecilnya

Sosok Makhluk Faqir DihadapanNya

Sujud Derai Air Mata

Tak Bisa Kutahan Lagi


Kalimat Tahlil Tasbih Dan Tahmid

Mengiringi Kembali

Sesenggukan Menjadi-jadi

Betapa Syukurnya Diri Ini

Memohon Nan Terus Meminta Lagi

Sebab Tak Kan Pernah Berdaya

Jika Tanpa Engkau Illahi Rabbi

Ringan Sekali Tanpa Berpamitan





Akan Kau Rasakan

Leburnya Serta Porak Poranda

Hati Dan Jiwamu Kelak

Kau Injak Dengan Alasan Diam


Bukan Suatu Konsep

Diam Akan Jadi Emas

Bila Telah Berhasil Menghancurkan


Ingat Saja

Janji Yang Kau Ucap

Manisnya Tawa Ringan

Sekedar Sharing Perjalanan


Menghilang Dan Diam

Seakan Itu Senjata Jitu

Padahal Hanya Pecundang

Pergi Tanpa Berpamitan

Selasa, 27 Juni 2023

Dingin Tanpa Peduli


Seperti Terbunuh

Serta Tercekik Hati

Cukup Darahku Menetes

Berhenti Untuk Kamu


Dingin Saja Terus

Diam Tanpa Peduli

Muak Akan Sikap Dan Wajah

Semakin Tidak Nyaman


Itu Tujuanmu

Agar Segera Pergi

Tak Mengganggumu Lagi

Tenang Tak Akan Kembali

Akan Mencoba Menjadi Asing Kembali


Ku Kira Baik

Kau Memperlakukanku

Layaknya Perlakuanku

Bukan Mengungkit

Tapi Kecewaku Terlalu

Senin, 26 Juni 2023

Ngaji Literasi Sesi 9 With SPK Tulungagung







Suatu kehormatan untuk diajak komunitas SPK (Sahabat Pena Kita) Tulungagung untuk sharing tentang menulis. Kepada Mas Woko selaku moderator terima kasih atas kesempatannya. Ketika itu ada WA masuk dari Mas Roni Ramlan, meminta untuk ngaji literasi edisi ke 9.

Jujur, awalnya bingung ada kabar tersebut. Sebab di acara live sebelumnya jarang ikut, hanya beberapa kali saja bergabung, bisa dihitung jari. Mas Roni Ramlan meminta foto untuk dijadikan flyer. Yang sebelumnya kami berdiskusi terkait waktu yang cocok.

Alhamdulillah, ketemulah waktu yang cocok, yakni Minggu 18 Juni 2023 pukul 19.00 melalui Instagram. Topik yang diangkat tentang buku solo saya yang ketiga "Jejakku Menulis". Ini pertama saya live layaknya selebgram, live di laman maya untuk meng-influence tentang menulis. 

Tidak ada persiapan yang ekstra, hanya point-point yang saya tuliskan tentang "Jejakku Menulis". Ketika live, saya di temani oleh suami yang dibalik layar. Lalu beberapa teman bergabung, mulai dari teman dari Malang, sesama akademisi di kampus STAI MAS, ada siswa di Mi dan beberapa mahasiswa. 

Diskusi tentang menulis, motivasi dan dikaitkan dengan adanya fenomena yang terjadi seperti maraknya novel "Hati Suhita" membuat semakin terbuka kesempatan dan berkembangnya dunia literasi. Lalu peran kita, trik dan tips untuk memacu teman-teman lebih cinta membaca dan menulis. Tak terasi asyik sekali diskusi tentang hal ini.

Waktu yang hampir satu jam tak terasa. Saya pribadi kaget dan membuat terharu ditengah live ternyata beliau Gus Ali Fathan ikut di live. Bahagia sekaligus membuat grogi. Semua diskusi kita mengalir alami. Harapannya semoga bisa bermanfaat dan yang mengikuti livenya bisa mengambil ilmunya. 

Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak atas kesempatan ini. Buku "Jejakku Menulis" bisa menghantarkan saya untuk belajar lebih. Pengalaman yang menarik malam itu. Teruslah semangat dan niati semua untuk ibadah dan teruslah membaca dan menulis.

