Selasa, 31 Mei 2022

Coretan Hati




Firasat Hanya Sebatas Angan

Bukan Untuk Menyatakan

Menyayangi Dan Rasa Tersembunyi


Bagaimana Aku Bisa Mengagumi

Aku Sadar Hanya Sebatas Itu

Dan Tak Akan Memiliki


Kamu Hanya Akan Terlintas

Mengapa Harus Tetap Membekas

Kemudian Terus Membayangi


Inilah Coretan Hatiku

Bukan Ungkapan Yang Berarti

Bukan Pula Mengeluh Meratapi


Inginku Kau Tahu

Bahwa Aku Tetap Mengagumi

Tanpa Harus Aku Miliki 

Senin, 30 Mei 2022

Coklat Mengembalikan Mood


Ketika sudah suntuk, mood mulai berubah karena banyak kegiatan. Biasanya bawaannya akan mudah lelah dan malas. Cari suasana menarik untuk mengembalikan mood dan semangat lagi.

Pertama dengan cara berdiri sejenak, dan jika dalam ruangan cibalah berjalan melihat taman dengan nuasa hijau dan segar. Kedua wudhu atau cuci muka agar lebih segar. Ketiga makan yang berasa manis seperti coklat atau permen. Bukan semata untuk nyamil, namun satu atau dua buah cukup untuk memberikan rasa dilidah yang kosong.

Coklat menurut saya sangat berperan dalam mengembalikan mood. Kita tahu jenis coklat sangat banyak. Kita bis memilih salah satu yang menurut kita akan cocok di lidah kita. Yang suka agak padat kemudian lumer ketika di makan.

Lalu jangan lupa minum air putih yang banyak, sesuai anjuran minimal dua liter dalam sehari. Di meja kerja atau di kantor tempat anda kerja, hendaknya air putih itu wajib ada. Jika memang terpaksa tidak ada, anda hendaknya dapat membawa sendiri. Mari terus memberikan nuasa positif dan semangat dalam bekerja.

Salam semangat

Sabtu, 28 Mei 2022

Masak Bersama


Hari ini ujian praktek seni budaya dan prakarya. Mungkin agak berbeda selain seni tari, melukis, teater, memahat, membatik yang sudah pernah kita lakukan, untuk kerja kelompok kali ini dengan memasak. Memasak dengan menu yang telah ditentukan. Dan satu kelas kami membaginya menjadi lima kelompok.

Kami membagi menu dan anggota kelompok secara acak dan undian. Kelompok 1, menu yang dimasak adalah nasi goreng dan es campur, dengan anggota kelompok ada Atina, Fitriana, Yumna, Asywa dan Fakhri. Kelompok 2, menunya nasi kuning dan juz jambu merah, dengan anggota Marsa, Azki, Diani, Aldo, Ali dan Hakim.

Kelompok 3, ada menu nasi campur dan es buah, dengan anggota kelompok Alvino, Sila, Max, Bilqis, Depanu. Lalu kelompok 4 ada memu gado-gado dengan es kolak kacang hijau dengan anggota Vresil, Naira, Fatir, Fitriani, Diana, dan Rizki. Kelompok 5 yang terakhir dengan menu kebab, omlet dengan es dawet, anggotanya Mifta, Syufia, Ikna, Novi dan Davin. Semua mampu bekerja sama dengan baik dan kompak. Meskipun masih ditemukan ada beberapa kekurangannya.

Pukul delapan sudah siap di dalam kelas dimeja masing-masing dengan menu yang sudh mereka siapkan. Setiap kelompok menuliskan nama kelompoknya dan bahan-bahan yang digunkan serta cara membuat. Sebab, selain memasak dan menghias makanan tersebut menjadi menarik tapu juga enak dimakan, mereka juga siap untuj berpresentasi.

Presentasi tersebut menjelaskan dari menu makanan mereka masing-masing dan tentu sip untuk di tanya. Ada beberapa kelompok yang sangat terlihat bekerja keras memasak sendiri, menghias dan sangat enak. Namun, ada yang total semu dibantu orang lain, sehingga ditanya apapun hanya diam dan bahkan mengarang. 

Setelah ditanya, baru kami coba makanannya, saya pribadi sangat terkejut, ada yang benar-benar lezat, enak, ada yang hanya dominan rasa asin. Lalu minumannya ada yang sangat manis, tapi juga ada yang tidak ada rasanya, hambar. Tetapi, secara umum semua enak dan bisa dihabiskan dan dibuktikan semua Bapak/Ibu guru.

Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang terlibat. Terutama anak-anak dan wali murid semuanya. Alhamdulillah semua bisa kerjasama dengan baik, sehingga acaranya praktek ini bisa berjalan dengan lancar.

