Rabu, 30 Maret 2022

Pelayan Masyarakat


Berhadapan dengan banyak orang dengan berbagai permintaan, sebagai pelayan masyarakat harus siap. Siap memahami, mengerti dan berusaha memberikan yang terbaik meskipun jauh dari kata sempurna. Hal demikian bukanlah mudah, tetapi harus banyak belajar dan menyiapkan segala mental.

Pelayan masyarakat banyak kok contohnya, yang paling kecil lingkupnya adalah ketua jamaah majlis ta'lim, baik laki-laki maupun perempuan terlepas dari segala istilahnya, mereka juga sebagai pelayan masyarakat. Bukan hanya yang duduk sebagai pejabat tinggi atau wakil rakyat disebut sebagai pelayan masyarakat. Mengapa demikian? Menurut saya, apapun urusannya jika mencakup orang banyak, segala keputusan yang ada juga tergantung dengan musyawarah dan mufakat maka tanggung jawabnya bukan pribadi, otomatis ke banyak orang.

Baru-baru ini saya belajar bagaimana menghadapi banyak ibu-ibu yang lebih jauh umurnya dengan saya. Melayani ibu-ibu atau emak-emak zaman sekarang jika kita tidak mempunyai publik speaking yang baik serta mental kuat, saya yakin mereka akan tumbang secara perlahan. Sekali lagi menjadi pelayan masyarakat tidak mudah, lalu ibu-ibu atau emak-emak ini dihadapkan dengan suatu reward gratisan misalnya saja kelompok mawar minta ini, kelompok melati minta itu kalau tidak bijak, publik speaking tidak jelas, dijamin pasti ruwet dan ribet.

Apalagi menemukan tipikal orang yang fahamnya terlambat, gagal fokus, suka salah informasi dan paling aneh mereka selalu tidak sabar minta apa-apa didahulukan tanpa memperhatikan teman yang lain. Hal demikian sebagai pelayan masyarakat baik ketua, pimpinan harus ekstra sabar. Tips untuk menghadapi ini, minimal kita tanamkan niat ibadah dan senang menjalaninya. Lalu sering-sering ambil nafas dan beristighfar, sejenak diam untuk mengamati dan mendengarkan celotehan protes mereka dan menikmatinya  lalu senyum dan tertawalah melihat tingkah mereka. Katakan "enggeh/sekedap/ngrantos" untuk menenangkan mereka.

Ternyata ada nilai seninya menghadapi orang banyak. Jadi, tidak perlu diambil pusing. Tidak perlu diover thingkingkan omongan mereka. Intinya selalu berusaha memberikan yang terbaik. Toh mereka akan selalu menilai "kurang" tapi cukup diiyakan saja. Sekali lagi tidak mudah, tapi hal ini memberikan pengalaman serta hikmah. 

Senin, 28 Maret 2022

Berpikir Kritis


Berpikir kritis adalah cara berpikir manusia untuk merespon seseorang dengan menganalisis fakta untuk membentuk penilaian. Biasanya berpikir kritis akan mengarah kepada analisis dan evaluasi. Berfikir kritis (critical thinking), hal ini yang dinilai masih kurang oleh khalayak umum diantara kita. Lalu dikalangan pelajar atau mahasiswa, jika critical thinking tidak dilatih dan dibiasakan, kita akan terus berada di zona nyaman. Orang yang berada di zona nyaman, akan cenderung tidak mau berubah.

Berpikir kritis bukan berarti suka mencari kesalahan orang lain atau mencemooh orang lain yang dianggap tidak sama. Apalagi hanya bermodal hanya omongan belaka tanpa fakta. Artinya berpikir kritis tetap memiliki ilmu, aturan, norma dan akhlak dalam menyampaikan. Sekali lagi bukan semata hanya untuk mengkritik orang lain tanpa memperhatikan diri sendiri.

Seperti yang disampaikan oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama, Prof. Dr. Suyitno, M.Ag pada saat mengisi acara seminar di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Ngunut, betapa pentingnya berpikir kritis. Apalagi dengan adanya perubahan industri teknologi yang kita tidak ada pilihan lain, selain mengikutinya. Pada zaman inilah, semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi apapun dengan profesi apapun yang mereka inginkan. Santri bisa menjadi dokter, santri bisa menjadi politikus pejabat dan lainnya. Semua itu membutuhkan yang namanya berpikir kritis dan paling utama dibarengi dengan akhlaqulkarimah.

Percuma jika dia pintar dalam segala keilmuan tetapi masih suka menyalahkan bahkan sering tersinggung, ketika ada yang berbeda pendapat dengan dirinya. Kemudian kita sebagai warga negara Indonesia, harus bisa menempatkan berpikir kritis terhadap suatu hal. Minimal mengingat apa ranah dan tujuan dari berpikir kritis yang kita laksanakan. Sebenarnya, berpikir kritis kemampuan bagaimana kita menemukan sebuah perubahan yang lebih baik dalam mencapai kemaslahatan. 

Anehnya sebagian besar dari kita, antara salah atau benar selalu kita kritiki dengan sudut pandang sendiri-sendiri. Kemudian kita populerkan, melalui sosial media. Hal demikian, benar-benar bukan contoh critical  thinking yang tidak baik dan tidak diharapkan. Sekali lagi, berpikir kritis boleh, bisa jadi juga dianjurkan namun harus memperhatikan konteksnya. Seperti, mahasiswa pasti ada hidden kurikulum dalam satu mata kuliah, untuk menganalisis sehingga sangat diperlukan berpikir kritis. 

Minggu, 27 Maret 2022

Body Languages


Bahasa tubuh, setiap manusia akan memiliki bahasa tubuh. Bahasa tubuh akan memberikan makna bagi yang melakukannya. Ketika bertemu banyak orang secara tidak langsung kita belajar. Melihat dengan mengamati bagaimana bahasa tubuhnya.