Salam Literasi

Minggu, 25 Juni 2023

Sudah Terjamin



 Jatah Sudah Ditentukan

Porsi Sudah Sesuai Takaran

Mau Yang Bagaimana Lagi

Segala Tinggal Menjalani


Tenanglah Segalanya Telah Terjamin

Kadang Memang Mengejutkan

Yakini Dan Jalani 

Semua Akan Terekam Dalam Memori


Sementara Atau Justru

Tenggelam Menyelam Dengan Dalam

Menjadi Kenangan Abadi

Sabtu, 24 Juni 2023

Malam Yang Tenang







Kunikmati Jalan Ini

Dengan Segala Nuasa Hati

Tenang Ditemani Senandung Sholawat

Lapang Dan Tawa Tanpa Beban


Dzikir Menjadi Obat

Disamping Orang Tersayang

Dingin Menjadi Hangat

Dekapan Tangan Tak Lepas 

Dengan Iringan Ucapan Di Hati

Hamdalah Tiada Henti


Allah.....

Sepanjang Jalan Banyak Perubahan

Bukti Kemajuan Negara Ini

Tetapi Rasa Sayang Ini

Tak Berubah Untuk Selamanya

Sebab Cinta Kita Karena Allah

Sungguh Engkau Maha Kuasa

Ngaos Bersama Habib Zein Bin Abdullah Ba'bud




Asrama Sunan Pandanaran, 18 Juni 2023 mengadakan Muawadaah pada acara puncak menghadirkan Habib dari Malang yakni Habib Zein Bin Abdullah Ba'bud. Resuman yang telah saya tulis diantaranya debagi berikut:

▶Jangan meremehkan dan diremehkan seorang santri. Sebab mereka dikawal oleh malaikat.

▶Menyesal, jika ada kesempatan ngaji, tapi mboten sempat ikut ngaji. Menyesal selalu letaknya dibelakang.

▶Santri yang malas, lebih afdhol disisi Allah apalagi yang tidak malas. Sehingga jadilah santri yang rajin. 

▶Bodoh itu sumber ketidak tahuan, sebab tidak ngaji. Dan bodoh itu jangan dipelihara dan hendaknya haus terus dengan keilmuan. Memacu untuk terus belajar.

▶Ilmu itu harus ditularkan, jangan diam, harus ngajar. Jika diminta untuk mengajar sekalipun hanya huruf Alif, tetap harus diajarkan.

▶Mengajar itu, seperti menanam benih, meskipun hanya kecil awalnya akan terus tumbuh dengan berangsur-angsur sampai berbuah.

▶Jangan sampai menjadi orang fasik. Fasik sebetulnya faham dan mengerti akan baik buruknya suatu hal. Namun, tetap dilakukan keburukan.

▶Ngaji harus jelas gurunya, artinya sanad guru harus jelas. 

▶Ulama salah satu tandanya tawadhu'. Maka lihatlah betapa tawadhu'nya para guru kita dan berusahalah untuk meneladaninya.

Malam itu saya sangat merasa beruntung, sebab bisa hadir di ratusan para jamaah, menimba ilmu dan bisa silaturahmi dengan mbak-mbak bahkan tak sengaja bertemu teman-teman mahasiswa. Hadir bersama suami, lalu bisa panggeh dan mushofahah dengan Abah K.H Makhrus Maryani, Gus Amad dan Gus Alwi. 

Acara ini sangat berkesan bagi saya. Dan semoga bisa memberikan manfaat dan barokah. Melalui sebuah tulisan ini juga sebagai pengingat dan nasehat bagi diri sendiri. 

Jumat, 23 Juni 2023

Kesempatan dan Pengalaman Luar Biasa Dunia Literasi Dengan Mbak Santri





Pengalaman kedua yang luar biasa, di hari Rabu, 21 Juni 2023 Alhamdulillah diberikan kesempatan belajar bersama-sama mbak-mbak santri di pondok pesantren Sunan Pandanaran PPHM Ngunut. Kegiatan ini diadakan dengan tujuan untuk lebih mencintai kegiatan literasi seperti membaca, menulis dan mungkin berbicara. 

Informasi awal untuk mengisi kegiatan ini di akhir bulan Mei melalui Pak Fauzi dan Bu Nike. Dan tanggal konfirmasi atau tepatnya di pertengahan Juni. Mbak-mbak OSIS di SMA Sunan Gunung Jati Putri, mengadakan program diklat ini, salah satunya tujuannya mengisi waktu sebelum liburan. Dan ini diperjelas oleh Ketua OSIS Putri Mbak Tika.

Ketika acara opening dibuka oleh Mbak-mbak OSIS mc, pembacaan Al Qur'an dan sambutan pembina OSIS, yakni Pak Ghufron. Beliau berpesan menjadi sosok perempuan itu harus cerdas, sebab anak yang cerdas lahir dari seorang ibu yang cerdas dan hebat. Beliau juga berharap kegiatan ini berlanjut dan bermanfaat.