Mungkin sebagian orang bertanya, kenapa harus memasak, lalu apa saja manfaat dan apa saja yang dinilai. Tujuan utama dari ujian praktek ini, anak-anak mampu mengasah kemampuannya dalam memasak, mengenal bahan-bahan dapur, dan mampu bekerja sama antar teman dengan baik atau komunikasi. Lalu yang dinilai adalah kebersihan, kerapian memasak, kemudian rasa dan estetika dalam menyediakan menu makanan. Kami berharap, semua memberikan manfaat dan berbekas bagi semuanya. Terima kasih salam semangat berprestasi, dan mari terus berkarya.



Jumat, 27 Mei 2022

Jika Suka, Ulangi Dan Tekuni



Kesukaan terhadap sesuatu memberikan hasrat ingin selalu mengulanginya. Jangan hanya sekali dua kali mengulangi. Istilahnya ulangi seterusnya sampai kamu bosan, dan bosan itu sudah membangun kebiasaan tanpa kita sadari. Kesukaan yang telah kamu ulang dan ulang terus menerus akan sampai membuahkan hasil yang diharapkan.

Dikata lain istiqomah atau ajeg. Istiqomah itu memang berat, kalau tidak ada niat yang kuat. Lakukan saja terus, jangan pernah berhenti. Apa saja kesukaanmu yang mengarah kepada hal positif dan bermanfaat. Seperti halnya, menulis, menyanyi, membaca, mereview makanan, membuat video pembelajaran, memasak, merias, traveling dan masih banyak lagi.

Alistiqomah'alamatul karomah, istiqomah akan selalu membawa kepada kebaikan. Percaya atau tidak? hanya bisa dibuktikan oleh kita sendiri. Jika orang lain bercerita, tentang buah dari keistiqomahan, kita akan bergumam. "Tenan opo piye? Mosok ta?" Oleh sebab itu, ayo buktikan dengan lakukan terus menerus apa yang kamu suka. Buktikan sendiri sampai benar-benar terbukti dan hingga kamu berkata "Bener, pancene"

Dibalik banyak mengulangi kepada hal yang kamu suka, mungkin ada drama naik turun. Tidak melulu mulus, tapi terjang saja lewati dengan penuh percaya diri dan usaha yang maksimal. Ketika menemukan satu perkara yang terlihat menghambat semangat untuk mengulangi, cobalah bersahabat dengan keadaan sinambi mencari solusi. Jangan malah lari dengan masalah tersebut.

Jadi, istiqomah itu juga membutuhkan perjuangan, keuletan dan jangan berfikir sehari istiqomah sebulan mendapat keuntungan. Hal ini kurang tepat, artinya istiqomah bercontinue, maka buah yang kamu dapat pun akan berkelanjutan. Keep fighting. Remember, hidup itu perjuangan, kalai tidak mai berjuang dan berusaha hanya berpangku tangan. Wah tunggu saja keambrukan. 

Kamis, 26 Mei 2022

Lapisan Hati


Saya masih ingat ketika belajar kitab tasawuf ketika membahas bab hati. Kala itu bersama Dosen sekaligus Ust kami semua yakni beliau Ust Yahya. Kita tahu hati berasal dari bahasa Arab Qolbun yang artinya segumpal darah. Namun, siapa sangka dalam kitab tersebut, dijelaskan dalam kitab tersebut hati itu terdiri dari beberapa lapisannya.

Pertama ada lapisan Lubb, pada lapisan Lubb ini hati tersebut akan selalu berdizkir apapun keadaanya, apapun kondisinya dengan segala waktu kesempatan yang telah dimiliki. Sehingga Lubb tersebut memancarkan Nur atau cahaya. Lubb tersebut bersifat sangat sirri atau rahasia. Yang tahu hanyalah dirinya sendiri dan Allah. Seakan semua lisan, pikiran dan semua yang berjalan hanya nama Allah yang tertera dan teringat.

Lapisan Fuad, lapisan fuad ini tepatnya setelah lapisan Lubb yang akan menghidupkan hati kita, memberikan rasa senang, suka atau cinta. Dan semua rasa tersebut harus dipertanggung jawabkan kepada Allah SWT. Lapisan selanjutnya adalah Qolb atau hati yang memberikan arah dalam memberikan suatu keputusan antara yang baik atau yang buruk. 

Nur atau cahaya Allah akan ditunjukkan dan dipancarkan melalui Lubb dan Fuad. Dan pada lapisan Lubb dan Fuad maka akan berkaitan dengan hati yang Ma'rifat. Yang tingkatan iman dan Islamnya sudah tinggi. Selanjutnya ada lapisan Qolb adalah Shodr, lapisan keempat  ini ada iman, amaliyah Islamiyah. Lapisan Shodr lapisan terakhir yang berhubungan dengan ikhtiar, penuh kejujuran dan kebenaran.