Seperti ketika kita merasa malu atau tidak percaya diri, jika tidak bisa mengolah bahasa tubuh akan sangat terlihat. Bahasa tubuh itu juga perlu dipelajari. Seperti pertama kali, ketika saya ujian kompre, mendapat penguji Ibu Dosen Dr. Hj. Like Raskova Octaberlina, M.Ed selain sebagai dosen, beliau juga sebagai MC di berbagai acara. Beliau memberikan masukan bagaimana mengolah bahasa tubuh, mulai dari duduk, berdiri, tatapan hingga jawaban yang kita berikan dari pertanyaan penguji. 

Itulah bahasa tubuh, pandai-pandai mengolah, mengendalikan dan bagaimana menampilkannya. Paling utama kita harus bisa menguasai dengan baik bahasa tubuh. Dan harus tepat memberikan bahasa tubuh kita kepada orang yang di hadapan kita. Bahasa tubuh seorang yang sedang bertamu dengan yang tampil di hadapan umum serta dalam acara tertentu akan berbeda. 

Kamis, 24 Maret 2022

Sementara Gawai Saya Tahan



Ada kurang lebih dua puluh tujuh siswa saya di kelas mempunyai gawai. Lebih hebatnya lagi, mereka memiliki secara pribadi. Hal ini tidak salah, sebab kita tahu sekolah di erapandemi media gawai diperlukan. Kemudian di kelas VI ini mereka memerlukan sebagai media untuk ujian try out CBT mandiri.

Ujian itu sengaja saya adakan dengan tujuan sebagai latihan, seperti di tulisan saya sebelumnya, bahwa adanya ujian try out CBT mandiri yang harusnya menggunakan computer tapi kami menggunakan gawai. Setiap hari sebagai wali kelas saya juga mengevaluasi minimal dari hasil try outnya.

Hari ini tepat empat hari berjalan, tetapi terlihat sekali di server bahwa mereka hanya mengerjakan hanya tiga puluh menit sudah selesai. Sepertinya ada yang kurang beres, ternyata betul. Waktu setiap mapel enam puluh menit sampai tujuh puluh menit bahkan di mapel tertentu kami membuat sembilan puluh menit. Ajaib mereka hanya tiga puluh menit sudah rampung.

Ternyata, sisa waktu yang ada digunakan untuk membuka aplikasi lain. Seperti chatingan dan games. Sontak saya terkejut, menegur pastinya. Tapi kali ini saya lebih tegas untuk mengambil kebijakan, yakni semua gawai setelah ujian saya instruksikan saya bawa pulang, tidak diperkenankan mereka membawa dan bermain gawai selama ujian berlangsung selama hampir seminggu. Saya serahkan di hari setelah ujian selesai.

Sebagian besar dari mereka memiliki wajah tak rela jika gawainya harus saya bawa, cengar-cengir terlihat ada yang kurang diaktivitasnya bahkan ada dari mereka yang terlihat sedih tak terkira, menyimpan kedongkolanya. Namun, hal ini tetap saya lakukan, dengan tujuan tidak lain dan tidak bukan, agar mereka tahu akan tanggung jawabnya, lebih fokus dan konsentrasi untuk belajar dengan sungguh-sungguh.

Sebelumnya saya juga permisi dan mohon maaf kepada semua wali murid dan saya kira, saya mendapatkan teguran, namun ternyata hampir semua setuju dan  mengapresiasi kebijakan yang saya buat. Kepala Madrasah pun juga memberikan dukungannya. Sebab banyak keluhan, jika anaknya ada yang kecanduan gawai terutama games, lupa makan, sampai harus sering cekcok dengan ibunya, gegara sepele diingatkan untuk istirahat dan makan. Kemudian sering bermain sosial media di aplikasi tertentu, jika dimintai tolong tidak bergegas segera dilaksanakan.

Itulah gawai, jika kita tidak pintar menyaring informasi dampak negatifnya juga sangat banyak. Tanpa menutup kemungkinan juga dampak positifnya juga ada. Semoga kebijakan dan keputusan ini dapat memberikan pelajaran bagi kita semua. Minimal belajar mengurangi dan menyembuhkan kecanduang games yang membuat kita lupa waktu dan tanggung jawab kita. Perlu diingat dari dua puluh tujuh anak tidak semua saya bawa, ada tujuh anak yang harus saya relakan dibawa sendiri sebab gawainya bergabung dengan orang tuanya, artinya satu gawai di pakai oleh lebih dari satu orang, dan saya sangat memaklumi hal tersebut.

Mari, terus berusaha semaksimal mungkin untuk terus mengukir prestasi dengan belajar dan belajat. Jangan disalahgunkann gawai. Gunakan dengan bijak dan baik.

Mari Terus Bersholawat



Kita tahu manfaat bersholawat, kalau boleh memaknai bahwa bersholawat melambangkan kita merindu Sang Rasul dan selalu mengharap syafaatnya. Salah satu manfaatnya juga memberikan ketentraman, ketenangan kedamaian hati yang tidak terkira nikmatnya. Bahkan ada sebagian dari kita bersholawat akan memberikan kesembuhan jika kita tertimpa sakit.

Itulah gambaran secuil tentang sholawat. Budaya bersholawat sekarang sudah banyak berkembang, salah satunya dengan banyaknya majlis sholawat. Menurut saya majlis sholawat yang besar adalah bersama  Habib Syeh Asegaf, jamaahnya biasanya disebut Syekermania. Suara beliau yang khas tiada duanya menambah hikmatnya pembacaan sholawat.

Selain itu, banyak santri-santri pondok pesantren sebagai generasi muda, generasi milenial yang sangat cinta sholawat bersuara emas, ada Guz Azmi dari grup sholwat Syubbanul Mislimin, Cak Fandi Irawan dari grup Sukarol Munsyid. Generasi muda seperti merekalah yang harusnya kita contoh. Bagaimana mengindahkah menyerukan memperindah sholawat dan kita sebagai pendengar menikmati dengan ikut bersenandung bersama. Bahkan jika hanya mendengar pun juga mendapatkan pahala.