Selanjutnya materi utama, temanya tidak jauh berbeda dengan Pak Ghufron sampaikan, yakni literasi bagi para santri dan literasi di era milenial. Perempuan itu harus berdaya, berdaya dalam arti keilmuan yang dimiliki haruslah luas terutama keilmuan agama. Berada di pondok pesantren bukan menjadi penghalang dalam berkembang.

Dunia literasi adalah salah satu dunia yang membantu kita berkembang, saya katakan bahwa ketika saya bisa berdiri diantara mbak-mbak santri kali ini adalah bagian dari barokahnya menulis. Seperti biasa kita belajar bersama melalui tulisan, mengapa harus menulis dan mengapa santri harus berliterasi.

Antusias mbak-mbak sangat luar biasa. Apalagi dihubungkan dengan kehidupan mereka di pesantren. Saya mengenalkan dunia literasi terutama menulis, dengan yang paling mudah yakni "pokok menulis". Seperti halnya cerita-cerita perasan dan pengalaman. 

Nah, jika pembahasan topik tertentu, misalnya ilmiah harus dengan data dan fakta bahkan teori untuk dibuktikan. Hal yang perlu diingat adalah menjadi santri ketika menulis di era digital harus memiliki batasan dan pagar. Artinya jika sudah berani menulis, maka harus berani bertanggung jawab. 

Sesi materi utama telah usai hampir satu jam, selanjutnya adalah sesi tanya jawab. Pada sesi ini, saya menyediakan dua buku karya solo saya sebagai hadiah untuk mereka. Alhamdulillah pertanyaan dari tiga penanya luar biasa. 

Salah satunya "Apa motivasi Bu Filza menulis dulu sampai sekarang" jawabannya simpel bahwa menulis adalah perjuangan dan saya yakini menulis akan merubah hidup. Kedua, bagaimana menyikapi zaman sekarang Indonesia masih rendah literasinya terutama dalam membaca. Jawaban saya maju dan tidak negara ini tergantung kita, sampean semua artinya mari dimulai dari diri sendiri hal-hal baik terutama dalam membaca dan menulis.

Tak terasa waktunya sudah habis. Dan acara saya simpulkan dan di tutup dengan doa bersama. Kemudian saya meminta atau tindak lanjut dari acara ini yakni membuat resuman, yang terbaik akan mendapatkan reward dari saya. Setelah itu saya masih di hampiri oleh dua mbak santri, mereka ingin ngobrol dan bertanya seputar dunia santri dan tulisan. Luar biasa obrolan kita santi di kantor sampai tak terasa sudah memasuki waktu dzuhur. Dua mbak santri meminta nomer saya dan simpulan kita ngobrol adalah apa solusi yang terbaik jika santri menulis yang posisinya di era digital, padahal penggunaaan IT masih terbatas. Saya katakan ada media buku, ada guru sebagai fasilitator, majalah bahkan buletin pesantren gunakan sebaik mungkin untuk menjadi wadah kita berkembang di dunia literasi.

Saya memberikan wawasan kepada mereka dunia ini luas, bagi orang yang mau belajar dan membaca. Keilmuan terus berkembang dan jangan cepat puas. Saya juga tidak lupa menyisipkan dunia perguruan tinggi yakni STAI MAS keistimewaan dan keunggulannya. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat dan saya sangat berterima kasih atas kesempatan yang luar biasa diberikan. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak PPHM Asrama  Sunan Pandanaran, Sunan gunung Jati dan Bapak Ibu Guru keluarga besar SMA Sunan Gunung Jati terutama kepada Bapak Kepala SMA SGJ Pak Zamah dan pembina OSIS putra dan putri. 

Kamis, 22 Juni 2023

Kebak Dada Rindu





Kebak Dada Dan Hati

Ribuan Manusia Tapi Hanya Ada Kamu

Sesak Desal Manusia

Ada Kamu Diantara Mereka


Hanya Saling Pandang

Entah Tersadar Atau Tidak

Kita Saling Mengamati

Dan Hati Berkomunikasi


Akankah Ini Pertanda

Kebak Dada Rindu

Telah Terobati Dan Sembuh

Hanya Sebab Sekedar Mengamati

Era Digital Harusnya Semakin Membuat Dunia Literasi Maju





Generasi milenial yang tidak terbatas oleh tahun angkatan mereka dilahirkan. Memiliki peran luar biasa apalagi di dunia teknologi. Rasanya anak muda sekarang tidak ada yang tidak bisa mengoperasikan hp.

