Senin, 30 Januari 2023

MANUSIA ANTI OPINI

 


MAUNYA DISANJUNG DAN DIHORMATI

SEMUA HARUS MENYEPAKATI

DIBISU OLEH KEKUASAAN


BENAR MENURUTMU?

SUDAH BAIK MENURUTMU?

IBARAT HANYA KAMU YANG BERKUASA


TAK PERNAH PEDULI

DAN TAK PERNAH TAHU DAN MENGERTI

SAMPAI KAPAN?


DISELIMUTI DENGAN KEANGKUHAN

MENUTUP RAPAT KEBENARAN

MENILAI SEMUA SALAH


APA GUNANYA BERBICARA

DAN BUAT APA BERPENDAPAT

BUKANKAH KAMU MANUSIA ANTI OPINI?


SAMPAI KAPAN KAMU BENAR-BENAR MENYADARI

BAHWA KAMU HANYA SEONGGOK TULANG

YANG DITANAM DI BUMI



Belajar Terus Untuk Bijaksana

 



Setiap langkah yang telah ditempuh oleh siapapun, pasti memiliki banyak pelajaran. Salah satu yang harus kita pelajari adalah bagaimana bersikap bijaksana dalam menghadapi orang lain dan permasalahan yang telah diterima. Mungkin saya belum dikatakan bijaksana, namun sebagai manusia biasa, saya harus mau dan memaksa untuk selalu belajar dari berbagai pengalaman dan tempaan persoalan.

Bijaksana dalam menentukan hak, dengan terlebih dahulu melaksanakan kewajiban dengan semaksimal mungkin berusaha bagaimana agar mendapatkan predikat terbaik. Ketika sudah dititik maksimal atas segala ikhtiar, tawakal, usaha dan doa, maka tinggal bagaimana hasilnya. Dalam prosesnya yang jatuh bangun dengan diremehkan oleh beberapa segelintir orang, tetap saja harus kuat dan maju.

Bijaksana akan terus menghasilkan sebuah ketenangan dan keadilan, jika sikap bijak itu benar-benar diterapkan. Jika kebijakan hanya sebatas “omongan” rasanya itu dinamakan sebagai angan-angan saja. Ibarat kata, menunggu demo dulu, baru kebijakan akan dilahirkan. Rasanya itu kurang pas, apalagi berurusan dengan hak-hak orang banyak.

Disitulah saya mengatakan bahwa “cukup tahu saja dan terima kasih” setidaknya kritikan pedas itu telah sampai. Entah bagaimana redaksinya dan siapa yang menyampaikan. Perjuangan tidak akan berhenti sampai disini, pintu-pintu kesuksesan menanti dan terbuka bagi siapa saja yang akan memanfaatkan dan mengambil kesempatan itu.

Bukan selamanya orientasinya adalah materi, namun materi itu penting adanya agar menompang dan menunjang agar hasil yang diharapkan maksimal. Mari terus belajar bijaksana dalam menentukan kebijakan yang setidaknya akan menentramkan dan rasa adil bisa dirasakan oleh semuanya.

Jumat, 27 Januari 2023

Pantai Prigi

 




Survei pantai Prigi yang tak disangka-sangka. Kegiatan hari itu sebetulnya adalah sosialisasi di dua sekolah dari pagi pukul tujuh sampai sekitar jam dua belas siang. Setelah kegiatan selesai salah satu dari teman kami, mendapatkan telfon, yang intinya diajak untuk survei pantai di Trenggalek. Sebetulnya agenda utama adalah takziah di Durenan, setelah itu dilanjutkan menuju pantai Prigi.

Bersama tiga rombongan masing-masing menggunakan mobil pribadi. Kami berempat di mobil Pak Rianto. Saya, Bu Retno, Pak Mabrurin satu mobil. Lalu ada rombongan Pak Imron dan istri dan Pak Zaki. Mobil ketiga ada rombongan Pak Zamah berserta istri dan putranya, Pak Nashih dan Pak Ipin. Kami janjian bertemu di POM Plosokandang.

Setelah itu mobil rombongan kami terpisah, sebab kami lewat jalur Campur, sedangkan dua mobil lainnya perempatan Tamanan masih lurus. Sempat khawatir, namun dua Bapak-Bapak di mobil menengakan dengan kekhasan mereka “kalau tujuan sama, insyallah masih bertemu”.

Tetapi, saya tetap memastikan dengan menelfon Pak Nashih agar lebih tenang. Kemudian di titik kedualah kami bertemu kembali yakni di Pasar Durenan ke Utara dekat pertigaan. Kami mendahulukan takziah terlebih dahulu. Setelah takziah barulah melanjutkan perjalanan menuju pantai Pirgi.

Di situlah sopir di mobil kami awalnya Pak Rianto, digantikan oleh Pak Mabrurin. Bismillah dan penuh sholwat dengan jalan yang berkelok-kelok, sempat mual dan pusing dan paling lucu adalah kakiku ikut berair alias berkeringat sebab serasa ikut menginjak gas dan rem.

Perjalanan terhitung lancar dan aman, sepanjang perjalanan ada proyek perbaikan jalan dan sudah mendekati lokasi pantai. Subhanallah indah betul pemandangan dan luasnya pantai tersebut. Setelah sampai kami langsung sholat ashar dan makan seefood bersama dan es degan. Alhamdulillah “Sungguh Nikmat Mana Yang Kau Dustakan”. Mainlah sebentar di pantai Prigi sempat foto-foto dan ngobrol saling melempar candaan.

Setelah itu satu mobil yakni mobilnya Pak Imron dan Pak Zaki melaju ke arah lurusnya pantai Prigi lokasi pertama. Nah, disinilah saya baru tahu ada hotel yang megah viewnya yang indah serta jembatan yang manja, serta kapal-kapal nelayan yang indah berjejeran. Subhanallah, indah sekali sesampai disana saya dan Bu Retno telanjang kaki berfoto-foto menikmati sunset. Menguning dari ujung barat serta pemandangan alam yang indah.