Jadi, kegiatan apapun yang kita lakukan  jangan lupa selipkan niat untuk ibadah dan sholawat sebanyak-banyaknya. Kita juga perlu ingat, pada setiap ibadah yang kita lakukan, seperti dalam sholat, dalam doa pasti ada lafadz sholawat. Jika mendengar Nabi Muhammad SAW disebutkan hendaknya kita menjawab "sholli'alaih", dalam salah satu riwayat hadits juga disebutkan "jika diantara kamu, tidak menjawab ketika nama Muhammad diserukan, kamu termasuk orang yang pelit". Oleh sebab itu, mari kita buktikan cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW, dengan memperbanyak sholawat dan meneladani Akhlaqul Karimahnya.

Semangat Mari Terus Bersholawat

Selasa, 22 Maret 2022

Dijagat Yang Berputar



Kebahagiaan Tak Terkira

Berbunga Perasaan 

Ringan Tertawa Membawa Senyum

Yang Penuh Makna


Sudah Jangan Terlalu Diribetkan

Bagian Akan Datang Di Waktu Yang Tepat

Tinggal Seberapa Sabar 

Akan Usaha Penuh Ikhtiar


Harum Bagai Bunga Segar

Berdirilah Dengan Tegar

Banyaknya Tepaan Bibir Sangar

Tidak Akan Mengoyak Keteguhan


Salam Harumkan Nama

Dijagad Dunia Yang Berputar

Jangan Hanya Perpangku Tangan

Sebab Kita Generasi Muda 

Siap Selalu Akan Tantangan

Bukan Hanya Kaum Rebahan 

Juga Bermalas-malasan

Senin, 21 Maret 2022

Try Out CBT Mandiri

 


CBT kita tahu salah satu jenis media untuk melaksanakan sebuah tes. Biasanya dilakukan oleh calon mahasiswa baru ketika seleksi. CBT mempunyai arti Computer Based Test, dulu kita menggunakan soal dan lembar jawaban dari kertas. Kemudian ada tim koreksinya sendiri atau menggunakan alat scanner. Nah di CBT ini juga sebagai media lembar jawaban, dimana jawaban dari soal-soal yang ada akan terlihat secara langsung, mana kala peserta selesai mengerjakan. 

Seperti yang dilaksanakan hari ini, di kelas VI kami, melaksanakan TRY OUT Mandiri CBT. Pembuatan soal dalam bentuk CBT itu dikerjakan bersama-sama sebagai operator dan servernya adalah Pak Muhsin. Saya sebagai wali kelas sangat merasa dibantu dan saya mengucapkan banyak terimakasih. Media utama dalam CBT harusnya adalah komputer, sebagai guru kita harus lebih kreatif, komputer bisa diganti menggunakan Hp Android. Jika diganti dengan Hp, otomatis ada ketentuan yang berlaku, yakni baterai harus sehat, ada paketan data, memiliki email dan tidak lemot. 

Jauh-jauh hari, sebagai wali kelas selalu mengingatkan untuk mempersiapkan hari ini. Meski hanya Try Out CBT Mandiri, kita tidak boleh meremehkannya. Artinya tetap belajar dengan sungguh-sungguh. Sebab Try Out sebagai salah satu tolok ukur kemampuan dan pemahaman terhadap suatu pelajaran. Sebelumnya standart minimal di Try Out Mandiri tingkat kecamatan saya buat dengan nilai enam puluh. Saya menganjurkan nilai minimal di Try Out CBT Mandiri ini adalah tujuh puluh, seperti standart minimum yang berlaku di madrasah. 

Hari pertama, di jam pelajaran pertama Akidah Akhlaq, Alhamdulillah dari dua puluh tujuh siswa hanya empat yang belum lulus. Awalnya, semua siswa masih asing dengan aplikasinya, kemudian memasukkan identitas yang masih lama, sebab ada yang tidak hafal tanggal lahirnya. Padahal di kartu ujian juga ada, serta KIA pun saya instruksikan untuk dibawa. Belum lagi, yang Hpnya ada kendala, ada di sandi, sehingga kesulitan membagi link alamat ujiannya. Setiap pelajaran waktu yang diberikan kurang lebih hampir tujuh puluh lima menit, ada yang tidak sampai satu jam selesai, untungnya nilainya lulus. Entah empat siswa itu apa yang menjadi kegagalannya di pelajaran pertama.

Pelajaran kedua adalah PKN, sebelum ujian dimulai, saya memberikan waktu untuk belajar meskipun hanya singkat. Link alamat sudah saya bagi, tinggal klik dan mengerjakan, lagi-lagi ada satu siswa yang Hpnya belum bisa digunakan. Hampir sepuluh menitan, saya "otak-atik" kemudian bisa dan dikerjakan.

Beberapa siswa mengerjakan dengan teliti bahkan diulang-ulang, tetapi ada juga yang ketika selesai klik selesai tanpa diteliti. Hem,,, Be Careful Guys

Jaga kesehatan dan saya berdoa, Try Out CBT Mandiri ini bisa lancar dan semua dimudahkan oleh Allah. Anak-anak kelas VI tidak ada waktu untuk bersantai berleha-leha. Kencangkan semangatmu untuk selalu belajar dan belajar.  Masih tersisa lima hari semoga sukses dan Ma'an Najah Fil Imtihan

Amin

Sabtu, 19 Maret 2022

Kekinian




Menjadi Kekinian

Menjadi Pusat Perhatian

Ingin Menjadi Viral Dan Terkenal


Konsep Kekinian Menjadi Biasa

Jika Hanya Bisa Mengimitasi

Tanpa Adanya Inovasi Mandiri


Boleh Dan Sah Saja Menjadi Kekinian

Tetapi Jangan Sampai Memaksakan

Bukan Hanya Satu Sorotan 


Bertepuk Tangan Meriah Juga Dilakukan

Jika Sudah Terperosok

Kelimbah Penghabisan Akan Kekinian


So Be Your Self

If You Want "Kekinian" 

Please Be Very Very Very Creativ

And Don't Forget To Hardwork

Jumat, 18 Maret 2022

Gebyar Literasi Tulungagung


Mengikuti Webinar atau pertemuan secara virtual again and again, tetap akan menambah wawasan dan ilmu. Kali ini tentang Sosialisasi Gebyar Literasi Tulungagung. Saya mendapatkan kabar untuk bergabung dari Kepala Madrasah Bapak Lutfi, dan pada menit itu pula tanpa pikir panjang saya mengisi form kehadiran secara online dan langsung join us. Webinar ini diikuti oleh beberapa Kepala Madrasah dan guru dari MI, MTs, MA Negeri maupun Swasta, di Kabupaten Tulungagung.