Kesadaran dalam berteknologi juga harus di bentengi dengan keilmuan. Tidak hanya ilmu umum yang terpenting adalah keilmuan agama. Penyaringan informasi di dunia maya harus benar-benar dilakukan. Setidaknya tidak mudah percaya terhadap informasi belum valid.

Dunia literasi di era digital serba mudah untuk mengakses segala jenis keilmuan dan informasi. Dan harusnya memberikan peningkatan dalam kesadaran berliterasi. Namun, fakta berkata lain dalam kesadaran literasi membaca dan menulis masih cenderung rendah.

Lalu, apa solusi yang  tepat untuk hal tersebut? Pertama, informasi yang kita inginkan harus dicari di laman yang terpercaya dan resmi. Kedua, dilingkungan pendidikan harus mulai dikenalkan dan dikembangkan budaya literasi. Mungkin dengan membangun komunitas, memfasilitasi untuk menulis. Selain perpustakaan sebagai ruang baca maka juga ada guru yang memfasilitasi mereka untuk menulis.

Ketiga, memberikan sebuah tugas untuk menstimulus mereka agar membaca misalnya meresum atau meringkas. Bahkan dengan tugas membuat peta konsep atau peta pikiran hal ini memberikan dorongan mereka untuk membaca. Perlu diingat literasi itu tidak hanya membaca melainkan menulis, menyimak dan berbicara. Sehingga di era digital harusnya memberikan peningkatan di bidang melek huruf. Mari, segera kita mulai dari diri kita terlebih dulu yang menyukai dunia literasi.

Senin, 19 Juni 2023

Perempuan Independen





Perempuan adalah sosok yang luar biasa dalam segala hal. Selain menjadi ibu, perjalanan menjadi anak perempuan adalah suatu hal yang sangat istimewa. Perempuan atau laki-laki bukan suatu pilihan melainkan takdir Allah yang terbaik. Perempuan harus mampu menyelesaikan beberapa hal yang telah dihadapi. Meskipun terkadang hati dan perasaan sedang berkecamuk.

Perempuan independen kadang bukan tidak mau mengandalkan orang sekelilingnya. Melainkan, dia lebih terbiasa dari awal untuk mandiri, disiplin dan tegas dalam segala hal. Sehingga dalam urusan tertentu dia lebih baik jungkir balik sendiri atau berjuang dulu mati-matian. Jika toh, nantinya ada suatu hal belum bisa tertangani baru dia akan meminta bantuan.

Perempuan independen terlihat sekali dia bersikap tegas dan memiliki tujuan yang jelas. Dia cenderung percaya diri kemana-mana sendiri. Intinya lebih tangguh bahkan dalam penolakan pun dia tidak segan.

Independen tidak selamanya bagus dan tidak selamanya jelek. Tinggal bagaimana menjadi perempuan yang pintar dan cerdas menempatkan diri dimana pun dia berada. Sampai pada akhirnya nanti akhlak yang berbicara.

Berangkat dari sebuah pengamatan terhadap teman, sahabat yang sangat tangguh diusia mudanya. Berjuang dalam proses belajarnya kemudian bekerja sampai kepada bagaimana menghadapi sebuah masalah percintaan. Sehingga terbitlah tulisan ini.

Selain itu, menjadi perempuan kuat kadang dipengaruhi pada suatu kondisi dan keadaan. Sebab keadaan dia memaksa untuk lebih menjadi perempuan kuat. Setiap orang akan memiliki cerita sendiri. Independen kadang juga membuat lebih keras kepala. Dia tidak akan mudah percaya jika belum mengalaminya sendiri.

Apapun yang terjadi, mari terus menjadi perempuan yang kuat. Memiliki ilmu agama dan ilmu umum yang baik, yang akan menjadi fondasi dasar untuk putra putri penerus kita. Yang baik mari terus dilanjutkan jika kurang baik mari dibenahi dan dihentikan. 