Foto-foto kami ternyata bagus sekali, dibalik itu pasti ada potografer yang canggih yakni Pak Mabrurin. Tidak lama kami dari tempat itu, langsung kami melanjutkan perjalan pulang. Kami sholat magrib di masjid pinggir jalan yang bersih dan lumayan besar. Selanjutnya perjalan pulang dengan sopir yang sama Pak Mabrurin.

Awalnya kami yang sebagai penumpang ingin tidur, namun ternyata dengan gurauan dan obrolan kami yang ngalor ngidul gagal rencana tidurnya. Sesampai di Pasar Durenan masih mampir makan duriah bersama dan bertemu dengan Bapak Wakil Bupati Tulungagung yang kebetulan juga makan durian bersama rombongannya.

Sunggguh pengalaman yang sangat luar biasa hari itu. Tanpa terencana namun bisa berangkat dan pulang sekitar pukul setengah sepuluh malam. Perlu diketahui oleh semuanya, kami yang berkeluarga sebelum berangkat tentu saja meminta izin dan ridho suami masing-masing, sehingga jalan kami juga dilancarkan oleh Allah. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pak Zamah, Pak Nahih, Pak Imron, Pak Ipin yang sudah mengajak kami dan Pak Zaki yang minyak frescarenya masih saya bawa untuk mencegah mabuk jalan.

 

Januari 2023 Alhamdulillah

 



Bulan Januari awal tahun 2023 yang penuh kegiatan harus disyukuri. Bulan penuh dengan jalan-jalan sebagai bukti rasa syukur di berbagai tempat saya mengabdi. Mulai bisa menemani kegiatan bersama anak-anak Yatim Mandiri berkeliling menggunakan kereta kelinci, selanjutnya mendampingi lomba DAFA Competition, berkunjung ke Pantai Sine dengan teman-teman guru, ke Blitar Park, Jatim Park 2 dan kemarin survei pantai ke Prigi untuk persiapan rihlah para dosen di STAI MAS yang insyallah di akhir Januari atau awal Februari akan dilaksanakannya dan kegiatan sosialisai atau syiar kampus, road to campus di sekolah menengah atas.

Sungguh “Nikmat Mana Yang Kau Dustakan” seperti dalil dalam Al Quran Surah Ar Rahman, berbagai nikmat yang telah diberikan Allah dengan segala kesempatan, kesehatan sehingga bisa mengikuti berbagai kegiatan tersebut. Dan tidak saya duga, semua kegiatan tersebut digratiskan oleh Allah. Sungguh Alhamdulillah, semua saya maknai dengan segala kebarokahan dan doa para Kyai sekaligus guru-guru kami.

Januari 2023 dibuka dengan rasa senang dan penuh rasa syukur, sehingga harus mawas diri untuk langkah selanjutnya. Tidak perlu jumawa dalam segala hal, yang paling penting adalah bagaimana kita harus hati-hati dalam setiap langkah kita. Segala amanah dan tanggung jawab harus dilakukan dengan sangat baik dan diusahakan semaksimal mungkin. Jika memang dirasa kurang dan belum sanggup maka dikomunikasikan dengan baik.

Januari 2023 memberi banyak hikmah. Mari sebagai manusia harus saling mengingatkan dan menasihati agar terus bisa memberi manfaat kepada orang lain. Semoga awal tahun 2023 memberi tanda baik ke depannya. Alhamdulillah, terus sehat dan jangan lelah berbuat baik kepada siapapun.

Salam Literasi

Selasa, 24 Januari 2023

JATIM PARK 2

 



Bersama guru genius dan guru ngaji di naungan Yatim Mandiri Tulungagung, mengadakan rihlah ke Malang Jatim Park 2. Kami berangkat pagi hari bersama dua puluh lima orang. Tentu saja, menggunakan bus mini. Dari rombongan hanya lima laki-laki diantara ada Pak Alwi, suami Bu Tia, Pak sopir, Pak Kernet dan Tristan, putra pertama Bu Ulvi.

Allhadmulillah, perjalanan lancar sepanjang jalan menuju Malang di benak saya hanya satu “mengenang perjalanan saya dulu”. Ternyata betul, jalan yang dilewati bus memang jalur yang selalu saya lewati, Cuma tidak melewati Bendungan Lahor. Rombongan singgah di Pom Selorejo untuk sarapan bersama nasi kotak yang sudah disiapkan.

Beberapa teman sudah tertidur pulas, tapi saya belum bisa tertidur sebab sangat menikmati pemandangan dan ramainya lalu lintas, artinya saya sangat menikmati perjalanan kali ini. Mulai masuk pangkalan bus biasanya sebutan daerah Kacuk, lalu masuk kota melewati kampus ternama UM, UB lalu arah ke Dinoyo. Melewati kampus almamater UIN Maliki Malang, lumayan padat dan macet untuk arah Dinoyo.

Banyak gedung-gedung yang sudah direnovasi mulai dari ruko-ruko sekitar UIN Malang. Semakin indah semakin maju Malang ini. Lalu dari pertigaan Dinoyo langsung ambil arah ke kiri menuju Batu. Melewati kampus Unisma, UMM dan kampus dua Pasca Sarjana UIN Malang lalu Jatim Park 3 yang semakin megah.

Setelah itu, sampai ke Jatim Park 2, pesan tiket dan pengambilan foto terlebih dahulu, sebab teman-teman takut sudah luntur make upnya. Lalu pesan tiket satu orang tiketnya Rp. 160.000,00 sekalian di Eco Green. Tujuan pertama langsung ke Eco Green, sambil foto bersama terus jalan menikmati hewan-hewan yang ada di sana, mulai dari alpacha, keledai, ayam, swan berbagai macam bangau, dan masih banyak lagi.