Mari kita amati lapisan-lapisan hati tersebut. Sebetulnya semua hati itu bersih, baik namun ternyata kita sendiri yang menodai dengan berbagai nafsu. Nafsu yang mengarah kepada kegelapan, kejelekan dan keserakahan. Sedangkan ruh dalam setiap relung hati, yang sejatinya selalu mengajak kepada kebaikan. Mari, terus memelihara kebaikan dan menghiasi hati kita dengan amaliyah yang baik. Senantiasa menata hati dan mengolah rasa dan pikiran kita untuk tetap berusaha menjadi orang yang baik dan bermanfaat.

Salam semangat

Tiga Hal Yang Akan Merusak Ibadah




Kesempatan dalam suatu majelis ta'lim kita niatkan mencari ilmu. Mendengarkan dan menyerap segala informasi dengan saksama. Kali ini bersama Ibu Nyai Hj. Nurul Ain dari Selir, Wates Kediri. 

Ada beberapa ilmu yang bisa ditangkap dari beliau sekaligus menjadi pengingat. Ada tiga hal yang merusak segala ibadah yang telah kita lakukan. Seperti halnya ketika di bulan Ramadhanbkemarin, kita berlomba-lomba taqorrubilallah  mengahtamkan Al Quran, jamaah lima waktu tiada putus, shodaqoh, infaq, sholat sunnah tahajud tiap malam. Namun, ketika Ramadhan berlalu. Semua amalan ibadah itu juga berlalu. Jangan sampai ini terjadi.

Bahkan tanpa kita sadari. Seingat kita, kita sudah maksimal dalam ibadah. Nyatanya tanpa terasa ada tiga hal yang merusak segala bentuk ibadah itu? Diantaranya adalah pertama, jangan suka mengumbar aib orang lain, menghosipkan orang lain, menjelek-jelekkan orang lain. Sebab hal demikian inilah sebenarnya yang akan merusak diri kita. Merasa paling benar akan segala yang dimiliki. Merasa paling dan paling. Inilah perkara yang sangat sangat harus dihindari.

Kedua, hindarilah hati yang keras. Hati yang keras sangat berbahaya. Kerasnya hati pula yang akan membutakan segala kebenaran. Susah menerima nasehat kebaikan. Maunya sendiri, bertindak dengan penuh keegoisan. Jika dirasa kita sedikit arogan akan sikap tersebut, maka harus berhati-hati, jangan-jangan ada tanda hati kita mengeras meskipun itu hanya senoktah. Harus cepat sadar dan waspada dan segera kembali di jalan yang benar. Oleh karena itu, betapa pentingnya beristighfar, memohon ampun kepadaNya.

Ketiga, yakni hindari kedzaliman. Dzalim terhadap diri sendiri maupun dengan orang lain. Dzalim dengan berkembangnya zaman medianya sangat beragam dan sangat mudah terjadi, tidak hanya terjadi secara langsung. Salah satunya melalui media sosial. Oleh karena itu, hindari kedzaliman apapun medianya. Lebih bijaksana menggunakan dan memanfaatkan teknologi. Tidak perlu pasang story, dengan tujuan mengumbar kejelekan, kebohongan apalagi memfitnah. Nadzubillah

Maka sebagai manusia biasa yang tak luput dari kesalahan. Harus berhati-hati dengan menjaga, merawat, memelihara Habluminallah dan harus seimbang dengan Hambluminannas. Jangan sampai segala bentuk ibadah kita bernilai kosong akibat hubungan sesama manusia kita tidak baik. Berlaku juga untuk sebaliknya.

Salam semangat

Rabu, 25 Mei 2022

Jujur Terhadap Diri Sendiri


Mengapa jujur kepada diri sendiri itu penting?  Lalu mengapa jujur kepada diri sendiri itu menjadi kewajiban? Mari kita mencoba meraba kepada diri sendiri, sudahkah kita melakukannya?

Bagaimana kita bisa jujur kepada orang lain, jika kita tidak mampu jujur terhadap diri sendiri. Sepertinya hal sepele, namun bisa fatal akibatnya jika tak mampu jujur. Jujurlah jika merasa senang, bahagia atau sebaliknya kecewa dan kesal. Jika tidak mampu jujur, ujungnya hanya menggerutu dan kemunafikan bisa menempel. Naudzubillah

Mungkin jika tidak dilatih, kita akan terbiasa. Inginnya basa basi, tapi tanpa terasa semua yang lahir dari kata dan kalimatnya menjadi basi bahkan memyakiti. Oleh sebab itu, jujur dan apa adanya berkata tidak perlu dikurangi ditambahi. Suka juga katakan suka, tidak suka katakan dengan halus tidak suka, baik katakan baik, jelek katakan jelek. Menjadi objektiv memang kadang menyakitkan bagi sebagian orang, tapi menurut saya itu wajar diutarakan dengan jujur demi kebaikan.

