Kamis, 29 Juli 2021

Jangan Biasa



Biasa Seenaknya, Itu Karakternya

Biasa Sebebasnya, Itu Lagunya

Biasa Seliarnya, Itu Wataknya


Jangan Biasa

Tak Bagus Dan Tak Baik

Menjadi Sorotan Karena Biasa


Jangan Karena Biasa

Minta Untuk Di Maklumi

Minta Untuk Di Hadiahi


Jangan Karena Biasa

Seenak Menginjak Hak 

Dan Menindas Mereka


Jadilah Contoh Yang Baik

Yang Luar Biasa

Jangan Biasa Biasa Saja


Merekah



Merekah Membuka Segar

Menawan Mewarna Bugar

Mewangi Sumerbak Ke Bumi


Indah Membuka Sanubari

Melekat Menjadi Mengiringi

Menarik Memikat Hati


Jangan Berhenti Merekah

Terus Dengan Menebar Berkah

Tanpa Harus Merasa Megah

Selasa, 27 Juli 2021

Metode Tak Selama Sempurna



Ketika melaksanakan sebuah metode pembelajaran, yang diterapkan. Ternyata metode itu tidak selamanya dikatakan sempurna. Pasti ada kelebihan serta kekurangan.

Lalu kenapa masih tidak mau dikatakan bahwa metode itu mempunyai kelebihan dan kekurangan. Memang butuh penelitian yang kuat terhadap hal ini. Namun, jangan menutup diri jika ada penelitian dan takut akan statement bahwa metode tersebut ada kekurangannya.

Jika ada kekurangan setidaknya ada koreksi dan evaluasi. Untuk mendapatkan sebuah solusi yang terbaik. Selain itu agar mendapatkan sebuah penemuan dan penambahan terbaik.

Salah satu kekurangannya kenapa menerapkan metode ini "anak dianggap buta huruf" menurut saya dasar ini bertolak belakang dengan teori yang ketika kuliah saya dapatkan. Lalu metode ini mempunyai kekurangan seperti teacher center, menghabiskan suara gurunya.

Namun, kelebihannya juga ada, salah satunya adalah anak akan cepat mengingat materi yang di dapat. Tapi tak tahu tulisan atau bahkan tak bisa membaca.

Sebenarnya apapun metodenya, jika tujuannya sama tidak masalah. Yang perlu di perhatikan adalah targetnya. Seperti logika, jalan menuju kota sangat banyak, tinggal kita milih jalan yang mana. Jalan yang repot, terlalu beresiko atau jalan tol.

Sabtu, 24 Juli 2021

Tak Faham Lagi




Merasa Benar Meski Itu Salah

Semua Yang Waras Harus Mengalah

Jika Ada Pembenaran Dianggap Babah


Pengalaman Membuat Tahu

Cukup Untuk Menjadi Guru

Diam Emas Yang Tersimpan Di Saku


Berharap Ada Keajaiban Berharga

Sadar Akan Menjadi Mimpi Nyata

Hingga Maaf Sebagai Tanda


Kebisuan Akan Kesalahan

Menutupi Kemunafikan

Jangan Kau Lanjutkan

Jalan Bahagia



Menunggu Yang Terkasih

Bukan Hal Yang Mudah

Penantian Dalam Doa

Keyakinan Jawaban DariNya


Terimakasih Kepada Yang Tersayang

Menerimaku Dengan Segala Keadaanku

Aku Tak Bergelimang Harta

Tapi Benar Murni KarenaNya


Kesabaran Menyertai Jalan

Beriringan Kaki Melangkah

Satu Terjatuh Satu Membangkitkan

Menjadi Segala Penguat


Tangis Tersedu Adalah Bumbu

Mengiringi Senyum Bahagia

Kita Pun MeyakiniNya

Keberkahan Setiap Hembusan Menjadi Cita


Di Luar Sana

Yang Menghakimi Merendahkan

Karena Kesataraan

Berhentilah 

Semua Manusia

Punya Jalan Bahagia Sendiri

Karena Duit



Buta Karena Duit

Hingga Jasa Tak Berharga

Buta Karena Duit

Seakan Semua Keringat

Adalah Usahamu

Buta Karena Duit

Hingga Jasa Tak Penting

Karena Duit

Kamu Seenak Otakmu

Karena Duit

Kamu Seenak Mulutmu

Lihat Saja

Duitmu Bukan Segalanya

Lihat Saja Dan Tunggu

Kemusnahanmu Karena Duit

Duit Itu Dari Tuhan

Dan Sekejap Pun Bisa Hilang

Awas



Pola Pikir Kolot

Melekat Menjadi Otot

Menjadi Manusia Bolot


Keegoisan Yang Melekat

Keangkuhan Yang Memikat

Seakan Paling Kuat


Nafsu Menjiwai Keinginan

Kehendak Menjiwai Pemaksaan

Tak Mau Menghiraukan Penilaian


Manusia Lain Hanya Kau Anggap Kapas

Yang Tak Mampu Dan Tak Pantas

Hingga Mudah Kau Bilang Awas


Jumat, 23 Juli 2021

Pithil brambang

 

Take Picture By Dek Fahmi

Pithil brambang adalah memotong daun bawang merah, untuk di jual. Setelah di panen, dan di bawa pulang, dari karung di keluarkan. Lalu di tata di tempat yang luas dengan tujuan agar kena angin dan atus. Nah, kalau sudah dilihat oleh pengepul.

Dan telah melalui akad kesepakatan harga. Selanjutnya ibu-ibu akan beramai-ramai gunting daunnya. Selain berkumpul dan bercengkrama sambil bekerja menggunting daun bawang merah.

Memotong daun bawang merah seharga tujuh ratus rupiah. Lumayan, ya karena dua jam aja kalau amatiran saja bisa mencapai tiga puluh kilogram. Pokoknya bisa buat beli kebab atau kalau ibu-ibu bisa beli sayur dan daster.