Sekitar pukul 13.00 kita mulai masuk Jatim Park 2 aslinya. Subhanallah selain berbagai hewan yang kita temui, mulai dari hewan yang cute, samapai yang benar-benar buas, buaya, berbagai macam harimau, singa, berbagai macam sapi, gajah, jerapah dan semuanya membuat hati semakin berkata “Subhanallah, sungguh Maha Kuasa Engkau Rabbi”. Padahal ke Jatim Park 2 ini bukan kali pertama, tetapi tetap membuat takjud dengan segala isinya.

Semua diisi dnegan foto dan berguarau sepanjang jalan bersama rombongan. Lucunya lagi, kami punya jargon “jangan biarkan Bu Eka, foto sendiri” sehingga fotonya selalu bersama-sama. Pada waktu itu cauaca memang tidak menentu, kadang panas, kadang gerimis manja. Sempat melihat proses bagaimana memberi makan hewan singa, ternyata benar-benar menakutkan, raungannya betul-betul menunjukkan bahwa dia hewan buas yang menakuktkan.

Ketika di separuh perjalanan di wahan-wahananya Jatim Park 2, hujan deras melanda, kami menenduh di foodcourt sambil makan dan menikmati huja deras yang tak begitu lama selesai. Kami melanjutkan kembali perjalanan menuju pintu keluar yang amsih disuguhkan di museum satwa. Semuanya isinya satwa-satwa yang sudah mati dan diawetkan, Masyallah indah betul bahkan ada berbagai insecta semuanya ada.

Sekitar pukul 17.00 kami menuju tempat pusat oleh-oleh dan sambil sholat mahgrib. Selanjutnya kita melanjutkan perjalanan pulang. Semuanya lelap tidur, tapi entah mengapa saya tidak bisa tidur, sebab tempat saya duduk diatasnya tepat sunds busnya, lalu volumenya begitu keras. Sampai memaka saya hampir dua tiga kali meminta Pak Kernet untuk menurunkan volumnya.

Makan malam di sekitar Blitar Kesamben, rawon panas. Lalu setelahya, semua melanjutkan tidur. Ternyata saya terbangun sudah mulai masuk ke Tulungagung Kates. Hp saya ternyata banyak telfon dari suami dan Umik. Memang saya kalau sudah tidurm sudah pelor, setelahnya memberi kabar dan siap-siap mau turun di Kromasan. Alhamdulillah sampai rumah pukul 23.00 langsung sholat dan istirahat.

Minggu, 22 Januari 2023

RAT Koperasi Wanita Syariah Al Ikhlas Mirigambar Tahun Buku 2022

 




Rapat Anggota Tahunan Koperasi Wanita Syariah Al Ikhlas Mirigambar Tahun Buku 2022 diselenggarakan hari Rabu, 18 Januari 2022. Dimana hari itu merupakan hari yang sangat padat merayap dari berbagai acara. Pengurus dan anggota saling membantu untuk mempersiapkan acara RAT ini. Mulai dari persiapan tempat di kantor PKK desa Mirigambar, ada yang bagian catering, pasang bener, pasang micropohon, sounds, nyapu dan menata kursi.

Undangan sehari sebelumnya sudah diedarkan. Para anggota diutus untuk memakai seragam bagi anggota yang lama. Sedangkan anggota baru bebas, rapi dan sopan. Seperti biasa RAT dihadiri oleh kepala desa Mirigambar Bapak H. Nasrudin dan dua perwakilan Pengurus Dinas Koperasi Kabupaten Tulungagung, sebanyak dua orang.

Saya sebagai pimpinan sidang RAT sekaligus menyampaikan beberapa poin penting sebagai sekretaris . Bu Nanim menyampaikan laporan bendahara, Bu Hj. Nur menyampaikan masukan dan evaluasi sebagai pengawas. Lalu ada Bu Hj. Dzurrotin A'yun melaporkan secara general kegiatan dan keuangan secara umum. Bu Azizahtun sebagai pembawa acara pembukaan dan Mbak Jizah sebagai conduktor menyanyikan lagu Indonesia Raya. Mbak Lusi sebagai dokumentasi.

Di tengah-tengah sidang, sempat saya melawak, semua anggota dan utusan dari dinkop ketawa salah satunya "menjadi anggota harus berani hutang, jika berani hutang, maka harus dan wajib untuk membayarkan angsuran dan menyaur sesuai hukum dan aturan yang tah disepakati" "Jangan Berani Hutang, Bayar Tidak Mau, Dosa Ibu-ibu", semua tertawa. 

Selesai pelaporan, diberikan nasihat dan agar dibuat catatan bahwa "indikasi koperasi tidak sehat, jika belum mampu RAT, tapi kopsyah ini Alhamdulillah setiap tahun rutin RAT, bahkan urutan nomer 2 di kabupaten Tulungagung kategori koperasi syariah". Lalu lucunya kami koperasi wanita syariah tapi anggotanya ada beberapa laki-laki, beliau agak sedikit terkejut. Namun, sebagai pengurus, kami memiliki aturan khusus untuk anggota laki-laki.

Pesan kepala desa Mirigambar, salah satunya beliau bangga dan mendukung penuh berdirinya koperasi wanita syariah ini, mari terus dikembangkan dan dikompakkan. Setelah itu, ditutup dengan doa dan pengambilan foto bersama dan mushofahah. Semoga koperasi ini terus sehat dan terus berjalan dengan baik melayani masyarakat dan untuk masyarakat, terutama untuk anggota. 

Jumat, 20 Januari 2023

Blitar Park Bersama Yatim Mandiri


Bersama santri-santri yatim kurang lebih seratus santri, mengunjungi Blitar Park. Program ini sebetulnya program dari Blitar Park sendiri, bekerjasama dengan Yatim Mandiri Tulungagung. Sehingga, diberikan waktu khusu di hari Jumat sore untuk berkunjung ke sana. 

Alhamdulillah bisa mendampingi anak sanggar Yatim Mandiri kurang lebih empat belas santri. Kami berangkat setelah sholat Jum'at sekitar pukul satu dari sanggar. Bersama-sama menuju titik penjemputan di Kromasan. Kemudian menunggu elf, yang kurang lebih ada tiga elf.