Alhamdulillah belum terlalu terlambat meski sudah di buka oleh hostnya. Namun tidak lama kemudian, sambutan dari Kepala Kemenag Tulungagung yakni beliau Bapak Muhajir, dalam sambutannya beliau memaparkan beberapa poin. Seperti biasa meski hanya virtual tetap saja menyimak sambil corat coret mencatat hal-hal penting agar lebih mudah mengingat. Pertama, beliau memaparkan landasan utama literasi yakni dalam Al Qur'an surah Al-'Alaq ayat 1 sampai 5 dan Surah Nun ayat 1. Hal dasar dalam kegiatan literasi adalah membaca. Lalu pembiasaan litetasi di Madrasah hendaknya ada tiga yakni melalui pembiasaan, pengembangan dan pembelajaran. Tujuan literasi pun ada dua macam ada tujuan umum dan khusus yang terdiri dari empat poin. 

Setelah beliau memberikan sambutan, langsung ke sosialisasi Gebyar Literasi Tulungagung disampaikan oleh Bu Sakti. Sebenarnya madrasah kami ini sudah kali kedua untuk mengikuti kegiatan semacam ini. Dulu ada tawaran untuk bergabung menjadi madrasah gerakan literasi, namun karena suatu hal kesempatan itu belum diambil, dan saya kenal sosialisator di Kabupaten Tulungagung pada waktu itu namanya Bapak Zainal, dan beliau sekarang menjadi sosialisator Kabupaten Nganjuk. Dulu program ini bernama GMB, sekarang bernama Nyalanesia.  

Selanjutnya Bu Sakti memaparkan segala informasi yang ada di Nyalanesia. Saya menangkapnya kurang lebih sama dari yang saya peroleh di GMB dulu, mulai dari kapan pendaftaran, apa yang dikerjakan, proses administrasi, proses menulis, bimbingan, seminar, event, sampai menerbitkan buku bahkan dan reward.

Ada Pak Akbar pemateri terakhir yang memaparkan dan memandu cara pendaftaran untuk bergabung di Nyalanesia. Nyalanesia menurut saya salah satu program yang sangat bagus, dalam memacu kita di dalam dunia literasi. Sebab kita bisa berkesempatan untuk selalu berkarya sampai kelevel Nasional di bidang literasi. Semoga kesempatan kedua ini, bisa kita manfaatkan dengan bergabung di Nyalanesia, yang batas pendaftaranya sampai 20 Maret 2022.

Salam Literasi

Kamis, 17 Maret 2022

Kesempatan




Waktu Itu Seperti Embun

Dia Datang Di Waktu Yang Tak Kita Tahu

Hanya Bisa Berharap Dengan Usaha

Dia Tak Akan Kembali Di Situasi Yang Sama


Tidak Ada Yang Menjamin

Semua Akan Sesuai Keinginan

Semua Hanya Bisa Dibuktikan

Seberapa Kuat Yang Mempunyai Kegigihan


Genggamlah Dan Gunakan

Kesempatan Yang Ada

Selama Masih Ada Peluang

Untuk Selalu Berjuang Untuk Mendapatkan

Mengikuti Seminar



Mengikuti seminar Prof.Dr. H. Imam Suprayogo di IAI Tribakti Lirboyo Kediri, dengan tema "Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis Moderasi Beragama" meskipun hanya secara virtual setidaknya mengobati rasa kangen bagaimana senangnya menjadi mahasiswa apalagi beliau adalah dosennya. Pada waktu itu beliaulah yang menjadi rektor UIN Maliki Malang. Petuah-petuahnya sangat kami nantikan, ketika di perkuliahan, di ma'had dan dimana pun kita berada. Baik di UKM tidak jarang, beliau kadang-kadang menyapa dengan menggunakan bahasa asing baik Arab dan Inggris. Maka kita pun sangat malu, jika tidak bisa menjawabnya. 

Kita semua tahu beliau tokoh dan sekaligus sosok akademis yang sangat banyak karyanya. Yang sangat saya ingat, bagaimana beliau dawuh untuk menulis artikel setiap hari setelah subuh. Ide serta pemikiran beliau sangat memberikan pengaruh tehadap pembaharuan keilmuan umat Islam terutama di UIN Malang. Kita tahu sejarah UIN Malang, sampai ada ma'hadnya lalu mahasiswa yang dari tiga puluh empat negara.

Isi dari seminar itu sangat bagus, saya hanya menuliskan poin yang telah saya tangkap. Beliau menyampaikan bahwa jangan hanya belajar "tentang" beliau memberikan contoh seperti jurusan pertanian tapi tidak punya lahan, maka pintarnya hanya tentang pertanian. Oleh karena itu, pendidikan agamanya juga jangan hanya "tentang" agama, tetapi belajar "Beragama". Di pesantren sudah otomatis akan belajar beragama. Tentu bersama Kyainya, di pesantren santri akan dididik sebagai manusia yang mengalami secara langsung. 

Lalu manusia itu penuh dengan kekurangan. Bukan jasmani saja yang sekolahkan tetapi rohaninya yang paling utama, bagaimana mendekatkan diri kepada Allah dan Rasulnya. Melalui banyak komunikasi, salah satunya dengan sholat jamaah. Hal yang beliau sampaikan saya alami dan lakukan ketika saya masih kuliah di UIN Maliki Malang, ketika adzan dhuhur, aturan kampus semua pimpinan, dosen, mahasiswa wajib ikut sholat jamaah. 

