Bersama guru genius dan guru
ngaji di naungan Yatim Mandiri Tulungagung, mengadakan rihlah ke Malang Jatim
Park 2. Kami berangkat pagi hari bersama dua puluh lima orang. Tentu saja,
menggunakan bus mini. Dari rombongan hanya lima laki-laki diantara ada Pak
Alwi, suami Bu Tia, Pak sopir, Pak Kernet dan Tristan, putra pertama Bu Ulvi.
Allhadmulillah, perjalanan
lancar sepanjang jalan menuju Malang di benak saya hanya satu “mengenang perjalanan
saya dulu”. Ternyata betul, jalan yang dilewati bus memang jalur yang selalu
saya lewati, Cuma tidak melewati Bendungan Lahor. Rombongan singgah di Pom
Selorejo untuk sarapan bersama nasi kotak yang sudah disiapkan.
Beberapa teman sudah tertidur
pulas, tapi saya belum bisa tertidur sebab sangat menikmati pemandangan dan
ramainya lalu lintas, artinya saya sangat menikmati perjalanan kali ini.
Mulai
masuk pangkalan bus biasanya sebutan daerah Kacuk, lalu masuk kota melewati
kampus ternama UM, UB lalu arah ke Dinoyo. Melewati kampus almamater UIN Maliki
Malang, lumayan padat dan macet untuk arah Dinoyo.
Banyak gedung-gedung yang
sudah direnovasi mulai dari ruko-ruko sekitar UIN Malang. Semakin indah semakin
maju Malang ini. Lalu dari pertigaan Dinoyo langsung ambil arah ke kiri menuju
Batu. Melewati kampus Unisma, UMM dan kampus dua Pasca Sarjana UIN Malang lalu
Jatim Park 3 yang semakin megah.
Setelah itu, sampai ke Jatim
Park 2, pesan tiket dan pengambilan foto terlebih dahulu, sebab teman-teman takut
sudah luntur make upnya. Lalu pesan tiket satu orang tiketnya Rp. 160.000,00
sekalian di Eco Green. Tujuan pertama langsung ke Eco Green, sambil foto
bersama terus jalan menikmati hewan-hewan yang ada di sana, mulai dari alpacha,
keledai, ayam, swan berbagai macam bangau, dan masih banyak lagi.
Sekitar pukul 13.00 kita
mulai masuk Jatim Park 2 aslinya. Subhanallah selain berbagai hewan yang kita
temui, mulai dari hewan yang cute, samapai yang benar-benar buas, buaya,
berbagai macam harimau, singa, berbagai macam sapi, gajah, jerapah dan semuanya
membuat hati semakin berkata “Subhanallah, sungguh Maha Kuasa Engkau Rabbi”.
Padahal ke Jatim Park 2 ini bukan kali pertama, tetapi tetap membuat takjud
dengan segala isinya.
Semua diisi dnegan foto dan
berguarau sepanjang jalan bersama rombongan. Lucunya lagi, kami punya jargon “jangan
biarkan Bu Eka, foto sendiri” sehingga fotonya selalu bersama-sama. Pada waktu
itu cauaca memang tidak menentu, kadang panas, kadang gerimis manja. Sempat melihat
proses bagaimana memberi makan hewan singa, ternyata benar-benar menakutkan,
raungannya betul-betul menunjukkan bahwa dia hewan buas yang menakuktkan.
Ketika di separuh perjalanan
di wahan-wahananya Jatim Park 2, hujan deras melanda, kami menenduh di foodcourt
sambil makan dan menikmati huja deras yang tak begitu lama selesai. Kami melanjutkan
kembali perjalanan menuju pintu keluar yang amsih disuguhkan di museum satwa. Semuanya
isinya satwa-satwa yang sudah mati dan diawetkan, Masyallah indah betul bahkan
ada berbagai insecta semuanya ada.
Sekitar pukul 17.00 kami menuju
tempat pusat oleh-oleh dan sambil sholat mahgrib. Selanjutnya kita melanjutkan
perjalanan pulang. Semuanya lelap tidur, tapi entah mengapa saya tidak bisa
tidur, sebab tempat saya duduk diatasnya tepat sunds busnya, lalu volumenya begitu
keras. Sampai memaka saya hampir dua tiga kali meminta Pak Kernet untuk
menurunkan volumnya.
Makan malam di sekitar
Blitar Kesamben, rawon panas. Lalu setelahya, semua melanjutkan tidur. Ternyata
saya terbangun sudah mulai masuk ke Tulungagung Kates. Hp saya ternyata banyak
telfon dari suami dan Umik. Memang saya kalau sudah tidurm sudah pelor,
setelahnya memberi kabar dan siap-siap mau turun di Kromasan. Alhamdulillah sampai
rumah pukul 23.00 langsung sholat dan istirahat.