Setelah elf sampai, kami pun menaiki elf warna hijau bersama. Di dalam elf mereka sangat senang, ada yang langsung membuka snack ada yang ngobrol dan selfi. Santri-santri Yatim Mandiri, tidak didampingi oleh orang tuanya, melainkan didampingi oleh gurunya sanggar masing-masing. Dari arah selatan ini ada ada sanggar Mirigambar, Purworejo dan Tegalrejo. Tetapi, setelah sampai di sana ternyata banyak sekali sanggar-sanggar dari arah utara, ada dari Jeli, Ngantru dan sebagainya.

Sebelum masuk di lokasi, semuanya difasilitasi makan. Di lokasi Blitar Park, semua telah di bagi tiketnya dan bebas bermain semua wahana. Wahana pertama gurita, bom bom car, bajak laut, flyingfox, prosotan raksasan pelangi, bebek pancal dan seterusnya. Semua spertinya mereka coba, bahkan ada yang naik dua kali. Sedangkan saya, sebagai pendamping menunggu tas mereka di satu titik, sehingga jika mereka mencari mudah.

Sebelum pulang pun, semuanya juga mendapatkan makan. Di perjalanan pulang, mereka sepertinya memiliki energi yang lebih sehingga tak terlihat sama sekali capeknya. Di elf mereka bercanda dan tertawa sepanjang jalan. Alhamdulillah kita sampai pada titik penjemputan di Kromasan, sekitar pukul delapan malam. Semoga dari perjalanan dan mengunjungi Blitar Park ini memberikan manfaat, menyegarkan serta memberikan semangat yang lebih ketika pembelajaran di sanggar nantinya.

Salam Semangat

Kamis, 19 Januari 2023

Porseni 2023




Pekan olahraga dan seni di tingkat Madrasah Ibtidaiyah tahun 2023 tingkat tiga kecamatan. Diantaranya kecamatan Sumbergempol, Ngunut dan Pucanglaban. Diselenggarakan di tiga tempat cabang seni ada dua tempat yakni, di Mi Hidayatul Mubtadiin Wates dan Mi Podorejo. Sedangkan olahraga di Mi Bendiljati.

Setiap cabang lomba di madrasah memiliki PJ masing-masing. PJ cabang lomba menyanyi adalah Bu Diah, PJ Puisi Bu Shely, PJ melukis dan kaligrafi Bu Ela, PJ pidato tiga bahasa adalah saya. Semua menjalankan latihan, perjuangan dan berproses sesuai tanggung jawabnya.

Memang, semua butuh perjuangan, pengorbanan dan berproses. Di cabang pidato Bahasa Inggris ada ananda Tisya kelas IV, Bahasa Arab ada Habibah kelas V dan Elkia kelas V, Bahasa Indonesia ada Safira kelas IV dan Alfian kelas V. Ketika liburan pun, masih harus masuk untuk latihan. Begitu juga untuk pembinanya, rela waktunya untuk liburan tetap latihan di sela-sela pelajaran dan pembiasaan pun setiap hari tetap latihan.

Hari H adalah kemarin Rabu, 18 Januari 2023 pukul 06.00 semua sudah di sekolah, untuk pemberangkatan, di lepas dengan doa bersama oleh Pak Nur. Pukul 07.00 sudah di lokasi dan mengikuti upacara pembukaan. Upacara pembukaan dihadiri oleh Pak Muhajir Kepala Kankemenag Kabupaten Tulungagung. Selanjutnya ada Pak Amin, Ibu Hamida  selaku pengawas PPAI Sumbergempol, Ngunut dan Bapak pengawas PPAI kecamatan Pucanglaban. Setelah upacara, baru menuju ke ruangan lomba masing-masing.

Nomer urut setiap lomba, pendampingnya yang mengambilkan sekalian registrasi, diantaranya Tisya nomer urut 17, Habibah nomer urut 13, Elkia nomer urut 3, Alfian nomer urut 5 dan Safira nomer urut 1. Semua masuk, pendampingnya bertugas mendokumentasikannya, menyalurkan konsumsi dan menunggu penuh dengan doa dan harapan.

Sekitar pukul 13.00 semua cabang lomba sudah selesai. Semua peserta kami pulangkan. Sebab, hasilnya akan diumumkan keesokannya. Tetapi, siang hari Alhamdulillah surat edaran resmi pengumuman sudah kami dapatkan. Sukur Alhamdulillah'Ala KulliHal, Habibah mendapatkan juara 1 dan Tisya harapan 1. Kemudian Cabang lomba puisi Nizam harapan 1 dan Jinan Harapan 3. 

Untuk yang belum mendapatkan juara, tidak masalah, sebab sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menampilkan yang terbaik. Setidaknya kesempatan dan memberikan suatu pengalaman yang berarti di masa depan. Salam semangat, salam terus berjuang.

Senin, 16 Januari 2023

Memahami Belum Tentu Mengerti




Kadang-kadang kita kurang percaya dengan kamampuan diri sendiri, terhadap suatu hal. Sehingga sering menyuruh orang lain, yang dianggap hasilnya akan jauh lebih baik. Padahal belum tentu sesuai harapan. Baiklah, untuk hal-hal tertentu sebetulnya boleh dan sah saja dilakukan. Namun, untuk hal-hal yang menyangkut akhlak dan situasi kondisi, adat istiadat budaya misalnya di pesantren besar, tentu berbeda.

Tidak semua bisa disamakan dengan lingkungan di luar. Harus memahami, seluk beluk keadaan apalagi berhadapan dengan orang yang sangat kita muliakan. Tawadhu' dengan merasa bahwa kita santri.

"Rumongsoho santrinya Kyai" itu memiliki makna yang dalam. Kalau rumongso atau merasa santri, tentu saja segala tindak tanduknya, akan mencerminkan santri. Bisa menempatkan diri. Menatap mata sang guru saja, benar-benar tidak berani. Rasanya penuh dengan kekurangan dan benar-benar malu. 