Sebagai tuan rumah yang panen itu, menyediakan minuman dan makanan ringan, seperti kripik, buah semangka dan ada dawet juga. Kalau waktu sholat semua akan berhenti, dan istirahat pulang, sholat atau makan siang. Sekitar pukul dua siang mulai lagi, untuk pithil brambangnya.

Seru juga ternyata, karena sambil bercengkrama, tangan tetap menggunting menghasilkan uang. Ada juga yang sangat cepat mengguntingnya, sehari bisa sampai tujuh puluh kilogram.

Nanti kalau malam mereka akan balik lagi, sekuat tenaga mereka. Ada yang pukul sembilan malam pulang, tapi ada juga yang sampai pukul sebelas malam. Biasanya kalau lembur, gegara besok paginya akan di ambil oleh pengepul.

Dukanya, biasanya pinggang akan terasa nyeri, maka harus sering berubah posisi duduk. Lalu, tangan akan terasa panas n pegel karena gunting. Nah ini bisa diakali dengan pakai sarung tangan. Itulah seklumit cerita tentang panen brambang atau bawang merah dan prosesnya potong daunnya.



Kamis, 22 Juli 2021

Panen Bawang Merah



Musim panen raya bawang merah. Iya di desa kami tercinta Mirigambar, dusun Miridudo kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung. Penduduknya yang sebagian besar sebagai petani kali ini alhamdulillah bisa panen raya bawang merah.

Meski di bulan kemarin sempat kebanjiran gegara cuaca yang tak menentu. Alhamdulillah masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk tetap bisa panen. Memang bawang merah itu perawatannya harus cukup ekstra. Karena tidak memungkiri ketika ada hama atau penyakit itu pasti akan cepat menular.

Seperti contoh jika ada sawah si A ada penyakit daun menguning, itu dengan cepat tetangganya juga menguning. Sehingga petani di sini harus cepat tanggap untuk menyemprotkan obat.

Namun, bersyukurnya adalah kali ini harga bawang merah naik dan bisa di bilang baik. Contoh bawang merah kali ini dari petani perkilonya bisa mencapai dua puluh ribu atau lebih. Nah, satu petak tanah uang yang dihasilkan senilai lima belas juta sampai delapan belas juta. Kembali modal dan tenaga dan alhamdulillah mendapat laba.

Bawang merah itu umurnya dari awal nanam terhitung enam puluh hari, sekitar dua bulan setengah. Mendapatkan uang sekian juta, itu sangat joz.

Selamat panen raya para petani hebat desaku.

Semoga selalu barokah.

Aminn

Selasa, 20 Juli 2021

Khutbah Idul Adha



Dua kali Idul Adha di masa pandemi. Alhamdulillah masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk menjalankannya. Sejatinya Idul Adha 1442 H, ini banyak terbesit doa salah satunya bumi lekas sembuh dari wabah covid 19.

Hari ini masih diberi kesempatan untuk melakukan sholat idul adha di masjid Al Hikmah Mirigambar. Seperti biasa, imamnya kakek saya H. Hasyim Yusuf, yang menaikkan khutbah adalah Pak Suyoto, lalu mendengarkan khutbah, yang bertugas sebagai khotib adalah om saya sendiri H. Noer Kholis. Beliau selalu menyampaikan khutbah dengan bahasa dan isi yang mudah difahami. 

Saya menangkap, ada beberapa poin, diantaranya:

1. Selalu berjalan diiringi ketaatan kepada Allah, menaati segala aturanNya dan  menambah amaliyah kesyariatan

2. Melaksanakan kegiatan  di era pandemi dengan ikhtiar dhohir dan batin. Dhohirnya mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Kemudian batiniyahnya selalu ingat kepada Allah SWT.

3. Moment idul adha adalah bentuk ibadah kesyariatan yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Selain itu moment idul adha adalah bentuk rasa sosial, kepedulian,  menghapus kesenjangan antara yang mampu/kaya/berkecukupan dengan yang kurang berkecukupan/miskin/kurang mampu.

4. Banyak harapan serta doa idul adha ini mendapatkan RidhoNya serra keberhakan

5. Lalu beliau menyampaikan hadits yang kurang lebih artinya "tidak akan diterima daging kurban seorang hamba, kecuali ketaatannyalah yang menghantarkannya"

Itulah beberapa isi khutbah di hari idul adha hari ini. Semoga selalu membawa keberhkahan dan yang paling utama adalah nikmat kesehatan.

Minggu, 18 Juli 2021

Wah Hanya Cari Aman

Manusia itu makhluk sosial. Tidak bisa  hidup sendiri. Tepo seliro, saling tolong menolong tenggang rasa.

Hal tersebut sudah sewajarnya. Jika manusia meninggikan ego jatuhnya akan menjadi manusia yang individual. Individual itu menyiksa, karena semua hal sendiri.

Tidak percaya, coba saja kalau mau!

Jika sudah menyadari sebagai makhluk sosial maka sudah harus siap dengan komentar atau pendapat orang lain. Karena makhluk sosial hidup bersama dengan orang lain, harus berinteraksi dengan orang lain. 

Pernah suatu hari, ada gambar seorang anak dan bapaknya menaiki keledai yang kecil. Nah ada gambarannya, pasti ada hal-hal yang setiap orang berpendapat. Dan ini itulah tetap salah mata mereka. Nih ada gambarnya di bawah ini ya ⬇


Kemudian, jika semakin banyak bersosial dan berinteraksi dengan yang lain, banyak hal yang kita ambil dari mereka. Seperti pengalaman, ilmu dan hikmah-hikmah cerita dari orang lain, bahkan tipe-tipe orang, gaya bergaul mereka. 

Nah, saya mencoba menuliskan pengalaman bagaimana berinteraksi dengan orang, bisa mengetahui gaya serta tipe-tipenya. Salah satunya yang selalu cari aman.