Beliau juga mengeluarkan bahasa guyonannya "empat Imam madzhab saja tidak mewajibkan sholat jamaah, kenapa Imam Suprayogo mewajibkan" semua peserta seminar tertawa. Tapi memang betul, salah satu komunikasi dengan Allah itu shalat biar hati tenang, tidak liar. Sebab jika berani meninggalkan sholat, ibaratnya seperti orang kabur dari rumah, maka pasti gundah lana, akhirnya menjadi liar. Kucing liar saja menakutkan, bahkan yang terkecil seperti rumput liar juga sangat mengganggu. Apalagi hati yang tak pernah berkomunikasi dengan Allah.

Oleh karena itu, jangan melupakan pesantren yang memiliki peran penting dalam mendidik hati. Lalu di bangku kuliah yang melalui kurikulum yang ada untuk mendidik otak kita. Keduanya harus balance, agar karakter pada diri manusia itu baik. 

Seminar itu berlangsung hampir satu jam setengah dengan ada sesi tanya jawab. Beliau menjawab pertanyaan dari peserta seminar juga dengan sangat jelas dan mudah difahami. Terima kasih banyak Bapak Prof. Dr Imam Suprayogo atas semua ilmunya. Semoga Prof Imam selalu diberikan kesehatan. 

Rabu, 16 Maret 2022

Karnaval



Ini adalah foto yang dipajang mas sepupuku dari zaman kita masih di sekolah dasar, kita berdua seumuran, seplantaran. Ketika saya silaturrohim ke rumahnya, foto itu masih ada. Terlihat lucu dan di umur kita segini, foto itu masih ada dan lucu. Kita tertawa dan semua sanak saudara ikut membahasnya. Itu sewaktu karnaval di agustusan dengan konsep raja dan ratu.

Sudah berapa tahun kita tidak melihat karnaval? Khususnya karnaval yang memperingati hari Kemerdekaan Negara Indonesia kita ini. Sudah rindu bukan? dengan meriah, ramainya serta riweh macet akan banyaknya parade di karnaval. Mulai dari drumband, pakaian-pakaian adat, barisan lucu-lucuan, berbagai profesi dan masih banyak lagi.

Dimasa lalu semasa masih anak-anak pasti mengalami keikutsertaan di karnaval. Ada yang dirias dengan menggunakan konsep ratu, raja, panglima, bahkan putra putri india. Kemudian ada becak hias, mobil hias, kuda asli dan lainnya. Anak-anak sangat suka dengan riasan apalagi dirias di salon. Sebab, semasa itu anak-anak akan meras cantik, anggun dengan balutan kostum dan riasan lengkap lipstik, blus on, bedak tebal, bulu mata dan lainnya.

Karnaval akan memberikan kesan meriah dan selalu senang bagi yang mengikutinya. Meskipun lelah, panas, terik yang dihadapi seakan tidak dihiraukan, dan tetap senang mengikuti rute karnaval dari garis strat menuju finis. Kalau dipikir-pikir saat ini ternyata enak menjadi penonton. Lebih lengkap melihatnya dari nomer urutan satu sampai akhir.

Karnaval kadang juga membawa suatu yang negatif, kadang ada beberapa oknum yang menyalahgunakannya, misalnya ugal-ugalan, mabuk-mabukan dan sulit dikendalikan. Oleh karena itu, karnaval tidak akan lepas dari keamanan dan kepanitiaan. Sehingga perlu persiapan yang matang. Semoga bumi lekas kembali normal, seperti sebelumnya. Sehingga, kita bisa melihat karnaval itu kembali. 

Golden Age



Sering kita mendengar bahwa masa kecil yang bahagia, atau sebaliknya masa kecil kurang bahagia. Apapun itu setiap manusia akan mengalami tumbuh dan kembang dari sejak dalam kandungan ibu, kemudian lahir  dengan masih bayi, balita, anak-anak, remaja sampai dewasa. Sehingga manusia mustahil tiba-tiba menjadi dewasa.

Tumbuh dan kembang anak-anak secara langsung maupun tidak langsung banyak yang mempengaruhinya. Salah satunya ada faktor gen, makanan yang bernilai bergizi, dan ada faktor lingkungan. Kalau kita mempelajari psikologi anak mungkin jangkauannya akan lebih luas. Salah satunya ditahap anak-anak ada istilah golden age atau masa keemasan.

Golden age atau masa keemasan memiliki arti bahwa pertumbuhan otak anak akan berjalan dengan pesat dengan dibarengi suatu aktivitas fisik. Kadang sebagai orang tua tidak sadar akan hal tersebut. Beberapa ahli menyebutkan umur anak di golden age ini adalah 0 sampai 6 tahun. Sebagai orang tua harus mengetahui apa yang dilakukan untuk menghadapinya. 

Anak-anak identik dengan bermain, umur 0 sampai 6 tahun dunianya tentu akan di permainan. Permainan yang ada, sebagai orang tua setidaknya menyajikan yang baik untuk motorik halus dan kasarnya anak. Motorik halus seperti menulis, menggambar, melipat artinya mengaktifkan gerak jari-jari tangannya. Lalu motorik kasar melompat, berlari, olahraga dan lain-lainya. Zaman sekarang menemukan media permainan yang demikian sangat mudah. 

Tetapi, hal itu tidak cukup sebab, permainan yang dihadapkan ke anak-anak juga harus memberikan stimulus atau rangsangan untuk kemampuan kognitifnya. Misalnya bisa berhitung, menceritakan ulang apa yang telah ia ketahui, kemampuan berbahasa dengan kata atau kalimat. Hal ini akan membantu perkembangan karakter anak. Utamanya adalah pengaruh lingkungan, artinya sebagai orang tua harus bisa memberikan contoh yang baik kepada dia, sebab di umur ini anak cenderung akan meniru. Oleh karena itu, kepada anak-anak kita, tanamkan segala hal yang baik.

Jangan sia-siakan masa golden age di anak kita, dengan keegoisan yang kadang tidak dirasa. Jangan korbankan masa keemasan anak, dengan tanpa memantau dan memperhatikannya dengan penuh kasih sayang. Sebab menjadi orang tua juga suatu anugerah yang tak ternilai,  begitu juga dengan anak adalah amanah Allah yang haru benar-benar kita jaga dhohir dan batinnya.