Kita harusnya tahu dan lebih bijaksana memahami situasi dan kondisi yang dihadapi. Bukan mementingkan ego, dengan alasan kepentingan diri sendiri. Kemudian, saya sangat unrespeck apabila ada orang yang hanya cari aman. Memiliki ide, kritik, atau saran, namun yang diajukan untuk berbicara adalah temannya. Sebab dia takut ditolak oleh forum. Sehingga, nama dia tetap bersih dan aman. Sesekali, untuk usul yang masuk akal boleh. Namun, ketika yang kepentingan sangat sensitif, sebisa mungkin usul sendiri mengapa.

Memang, seseorang yang memahami belum tentu mengerti di segala aspek. Pekanya hati dan pikiran, belum tentu mengarahkan kepada sesuatu kebaikan. Jika tanpa diiringi dengan niat yang baik. So, "pinter pinterlah nyeleh awak" lebih pintar dalam menempatkan diri. 

Minggu, 15 Januari 2023

Mengambil Foto Seenaknya


Please, leader yang baik seperti apa? Mari guys, untuk sering membaca buku tentang leader and leadership. Jika hanya mengambil foto seenaknya tanpa izin, apakah itu bagian evaluasi, atau hanya ingin mempermalukan orang? Dimana sebetulnya otak anda, dan bagaimana anda sebetulnya berpikir. Anda punya hak untuk mengambil foto. Tapi, kami pun juga punya hak untuk TIDAK MENGIZINKAN !

Leader memang harus memberikan tauladan yang baik, tapi leader juga harus memiliki sikap bijaksana di berbagai persoalan. Tidak hanya, asal mengambil foto yang dari sudut "seolah", sebab akan menimbulkan presvektif dan asumsi yang berbeda. Oh My God,,, sadarkah anda hal demikian sangat merugikan! Maunya mengendalikan orang, agar tunduk dan semua kebijakan nurut di anda? Itu namanya otoriter dong.

Semua ide dan masukan tidak akan tembus. Apakah hal seperti itu adil? Apa sebetulnya yang dibenak anda? Leader yang diterapkan memang haruskah otoriter. Rasanya ingin sekali mengatakan "Yuk, sekolah lagi, biar tambah pengalaman". Agar sadar, tindakannya sangat merugikan. Selain itu, minimal agar tahu tipe-tipe leader dan cara memimpin yang baik. 

Jika hal demikian, orang akan merasa terus tidak nyaman. Apakah memang tujuannya agar tidak nyaman dan yang diharapkan untuk resign. Katanya harus istiqomah. Kok plin plan sih. Kalau ingin mengevaluasi, minimal di forum yang resmi dong, jangan seenaknya menyomot foto. Intinya, hanya mencari salah dari bawahan.

Iya sekarang seperti "bos" apakah hal tersebut abadi? Dan yang menjadi bawahan anda, terus anda remehkan tidak bisa karirnya naik? Oh tidak, ada Allah Maha Tahu. Semua akan diadili Allah di waktu yang tepat, jika anda terus demikian. Semoga kami bisa mengambil hikmah dari kejadian beberapa hari dan sampai hari ini. 

Pantai Sine Dengan Segala Cerita Hari Itu



Berkunjung ke pantai sine bersama-sama. Ke pantai sine bukan hanya semata berkunjung beramai-ramai saja, tujuan utamanya adalah Tahaddus Binikmah untuk mensyukuri nikmat Allah. Melihat kekuasaan Allah, pantai sine yang luas, cemara sewunya dan berbagai warung yang menyediakan berbagai ikan laut segar.

Kita berempat belas dengan membawa tiga mobil. Tanpa rencana panjang, yang ingin berangkat ikut saja. Titik kumpul pun ditentukan secara mendadak. Tapi, Alhamdulillah bisa terealisasi. Kalau berwisata bersama seperti ini, mempererat silaturrohim, sejenak menghilangkan beban dan tugas berat melepas penat segala beban pekerjaan.

Garis besarnya, berwisata hak siapa saja. Mengapa, masih ada yang mencurigai segala yang kita lakukan. Toh, uang yang digunakan uang pribadi masing-masing. Apapun opini segilintir dari mereka, anggap saja mereka iri. Iri belum bisa ikut, merangkul dan membuat nyaman teman-teman.

Cerita ketika sesampai di pantai sine, kami berfoto bersama-sama. Menikmati semua pemandangan dan sekitar di cemaranya. Lalu, salah satu dari kita mencari warung yang enak dan sesuai kantong. Ikan laut yang dibakar dengan sambelnya yang istimewa. Sedangkan sebagian dari kami bermain pasir, bandulan dan makan jajan yang kita bawa dari rumah.

Perlu diketahui yang berkunjung di pantai sine, tidak hanya kita. Ternyata banyak yang berseragam sama dan berombongan. Sedangkan saya ke pantai, tanpa berganti kostum dari acara resmi, sehingga saya pakai gamis. Namun, tidak mengurangi happy kita semua. Terima kasih semuanya teman-teman untuk hari ini. Alhamdulillaj semoga kita semakin kompak. Mari terus berlanjut, diagendakan untuk selanjutnya berwisata kemana. 

No rewel-rewel lak rewel mboten usah di ajak.

Sabtu, 14 Januari 2023

Harapan Tiga Puisi Tisya



Cabang puisi, akhirnya mendapatkan juara harapan tiga di DAFA COMPETITION. Nomor urut penampilan yang kedua, Alhamdulillah syukur yang tiada terkira. Gusti Allah memberikan yang terbaik, dengan segala persiapannya.

Ananda Tisya dari kelas IV, selalu memberikan tampilan yang totalitas dan maksimal. Power, artikulasi dan ekspresinya selalu mudah untuk diarahkan. Sering saya menasihatinya, ketika latihan dan matanya menunjukkan tanda seperti "lelah" dan sedikit berkaca-kaca menahan tangis, saya mengatakan bahwa "menjadi juara itu memang tidak mudah, tapi kita harus berjuang semaksimal mungkin untuk mendapat predikat juara".