Manfaat jujur terhadap diri sendiri itu sangat banyak, salah satunya adalah hidup menjadi sangat ringan dan mudah. Selalu menjaga agar lebih hati-hati dalam bertindak, bersikap dan bertingkah laku. Sebab mereka yang demikian berfikir dan bertindak kepada orang lain akan selalu dikembalikan kepada dirinya sendiri. 

So must be honest to self.

And Another People

Minggu, 22 Mei 2022

Sama? Apakah Harus?



Sama, apakah harus! Dan haruskah sama? Presepsimu bukan menjadi keharusan. Di muka bumi ini bahkan tidak ada manusia yang warnanya sama. Namun, mengapa anda selalu ingin menyamakan orang dengan kacamata serta penilaianmu?

Mari lebih bijak dalam segala fenomena yang terjadi. Jangan selalu meninggikan ego untuk selalu menyamakan orang dengan dirimu. Bukan zamannya "merasa paling", sebab jika merasa demikian, tidak lama akan hancur apapun yang kamu miliki.

Setiap manusia itu mempunyai sikap karakter yang unik. Cukup dilihat dan hargai saja, proses dan perjalanan mereka. Tidak perlu mencibir, apalagi menyamakan dengan dirimu sendiri. Justru dari mereka yang unik dan beranekaragam kita banyak belajar hikmah-hikmah kehidupan. Begitu banyaknya pelajaran serta hikmah maka jangan saling menyamakan apalagi menjatuhkan. 

Tidak sama bukan berarti mencela. Tidak sama bukan berarti saling menjatuhkan. Tidak sama belum tentu tidak baik untukmu atau untukku. Cukup saling mendoakan yang baik-baik saja, sehingga bisa doa baik tersebut akan kembali kepada kita. Semangat

Sabtu, 21 Mei 2022

Leganya




Tanpa Beban Sudah Aku

Lega Seleganya Tanpa Harus Memikirkan

Lepas Begitu Saja 

Ikhlas Itu Seperti Inikah


Tanpa Rasa Kehilangan

Tanpa Rasa Ingin Bertahan

Sangat Alami Mengalir Begitu Saja

Tanpa Juga Harus Saling Menyalahkan


Tidak Apa-Apa Ini Bukan Salahmu

Bukan Juga Salahku

Yang Memiliki Cinta

Namun Tidak Bisa Memiliki


Sebab Jalan Tuhan

Lebih Indah Lebih Membahagiakan

Bagi Yang Melegakan Segala Hati

Memasrahkan Jalan Hidup Ini

Jumat, 20 Mei 2022

Pentingnya Bahasa Asing



Bahasa asing mulai kita kenalkan sejak di taman kanak-kanak, sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Ada Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan Bahasa Daerah. Mungkin dalam dunia kebahasaan, praktek atau pembiasaan berkomunikasi belajar bahasa asing akan lebih mempermudah kita dalam mempelajarinya. Namun, faktanya masih ada saja drama di dalamnya. 

Drama-drama itu salah satunya yakni ketika sekolah mendapatkan nilai dari materi tesebut. Nilai yang diperoleh dari mapel bahasa asing yang masih menjadi misteri dan ketuntasannya masih belum maksimal. Mengapa demikian? Dan mengapa bahasa asing masih dianggap aneh, bahkan dianggap tidak penting sehingga konsep bahwa bahasa asing sangat sulit. Dari sulit akan membuat malas berpikir, akhirnya mengerjakan dan menjawab soal tulis tersebut dengan asal-asalan yang penting tidak kosong.

Kadang bahasa daerah pun juga masih sering kesulitan apalagi memahamkan untuk teori dan materi tertentu. Ketika praktek pun, tetap masih belum tepat penempatannya. Minimal bisa berkomunikasi dan mempraktekkan bahasa daerah tersebut dengan baik, lawan kita bicara, situasi dan kondisinya. 

Kembali kepada ujian soal dengan tulis dan nilainya kurang baik atau malah jelek. Apakah ini betul hal demikian, semua salahnya guru? Coba pikirkan dengan dalam, kemungkinan tidak hanya satu faktor. Dan menurut saya tidak sepenuhnya guru pun disalahkan. Faktor tersebut bisa berasal memang dari gen atau keturunan, kebiasaan di lingkungan mereka berada dan bisa jadi faktor dari dalam diri sendiri karena ingin bisa. Pada faktor ini, biasanya mereka akan lebih cepat menangkap dan memahami bahasa asing. Sebab mereka sadar akan kegunaan bahasa asing tersebut.