Keep Fighting

Senin, 14 Maret 2022

Apa Yang Muncul Di Google



Mencari informasi di zaman sekarang sangatlah mudah. Salah satunya dengan internet, sangat cepat untuk mencari berita terupdate dan informasi yang kita inginkan apapun itu. Namun, pernahkah di antara kita mencoba mencari nama kita sendiri di internet atau google?

Sesekali harus kita coba, kira-kira apa yang muncul di laman informasi google tentang nama kita. Kemudian apa yang bisa dideteksi tentang nama dan diri kita, sudahkah sesuai? Selain itu, kita juga akan mengetahui seberapa banyak nama yang hampir sama atau bahkan sama dengan nama yang kita miliki.

Berawal dari searching itu kita akan lebih terbuka. Bahkan jejak digital yang pernah kita lakukan, atau sesuatu yang bergulat dengan internet akan muncul dengan sangat cepat. Artinya, nama yang kita cari pasti akan muncul dengan lengkap. Seperti halnya kita pernah sekolah dimana dan mendapatkan prestasi atau kejuaraan di kompetisi yang pernah kita ikuti.

Begitu canggihnya teknologi, dari situlah kita bisa mengambil sebuah motivasi untuk mengingatkan kepada kita. Menjadi manusia kita harus berusaha berbuat baik, mengukir sebuah sejarah atau kisah yang baik. Mungkin kita sudah berusaha, tapi namanya manusia kadang apapun itu tetap dinilai kurang dan salah, terlepas dari itu, kita harus tetap berbuat baik minimal tidak merugikan orang lain. Sebab jejak digital tidak bisa hilang begitu saja.

So Keep Fighting

Sabtu, 12 Maret 2022

Sudah Berapa Hari Tidak Menulis?



Jangan hanya di zona nyaman. Ayo lekas segera kembali kepada rutinitas yang membawa dalam suatu kebaikan yakni dengan lewat sebuah larik-larik tulisan. Begitulah kiranya benak kecil berkata kepada diriku sendiri. 

Apapun yang terjadi, sekalipun tidak punya topik untuk menulis, seperti sekarang ini, yang penting tetap menulis. Namun, tetap saya akan mencoba dan berusaha menulis dengan mengambil salah satu topik yang lagi booming baru-baru ini adalah "Crazy Rich". Sepertinya hampir setiap daerah seakan ada orang yang dianggap kaya lalu disebut dengan "Crazy Rich". Jika kita membuka media sosial penuh bertebaran kemewahan yang dipunyai orang yang dianggap "Crazy Rich".

Kita tidak usah heran, resah, apalagi ingin mengimitasi gaya hidup mereka dengan jalan pintas. Kita harus pintar-pintar menyaring segala informasi yang kita lihat dan dengar. Di dunia media sosial yang nampak adalah versi terbaik mereka untuk ditampilkan dan dilihat orang banyak seperti kita-kita ini. Sehingga, tidak mungkin mereka menampakkan kesengsaraannya. Terinspirasi boleh, namun jangan memaksakan kemampuan yang kita miliki. Artinya lihat kekuatan dan kemampuan atas usaha yang kita lakukan.

Seperti contoh mobil mewah berjejer, rumah megah, tas, pakaian, aksesoris, sepatu semua branded, shopping tanpa harus melihat harga seakan uangnya tidak habis. Kita senang melihatnya, dan pasti membayangkan kita di posisi mereka. Tapi siapa sangka semua materi yang didapatkan dengan jalan atau proses yang sangat singkat tanpa bukti fisik usaha yang nyata bisa demikian, tidakkah kita curiga?

Hidup itu penuh dengan perjuangan dan usaha penuh kerja keras. Seorang bos, juragan tidak akan di posisinya jika sebelumnya tidak ada kerja keras. Mencari rizki istilah Jawa "obah uwet" yang lebih utama adalah halal. Sebab halal akan membawa kepada kebaikan dan keberkahan. 

Selasa, 08 Maret 2022

Bertemu Beliau



Alhamdulillah, ucapan syukur tiada henti atas segala karunia nikmat sehat, nikmat Islam, nikmat Iman atas kesempatan yang Allah berikan. Kesempatan yang berharga bertemu dengan beliau pengawas PPAI Kecamatan Sumbergempol yakni beliau yang terhormat Bapak Drs. Amin Tri Waluyo, M.Pd.I yang biasanya hanya bertemu sebagai narasumber di acara tertentu. Namun kali ini, saya bisa bertemu beliau langsung dan bercengkrama ringan di ruang tamu kantor PPAI. Rasanya campur aduk senang, nervous dan ini suatu hal yang sangat mengharukan bagi saya, sebab saya hanya guru biasa dan bukan siapa-siapa namun sekali lagi bisa langsung bertemu beliau secara dekat. 

Pada kesempatan itu memang ada rapat bersama KKG, Kepala Madrasah dan seluruh guru Madrasah kelas VI, se kecamatan Sumbergempol, dan bertempat di kantor PPAI Sumbergempol, yang terletak persis di belakang KUA dan Masjid Al-Husna Sumbergempol. Sebagian besar memang saya kenal dan tahu Kepala Madrasah Ibtidaiyah di Kecamatan Sumbergempol, karena beliau-beliau juga sebagai guru saya di waktu saya masih MI. 

Rapat dibuka oleh Kepala Madrasah Hidayatul Mubtadiin Wates, beliau Bapak Edi dilanjutkan ketua KKG sumbergempol dari Mi Nurul Islam Mirigambar yakni beliau Bapak Khoirul. Sempat mendengar kabar, bahwa Bapak Pengawas tidak bisa hadir karena ada acara di Trenggalek. Tetapi, di awal Pak Khoirul mengawali rapat, beliau hadir, dan langsung dipersilahkan untuk memberikan sambutan.

Petuah dari beliau dengan gaya beliau singkat padat tapi cukup mengena. Pesan beliau membuat soal Ujian Madrasah seyogyanya diperkaya dengan pernyataan atau stimulus dan beliau memberikan contoh-contohnya. Hal ini bertujuan untuk memperkaya informasi yang siswa dapatkan. 