Sabtu, 17 Juni 2023

Tak Sengaja Terbuka




Lembar-Lembar Lusuh

Tulisan Tangan Terlah Tercopy

Sedikit Buram Namun Terbaca Oleh Hati


Mengapa Terbuka Kembali

Di Tumpukkan Kenangan

Yang Kupikir Telah Usai


Tertulis Besar

Hanyalah Kenangan

Yang Bukan Seutuhnya Kelam

Sebab Di Sana Ada Pelajaran

Buku Itu Jadi Temanku




Melihat Saja Bahagia

Kemana-mana Ada Buku Itu

Entah Di Baca Atau Sekedar Pajangan

Yang Pasti Itu Membuatku Tenang


Rahasia Dalam Diam

Namun Tetap Dalam Genggaman

Serta Iringan Lirihnya Doa

Setidaknya Ada Namaku


Tertulis Rapi

Di Setiap Lembar Buku Itu

Terima Kasih Membuatku Senang

Utamanya Membuatku Tenang

Jumat, 16 Juni 2023

Tak Nyaman




Mengidola Melewati Batas

Sampai Menghilang Tanpa Bekas

Membuat Tak Nyaman


Dingin Satu Jalan

Agar Tak Dianggap Peduli

Membuat Gila Tak Berarti


Sangat Ingin Tergemgam

Sepertinya Kau Tak Sudi

Tidak Masalah Buat Dia Saja

Kamis, 15 Juni 2023

Bahasa Arab Itu Asyik





Dua kali mengikuti para Bapak/Ibu dosen Pendidikan Bahasa Arab STAI MAS untuk penelitian dan pengabdian sungguh ini pengalaman yang luar biasa. Ketika merumuskan tema kegiatan ini Alhamdulillah saya juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyumbangkan ide akhirnya lahirlah tema "Educative Outbound Untuk Meningkatkan Cinta Bahasa Arab Pada Generasi Milenial"

Mengikuti seluruh alur yang ada di tempat penelitian dan pengabdian yakni pertama di SMA Sunan Gunung Jati untuk putra dan Sunan Pandanaran untuk putri. Selain itu kami juga dibantu oleh  himpunan mahasiswa Bahasa Arab. Mereka juga ikut andil dalam kepanitiaan. Misalnya dokumentasi dan konsumsi.

Bapak/ibu dosen Pendidikan Bahasa Arab yang tergabung di penelitian dan pengabdian ini ada Ibu Shofa, Ibu Anis, Ibu Imroah, Ibu Ana, Bapak Choirudin sebagai Kaprodi dan Bapak Ghofur sebagai Sekprodi. Saya sendiri perwakilan dosen di bagian penerimaan mahasiswa baru. Tentu, setelah acara penelitian dan pengabdian kami akan menyisipkan terkait visi, misi dan program unggulan dari STAI MAS.

Di penelitian dan pengabdian ini, hal yang membuat saya senang adalah ketika program PKPBA di masa kuliah di UIN Malang sangat bermanfaat. Mengingat memang saya bukan jurusan PBA, setidaknya di PGMI tidak jauh berbeda bahkan sama-sama di bidang pendidikannya. Lalu menciptakan proses pembelajaran agar menarik dan menyenangkan.

Bahasa Arab tidak seseram yang dibayangkan oleh mereka yang kurang suka dengan Bahasa Arab. Kita sudah mengetahui sebagai muslim, Bahasa Arab adalah Bahasa Al Quran, dimana Al Quran sudah biasa dibaca oleh umat muslim. Selain itu, Bahasa Arab itu asyik, menurut saya pribadi ada nilai estetika terutama di bagian kalam (speaking).

Ada intonasi bahkan di bagian tatanan bahasanya penggunaan nahwu shorofnya sangat indah. Sehingga Bahasa Arab disitulah menurut saya asyik. Belum lagi menyanyi yang awalnya kita kenal lagu pop berbahasa Indonesia atau Jawa lalu di rubah menjadi Bahasa Arab. Menarik sekali bagi saya. Seperti sholawat juga bagian dari Bahasa Arab. Oleh sebab itu, semua keilmuan itu sebetulnya penting dan esensinya sama. Tinggal bagaimana kita sebagai pribadi masing-masing memilih sesuai dengan passion.

Terlepas dari itu, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak/ibu dosen prodi Bahasa Arab telah memberikan kesempatan di kegiatan ini, dan himpunan mahasiswa Bahasa Arab di kepanitiaan,  semoga kegiatan ini memberikan nilai kemanfaatan dan kebarokahan bagi semuanya. Kita boleh cinta bahasa asing apapun itu namun jangan lupakan bahasa daerah dan bahasa ibu. Mari terus lestarikan bahasa sebagai bukti kita cinta budaya. Salam Sukses dan semangat.

Lama





Telah Diajarkan Kepadaku

Bagaimana Dengan Dia

Harus Berkata Dan Bertingkah


Kedap Sunyi Tanpa Suara

Gestur Tubuh Berbicara

Mulut Tak Usah Berkata 


"Kedap" Kau Bilang

"Lama" Ku Katakan

Demi Banyak Orang

Atau Hanya Aku Seorang

Mengikuti Kajian Tafsir Kontemporer




Kegiatan Himpunan Mahasiswa Ilmu Al Quran dan Tafsir di STAI MAS mereka mengadakan kajian Tafsir Kontemporer. Alhamdulillah saya bisa ikut belajar lagi di acara ini, tujuan utamanya adalah untuk belajar kembali me-refresh pengetahuan tentang keilmuan tafsir Al Quran. Acara ini dihadiri oleh beberapa dosen dan seluruh mahasiswa IAT dan perwakilan prodi lain.