Kita hidup sekarang di zaman yang milenial, teknologi apapun sangat canggih. Mari terus belajar, jangan sampai kita tertinggal sebab bahasa. Bahasa Indonesia tetap nomer satu, Bahasa Daerah (Jawa) tetap kita lestarikan, Bahasa Inggris Dan Arab kita pahami dan kita aplikasikan sebab keduanya menjadi Bahasa Internasional.


Rabu, 18 Mei 2022

Bukan Urusanmu




Sudah Menjadi Batu

Mengeras Hati Tanpa Peduli

Dunia Versimu Berbeda Kawan


Bukan Menjadi Urusanmu

Jika Duniaku Berkata Demikian

Jalani Saja


Bukan Urusanmu Juga

Mengurusi Bagaimana Hidupku

Lihat saja


Berjalan Dengan Jalan Masing-Masing

Menjadi Akan Lebih Mudah

Mengetahui Siapa Kamu


Asmara




Menjadi Bingung Berkata

Menjadi Linglung Ditanya

Hingga Menentukan Milih Yang Mana


Jangan Terlalu Dihina

Begitulah Asmara

Mau Menyakiti Atau Mencintai


Kekurangan Menjadi Keunikan

Kelebihan Menjadi Keistimewaan

Kejelekan Jangan Sampai Dilanjutkan


Asmara

Jadikan Selalu Kebaikan

Seiring Berdampingan Menjadi Keabadian


Asmara

Terimalah Dengan Keterbukaan

Melengkapi Aku Dan Kamu Dalam Kehidupan 

Selasa, 17 Mei 2022

Cinta ABG


ABG, anak baru gedhe sebenarnya istilah pubertas lebih tepatnya. Tapi kita mungkin lebih familiar dengan istilah ABG. Di tahap ABG inilah kadang kita sebagai orang dewasa, akan faham dan pasti menemui "cinta monyet" rasa saling suka dengan lawan jenis.

Perkembangan zaman juga sangat berpengaruh di tahap ABG ini. Lagi-lagi kita harus bisa memahaminya, jika anak didik kita di tahap itu. Jejak-jejak media sosial sangat bisa membantu bagaimana melihat anak-anak dan sampai mana perkembangan pubertasnya. Gaya berteman ala ABG, sangat mudah kita ketahui.

Mungkin mereka merasa kita tidak tahu apa-apa. Namun, sebagai orang dewasa kita sudah mengalaminya. Jangan sampai kita dibodohi dengan kebohongan mereka. Rasa tertarik terhadap seseorang pasti akan tercermin dengan sikap, tingkah laku yang ditampilkan. Kemudian pembahasan seseorang yang memiliki rasa suka, pembahasannya akan sering menyebutkan nama orang tersebut.

Sehingga apapun yang terjadi tetap kita fahami dengan betul proses menuju ABG tersebut. Jangan macam-macam sebagai orang dewasa, kita lupa akan proses itu. Hargai dan terus arahkan mereka yang masih mengalami cinta ABG.

Minggu, 15 Mei 2022

Pewangi Ruangan Alami


Senang sekali dengan bau bukhur yang seperti tradisi Arab. Kalau dulu di pesantren setiap malam Jum'at ketika rutinan diba'an pasti kita menggunakan bukhur. Bukhur itu sejenis dupa yang wanginya bisa memilih ala-ala Arab. Ketika Mahalulqiyam bukhur yang dibakar dengan asap wanginya kita kelilingkan. Sehingga wanginya semerbak dan sangat awet.

Sampai saat ini kebiasaan itu ada, namun tidak menggunakan bukhur yang di bakar. Kadang menggunakan parfum yang ada kandungan alkohol atau non alkohol. Karena di dalam ruangan, dengan udara terbuka sehingga kurang awet atau kurang tahan lama. Namanya saja suka dengan wangi-wangian seperti itu, jika tidak ada pun akan mencari, membeli dan berusaha membuatnya, meskipun kadang perlu bereksperimen.

Sebenarnya ada beberapa alternatif jika ruangan mau wangi. Salah satunya pakai bukhur yang dibakar seperti dupa, lalu ada parfum ruangan dan membuat wangi-wangian parfum alami seperti bunga sedap malam dan alami buatan. Nah, inilah  eksperimen pembuatan parfum alami dan bisa dikatakan berhasil. Sebab wanginya tak kalah dengan wangi parfum ruangan.