Iya salah satunya cari aman. Cari aman menurut saya tipe orang yang menyebalkan. Karena ketika berinteraksi atau ngobrol, dia seakan tidak mendengarkan, tapi sebenarnya mendengarkan. Lalu tipe ini tidak mau dapat jelek, atau tidak mau dapat penilaian negatif dari orang lain.

Sehingga cari aman saja, sebenarnya tahu mana yang salah mana yang benar tapi tipe ini menyembunyikan kemampuan itu, mohon maaf ya agak kasar kalau bahasa jawa itu "macak gobloki". Lalu kalau ditanya, sedikit berbelit, kebanyakan basa basi dan sekali lagi cari aman karena tidak mau jelek nama dia.

Tipe kedua, yang selalu blak blakan artinya terbuka, jelas kalau suka bilang suka, kalau tidak benar ya diutarakan dengan jelas dan tidak tepat. Dan siap menerima resiko. Resiko kepada orang lain yang pro dan kontra. Kalau pro tidak masalah karena mungkin setipe sefrekuensi atau sama. Nah yang perlu mempersiapkan mental adalah yang kontra. Karena pasti banyak yang bertolak belakang maka harus disiapkan jawaban yang akurat dan menjelaskannya dengan baik.

Maka yang paling baku adalah kita selalu berusaha sebaik mungkin kepada orang lain, yang tahu niat baik hanyalah diri kita dan Tuhan. Coba saja, kalau kita berusaha sebaik mungkin saja masih dinilai salah. Pokoknya harus baik. Kadang susah, maka harus dipaksa dan di usahakan.

Jangan cari aman saja.

Mudah menjelekkan orang lain, tapi  menyuruh orang lain yang mengatakan. 

Sabtu, 17 Juli 2021

Belajar Lagi



Hari ini belajar lagi dengan membaca buku lagi. Buku salah satu di waktu kuliah dan karangan dosen dan guru besar di kampus tercinta UIN Malang. Bukunya berjudul Manajemen Pendidikan, oleh Prof. Dr. H. Muhaimin, M.A, Dr. Hj. Suti'ah, M. Pd dan Dr. Sugeng Listyo Prabowo, M.Pd.

Saya membaca tentang learning organization, banyak memotivasi dan baru membaca yang merasa wah begini ya, wah begitu ya, seakan menjawab pertanyaan yang terlintas.

Saya betul membuktikan kalau membaca itu membuka jendela pengetahuan yang baru. Dulu mungkin dapat mata kuliah tersebut, tapi belum begitu jelas dan menghayati. 

Mengutip pengertian dari Learning organization adalah kondisi organisasi yang mana kepemimpinan dalam organisasi tersebut menciptakan suatu sistem yang membuat orang-orang di dalam organisasi tersebut, selalu mengembangkan diri terus menerus.

Di dalam learning organization terdapat kepemimpinan. Maka konsep kepemimpinan sangat perlu kita fahami.

Sering sekali kita mendengar teori sikap bahwa para pemimpinan dianugerahi sifat-sifat yang lebih unggul. Namun, banyak teori lain ada tahapan untuk menjadi pemimpin.

Seperti mengutip Maxwell (Kasali 2007) ada lima tahap kepemimpinan, diantaranya:

Level 1: pemimpin memimpin karena Surat keputusan

Level 2:pemimpin yang memimpin dengan kecintaannya, pemimpin pada level ini sudah memimpin orang bukan karena pekerjaan

Level 3:pemimpin yang berorientasi kepada hasil, pemimpin di level ini mengedepankan prestasi kerja

Level 4:pemimpin yang menumbuhkan pribadi-pribadi pemimpin kepada anggotanya

Level 5: pemimpin yang dipilih karena karakter pesonalnya

Lalu, pemimpin dari level 1 untuk menuju level selanjutnya, ada 4 unsur yang harus dipunyai oleh pemimpin, yaitu

1. Visi

2. Keberanian

3. Realita

4. Etika

Nge-Grill Dengan Kearifan Lokal



Bersama dengan teman-teman yang sama tanpa rencana panjang dikoordinatori oleh Bu Arin alhamdulillah bisa merasakan Grill. Grill dari bahasa inggris artinya panggangan. Pengalaman baru makan bersama dengan nge-grill.

Apa yang di grill ok, disini saya mencoba menuliskan bahan-bahannya, alat dan cara nge-grill.

Bahannya adalah

1. Daging ayam (daging yang digunakan sesuai selera, bisa daging sapi) kurang lebih 1,5 kg, untuk enam sampai tujuh orang dan sudah di iris tipis memanjang

2. Bawang bombai 2 buah

3. Paprika  boleh paprika merah atau putih 2 buah

4. Bawang putih 5 siung

5. Garam

6. Kecap

7. Saus Barbeque

8. Cabai besar hijau dan merah masing-masing 5 biji

9. Cabai rawit sesuai selera

10. Jamur enoki

11. Margarin

12. Jeruk lemon atau nipis 2 buah

13. Sosis Premium

14. Air mineral


Alat yang harus dipersiapkan, diantaranya:

1. Pan, Teflon khusus untuk grill

2. Sumpit, garpu, sendok

3. Pisau

3. Mangkuk kecil

4. Ember plastik kecil

5. Kompor grill


Lalu bagaimana cara membuatnya

1. Siapkan daging ayam yang sudah diiris tipis memanjang, pisahkan antara kulit dan dagingnya, cuci bersih dan peraai dengan jeruk atau lemon dan tiriskan

2. Saus barbeque tuangkan di ember plastik kecil campur dengan sedikit air,

3. Cincang halus bawang putih lalu campurkan dengan saus barbeque

4. Cincang kasar bawang bombai, cabai rawit, cabai hijau dan merah besar

5. Iris agak tebal sosis sesuai selera dan iris jamur inokinya 

6. Lalu campurkan sedikit cincangan kasar tiga bahan di saus barbeque dan ayamnya untuk di marinasi atau direndam

7. Tambahkan sedikit garam

8. Panasi pan, dengan margarin secukupnya dan ratakan

9. Jika dirasa sudah panas, Masukkan ayam, dan sosis dan jamur inoki

10. Sambil di panggang dan di balik, biasanya ada sisa airnya, untuk tanda dia matang atau belum harus di bolak balik dan tambahkan kecap dan tunggu sampai airnya habis, lalu bisa di nikmati langsung dan diambil memakai sumpit dan mangkuk kecil.