Saya menyadari, ketika mencetak generasi yang kuat mental dengan berbagai pengalaman juga tidak mudah. Kadang-kadang saya juga tegas kepada mereka. Seperti hari ini mendapatkan juara harapan tiga, cukup membanggakan. Dan rasa bangga tersebut, kita tunjukkan dengan segala apresiasi kepada anak didik kita. Jangan cepat puas, dengan apa yang kita dapatkan hari ini. 

Harus tetap semangat, mengevaluasi dan introspeksi agar kita tetap tawadu'. Hari ini cukup mencengangkan sebab banyak dari lembaga lain perwakilan yang dikirim hampir setiap lomba ada. Sedangkan Tisya adalah satu-satunya perwakilan dari sekolahnya. Ah,,, rasanya terharu. Pengalaman pertama bagi Tisya di cabang lomba puisi, sebab dia biasanya di bidang lomba pidato Bahasa Inggris.

Menjadi juara perlu mental kuat, disiplin dan semangat. Semangat dari orang tua, guru dan diri sendiri. Minimal menanamkan bahwa "saya bisa, saya juara". Di iringi dengan semangat berlatih yang tinggi. Intinya, jika memang mau juara, jika latihan jangan malas, suka berkecil hati dan tersinggung jika diberi masukan. Hal-hal seperti demikian, akan membuat sukar jalan untuk berkompetisi.

So Happy and Proud And Big Thanks to Tisya. Ayo, semua pasti bisa dan kalian pantas menjadi juara. Optimis, percaya diri to be Winner next competition.

Rabu, 11 Januari 2023

Sepuluh Terbaik Maju Ke Babak Final



Bermodalkan tekat yang kuat dan Bismillah, pada Dafa Kompetisi kami berenam berangkat. Merekam dengan fasilitas yang seadanya. Di waktu liburan semuanya, kita berjuang untuk latihan. 
Enam siswa kami persiapkan di antaranya Tisya, Nizam Kelas IV cabang lomba Puisi, Filjinan kelas V cabang lomba Puisi dan Habibah. Kemudian ada Safira kelas IV dan Alfian kelas V di cabang lomba Pidato Bahasa Indonesia. Pengambilan video oleh Pak Muhsin, untuk kelengkapan data dan teks, PJ nya masing-masing. 
Nizam dan Filjinan dilatih oleh Bu Shely, sedangkan yang empat lainnya saya latih. Kesempatan ini kami ambil, sebagai ajang untuk pengalaman, kalau masuk final dan menjadi juara maka harus bersyukur. Kurang lebih tahap upload dan seleksi hampir sepuluh hari. Setelahnya akan diumumkan sepuluh terbaik.
Ketika pendaftaran online daya melihat setiap lomba, kurang lebih diikuti oleh tiga puluh empat lembaga. Dan masing-masing minimal mengirimkan dua delegasi. Ikhtiar dan terus berusaha, meskipun kadang setiap langkah ada cibiran, dan penggampangan dari pihak-pihak tertentu.
Sampailah pada pengumuman ternyata dari enam delegasi yang dikirim dari lembaga ini, hanya satu yang masuk di babak final. Yakni Tisya kelas IV, dicabang lomba puisi. Final akan dilaksankan secara langsung di lokasi yakni MTs Darul Falah Bendil Jati di hari Sabtu, 14 Januari 2022.
Semoga mendapatkan yang terbaik. Bismillah dan terus berlatih. Meskipun di hari itu, bersamaan dengan agenda guru-guru Kemenag di Kalidawir. 

Selasa, 10 Januari 2023

Rihlah Bersama Anak Yatim Mandiri Sanggar Mirigambat

 



Pengalaman pertama bersama anak binaan yatim di sanggar Mirigambar untuk mengadakan rihlah bersama. Minggu, tanggal 8 Januari 2023. Menggunakan kereta kelinci dan membawa bekal secara mandiri. Acara ini dikonsep oleh orang tua wali mereka. Guru sebagai pendamping dan tim hore saja. Di kelompok sanggar Yatim Mandiri Mirigambar ini semua kompak.

Dua gerbong kereta kelinci semuanya penuh. Yang memiliki kerabat seumuran bisa mengikuti selagi tempatnya cukup. Kami berangkat sekitar pukul setengah delapan, berkumpul di masjid Al Hikmah Mirigambar. Tujuan pertama adalah ke Boyolangu, awalnya saya mengikra akan ke taman Nangkula Kendabulur, ternyata dugaan saya salah. Kereta kelincinya masih jalan terus ke utara. 

Setelah itu menulusuri sawah-sawah yang sangat luas. Indah sekali pemandangannya, disekitar sawah tersebut juga banyak Bapak- Bapak yang sedang memancing. Semua sangat bergembira, ada dari ibu-ibu di kereta berselfi ria. Anak-anak banyak yang sibuk makan snack. Sedangkan saya masih bergumam "ini mau kemana?" diselimuti pertanyaan yang penuh penasaran.

Ternyata tujuan pertama adalah di warung Tegal Pule Jenang Pak Lasimun. Ini pertama kali saya berkunjung di tempat ini. Warung ini memilki tempat yang asyik secara keseluruhan, menunya juga enak-enak dan rekomended untuk keluarga atau sekedar nongki bersama teman. Bahkan ada joglo untuk ruang VIP mungkin pertemuan atau rapat. Lalu, ada tempat pemancingan, semua tempat sangat instagramabel. Unik untuk dibuat foto.

Tujuan kedua adalah di kebun blimbing Kuto Anyar masih di kawasan Boyolangu. Saya juga masih kali pertama berkunjung di sini. Sebagain besar dari kita, membeli oleh-oleh buah blimbing. Di tempat ini juga, anak-anak asyik bermain kelinci dan prosotan. 

Tujuan ketiga dalah ke gunung budeg. Gunung budeg sebetulnya sudah viral lama. Namun, lagi-lagi saya masih pertama kali ke gunung ini. Indah dan ada tangga untuk mencapai puncaknya. Sebab waktunya siang bolong, sehingga panas, saya hanya menaiki tidak sampai separuh. Anak-anak ada yang sampai pada makan dan candinya. 

