Minggu, 06 Februari 2022

Try Out Perdana




Try Out menurut bahasa artinya adalah uji coba sebuah ujian. Seminggu ini di kelas VI kami akan melaksanakan Try Out Mandiri, dengan mata pelajaran umum. Try Out ini sebenarnya seperti ulangan harian, latihan dan bertujuan membiasakan kepada siswa kelas akhir yakni kelas VI  bagaimana bentuk soal, management waktu dalam mengerjakan dan tentu kemampuan akademiknya. Kelas sangat kondusif semua terlihat fokus. Hari ini jadwalnya adalah Matematika. Jumlah soalnya adalah empat puluh soal dengan waktu seratus dua puluh menit. Harusnya cukup di waktu sembilan puluh menit, karena ini latihan perdana sengaja kami berikan waktu dua jam.

Matematika menurut sebagian siswa kami salah satu pelajaran yang sukar. Sebenarnya modal dalam belajar itu adalah latihan soal dan memahami empat dasarnya. Yakni mulai dari penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian. Kemudian di butuhkan suatu pemahaman dengan rumus, baik bangun datar dan bangun ruang.

Siswa kami juga mengutarakan materi di Matematika yang paling mudah adalah pengolahan data, yang disajikan dalam tabel, diagram lingkaran, diagram batang dan yang lainnya. Mereka juga sudah faham jika ada istilah Mean, Modus, Median. Namun, mengapa konsep dasar utamanya mereka sering miskomunikasi bahkan tidak faham sama sekali. 

Sebagai guru kelas, saya tidak malu dan tidak sungkan sharing kepada rekan kerja yang kebetulan background kuliahnya memang Matematika. Bagaimana cara mengajarkan, menjelaskan agara siswa kami benar-benar faham. Sekuat tenaga dan semaksimal mungkin menggunakan metode, media dan strategi jika dasar keempat dalam Matematika di kelas bawah dia tidak matang dan tidak faham itu akan sangat sulit di kelas atas untuk memecahkan masalah. Apalagi bentuk soal cerita yang banyak memerlukan pemahamannya. Lalu tidak mau berlatih menyelesaikan soal.

Hari pertama Try Out sudah terlihat jelas di wajah mereka, dan tatapan kosong ke atas atau ke langit-langit ruangan. Ada yang entah melihat ke soal tapi pensilnya tak kunjung jalan untuk menuliskan satu angka pun. Ada yang hanya membaca dan membolak balik kertas soalnya. Seakan menggambarkan, soal ini maunya apa dan dibawa kemana. Ujung-ujungnya cap-cip-cup menghitung kancing baju untuk menjawabnya sebab bentuk soalnya pilihan ganda.

Ada tiga kertas dimeja mereka masing-masing. Satu soal, lembar jawaban dan lembar terakhir adalah kertas coretan untuk menghitung. Saya belajar dari guru saya di Madrasah Ibtidaiyah dulu, selain diperiksa lembar jawaban, beliau juga akan meriksa lembar coretan hitungan, tujuannya apa? Untuk mengetahui sebatas mana ia memahami materi dan soal yang dikerjakan berapa persen ia kuasai dan dibandingkan yang mengarang jawaban dengan cap-cip-cup.

Semoga anak-anak selalu belajar akan Matematika dengan banyak berlatih dan memahami. Tanpa merasa sukar dan jika sukar tidak untuk dijauhi bahkan tidak di pelajari. Jangan sampai. Semua mata pelajaran semua penting dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, mari terus belajar dan belajar tanpa lelah.



kisah Cinta Dan Persahabatan Zoya




Last Part 4

Usut punya usut, ternyata Hubi sudah pernah ke rumah Zoya tanpa sepengetahuan Zoya. Hubi pergi ke rumah Zoya dengan Dini. Dengan maksud hanya ingin tahu rumahnya dan bersilaturrohmi. Entah apa yang terjadi. Hubi kedua kalinya pergi ke rumah Zoya tanpa Dini. Dan di momen itulah Hibu megutarakan niat baiknya untuk ke jenjang yang lebih serius.

Hubi bercerita dengan Dini bahwa dia sudah ke rumah Zoya izin ke orang tuanya untuk lebih dekat dengan Zoya. Dini pun seakan hancur lebur mendengar hal tersebut. Karena selama ini yang dekat dengan Hubi itu Dini dari pada Zoya. Sempat berdebat tidak jelas antara Hubi dan Dini sampai tidak selesai dengan baik-baik. Ternyata cinta Dini memang bertepuk sebelah tangan, Hubi hanya menjadikannya partner professional dalam organisasi.