Kematangan daging kita sukanya agak benar-benar matang, alias agak gosong, itulah bedanya lidah lokal dan lidah internasional. Hehe

Jujur sesederhana itu, tapi enak pol, maknyus, so yummy dan lezat pol. Membuat ingin nambah terus. Sampai lima kali nge-grill, tentu perut akan kenyang.

Penasaran kan,

Yuk mari mencoba,

Terimakasih kepada Bu Shofi yang menyediakan tempat. Dan teman-teman yang lain sudah hadir, terus kompak ya. Yang berhalangan hadir tidak masalah. Lain kali kita realisasikan nge-grill berikutnya dengan daging sapi. So yummy.

Itulah nge-grill dengan kearifan lokal kita.



Jumat, 16 Juli 2021

Penerang



Suaranya Cukup Merdu

Menjauhkan Rasa Sendu

Cahayanya Menjadi Penerang

Disegala Rupek Permasalahan


Jauh Dikala Itu

Perjuangan Pengorbanan Penuh Luka

Tak Menghentikan Demi Kebenaran

Tak Mengurungkan Demi Ketauhidan


Ketabahan Kesabaran Menghiasi

Senyumannya Yang Mendamaikan

Iringan Kesetiaan KepadaNya

Kaulah Satu-Satunya Teladan



Kamis, 15 Juli 2021

Mari Olahraga



Olahraga merupakan hal penting bagi tubuh kita tentu untuk kesehatan. Namun, banyak diantara kita malas untuk berolahraga. Hal ini sebabkan banyak hal. 

Salah satunya karena terlalu nyaman untuk rebahan sambil ngemil dan bermain handphone. Salah satunya saya, lebih banyak malasnya ketimbang geraknya. Kurang lebih begitulah.

Sadar atau tidak sadar olahraga merupakan bagian yang paling penting untuk ketahanan tubuh kita. Selain dengan makanan dan minuman bergizi, olahraga juga memperkuat dan merenggangkan otot serta tulang. Minimal seminggu dua kali sebisa mungkin untuk berolahraga. Selain itu, agar tubuh kita bergerak dan menghasilkan keringat.

Olahraga tidak harus yang berat, seperti jalan kaki dengan waktu empat puluh lima menit, itu menurut saya juga olahraga. Senam kecil, lari kecil atau lari ditempat pokok bergerak itulah menurut saya berolahraga. 

Seperti kali ini senam dengan iringan musik serta teriakan asyik semangat untuk hidup sehat lebih berlipat-lipat.

Mari, berolahraga

Semangat 

Rabu, 14 Juli 2021

Iya



Menunggu Itu Butuh Kesabaran

Langkah Yang Jauh Ditempuh

Namun Tak Menemukan

Sungguh Memilukan


Ketika Permohonan Semakin Banyak

Keinginan Semakin Melonjak

Ku Kira Akan Tegas Di Tolak

Kenyataannya Tidak


Selalu Mengiyakan

Meski Itu Memusingkan

Selalu Mengiyakan

Meski Kadang Memaksakan


Terimakasih Banyak

Yang Selalu Mengiyakan

Yang Selalu Mengorbankan

Agar Aku Selalu Bahagia

Pakai Produk Ini



Sudah satu tahun lebih saya mengenal produk ini. Pasti anda penasaran kira-kira produk apa. Iya, untuk kecantikan.

Mau cantik dan kulit sehat tidak perlu repot-repot dengan segala macam jenis alat make up. Sehingga meringkas waktu untuk berhias diri. Sekedar pengalaman saja, dulu sebelum mengenal produk ini saya termasuk perempuan yang suka berlama-lama untuk berhias diri. 

Kemana-mana harus make up, pakai dasar bedak atau foundation, baby cream, bedak padat dan lain-lain. Lalu dengan merk yang bermacam-macam.

Sangat repot memang, tapi perempuan memang wajar. Lalu lama kelamaan mungkin kulit saya lelah, sehingga memakai bedak apapun terasa kusam, berminyak. Lalu beralih ke bedak bayi juga dan ini saya lakukan selama hampir dua tahun.

Singkat cerita, saya dikenalkan produk ini oleh umi saya. Iya, ini hanya sabun cuci muka namanya NuAmooera. Sabun cuci muka ini ternyata ada batasan umur, dan saya pada saat itu memakai yang jenis umur tiga puluh tahun ke atas.

Lalu saya mencari informasi dan kebetulan ada saudara yang member. Jadi saya gali betul informasi darinya. Alhamdulillah merasa cocok, lalu saya pun daftar menjadi member. 

Kalai di bilang mahal, itu relatif karena manfaatnya juga sangat banyak. Kalau dibilang ribet bikin busanya, sini saya siap ajari. Saya pun awalnya berpendapat demikian, tapi lambat laun dengan manfaat yang ada, saya sangat senang.

Kalau sudah pakai sabun wajahnya, sehari cukup dua kali saja, sudah tidak perlu bedak. Rasakan kealamiamnya, kulit kita cerah dan sehat seiring berjalnnya waktu. Apakah sabun ini mendetox akhirnya segala racun di kulit wajah bisa keluar berupa jerawat? Jawabannya, iya tergantung dengan riwayat kulit masing-masing. Sering gonta ganti produk bisa jadi salah satu alasannya. Namun jangan khawatir, pasti satu dua bulan kemudian wajah kalian bisa bersih.