Materi tafsir kontemporer disampaikan oleh Bapak Akhris. Beliau menyampaikan materi dengan runtut, mulai dari pengertian sampai sejarah latar belakang, tokoh dan kedudukan tafsir kontemporer di zaman sekarang. Beliau memaparkan ayat-ayat yang biasanya dipakai dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu yat Al Quran yang diambil adalah ayat yang kaitannya dengan suami istri. Aturan-aturan dalam nikah yang bagi mahasiswa sebagai modal untuk melangkah kehidupan dimasa depan. Namun, sebelum itu dijelaskan bagaimana pada masa dulu, orang menafsirkan ayat tersebut. Ada yang menafsirkan dengan tafsiran yang klasik. Selanjutnya dengan Tafsir Bil Ma'tsur yang artinya tafsir ayat Al Quran yang ditafsirkan dengan ayat yang lain.

Acara ini bagi saya sangat menarik bahkan memberikan wawasan baru. Salah satunya tentang metode tafsir kontemporer. Perbedaan tafsir klasik dan kontemporer. Selain itu, bagaimana keilmuan tafsir kontemporer yang terus mengalami perkembangan. Semoga ilmu yang kita dapatkan hari ini bisa bermanfaat dan barokah. Salam sukses untuk semua mahasiswa STAI MAS Ngunut, Tulungagung.  

Sabtu, 10 Juni 2023

Rindu Luar Biasa

 




Bayangmu Memang Tak Pernah Nyata

Hanya Kumpulan Dari Angan

Seperti Itu Kamu Datang

Tanpa Aku Inginkan

Dan Itu Sangat Membingungkan

Apakah Rindu Atau Hanya Angan

Cemburu

 



Tanganku Bergetar

Mataku Tak Terasa Penuh Air Mata

Meski Hanya Sekejap Aku Melihat Kau Tersenyum

Dan Berbincang Ringan

Kepada Hawa Selain Diriku

Namun Aku Tak Bisa Berbuat Apa-Apa

Jumat, 09 Juni 2023

Kopi Hitam






Ku Seduh Kopi Hitam

Biar Panas Menjadi Bungkam

Bukan Pahit Yang Kuharapkan

Namun Manis Beriringan

Caramu





Begitukah Caramu

Hingga Membuat Ingatan Tak Lupa

Itukah Caramu

Hanya Diam Membisu

Melihat Ku Tersedu

Rabu, 07 Juni 2023

Indahnya Menjadi Santri





Larik Larik Barisan

Berjamaah Dengan Lantunan Dzikir

Yang Telah Membudaya

Indah Serta Beruntungnya Mereka


Mengaca Seperti Dulu

Kini Aku Berada Di Lingkungan Mereka

Bahagia Tenang Menjalani

Menikmati Proses Tolabul'ilmi


Syukur Tiada Henti

Meski Pahit Kadang Menghampiri

Namun Ketenangan Sebab AyatNya

Tiada Henti Mendampingi

Hingga Kelak Imam Idaman

Datang Pada Kami


Secuil Indahnya Santri

Dengan Kisah Lucu 

Selasa, 06 Juni 2023

Tulisanku


Menata Rindu Kala Itu

Menjadi Isyarat Kalbu

KuJadikan Syair Penentu

Sebuah Konsekuensi Menahan

Tak Bertemu


Ingin Disapa Dan Menyapa

Tetapi Tak Perlu

Biarkan Jadi Tulisanku

Yang Bermain Imajinasi Indahku


Meskipun Bertemu

Tak Berani Kutatap Matamu

Sebab Aku Takut Ketidak Tulusan

Dan Terpaksa Itu Nampak Di Matamu


Hanya Celah Tanganmu Kuamati

Bergetar Tak Sanggup Bertanya

Mengapa Demikian?