Zoya tidak tahu menahu soal hal tersebut. Zoya hanya ingin hubungan pertemanan dan persahabatan antara dia dan Dini baik. Dini salah faham, dia mengira hal yang dilakukan Hubi adalah permintaan Zoya. Hubi sebenarnya sudah menjelaskannya, tapi Dini tetap menyalahkan Zoya. Perempuan tidak seperti laki-laki yang mungkin lebih rasional. Hubi menyarankan kepada Zoya untuk tenang, dan membiarkan Dini. Sebab Hubi berfikir lambat laun Dini akan menyadarinya. Dan perasaan, hati serta rasa seseorang itu tidak bisa dipaksa.

Sebenarnya hati Zoya sendiri masih belum jelas menjawab akan niat baik dan perasaan Hubi. Hubi cukup sabar menghadapi Zoya, terus dijalani meski tanpa jawaban, dari situlah Hubi berfikir bahwa Zoya mulai nyaman dan tumbuhlah rasa cinta dan sayangnya meski Zoya harus kehilangan keakraban dengan sahabatnya Dini. Bagusnya, Zoya tetap menghormati, menghargai perasaan Dini. Sehingga lebih baik tidak bertemu, jika bertemu harus menyisakan luka dan membuka luka lama. Cukup sambung melalui doa.

Kisah Cinta Dan Persahabatan Zoya

 



Part 3

Dini melihatnya, tapi tak kunjung membalas sapaan Zoya, dan berlalu begitu saja dengan banyak temannya. Zoya merasa tidak enak, kemudian mencoba menelfon Dini. Tapi tidak di jawab oleh Dini. Lagi-lagi Zoya merasa tidak terbebani akan hal itu dan seakan tidak terjadi suatu hal apapun.

Kemudian ada teman Hibu bernama Tomki. Kebetulan Tomki satu jurusan dengan Zoya. Tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba Tomki di kelas membisikkan pertanyaan untuk Zoya “Zoy, traktiran pajak jadian, kita tunggu lo!”

Zoya masih menanggapi dengan santai dan tanpa beban, “kamu, tak usah bergosip, ngapain aku jadian, mending langsung nikahlah”

Tomki menjawab “kamu serius ya, sama dia?”

“Dia siapa Tomki?” Tanya Zoya

Tomki menjawab, “semua anak organisasi sudah tahu kamu sama calonmu”

“Lha kok bisa? Harusnya kan aku yang tahu duluan, ngapain anak organisasi, ada-ada aja deh kalian! Sambil terkejut dan sedikit jengkel Zoya menjawab

Tomki berkata “Kamu beneran tidak tahu ya Zoy? Jujur dong”

Tersu saja dikrecoki oleh Tomki

Zoya yang posisi awalnya duduk menjadi berdiri dan menjawab Tomki “Cukup Tom, aku ini masih single, pikiranku sama sekali tidak mengarah ke cowok, aku hanya mikirin kuliahku”

Dua bulan berlalu, Zoya masih belum ada kontak dengan Dini. Namun Zoya, intensitas chatingan dengan Hubi semakin sering. Ada  pesan Tomki yang isinya Dini nitip salam lewat Tomki dengan rekaman voicenote “selamat ya Zoy, kamu memang teman makan teman”. Masih tidak faham, tapi Zoya mulai gundah. Sebenarnya apa yang terjadi dengan Dini, intonasinya terlihat sangat marah. Kemudian, Zoya mengajak baik-baik untuk bertemu Dini lewan Tomki, tapi Dini menolaknya.

Usaha Zoya tidak samapi disitu, dia mencoba meminta tolong kepada Hubi untuk mengajak Dini bertemu. Kemudian Zoya, datang belakangan ternyata Dini pun menolaknya dengan tegas. Dini seakan memendam rasa amarahnya sampai untuk bertemu Zoya dan Hubi tidak mau, sekalipun di kampus seklebat Dini terlihat sangat menghindar.

Kisah Cinta dan Persahabatan Zoya

 



Part 2

“Zoya, sudah bangun?” (Zoya tidak serta merta langsung menjawab)

setelah pukul enam pagi Hibu mengiri pesan lagi

“Zoya, kalau ada waktu longgar, mohon di balas ya..” (Zoya, bergumam, kok pesannya tidak seperti biasa) kemudian, Zoya menjawab dengan gaya bahasanya yang akrab seperti biasa.

“Yoi Brow, aku mager nih, tap janjian mau ke Pasar Minggu sama konco-konco persiapan”. Kata Zoya

“Aku gabung ya? Boleh ya…” jawab Hibu

“lha ini cewek-cewek entar kamu cowok sendiri kagak sungkan apa :P” jawab Zoya

“okelah, next time aja, tapi boleh gak aku telfon sebenar ke kamu” kata Hibu

Zoya mulai tahu gerak-gerik Hibu, dibenak Zoya berkata pasti ini mulai tanya-tanya dan kepo tentang Dini, padahal mereka sering bareng kenapa aku yang ditelfon. Pesan Hibu pun tidak di jawab, sampai seminggu berjalan tanpa adanya kabar. Zoya tak ambil pusing, dan Dini hanya satu dua kali memberi kabar kalau dia dan Hibu lagi sibuk di organisasi.