Harapannya semoga rihlah ini memberikan manfaat yang berarti bagi mereka. Minimal semakin semangat dalam ngaji dan belajar. Lalu, semua yang dikaruniakan oleh Allah kepada kita apapun bentuknya patut di syukuri. Saya mencoba menjelaskan kepada mereka, bahwa rihlah atau tadabur alam, rekreasi apapun istilahnya, kita harus banyak bersyukur kepada Allah.

Salam Happy Sunday

Senin, 09 Januari 2023

Tulus



Sebetulnya ketulusan akan lahir dari hati yang jernih, tanpa ada suudzon sekecil pun. Pembiasaan tulus harus dibangun sedini mungkin. Seiring berjalannya waktu dan keilmuan yang telah di dapatkan.

Kehidupan yang kita jalani setiap detiknya tidak akan ada yang tahu. Rencana hanyalah sebatas tatanan manusia yang sangat bisa berubah setiap saat. Kecuali, ditakdirkan atas izinNya. Seperti kisah seorang teman, yang dia sangat jujur dan tulusnya yang luar biasa. Kadang-kadang kejujurannya dan ketulusannya membuat saya salah satu dari temannya jengkel. Apabila ada sesuatu yang kurang pas menimpanya.

Semua yang terjadi kata dia "dianggap seperti kentut belaka" memang sedikit jorok "kentut" tapi itulah prinsipnya. Jika dia disakiti bahkan di dzalimi. Sehingga katanya tidak pernah mikir, orang yang menyakitinya. Di sebuah teori perasaan hal ini bisa dikatakan bahwa hati kita tidak mengizinkan kesakitan itu masuk meracuni diri sendiri.

Bagi yang belum memiliki rasa itu, rasanya sulit menerapkan. Namun, untuk beberapa hal memang perlu. Tulus dengan segala keadaan, jatuhnya ikhlas seutuhnya. Yang akan membawa kepada kebaikan salah satunya pahala. Selanjutnya, mereka yang tulus dan ikhlas akan membawa kepada hati yang sangat lapang. Sehingga tidak mudah tersinggung. 

Arti kata tulus, juga jangan pernah di permainkan. Apalagi memperlakukan orang yang memiliki kata tulus dengan seenaknya,  bahaya. Hatinya yang luas, ketika semua hal yang terjadi dihaturkan kepada TuhanNya. Sehingga, setiap hal yang dilakukan kita apalagi berurusan dengan lisan harus benar-benar hati-hati. Saja juga merasa kadang orang yang tidak enakan akan sering bertemu orang yang sangat rewel atau ruwet atau "sakkarepe dewe". Maka, satu-satunya jalan dengan dihadapi dengan penuh kesabaran, tapi jangan izinkan untuk masuk menyakiti. 

Salam semangat

Sabtu, 07 Januari 2023

Sudah Saatnya




Angkat Kaki dan Tangan

Tuk Menghentikan Mulut Pedas 

Atas Kejahatan Politik Mereka


Sudahkah Perutmu Kenyang

Akan Kekuasaan Nepotis Yang Kau Lakukan

Sudah Muak Dan Gregetan


Sukses Tidak Hanya Milikmu

Semua Berhak Menjemputnya

Semena-mena Menilai Seakan Suci Sendiri


Kau Adukan Ke Barat Dan Timur

Mengolah Fakta Menjadi Fitnah

Demi Perut Kekuasaan


Ingat

Tuhan Maha Mengetahui

Sekalipun Kau Bersembunyi

Rabu, 04 Januari 2023

Upacara Hari Amal Bhakti Kementrian Agama 2023

 




Upacara hari amal bhakti di GOR Lembu Peteng Tulungagung diikuti oleh seluruh guru di Madrasah baik negeri atu swasta. Mengusung tema "Kerukunan Umat Untuk Indonesia Hebat". Kami dianjurkan memakai baju adat. Sehingga upacara di Selasa, 3 Januari 2023 sangat meriah. 

Semua guru madrasah menggunakan baju adat, penyuluh agama menggunakan batik seragam lalu guru RA menggunakan batik IGRA. Hitam putih untuk para petugas upacara. Benar-benar mencerminkan bahwa kita Bhineka Tunggal Ika. 

Pada amanat upacara disampaikan oleh kepala Kemenag Kabupaten Tulungagung, saya menggaris bawahi beberapa hal, diantaranya. Pertama pergantian tahun dari 2022 menuju tahun bru 2023 hendaknya dimaknai dengan khusus. Kedua, bertanya kembali sudahkah kita mengabdi sebagaimana khittahnya Kemenag. Ketiga, mengajak para ASN untuk memperbaiki niat demi melayani masyarakat.

Keempat bahwa jangan sampai diantara kita ada perpecahan, provokator apalagi menyambut pemilihan 2024. Hanya disebabkan suatu pilihan politik yang berbeda. Maka harus kita pegang teguh kerukunan antar umat beragama dan toleransi. Sehingga Indonesia Hebat akan terwujud.

Suasana yang menarik di lokasi adalah salah satu MTs Negeri 4, yang semua gurunya totalitas dalam memakai baju adat. Samping kanan dan kiri kami berbaris pun juga demikian, ada banyak kostum mulai dari Bali, Kalimantan, Madura, dan Sumatra. Tentu saja yang mendominasi adalah baju kebayak Jawa dan laki-lakinya indentik dengan blangkon. Dari situ kita tahu, Indonesia itu luar biasa hebatnya. Bangga rasanya dengan negara tercinta.

Lalu hal menarik lainnya adalah, momen foto bermusafahah dengan teman, sesama seprofesi. Moment bertemu bersilaturrohim kembali dengan guru kami dulu, yang Alhamdulillah kami mengikuti jejak beliau yakni dengan profesi yang sama. Selanjutnya, foto bersama dan melihat banyaknya guru yang diberikan penghargaan serta beberapa madrasah negeri pada prestasi yang telah berhasil didapatkan melalui lomba-lomba tingkat Nasional. 