Dengan Cukup Wangi Segera Berlalu


Aku Dan Kamu

Cukup Begitu

Senin, 05 Juni 2023

Kados Pundi




Kados Pundi

Saget Gadhahi Manah Katresnan

Luar Biasa Mekaten

Kados Pundi

Saget Ningali Suco Endah Meniko 

Saben Dinten

Kados Pundi

Menawi Dereng Saget Panggeh 


Lantaran Panjenengan 

Ingkang Saget Ngayomi

Sedaya Manah Dalem

Namung Panjenengan

Ingkang Mboten Kasupen

Dumateng Asma Dalem

Wonten Saben Dinten Doa Pangestu


Panjenengan

Sigar Nyowo Ingkang Gusti

Kirim Dumateng Dalem

Sembahnuwun Ingkang Agung

Dumateng Sedayanipun Gusti

Sembahnuwun Sanget Kagem

Mas Garwo

Mboten Bayangaken Dalem

Kados Nopo Menawi Tanpo

Panjenengan Mas

Minggu, 04 Juni 2023

Celak



Celak bagi saya adalah salah satu alat kosmetik yang tidak boleh tertinggal. Artinya, keberadaan celak bagi saya sangat penting. Sudah terbiasa sejak di bangku SMP memakainya, sehingga jika tidak memakai terasa sangat kurang.

Ngobrol dengan teman, tentang celak menjadi sumber inspirasi saya untuk menuliskan tentang celak. Jenis celak pada zaman Rasul ada celak itsmid yang kaya akan manfaat untuk kesehatan mata dan perlu diketahui memakai celak adalah sunnah. Memakai celak juga terdapat manfaatnya yakni  untuk kesehatan mata misalnya menjernihkan mata, mempertajam penglihatan dan untuk mempertajam lingkar mata dari segi estetika.

Berkembangnya zaman seperti sekarang jenis celak sangat banyak misalnya dari segi merk, jenis bahannya dan jenis ketahanannya. Yang perlu kita ingat, celak yang kita pakai, sebaiknya yang bukan waterproof artinya yang bukan anti air. Mengingat kita akan sering melakukan wudhu untuk sholat. Kalau pun memakai yang waterproof sebaiknya dihapus dulu dengan micelar sampai bersih dan lekas berwudhu.

Pada umumnya orang menggunakan celak dibawah. Nah, teman saya berkata "onok sing bedo di njenengan" bahwa celak saya selalu aneh, alias berbeda menurut dia. Memang benar, saya senang kalau celak saya sudah sedikit "blobor" entah seperti semakin tajam saja. Padahal kata dia "blobor, jadi tidak rapi, tapi kok di sampean mesti pantes" sambil memberikan cerminnya. Masalahnya saya percaya diri saja.

Apakah memakai celak hanya diperuntukkan bagi perempuan? Jawabannya tidak, bagi laki-laki pun juga boleh memakainya. Namun, kadang mereka tidak setiap hari memakainya seperti layaknya perempuan. Bagi laki-laki yang terbiasa memakainya tentu tidak akan masalah. 

Berpenampilan menurut saya harus menjadi diri sendiri. Tak perlu memaksakan untuk bersolek yang berlebihan apalagi memaksakan untuk menjadi orang lain. Lihat kondisi dan acaranya terlebih dahulu dan utamanya adalah tahu tempat. Imitasi itu sah-sah saja, tapi jangan lupa memodifikasi. Sehingga kita bisa nyaman dan percaya diri.

RINDU





Ratapan Indah Disaat Bertemu

Kunamai Dengan Sebutan Rindu

Berdiam Menutup Mata Terpaku

Membangun Bayang Kehadiran Yang Semu

Dan Itu Adalah Kamu

Sabtu, 03 Juni 2023

Menghindar




Menghindar Apakah Juga Menghilang

Rasanya Jika Sudah Jadi Suratan

Sulit Untuk Tidak

Satu-Satunya Solusi Dihadapi Dengan Diam


Menghindar Untuk Lebih Sehat

Menghindar Bukan Agar Diperhatikan

Lepaskan Aku Dari Jeruji

Perhatian Keemasan


Hingga Aku Jalani Tanpa Beban

Jangan Terlalu Ikut Campur

Hingga Aku Babak Belur

Meskipun Hanya Dengan Senyum

Jumat, 02 Juni 2023

Kecewa Itu Wajar




Benci Tidak Sama Sekali

Kalau Ditanya Kecewa

Pasti Ku Jawab "Iya"


Cukup Tahu Saja

Tak Perlu Dekat Lagi

Sebatas Hubungan Teman Alami


Mungkin Aku Yang Terlalu Salah

Meletakkan Hati 

Sembarangan Dengan Kata Sahabat 


Ambil Hikmah Cerita Ini

Jangan Kau Ulangi

Cukup Sekali Dan Berhati-hati

Kamis, 01 Juni 2023

Kalimat Mantra



Belakangan ini saya sangat senang membaca kalimat-kalimat motivasi. Seakan segala yang saya baca itu membuat hati ini tersenyum bahkan tidak jarang saya menulisnya dengan gaya sendiri. Bahkan saya cari ayat-ayat Al Quran penguat dan pendorong tulisanku.