Nah, sekarang saya hanya perlu, pensil alis, celak dan lipstik untuk beraktifitas kemana-mana. Dan stay on tidak kalah dengan yang pakai make up. Di wajah juga sangat ringan. 

Mau lebih lanjut manfaat dan bagaimana cara memakainya, yuk bisa merapat. 😉

Selasa, 13 Juli 2021

Guru Menginspirasi




Sosok guru satu ini sangat menginspirasi saya sebagai teman sesama profesinya. Guru ini penuh dengan talenta, menjadi ibu rumah tangga di rumah dengan sangat baik, bisa dilihat dari putranya yang tumbuh kembang dengan baik dan cerdas. 

Kemudian beliau juga menekuni dunia perdagangan pasar di bidang makanan. Sedemikian rupa membagi waktu, dengan sangat baik. Ketika disekolah pun sangat profesional.

Profesional dalam arti selalu bisa menempatkan diri dimana beliau ditempatkan. Beliau juga suka membantu ketika temannya menghadapi kesulitan. Parasnya yang manis, pakaian selalu staylist dan modis, sopan rapi menambah kewibawaannya.

Tidak pernah menampakkan rasa kekesalan, kekecewaan dan kesedihannya. Iya betul, beliau selalu murah senyum. Beliau, salah satu guru yang kreatif, selalu mau belajar akan perkembangan pendidikan.

Tak jarang, beliau selalu sharing bagaimana strategi, model, media pembelajaran yang harus di berikan kepada siswanya. Jujur ini keren, karena apa, guru yang seperti ini artinya betul-betul mempersiapkan segala bahan yang akan diberikan ke siswanya.

Ibarat kata, seorang koki masak, sebelum memasak menu, dia mempersiapkan bahan-bahannya dan tahu bagaimana cara mengolahnya lalu akan menjadi makanan yang lezat.

Baru-baru ini, beliau membuat video yang menurut saya sangat layak diapresiasi dengan baik. Iya, mungkin kita bisa membuatnya lebih bagus, tapi kan tidak sempat, akhirnya hanya mengkritik kekurangan tanpa ada bukti video yang sudah jadi.

Ayolah, jangan buru-buru mengkritik, kalau kita saja belum bisa membuat video yang sudah jadi seperti yang bu guru ini buat.

Bu guru satu ini harus kita apresiasi dengan segala prestasi dan kreatifitasnya. 

Sering sekali, saya sebagai rekan kerjanya marah tidak jelas, karena tak sanggup melihat kerepotannya. Karena ulah mereka yang terkesan mengapresiasi tapi sebenarnya menjerumuskan yakni dengan dimintai tolong untuk mengerjakan sesuatu yang pekerjaan itu harusnya bukan tugasnya. 

Keren, saya pribadi bangga dengan beliau. Selalu disiplin on time,

Terus semangat berjuang,

Semoga selalu mengisnpirasi,

Salam prestasi

Kepada Bu Ani


Senin, 12 Juli 2021

Kejutan Telfon Dariku



Untuk memastikan benar-benar pembelajaran itu berjalan lancar hari ini saya melakukan hal yang tidak biasa saya lakukan ketika pembelajaran secara daring. Saya memulai dengan menelfon siswa kelas secara acak dan bergantian. Karena dari whatsup terlihat beberapa anak terus online. Saya mulai curiga.

Karena sebenarnya tugasnya tidak perlu online secara terus menerus melalui what's up, karena beberapa materi pembelajaran sudah ada di buku. Timbul pertanyaan besar, kenapa tetap online ini siswa ya?

Ternyata ada beberapa orang tua yang mengadu secara langsung, ada juga yang melaporkan lewat pesan singkat, kegiatan anaknya, di hari kedua pembelajaran  daring di kelas VI ini. 

Memang betul mereka mengerjakan tugas dengan terburu-buru, lalu selesai tanpa meneliti dan membaca kembali, karena mereka ingin segera bermain game online.

Hal itulah yang membuat para orang tua merasa resah. Karena jika ditegur, mereka hanya bertahan sepuluh menit, lalu bergegas lagi bermain game online. Tugas di what's up hanya menjadi alasan belaka.

Hal ini sebagai evaluasi tersendiri bagi saya sebagai pengajar. Lalu, saya lakukan tahap pertama ini dengan menelfon secara acak di jam-jam sekolah. Artinya mulai pukul 7.30 sampai pukul 10.00 WIB. 

Di waktu itulah saya menelfon. Memang sekarang lebih canggih untuk video call, zoom meeting class, agar terlihat gambar jelas kegiatan yang dilakukan. Tenang, ini masih tahap awal, mungkin video call atau zoom meeting class bisa saya lakukan di tahap kedua, tahap ketiga dan di hari selanjutnya.

Apa yang saya temukan ketika menelfon beberapa siswa saya?

Pertama, ternyata ada siswa yang sangat antusias senang di telfon, mengucapkan salam tanpa beban, lalu saya tanyakan kesulitan apa tugas hari ini, dengan jelas mereka menceritakan, saya pun ikut senang mendengarkannya.

Kedua, ada yang terbata-bata karena kaget, dan terlihat grogi ketika saya tanya, kegiatan hari ini apa saja sebelum mengerjakan tugas dan setelahnya, lalu saya tanya sudah sarapan apa belum, tapi jawabannya terdengar belibet.

Ketiga, ada siswa yang online, tapi saya telfon tidak diangkat, nah hal seperti ini yang menurut saya agak aneh. Apakah alasan mereka tidak mengangkat telfon saya, apakah takut, grogi atau acuh. Ah saya juga belum tahu alasan pastinya.

Kelas yang saya pegang itu sudah kelas VI, sehingga mayoritas mempunyai hp sendiri. Oleh karena itu, hal sepele dengan menelfon menanyakan hal sederhana, membuat mereka menjadi perhatian dan bertanggung jawab. Saya rasa ini sangat mempunyai pengaruh kepada mereka.