Setelah dari sambutan, beliau pamit dan saya mengikuti beliau dari belakang. Bukannya saya lancang, saya mencoba  mengutarakan maksud dan tujuan untuk bertemu beliau. Beliau berkenan dan sangat humble menyambut saya. Saya mengutarakan kegiatan Literasi di Madrasah Ibtidaiyah Al Quran Jabalkat beserta hasil karyanya yakni satu buku antologi dan dua buku solo karya saya. 

Saya tidak menyangka, beliau sangat merespon dengan baik dan sangat positif, sempat ditanya saya kuliah dimana dan melanjutkan S3 atau tidak. Saya juga menyampaikan bahwa buah dari sebuah tulisan yang akhirnya menjadi buku juga tak lain atas bimbingan Bapak Prof. Dr. Ngainun Naim, M.Hi. Kemudian saya meminta maaf mengganggu waktu beliau, dan belum sempat silaturrohim sendiri. Meskipun singkat obrolan kami, itu membuat saya sangat berkesan. 

Semoga cerita ini memberikan inspirasi dan selalu membawa keberkahan bagi saya dan yang lainnya. Dan ternyata pertemuan singkat itu sampai di grup KKMI Sumbergempol. Sore hari saya di WA oleh Bu Eni, kepala RA Jabalkat, beliau mengutarakan bahwa Pak Amin mengunggah foto dan mengucapkan selamat. Semoga ini memberikan semangat, motivasi dalam terus berkarya. 

Percaya Diri



Kepercayaan diri awal dari sebuah rasa untuk berani akan segala hal. Bisa jadi diartikan bahwa percaya diri juga sebuah rasa optimis, yakin segala hal yang dilakukannya. Salah satunya berani beropini membutuhkan kepercayaan diri. Bayangkan saja, berani beropini atau berpendapat jika tidak punya kepercayaan diri maka ujung-ujungnya akan diam. Segudang ide namun jika tidak ada kepercayaan diri dan keberanian untuk mengutarakan dengan lisan atau tulisan maka semua akan percuma, sebab hanya menjadi benak di hati.

Percaya diri mungkin bagi sebagian orang tidak ada batasnya, begitu juga tingkat kepercayaan diri seseorang pasti tidak sama. Ada yang selalu percaya diri akan segala yang menempel pada dirinya. Tidak lain adalah penampilan. Ada juga yang lebih percaya diri dengan kemampuan baik terlihat atau tidak terlihat misalnya bakat, skill, knowledge, prestasi atau yang lainnya.

Perlu diingat adalah percaya diri yang kita miliki tempatkan sesuai dengan tempatnya. Percaya diri yang berlebihan atau over confidence juga kurang baik. Sehingga porsi percaya diri akan situasi serta kondisi yang tepat juga perlu diperhatikan. Jika ada yang berpendapat percaya diri yang berlebih sering kita memberikan label "KePDan" atau bahkan sombong. Ingat, Percaya diri berbeda makna dengan sombong. 

Tingkat percaya diri seseorang juga tidak sama. Maka, jangan terlalu memaksa jika menemukan orang yang sedikit pemalu. Dan gunakan rasa percaya dirimu untuk selalu mengukir prestasi sesuai dengan kemampuanmu. 

Senin, 07 Maret 2022

Apakah Sajakku Tak Menarik?



Sajak-sajak yang telah tertulis, saya merasa tidak menarik lagi. Apakah benar atau tidak? Kadang itu yang terlintas di pikiran. Tanpa saya sadari, hal itu mindset yang salah bahkan akan menjerumuskan. Lamba laun jika tidak saya rubah, pasti akan mendorongku untuk tidak menulis bahkan sama sekali enggan menoleh di dunia tulisan. 

Sajak yang kubuat tak ada maknanya, mungkin saja bisa terjadi. Sebab tidak ada landasan atau bahkan latar belakangnya. Bisikan itu bisa berasal dari diriku sendiri atau orang lain. Namun, sekali lagi itu hanya bisikan yang salah dan harusnya tak kudengar. Dia seperti angin yang sekedar lewat sekilas. 

Benak, bisikan apa lagi yang menjadi penghalang, penghambat menulis. Semua itu akan terkikis jika semua berawal dan berangkat dari niat yang bulat dibarengi dengan praktek yang nyata semua pasti ada jalannya. Mencoba merubah kalimat nethink menjadi motivasi. Misalnya, sajak yang saya tulis pasti ada yang membaca. Sajak yang saya tulis mempunyai cerita dan makna. Tidak semua bisa menulis sajak sepertiku.

Tidak menutup kemungkinan saya pun juga sering malas. Sehingga penting sekali, membangun sebuah kalimat dorongan agar kita terbangun kembali untuk melakukan kebiasaan yang baik ini. Maka, mari terus menulis. Jangan hiraukan lintasan, bisikan bahkan benak yang akan menghalangi untuk menulis.

Keep Strong Kawan About Feeling

 



Jika Dia Indah Hanya Pada Pandangan Pertama

Sepertinya Itu Hanya Hayalan Semata

Jika Dia Selalu Terngiang Di Telinga

Sepertinya Itu Hanya Suara Sangau Yang Kau Dengar

Jika Dia Tak Bisa Pergi Dari Hati

Sepertinya Rasa Itu Mulai Datang Menghampiri

Jangan Kau Lepaskan

Sampai Nanti Engkau Akan Membuktikan

Jika Kau Pantas Mendapatkan

Keep Strong Kawan

 

 

 

 

Sabtu, 05 Maret 2022

Dunia Fashion



Fashion berhubungan dengan gaya, model baju, celana, make up, aksesoris, sepatu, kaos kaki yang mempunyai nilai keindahan atau estetika. Fashion juga bagian dari segala yang terlihat dari apa yang kita pakai. Jika berbicara fashion maka juga akan berbicara mode dari dari zaman ke zaman. 