Apa saja bahan dan bagaimana cara membuatnya? Yuk baca terus. Bahan-bahan yang disediakan sebagai berikut

1. Daun Pandan, digunting halus, bentuk sesuai selera

2. Bunga Melati Putih secukupnya

3. Jeruk purut, ambil kulitnya di parut halus

Bagaimana cara membuatnya:

1. Sebelum digunting hendaknya daun pandan tersebut di cuci bersih sama halnya bunga melati dan jeruk purutnya

2. Lalu tiriskan dan sediakan wadah boleh menggunakan mangkok, piring kaca atau plastik bebas

3. Lalu campur dengan rata semua bahan sambil pijat atau remat halus,

4. Sudah jadi parfum alami, biarkan di ruangan terbuka

Selamat mencoba, baunya sangat segar. Rasanya tidak kalah dengan parfum ruangan lain. 


Jumat, 13 Mei 2022

Belajar Dengan Ikan Di Aquarium




Ikan yang berada dalam aquarium dengan air terus mengalir, sedemikan rupa di pasang mesin filter mereka berenang ke sana ke mari tanpa beban. Mereka menjadi diri sendiri, meskipun berpuluh-puluh dan beribu-ribu dengan sesama ikan, berbeda jenis serta sirip, mereka tetap satu wadah yakni aquarium. Mereka tidak merasa bahwa keberadaannya sangat menghibur, pada manusia yang melihatnya.

Mereka juga tidak akan berteriak kelaparan, jika tuannya belum memberikan jatah makannya. Artinya mereka sangat qonaah atau menerima. Terus berenang ke kanan dan kiri dengan siripnya yang indah. Saling menyapa, tanpa harus berebut tempat dan bahkan saking sayangnya dengan temannya, jika ikan sirip orange selalu sejajar berenang dengan ikan sirip hitam. Begitu indah maknanya, mereka tidak saling iri, meskipun berbeda warna kulitnya, bahkan mereka saling bersosial bercengkrama. Indah bukan?

Aquarium dengan hanya sebatas kotak ikan, menggambarkan betapa dunia itu sangat terbatas, sementara dan kecil. Lalu yang abadi hanyalah akhirat belaka. Memberikan makna bahwa jangan muluk-muluk di dunia ini. Jangan menuruti gengsi, apa adanya saja. 

Aquarium dan budidaya ikan hias ini bertempat di bulek saya, daerah Wajak Boyolangu Tulungagung. Ikan-ikan hias ini biasa dikirm ke luar kota. Bahkan di lombakan di ikan-ikan kontes yang diadakan oleh para komunitasnya.

Cegah Sakit Mata



Rasanya, sedih jika ada salah satu murid sakit mata. Kemudian, merembet dengan cepat ke teman-teman lain. Sakit mata bukan sakit biasa. Bukan juga sakit mata, mata duitan. Sakit mata ini sebenarnya virus yang bisa menular begitu cepat. Apalagi lewat kontak mata secara langsung, melalui cairan, atau barang yang pernah di pakai oleh si A yang sakit mata lalu dipegang oleh si B. Itu sangat-sangat cepat menular.

Kalau orang Jawa biasa menamainya dengan "beleken". Gejalanya mata merah, kadang gatel dan berair. Oleh sebab itu, kita harus bisa mencegahnya. Virus itu bisa dengan cepat menyebar apabila keadaan kita tidak bersih, kurang menjaga kesehatan atau kurang vit. Artinya kondisi tubuh kita lemah.

Pencegahannya  bisa menggunakan cara sederhana orang terdahulu atau cara tradisional. Seperti "diwuwungi", "dirambang" dengan air mengalir setiap pagi bangun tidur, mungkin terasa pedih tapi setelahnya terasa sangat bening di penglihatan. Kemudian cara kedua bisa menggunakan uang daun sirih, daun sirih di rebus lalu uapnya yang masih hangat, mata kita dirambang di uap tersebut.

Nah, jika memang sudah tertular, hendaknya menghindari kontak mata dengan orang lain yang paling aman pakai kaca mata hitam. Lalu, jangan memakai air secara bersamaan, lebih menjaga kebersihan dan makan-makanan bergizi terutama mengandung Vitamin A, seperti wortel, sayur-sayuran yang cukup serta buah-buahan. Jika demikian belum ada perubahan, hendaknya beli antibiotik di apotek atau periksa mata ke dokter baik umum atau spesialis.

Paling utama adalah, jika sakit mata atau beleken, hendaknya kita lebih tahu diri. Artinya, bukan menjadi orang tertutup tapi lebih memberikan info ke orang lain misal "eh aku sedang sakit, jangan dekat-dekat ya" atau "jangan kontak mata ya, masih sakit". Sering-sering cuci tangan dengan sabun, intinya menjaga kebersihan baik diri sendiri atau lingkungan.