Besar harapan mereka yang sudah mempunyai hp sendiri, dapat menggunakan fasilitas tersebut dengan benar, dan bijaksana. Tentu dengan pengawasan orang tuanya.

Senang sekali bisa mendengar suara mereka.

Salam,

Tetap semangat belajarnya

Bebal



Tuli

Kata Itulah Yang Pantas

Untuk Diri Yang Penuh Rasa Egois

Atas Seruan Keras Panggilanmu


Buta

Kata Itulah Yang Pas

Untuk Diri Yang Tak Melihat

Kenikmatan Atas KuasaMu


Pincang

Kata Itulah Yang Cocok

Untuk Diri Yang Tak Pernah Adil

Dalam Menatap Kehidupan


Tak Ada Yang Mampu Diandalkan

Tak Ada Yang Pantas Disombongkan

Lalu Kenapa Aku Bebal

Dengan Panggilan Adzan

Minggu, 11 Juli 2021

Dua Jenis Tatapan Mereka



Hari pertama di tahun ajaran baru kali ini jatuh di hari Senin, 12 Juli 2021. Menyambut hari pertama untuk belajar dengan buku-buku baru serta suasana yang baru, ada teman baru dan wali kelas baru. Besar harapan, bahwa tahun ajaran baru ini, bumi bisa pulih seperti sedia kala. Dan bisa melaksanakan aktifitas seperti biasa lagi salah satunya bersekolah.

Ada dua jenis tatapan siswa yang saya amati melalui gestur tubuhnya. Jenis pertama, tatapan lesu mata mereka yang menjelaskan seakan merindukan suasana sekolah. Kedua, tatapan sumringah. Hal ini sangat terlihat berbeda dari jenis pertama. 

Jenis tatapan sumringah ini memberikan arti lain, yakni sebagian dari mereka lebih suka dengan sekolah tanpa tatap muka. Mengapa bisa demikian? Padahal sudah hampir satu tahun setengah penuh, sekolah tanpa tatap muka. 

Saya pribadi juga heran, mengapa masih ada yang tak merindukan sekolah. Banyak alasan yang menyebabkan hal demikian, salah satunya mungkin mereka merasa sudah terlalu nyaman dengan sekolah tanpa tatap muka, seperti burung bebas tanpa tuntutan dan tekanan. Karena jauh dari pemantauan secara langsung oleh guru. Sehingga mereka terkesan tidak niat, akhirnya tidak mengikuti kegiatan daring, tidak mengerjakan tugas ya, intinya seenaknya sendiri.

Sebaliknya untuk jenis tatapan pertama, lesu mata sebagian besar siswa yang sangat sedih dengan keadaan sekarang, sekolah yang sudah terlalu lama tanpa tatap muka, membuat mereka merasa semakin menurun kualitasnya, semakin susah memahami semua isi materi pelajaran. Lalu ujungnya akan bingung, karena tak bertemu secara langsung dengan gurunya. Meski kadang penjelasan materi yang dibantu dengan media tertentu mereka merasa kurang maksimal. Apalagi dengan lingkungan sekitar, kadang kurang juga mendukung, banyak gangguan dan susah konsentrasi. Sangat berbeda, dengan sekolah secara langsung. Di kelas yang penuh dengan konsentrasi dan jam pelajaran yang pasti dan didampingi guru.

Pertanyaannya, kira-kira kamu mempunyai jenis tatapan yang mana? 

Pertama atau kedua?

Yuk kita renungi bersama,

Perlu kita ingat, kita manusia biasa, bumi seperti ini, sudah kehendakNya. Pandemi seperti sekarang ini, kita hadapi bersama. Tinggal bagaimana kita menyikapi, membuat solusi terbaik agar kehidupan tetap berjalan.

Maka, sudah seharusnya kita belajar sadar, serta memahami dengan dalam, sekolah dengan tatap muka secara langsung atau tidak, tujuan dan nilai terdalamnya sama. Harus sama-sama disiplin mengikuti serangkaian pembelajaran dan sama-sama mengumpulkan tugas dengan tepat waktu, sama harus tetap sopan santun, sama-sama harus bersosial dengan baik.

Yuk, terus berjalan tanpa mengeluh dan tanpa lelah, mengikuti kegiatan sekolah yang sementara masih belum tatap muka.

Yuk, terus belajar dengan sungguh-sungguh mengikuti pembelajarannya, ikuti penjelasannya dan kumpulkan tugasnya.

Yuk, bangun cita-cita dan semangat yang tinggi dan selalu berusaha mewujudkannya.

Dan Jangan Lupa Jaga Kesehatan.

Patuhi Protokol Kesehatan.

Salam Selamat Datang Di Tahun Ajaran Baru.

Semoga Bumi Segera Pulih.

Salam Semangat Mengukir Prestasi.