Dua hari setelah Dini menghubungi Zoya, tiba handphone Zoya berdering dan itu telfon dari Hibu, sebenarnya Zoya tak ingin menerima telfon tersebut. Namun, dia khawatir jika terjadi apa-apa kepada Dini.

“Assalamualaikum Zoya” sapa Hibu

“Waalaikumsalam Bro, ada apa tumbenan telfon?” Tanya Zoya

Hibu terlalu banyak basa-basi, sedangkan Zoya tak begitu menanggapi sebab dia sangat cuek dan beum kepikiran akan pasangan. Setelah bercerita kesana kemari, Hubi mengutarakan semua isi hatinya. Zoya masih berfikir dia curhat tentang Dini, yang lebih dekat dengan dia. Zoya yang tak begitu menanggapi dan tidak mau mengganggu pikirannya, akhirnya ungkapan isi hati itu berlalu sebulan tanpa jawaban. Malah Zoya enggan bertemu Hubi, sebab takut akan terbawa perasaan dan kondisi.

Zoya masih nyaman akan dirinya yang single, karena dia mempunyai prinsip jika memang ada seorang laki-laki menyukai atau tertarik, langsung saja datang ke rumah dengan tujuan agar tahu akan latar belakang Zoya sebenarnya. Entah apa yang terjadi, suatu ketika di depan perpustakaan kampus yang megah itu. Dari kejauhan Zoya melihat Dini, kemudian menyapanya “Din…Din..Din”

Kisah Cinta Dan Persahabatan Zoya

 


Part 1

Zoya adalah seorang perempuan manis yang lahir di keluarga sederhana, sedikit tomboy, cuek akan penampilan, disiplin cerdas dan sangat cekatan. Zoya mempunyai beckground santri dan dia melanjutkan ke perguruan tinggi negeri ternama. Setelah dia lulus dari pesantren dia memutuskan untuk kuliah di luar kota. Dia sudah tidak kaget lagi, hidup di luar kota untuk menuntut ilmu. Dia sempat merasa sendiri dari alumni pesantrennya. Namun, siapa sangka setelah ada banyak proses seleksi, tahap pendaftaran maha siswa baru, dalam suatu kesempatan dipertemukan dengan teman alumni dari pesantrennya.

Teman Zoya itu bernama Dini. Dini sangat bertolak belakang dengan Zoya. Dini berasal dari keluarga lumayan berada, rumah di kota, sangat fashionable, cantik. Dini dan Zoya memang dulunya tidak satu kelas dan kali ini pun tidak satu jurusan. Sewaktu di sekolah Dini, di kalangan angkatan santri putra cukup terkenal karena cukup aktif dalam organisasi. Sama seperti di kampus, meski dunia baru dan menjadi mahasiswa baru Dini mengajak Zoya untuk lebih aktif mengetahui organisasi. Tetapi, Zoya agaknya kurang minat, ia lebih memilih konsen kepada bakatnya dan meneruskan apa yang telah di dapat dari pesantrennya melalui seni bakat anak kampus. Dua konsentrasi yang cukup berbeda. Namun, berawal dari organisasi kampus itulah cerita cinta mereka di mulai.

Mereka bertemu dengan kakak tingkat yang sama alumni dia bernama Hibu. Hibu juga cukup terkenal di organisasi kampus. Seperti kakak senior lainnya Hibu mulai mengenalkan dasar-dasar keorganisasian, mengenalkan ruang lingkupnya dengan sebuah pendekatan ngobrol bareng, diskusi bareng sampai kepada mengajari jika ada kesulitan dalam sebuah tugas kuliah. Dan yang satu organisasi adalah Dini, Zoya hanya kebetulan sering di ajak Dini untuk menemaninya.

Sudah hal kewajaran jika Dini dan Hibu nyambung karena dia juga senang berorganisasi. Dini dan Zoya yang awalnya bersahabat dan sering keluar bersama menjadi jarang. Zoya juga menyadari akan hal tersebut. Jika Dini sibuk dengan kuliah dan organisasi yang ia ikuti. Zoya tidak mau ambil pusing akan kehidupan dan kebiasaan Dini. Sebab Zoya meyakini setiap mahasiswa pasti mempunyai dunia sendiri, komunitas sendiri tinggal bagaimana dia mengatur akan tujuan utamanya. Ketika suatu kesempatan dalam acara rutin alumni, di situlah baru Zoya, Dini dan Hibu bertemu.