Ayo Hidup Sehat dan Lebih Bersih

Kamis, 12 Mei 2022

Hari Pendidikan Nasional Bertepatan Dengan Hari Lebaran




2 Mei bertepatan dengan 1 Syawal. Kita tahu bahwa 2 Mei adalah Hari Pendidikan Nasional, tahun ini bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri atau lebaran. Terasa sangat berbahagia, bagaimana memaknai hardiknas tahun ini dengan baik. Kita tahu, perkembangan pendidikan di negeri. Apalagi sebagai praktisi langsung mengalami dan menjalaninya.

Pendidikan seharusnya menjadi tombak utama dalam perkembangan zaman, perkembangan dan perubahan negeri. Secara globalnya kita tahu tujuan pendidikan sendiri, di atur dalam perundang-undangan, pasal-pasal dan pancasila. Bahkan secara detailnya dalam Al-Qur'an Surah Al Mujadalah pun juga disebutkan bagaimana orang berilmu derajatnya pun akan ditinggikan. Terlepas dari itu dunia pendidikan, harusnya tetap menjadi perhatian utama di segala lapisan masyarakat.

Pendidikan memberikan kita banyak pengetahuan serta pengalaman. Utamanya pembentukan akhlak, sikap  dan pengetahuan. Intelektual bisa dinilai dari cerdasnya, kreatifitas serta ide-ide berlian seseorang. Tapi jangan intelektual saja yang dipelihara,  namun harus menata, mengolah hatinya harus lebih peka dengan segala yang terjadi di lingkungannya.

Segala ilmu terutama pengetahuan bisa didapatkan dari berbagai hal misalnya dengan membaca kitab-kitab dan buku-buku. Yang lebih dalam adalah memaknai dari segalanya sehingga berpengaruh betul terhadap tingkah laku kita. Dimana pun kita hidup dan berada di suatu tempat maka kita hendaknya selalu belajar. Oleh karena itu, faktor lingkungan juga sangat berpengaruh kepada karakter seseorang.

Maka momen hari Pendidikan Nasional ini mari kiya maknai dengan sebaik mungkin terutama kita harus terus berjuang memaksimalkan kinerja kita demi mencetak generasi bangsa yang berakhlakul karimah serta pintar, cerdas, multitalenta. Sehingga negeri ini sudah tidak akan khawatir akan masa depannya. Salam semangat, salam literasi.

Rabu, 11 Mei 2022

Kembali Kerutinitas



Tidak boleh menggerutu, setelah libur sebelum dan sesudah lebaran. Badan jangan sampai berat untuk melangkah dalam kebaikan. Jika perlu paksakan, agar kembali segar dan semangat melakukan kegiatan kembali.

Berharap waktu demi waktu melangkah dengan pasti, merubah sesuatu yang jelek menjadi baik. Minimal bisa mengurangi, ketidak disiplin dalam melakukan kebiasaan baik ini. Wajar, bila berat tapi jangan biarkan.

Melihat teman-teman seperjuangan, kembali menggugah kembali semangat mengukir prestasi. Melihat banyak peserta didik, menjadi terharu mungkin sebagian besar dari mereka menunggu dan merindu. Meskipun kembali menyegarkan kembali ingatan-ingatan dan pemahaman mereka terhadap mata pelajaran.

Banyak kegiatan serta banyaknya ujian menanti, padat merayap baik secara langsung maupun online. Berat, karena merasa sendiri, jika berkumpul dengan teman seperjuangan kita akan berfikir bahwa "yang melakukan ini bukan saya sendiri, yang merasakan ini bukan saya sendiri" jadi beban itu pun akan terasa ringan.

Oleh sebab itu, tetap semangat dalam mengabdi, bukan materi tujuan abadi. Keep Fighting, Salam Literasi.

Jumat, 06 Mei 2022

Dangdut "Pecah Seribu"


Open House menunggu tamu rawuh, mendengarkan musik dangdut "Pecah Seribu" yang dulu dibawakan penyanyi dangdut legendaris yakni Elfi Sukaisih. Lalu di cover oleh banyak penyanyi dangdut milenial salah satunya Happy Asmara, semakin enak saja di goyang. Lagu-lagu seperti ini bagi saya berfungsi sebagai pencegah rasa kantuk, bosan dan jenuh. 

Suara gendang yang merdu dan lirik yang apik membuat semakin semangat. Awalnya saya pribadi tidak begitu update lagu dangdut cover anak muda seperti lagu-lagunya Happy Asmara. Tapi diberanda lagu muncul, mencoba saya klik dan dengarkan saja, ternyata enak juga didengarkan.