Sabtu, 10 Juli 2021

Siapa Kamu



Kerap Sekali Kau Menderu

Jika Dirimu Terbelenggu

Akan Kemunafikan Wajahmu

Semakin Lama Menggebu

Jauh Mengenal Parasmu


Kerap Sekali Kau Mengadu

Mengeluh Tiada Sumbu

Seolah Benar Sekali Keberadaanmu

Hebat Itulah Pujian Yang Ditunggu

Tak Becus Itulah Rekan Kerjamu


Kerap Sekali Pertanyaan Menggelayut

Sehingga Seenak Jidad Penatmu

Membuat Segala Pendapat Menyusut

Kehebatan Alibi Penolakan Alasanmu

Menjadi Sok Pintar Adalah Keahlianmu


Kamu Siapa

Hingga Kerap Membuat Kecewa

Sebenarnya Siapa Kamu

Tunjukkan Wajah Aslimu 

Banyak Yang Ingin Melihatmu Bersipu

Kehilangan



Tak Kuasa Menahan

Rasa Tertekan Akan Kehilangan

Sosok Peneduh Segala Keilmuan

Rasa Sedih Pilu

Menjelma Menjadi Satu

Kenapa Harus Hari Ini

Engkau Pergi 

Kami Masih Membutuhkan

Segala Petuah Panjenengan

Benar Benar Kehilangan

Semoga Panjenengan Tenang

DisisiNya Yang Penuh Taman Kerinduan

Surga Menanti Panjenagan

Kami Pun Menjadi Saksi

Panjengan Sosok Yang Baik

Dalam Segala Hal

Semesta Pun Menyaksikan

Semoga Hujan Ini

Menjadi Tanda Buih Buih

Penghormatan Pengabdian

Segala Amal Kebaikan

Sugeng Tindak Sang Guru

Mental Baja



Jika Punya Jiwa

Jangan Mudah Layu 

Jika Punya Mental

Jangan Seperti Tahu


Tidak Berani Sendiri

Selalu Minta Ditemani

Seperti Tidak Punya Nyali

Namun Suka Bersembunyi

Setelah Lempar Batu


Mental Baja Di Butuhkan

Mental Pemimpin Dikedepankan

Wibawa Dan Bijaksana 

Harus Di Pegang


Jangan Mobat Mabit

Bak Rumput Tertimpa Angin

Tak Punya Ketegasan

Tak Kuasa Memutuskan

Jumat, 09 Juli 2021

Matahari



Matahari
Menyinari Sejagat Raya
Menerangi Semua Alam
Tanpa Harus Mencari

Matahari
Di Ufuk Timur 
Kau Selalu Menyapa 
Dengan Ringan

Menghangatkan Segala Tubuh
Menyembuhkan Segala Sakit
Semua Tanpa Mengkridit

Matahari
Terimakasih Jangan Sampai
Kau Berhenti Menyinari
Demi Semua Makhluk Di Bumi

Rabu, 07 Juli 2021

Baper Candaan



Kita sering mendengar kata baper. Kosa kota baru di era milineal ini. Baper seperti gabungan dua kata yakni baper "terbawa perasaan".

Terbawa perasaan menurut saya kondisi seperti mengikuti rasa yang sama dengan keadaan yang dialami saat itu. Ketika ada candaan yang mengenai dirinya, dia merasa itu dirinya. Jatuhnya seperti tersinggung. Akhirnya muncul kata "wah jangan baper".

Candaan yang dilontarkan oleh teman dekat atau teman sejawat itu perlu. Seperti memberi motivasi baru, memberikan nuansa keakraban, kekompakan dengan kumpulan teman tersebut. Lalu, kenapa harus tersinggung?

Ada kalanya memang candaan atau guyonan itu betul sesuai fakta. Lalu apa yang menjadi masalah, perlu sekali mempersiapkan mental yang baja untuk menghadapi candaan dan guyonan orang.

Jika baper atau merasa tidak nyaman, coba dengarkan mereka berkata dan telaah masing-masing, tanpa di masukkan hati. Masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri.

Anggap seperti radio yang sedang berbunyi.

Candaan yang kita terima ada kalanya kita balas juga dengan candaan. Candaan itu ada dua jenis ada candaan yang bohong, candaan yang sesuai fakta. Kalau candaan itu fakta maka terima saja dengan senyuman, tanpa harus mengelak. Kalau candaan itu bohong atau mengarang bawa saja dengan candaan recehnya sehingga menimbulkan ketawa renyah tanpa ada  rasa "baper".

Sebel





Bau Bau Bau

Tidak Sedap Basi

Rasanya Sesak 


Sepet Sepet Sepet

Tidak Sudi Melihat

Rasanya Berat Mata Ini


Mual Mual Mual

Tidak Kuat Menahan

Rasanya Ingin Muntah 

Karena Tak Tahan


Ingin Tidak Melihat

Tapi Tak Bisa Menghindar

Ingin Tidak Membau

Tapi Memang Berbau


Ujung-ujungnya Harus Diterima

Sebel Hanya Bisa Ditampakkan

Tapi Tak Bisa Berbuat Apapun

Apa Kabar Profesional?



Fenomena yang telah terjadi, wanita dengan segala kesibukannya. Jika ingin berkarir pasti akan banyak resiko yang ia hadapi. Karena wanita atau perempuan merangkap sebagai ibu rumah tangga.

Namun, segala aturan yang berlaku ketika dia sudah memutuskan untuk menjadi wanita karir, segala konsekuensinya harus diterima, dijalani dan diolah. Kenapa harus diolah, wanita atau perempuan harus cerdas, multitalent, multitasking dan multifungsi. Sehingga harus bijaksana mengolah segala yang dilakukannya baik di dala lingkungan keluarga, masyarakat atau tempat kerja dan dimanapun dia berada.

Sedikit sharing saja, saya masih ingat betul dulu pernah mengikuti seminar, pengarahan dari salah seorang manager yang hebat, mengatakan ada sebuah kasus, jika seseorang wanita karir ketika bekerja,  sering izin bahkan membuat aturan sendiri dari enam hari kerja dikurangi menjadi empat hari kerja, di hari pilihannya, kemudian dia selalu tidak masuk, ketika kerja  karena atas dasar tidak diizinkan keluarga terutama suami, langsung dia sodorkan surat pernyataan yang tertulis langsung diantara dua pilihan keluarga dalam artian suami atau kerja.

Memang terlihat keji, otoriter, dan kejam, awalnya saya sangat tidak setuju, setelah mendengar alasannya ternyata hal demikian itu PENTING. Sebab, jika tidak diberikan hal demikian, yakin dan dapat dipastikan ditempat kerja akan tidak fokus, merepotkan teman yang lain dan tidak maksimal. Lalu di rumah pun akan demikian akan berantakan dan keteteran.

Lalu bagaimana mengatasinya, agar dikatakan sebagai orang yang profesional? Saya juga manusia biasa dan wanita biasa pula dan masih terus belajar, setiap manusia mempunyai tugas dan "PR" masing-masing. Setidaknya ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk berjalan baik diantaranya keduanya. Beres di rumah alias dengan keluarga fine, di tempat kerja maksimal, dan hasilnya pun bisa dilihat. 