Semoga Kementrian Agama Republik Indonesia semakin berprestasi di berbagai bidang dan semakin jaya. Menjadi pelayan masyarakat terbaik. Para jajaran pimpinan serta pejabat semakin amanah dan adil serta barokah. Amin. Salam semangat dan selamat Hari Amal Bhakti Ke 77.

Selasa, 03 Januari 2023

Semester Genap Di Tahun Baru 2023





Pelajaran Pertama di awal semester genap dan di tahun baru pula 2023 adalah Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Harusnya, mereka olahraga yang identik praktek di lapangan. Kali ini sedikit berbeda, mengenalkan olahraga dengan teori terlebih dahulu.

Selain menerima pelajaran, terlebih dahulu dikenalkan mata pelajaran yang sedikit berbeda dengan semester ganjil. Sebab, di semester ganjil menggunakan Kurikulum 2013 identik dengan Tematik. Saat ini, menggunakan Kurikulum Merdeka, yang muatan pelajaran akan dipecah menjadi satu persatu. Sebetulnya, hak demikian memberikan angin segar baik bagi gurunya maupun siswanya. Minimal, dalam belajar lebih mudah dan lebih fokus.

Materi yang dipelajari di hari pertama ini adalah tentang Variasi Pola Gerak dalam Aktivitas Senam Lantai. Saya mencoba, membiasakan untuk mereka sebelum mengerjakan soal membaca terlebih dahulu. Jenis membaca yang saya instruksikan adalah membaca dalam hati. 

Ternyata, ada beberapa situasi yang saya temukan. Pertama, membaca sampai tertidur. Sehingga, ketika tanya jawab, dia hanya terdiam. Kedua, membaca hanya dibolak balik, hanya dibaca beberapa sub babnya saja. Ketiga, dibaca dengan serius, sambil digaris bawahi point penting. Tipe ketiga ini, mereka memiliki semangat yang besar, katanya "mumpung bukunya baru bu". Kelebihannya lagi, mereka sangat lancar dalam mengerjakan soalnya dan ketika ditanya pasti bisa menjawabnya.

Mari di awali dengan Bismillah dan niat serta tekat bulat yang tinggi. Dan semoga semester genap ini, kalian lebih semangat dalam belajarnya. Terutama pembiasaan untuk membaca harus ditingkatkan. Mari terus berprestasi salam semangat.

Wanita Tangguh Adalah Umiku


Wanita tangguh adalah ibu. Sepertinya siapa pun, akan tetap mengidolakan ibu. Dan setiap anak pasti memiliki rasa bahagia dan hangatnya seorang ibu. Terlepas dari apapun kisahnya dan momennya. Saya pun juga demikian, maka benar memang "jimat" seorang anak hanyalah doa ibu. Surga di telapak kaki ibu, sebegitu mulianya hati ibu.

Tiba-tiba brebes terharu mengingat perjuangan Umik saya. Sepertinya tidak bisa di sebutkan satu persatu. Segala yang dilakukan beliau untuk putra putrinya. Ceritanya saya pernah harus kembali Malang, dengan jadwal jam bus paling akhir, ternyata hujan lebat melanda, sedangkan posisi Umi dan saya masih menaiki kendaraan bermotor tanpa jas hujan. Namun, beliau tiba-tiba berhenti di warung bakso, mengutus saya turun dan makan. 

Setelah beliau memesankan bakso untuk saya. Beliau matur "tunggu di sini, sampek Umi kembali, sambil menunggu hujan berhenti, habiskan baksonya". Beliau nekat menerjang hujan rela basah kuyup hanya demi untuk membeli jas hujan untuk saya. Yang membuat menangis adalah beliau hanya membeli satu untuk saya. Beliau tetap hujan-hujanan dan basah kuyup.

Hati saya rontok, seakan tidak mau balik ke Malang. Ingin balik ke rumah saja. Tapi kata Umi "westo pasti ada bus, slamet sampek Malang, dan sekolah tolabul ilmi sing tenanan". Benar-benar air mata saya tidak bisa di hentikan. Beliau tetap dengan basah-basahan menunggu bus datang dan memastikan saya masuk tanpa basah sehelaipun. Di bus pada waktu itu, saya nangis tanpa henti, dan hanya berdoa serta sholawat tanpa henti.

Padahal biasanya ketika naik kendaraan umum, saya pasti tidur apapun suasananya. Kali itu, saya nangis sesenggukan, meskipun lirih tapi entah merasa banyak dosa dan nelongso sekali hati saya melihat Umi. Dua puluh menit kemudian, saya menelfon Umi, tapi belum diangkat, pikiran sudah melayang. Setelah sepuluh menit kemudian, Umi menelfon balik dan berkata "wes teko endi?" Saya pun belum menjawab tapi malah berbalik tanya "Umi, mpun dugi ndalem? Sampun siram?" Hati ibu pasti sangat paham, beliau menjawab "uwes, gak usah khawatir, teko endi saiki sampeyan?" Tapi saya malah menangis. Ah,,,, setelah itu saya mengambil nafas agar lebih tenang dan menjawab pertanyaan beliau.

Itu hanya secuil cerita. Masih banyak cerita yang lebih haru. Bagaimana tangguhnya, seorang ibu. Menjadi garda terdepan untuk anaknya. Wanita kuat di segala kondisi, wanita bijaksana meskipun kata orang beliau terkenal "tegasnya" terhadap anaknya. Penuh dengan disiplin terutama kaitannya dengan ilmu agama, sholat, ngaji dan lain-lain.

Semoga kita sebagai wanita, juga harus hebat, kuat, dan ibu yang baik untuk putra putri kita. Dan ibu kita diberikan kesehatan serta umur yang barokah. Bagi teman-teman yang sudah ditinggalkan Ibunya, saatnya terus di setiap sujud untuk melantunkan doa untuk beliau.

Salam semangat

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...