Kalimat yang telah ku tulis bisa jadi menjadi mantra dalam menjalani aktivitas dalam dua pulu empat jam. Di satu sisi akan menjadi pendorong, penguat dalam segala keadaan. Namun, di satu sisi lagi, menjadi candu pengabadian perasaan, yang menolak untuk lupa yang artinya bisa menjadi pengingat.

Kusadari hampir semua yang ku tulis adalah mencerminkan betapa lemahnya manusia yang tiada arti termasuk saya sendiri. Dunia ini sebatas panggung penuh ekspresi. Ekspresi kesenangan bahkan kesedihan tergantung masing-masing dari kita melukiskan. Sehingga tidak semua hal yang ditampilkan di panggung bisa menyenangkan  yang melihat.

Ketenangan hati bahkan jalan dalam aktivitas sehari-hari tidak lepas dari niat yang tulus pertama kali ditanamkan. Bukan dalam lisan saja, namun benar-benar dalam hati. Sehingga benar sekali, tindakan dan tutur kata kita mencerminkan hati kita. Ingat sekali nasihat orang Jawa "ajining rogo soko busana, ajining lathi saka ati"

Tidak semua orang akan suka dengan kita. Dan kita pun tak bisa memaksanya. 

Kumpulan dari berbagai kalimat yang sedang saya tulis menjadi pengingat bahwa segala hal yang terjadi akan ada hikmah , manfaat bahkan pelajaran. Apapun bentuknya sekalipun dalam kertas coretan, dan penemuan dikala itu akan tetap saya tuliskan entah kapan melanjutkannya. Buku-buku yang saya baca kali ini karangan seorang anak Ustadz terkenal yakni Wirda Mansur. Saya sangat suka dengan kutipan di salah satu bukunya adalah "If U Remember Me, I Will Remember U" menjadi penguat bahwa segala hal sudah dipastikan dari Allah dan kita wajib mengingatnya. Tujuannya agar kita tidak grusa-grusu dalam menentukan arah hidup dan meminimalisir keluhan. Jika pun mengeluh kembalikan kepada yang menakdirkan.

Selanjutnya setiap orang tidak akan pernah ada namanya tak ada harapan dan impian. Tidak ada pernah namanya tak memiliki masa depan. Tidak ada juga orang tak pernah mendapatkan kesempatan. Sebab segalanya ada Allah. Masalah pasti ada yakini saja dari masalah itu kita akan menjadi sosok yang besar dan bahkan menguatkan kita. So, jalani hidup kita dengan penuh syukur dan bahagia. Tanpa harus menye-menye, ingin seperti dia, ingin seperti aku atau kamu. 

Keep Fighting

1 Juni





Budaya yang beragam begitu juga dengan suku yang dimiliki Indonesia. Selalu bangga dengan segala yang dimiliki oleh Indonesia. Terlepas dengan banyaknya problematika.

Lahirnya Pancasila di 1 Juni merupakan bukti prinsip ideologi yang kuat untuk negeri dan rakyatnya. Tidak cukup dengan lisan mengakui bahwa nasionalisme dan patriotisme telah dimiliki. Melainkan dengan praktek dan keseharian dalam mengamalkan sila-sila pancasila.

Spiritual yang kuat pada masing-masing agama, menjunjung tinggi nilai toleransi, rukun, damai dan menghargai menghormati menjadi pedoman hidup. Seperti halnya "HabluminAllah dan HabluminNass" haruslah seimbang.

Hari Pancasila kali ini menjadi penguat dan pengingat akan seberapa berkualitas negeri tercinta ini. Peran-peran generasi muda di setiap lapisan masyarakat baik dengan pendidikannya meliputi akhlak dan prestasi baik secara akademik atau non akademik, haruslah ditunjukkan. Jangan berhenti begitu saja. Jalan utamanya adalah mengembangkan semaksimal mungkin dan tetap rendah hati, jangan cepat puas terhadap yang telah diraih.

Hari Pancasila menjadi penguat, dalam mempererat, merawat sampai melestarikan segala budaya yang dimiliki. Memang, Indonesia penuh dengan berbagai perbedaan. Pancasila memiliki peran penguat atas perbedaan menjadikan Bhinneka Tunggal Ika dengan satu tujuan. 

Perbedaan yang beragam menjadi sumber kekayaan utama Indonesia. Sehingga, di hari lahirnya Pancasila sebagai tombak penguat untuk semua.

Selamat Hari Pancasila

Semakin Jaya Negeriku Indonesia 

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...