Zaman sudah maju, social media pun marajelela sudah suatu hal yang biasa antar teman bertukar kontak nomer Whats'up. Hal tersebut dilakukan ketiganya. Mereka saling tukar kabar, dan awalnya hanya berteman dan janjian makan bersama. Minggu dini hari tiba-tiba ada pesan dari Hibu.

Rabu, 02 Februari 2022

Menghadapi Pubertas



Setiap manusia pasti mengalami masa pubertas. Baik laki-laki maupun perempuan. Pubertas adalah masa peralihan dari anak-anak menuju remaja. Pubertas pun mempunyai cirinya. Dan sangat jelas bisa kita ketahui.

Pubertas biasanya dimulai dari umur 11 sampai 16 tahun. Sekitar kelas lima sekolah dasar sampai di usia sekolah menengah pertama atau SMP. Pubertas kalau kata orang Jawa menyebutnya labil dan geminjal. Perlu diketahui ciri pubertas bagi perempuan, diantaranya:

1. Sudah mengalami menstruasi

2. Bagian dada atau payudara mulai membesar

3. Tumbuh rambut di bagian-bagian tertentu

4. Kelenjar keringat lebih aktif, bahkan memberikan bau jika tidak tepat penangananya

5. Mulai mengenal lawan jenis dan penasaran

6. Tanpa berfikir panjang, jika ada hal baru dan ingin mencobanya

Sedangkan untuk laki-laki pubertas, mempunyai ciri sebagai berikut:

1. Suara makin membesar

2. Jakun pada lehernya sudah terlihat

3. Mengalami mimpi basah

4. Tumbuh rambut di bagian tertentu

5. Mulai mengenal lawan jenis dan penasaran

6. Tanpa berfikir panjang, jika ada hal baru dan ingin mencobanya

Sebagai orang tua, guru atau siapapun yang mempunyai putra putri masa pubertas itu adalah proses yang wajar dialami, tinggal bagaimana kita menghadapinya, mengarahkannya dan membimbingnya. Jika memang ada ciri di atas, sebagai orang tua atau guru harus lebih bijak.

Pubertas itu salah satu kunci bagaimana pembentukan karakter, sikap untuk di tahap selanjutnya yakni masa dewasa. Pubertas itu memang di usia remaja. Remaja kadang sok tahu, egois akan segala hal yang terjadinya padanya. 

Belum lagi, pengaruh media sosial. Maka disinilah arti keberadaan serta peran keluarga terutama orang tua maupun guru untuk mendampingi, membimbing, dan mengarahkannya. Kunci dari semua hal itu adalah kedekatan, keterbukaan antara putra putrinya. Sebagai orang tua atau guru harus dekat. Bongkar dan hapus segala hal yang membuat jauh kepada anak atau putra putrinya. 

Tegas boleh tapi bukan berarti keras apalagi main tangan. Jika anak tersebut jujur dan sharing atau curhat hargai dan dengarkan dengan baik. Tidak perlu di potong pembicaraannya, dan paling utama kita sebagai orang dewasa sering-sering periksa sosial media.

Mari, terus mengawal generasi penerus dengan baik. Rasa suka itu boleh dan manusiawi. Namun, kita harus tahu bagaimana menempatkannya dan bersikap dengan baik. 

Selasa, 01 Februari 2022

Bulan Rajab

Bulan Rajab sudah tidak diragukan lagi amalan ibadah yang pahalanya berlipat ganda. Diantaranya puasa, berdzikir dengan memperbanyak istighfar dan bertaubat dari segala dosa yang telah dilakukan. Lalu harus memperbanyak do'a. 

Ada lima malam do'a yang tidak akan di tolak. Seperti sabda Rasulullah, sebagai berikut:


Berdasarkan buku Fadlilatus Syuhur yang diterbitkan salah satu Pondok Pesantren ternama yakni Pondok Pesantren Putri HMQ Lirboyo Kediri, ada amaliyah serta fadillah atau manfaat jika dikerjakan, diantaranya:

1. Shalat Sunah, dilakukan di malam pertama bulan Rajab. 

2. Puasa di hari Kamis pertama bulan Rajab

3. Membaca Sayyidul Istighfar pada waktu pagi dan sore sebanyak tiga kali 

4. Dzikir dengan kalimat tasbih

5. Membaca Yasin, setelah sholat subuh

6. Berdo'a bulan Rajab

7. Pada malam dua puluh Rajab, setelah sholat isya disunnahkan sholat dan membaca tasbih, istighfar dan sholawat sebanyak seratus kali.

Do'a Sayyidul Istighfar, sebagai berikut:




Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...