Salah satu liriknya di lagu dangdut ini "duhai angin kabarkanlah, aku menanti" lalu ada "hanya dia.... dia.. dia .. dia..." yang viral-viral di aplikasi TikTok. Memang sangat keren, apalagi di barengi dengan gerakan goyang variasi. 

Kalau sudah bosan, mendengarkan dangdut cari lagu pop, india dan sholawat. Apapun lagunya, yang penting tidak membuat saya ngantuk. Sebab open house, seperti menunggu, bisa membosankan. Selain mendengarkan lagu, paling makan jajan atau ngemil ini yang membuat kadang rahang juga capek mengunyah. Lalu menulis sebagai alternatif menunggu. 

Obat ngantuk dan lebih mujarab adalah menulis. Sebab menulis juga membuat otak untuk berfikir, topik yang akan ditulis. Seperti kali ini, dangdut "pecah seribu" pun menjadi judul dan larik-larik paragraf. Alhamdulillah.

Rabu, 04 Mei 2022

Amalan Di Bulan Syawal




Dijelaskan dalam sebuah buku Fadlilatus Syuhur. Di bulan Syawal setelah 1 Syawal melaksanakan sholat sunnah yang dianjurkan atau berhukum sunnah muakad yakni sholat Idul Fitri. Kita disunnahkan sholat sunnah empat rakaat.

Sholat sunnah empat rakaat ini juga dijelaskan surah yang dibaca di rakaat pertama setelah surat Fatihah yakni surah Al A'la. Kemudian di rakaat kedua As Syamsi, lalu surah Ad Dhuha dan terkahir Al Insyiroh dan Al Ikhlas 21 kali.

Tangal enam Syawal, disunnahkan sholat sunnah enam rakaat pada setiap rakaat membaca Al Fatihah dan surah At Thoriq dan setelah salam membaca shalawat seratus kali. Kemudian tanggal sepuluh Syawal, setiap harinya disunnahkan membaca Surah Fatihah lima puluh kali. Fadlilahnya mendapatkan pahala seperti menghatamkan Al Quran.

Kemudian amalan di bulan Syawal yakni ziaroh kubur, silaturrohim, membaca dzikir dan wirid. Kemudian paling masyhur atau puasa sunnah enam hari, atau Syawalan. Puasa Syawal selama enam hari bisa kita lakukan di awal, tengah maupun akhir. Artinya mulai tanggal dua Syawak sudah disunnahkan berpuasa. Dalam suatu riwayat hadist disebutkan bahwa: "  Barangsiapa puasa Ramadhan kemudian diteruskan puasa rnam hari di bulan Syawal, maka baginya seperti puasa setahun penuh". Oleh karena itu, mari kita sempatkan puasa Syawal. Terus semangat dalam beribadah.

Salam literasi

Fitri Fitroh Kembali Seperti Bayi



Idul Fitri, kembali menjadi sifat asli manusia, itulah seharusnya. Menjadi fitroh awal manusia yang bersih tanpa dosa, seperti bayi yang baru lahir. Bukan sebagai moments hura-hura, bermewah-mewah dengan segala hiasan dunia. Salah satunya dengan identik adanya baju baru.

Idul fitri harus kita maknai dengan benar. Harus banyak syukur dengan segala kenikmatan yang diberikan Allah. Salah satunya yakni kesehatan dan lengkapnya kehadiran keluarga. Sebab tidak sedikit diantara kita, mungkin salah satu dari orang terdekat, terkasih, kita harus berpulang. Kemudian Idul Fitri ini tidak bisa berkumpul. Kehilangan adalah hal berat, sehingga mengenang dan kirim doa satu-satunya jalan untuk bersilaturrohim dan meredakan rindu serta kangen kita.

Tangis haru sungkeman dengan orang tua tiada tanding nilainya dibandingkan segala hiasan di depan mata. Berkumpul dengan sanak keluarga saling memohon maaf, makan bersama-sama, bercengkrama lalu berfoto bersama mencerminkan betapa indahnya Ukhuwah Islamiyah. Selain itu mencerminkan bahwa kita manusia biasa dan makhluk sosial yang saling membutuhkan. Bukan ditinggikan akan keegoisan dan keangkuhan.

Terlepas dari segala kekurangan setiap orang tidak sama, kalau bulan Syawal seperti ini rendahkan hati sepenuhnya. Untuk tetap menerima, meskipun tidak cocok, tali persaudaraan pun tidak boleh putus. Sehingga teruslah berbuat baik apapun kondisinya. Tata hati dengan berbaik sangka bersihkan segala penyakit hati. 

Akhirnya, saya mengucapkan selamat merayakan idul fitri dan memohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan yang telah saya perbuat. Semoga kita tetap dalam lindungan Allah, sehat panjang umur penuh keberkahan, segala hajat baik dikabulkan Allah.

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...