1. Komunikasikan matang-matang dengan keluarga, jika ingin menjadi perempuan karir, dengan segala konsekuensinya kalau perlu ada hal-hal yang disepakati dan ditulis ditempel di ruang kerja atau kamar bertandatangan kedua belah pihak

2. Jelaskan sejelas-jelasnya kepada pimpinan dan teman sejawat, agar tidak menimbulkan kecurigaan

3. Terbukalah untuk membangun diri yang lebih berwawasan luas,

4. Jangan seenaknya mengambil keputusan sendiri meski ada pengganti cadangan, 

5. Hindari kata "saya masih keluarga pimpinan" sehingga mudah mengancam dan menyepelekan orang

6. Sering-sering komunikasi dan minta saran, nasehat atau evaluasi dari pimpinan atau teman sejawat.

Sekali lagi, menjadi wanita karir itu memang tidak mudah. Menjadi ibu untuk anak-anak sendiri memang tidak mudah. Mempunyai waktu banyak untuk keluarga jika kita sudah komitmen untuk menjadi wanita karir itu memang tidak mudah. Memang wanita itu berlipat-lipat tugas-tugasnya, namun percayalah pahala selalu mengalir deras. 

Maka, patut disyukuri dan beruntung sebagai wanita yang berkarir dengan baik, membangun komunikasi baik, menyepakati segala konsekuensinya dengan keluarga. Dan mendapat dukungan penuh oleh keluarga. Sehingga segala urusan berjalan beriringan tanpa harus berat sebelah.

Yuk bisa yuk, profesional

Yuk bisa yuk, menjadi istri solihah, ibu hebat, 

Yuk bisa yuk, menjadi wanita karir

Yuk bisa yuk, menjadi manusia yang lebih baik

Yuk bisa yuk, menjadi manusia yang tidak meremehkan dan menyepelekan orang lain

Senin, 05 Juli 2021

Jangan Mengeluh




Berjuang Ketika Sendiri

Mungkin Akan Melelahkan

Berjuang Ketika Sendiri

Akan Merasa Menyedihkan


Tapi Manusia Ada Di Bumi

Isinya Harus Berjuang

Lalu Kenapa Sering Mengeluh

Padahal Tidak Menjadi Solusi


Manusia Harus Berfikir

Karena Punya Akal Dan Hati

Sebagai Penyeimbang Rasa

Pelipur Pilu Dan Lara


Menderita

Itu Hanya Imajinasi

Membangun Ilusi Keterpurukan

Maka Bergegaslah Untuk Menyudahi 

Minggu, 04 Juli 2021

Arogan



Sejak Lama Kau Begitu

Merasa Benar Selalu

Kenapa Begitu


Pundakmu Kepalamu

Seakan Tak Bisa Menunduk

Kenapa Seperti Itu


Sejak Lama Kau Begitu

Mudah Mematahkan Pendapat

Seakan Kau Yang Benar


Aku Hanya Bisa Berkata

Kenapa Harus Begitu

Kenapa Kau Seperti Batu


Aroganmu Membawamu Semakin Jauh

Egoismu Membawamu Semakin Sepi

Rubahlah Selagi Nyawa Mengiringi

Sabtu, 03 Juli 2021

Manisnya



Begitulah Rasanya Cinta

Senyumnya Indah

Wanginya Tiada Dua


Semenit Serasa Setahun

Tidak Mau Jauh

Selau Ingin Bergandengan


Hangatnya Peluknya

Tak Bisa Dilupakan

Manisnya Selalu Melekat


Tak Sanggup Lagi

Mengeja Kejauhan

Menerka Perasaan


Manisnya Tiada Henti

Seperti Jantung Nadi

Yang Tak Henti Menghela

Kegiatan Hari Ini



Setelah selesai dengan kegiatan rumah tangga. Saya hari ini mengisi waktu dengan kegiatan menonton video. Video tentang mereview makanan.

Video tersebut adalah salah satu milik conten creator vloger makanan terkenal yakni Tasyifarasyi. Iya dia adalah kembaran dari beauty vloger Tasyafarasya. Entah apa yang memotivasi saya tiba-tiba sangat ingin menonton video review beberapa makanan.

Ketika satu video terlewat ternyata banyak ilmu yang saya dapat dari isinya. Pertama, kita akan mengetahui jenis makanan yang dapat direkomendasi untuk kita makan. Selanjutnya, kita dapat mengetahui minimal rasa tanpa harus mencicipi. Ini menarik lo, saya dapat bermain imaginasi dengan membayangkannya betapa enaknya lezatnya, betapa harumnya dan betapa tidak enaknya makanan tersebut. 

Wah itu masih dua manfaat lo, ketiga dari makanan-makanan yang telah direview kita akan mengetahui yang sesuai dengan kantong kita. Ini jauh menyenangkan, bayangkan kita punya uang yang pas-pasan tapi bisa mendapatkan makanan yang enak lalu mengenyangkan. 

Mulai dari makanan siap saji, minuman enak atau ala-ala anak muda dan lagi yang naik daun. Selain itu di video tersebut, tidak hanya menilai makanan tapi juga ada cara bagaimana cara membuat makanan. Memasak adalah kegiatan yang sangat menyenangkan, rasanya segala beban masalah bisa terlampiaskan dengan benar. Seperti jika ingin menangis tapi tak terlihat, kupas bawang merah dan bawang putih. 

Jika ingin melampiaskan kegemasan atau gregetan buat adonan tepung untuk menggoreng ayam atau tempe. Yang paling lucu, jangan memasak sambil marah. Karena bisa  fatal akibatnya, masakan akan pedas semua. Hehehe

Percaya sajalah kalau ibu-ibu memasak kadang tidak suka dibantu karena untuk melampiaskan segala bentuk nuasa hati dan perasaanya. 

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...