Sebetulnya tidak banyak perubahan pada fashion, hanya saja ada sentuhan kreatifitas oleh para designer yang memberikan trend terbaru. Kemudian akan buming di waktu tertentu. Misalnya saja, kalau zaman dulu ada istilah baju kurung, setelan baju panjang dan bawahan rok yang senanda. Sekarang ada tunik yang merupakan atasan panjang, bisa dipadu padankan dengan rok atau celana yang berbeda warna. Lalu ada gamis, dengan segala model, belum lagi dilihat dari jenis bahannya misalnya jenis kain. Ada kain rayon halus, toyobo, broklat, katun, tile, jala dan masih ada yang lainnya.

Terlepas dari segala kemajuan fashion ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan. Sangat diperbolehkan dan wajar mengikuti kemajuan akan dunia fashion, namun jangan lupa ada batasan dan aturan kita khususnya sebagai muslimah dalam memakainya. Misalnya tidak terlalu ketat, tidak melihatkan lekuk tubuh dan tidak terawang. Yang paling utama menciptakan kenyamanan bagi kita yang mengenakannya dan orang disekitar kita.

Dunia fashion tidak akan berhenti begitu saja, artinya terus menerus berkembang dengan banyak inovasi dan semua orang pasti mengikutinya. Seperti bulan Sya'ban seperti kali ini moment menuju bulan suci Ramadhan, pasti segala sektor yang bergerak pada bidang tekstil, bahan baku baju atau bahkan baju jadi omsetnya akan mengalami kenaikan sebab orang-orang sudah mulai membeli. Tujuannya apa? tentu untuk lebaran Idul Fitri. 

Sekali lagi kita boleh mengikuti trend, fashion, mode tapi jangan melupakan segala batasan dan aturan yang ada. Batasan atau aturan itu manfaatnya adalah untuk diri kita sendiri terutama untuk keamanan. Tampil modis, cantik, rapi dan bersih tidak harus melanggar batasan dan aturan yang ada.

Salam semangat

Jumat, 04 Maret 2022

Musikalisasi Puisi



Pernah mengikuti lomba musikalisasi puisi di tingkat nasional tepatnya tujuh tahun lalu. Perwakilan dari kampus UIN Maliki Malang. Lomba ini diadakan oleh fakultas ilmu budaya di Universitas Gajah Mada Yogjakarta. Pada waktu itu kita didampingi oleh salah satu dosen seni budaya dan music kita yakni beliau Bapak Joko. Hanya bermodalkan nekat, bagaimana tidak nekat pada waktu itu semua mandiri, bus yang kita naiki pun bukan bus kampus, melainkan bus ekonomi biasa. Hal itu sama sekali tidak menghalangi kita untuk tetap mengikuti lomba tersebut.

Musikalisasi puisi bukan hal yang asing bagi saya pada waktu itu. Karena sempat belajar di seni teater pada waktu di Aliyah namun di bangku kuliah tidak melanjutkannya. Kemudian ada teman yakni Vita dan Indah, sudah beberapa kali menjadi juara di bidang puisi. Penjiwaannya yang tak tertandingi, ekspresi wajah Indah yang selalu unik, saya bisa banyak belajar dari mereka. kurang lebih satu bulan kita selalu berlatih. Kita berenam berangkat dari Malang menuju kota Yogjakarta, semua dari kita adalah mahasiswa PGMI. Ada yang namanya Vita dari Jepara, Lucky dari Lamongan, Lukman dari Pasuruan, Anwar dari Malang, Indah dari Malang dan saya sendiri dari Tulungagung. Semua dipersatukan dalam seni musik, kemudian ada informasi lomba walhasil kita mengikutinya. Memang di jurusan PGMI kami pasti akan mendapat mata kuliah seni rupa dan musik di semester lima.

Kita berangkat tidak dengan tangan kosong, kita harus membawa alat-alat musik. Ada pianika, bandolin, banjo, jimbe dan marakas berbentuk seperti tampah dan semua harus bisa memainkannya. Sehingga memberikan kesan tersendiri, ketika kita menaiki bus. Mirip-mirip musisi jalanan yang pentas di bus. Ketika sampai di Yogjakarta, salah satu dari kami yakni Lucky mempunyai teman yang menjadi mahasiswa di UGM namanya Hasan. Dialah yang menolong kami semua untuk mencarikan lokasinya, kemudian penginapan dan beberapa makanan meskipun pada waktu itu sangat menghemat, yakni makan nasi kucing di angkringan Yogjakarta. Hasan juga mendampingi kita untuk menuju lokasi lomba. Sebab kita tahu UGM itu sangat luas antar fakultas bisa ditempuh dengan sepeda atau motor, tapi kita jalan kaki melewati banyak fakultas dan mengabadikan momen dengan berfoto di beberapa fakultas seperti ekonomi.

Peserta lomba memang berkelompok sehingga dalam aula yang disediakan cukup penuh belum lagi ada penonton yakni mahasiswa dari fakultas ilmu budaya sendiri. Kostum kita memang bertemakan gelap, dengan lilitan dan selendang batik sederhana. Kita sangat semangat, dan antusias. Sebelum tampil pun kita sempat latihan di ruangan kosong yang disediakan, dan mengabadikannya. Kemudian dosen kami Bapak Joko, selalu mewanti-wanti dan menata lagu yang sering kita agak lupa. Beliau juga mengingatkan penjiwaan dan mimik, ekspresi serta power vocal kita. Pengalaman yang tidak akan terlupakan. Meskipun pada waktu itu kita belum berkesempatan mendapatkan juaranya.

Di UGM saya juga mengabari teman-teman pondok yang kuliah di sana. Alhamdulillah sempat bertemu yakni Arina Rosyida anak Indramayu dan sepupu yang kebetulan pascasarjananya di UGM. Alhamdulillah, semua memberikan hikmah dan pelajaran tersendiri. kini itu semua menjadi kenangan dan pengalaman yang tak terlupakan tambah silaturrohim kita karena tambah teman. Kita berenam kini kembali di kota masing-masing dengan objek masing-masing ada guru Mi, guru seni musik dan masih ada juga yang menempuh pendidikan pasca sarjana. 



Rabu, 02 Maret 2022

KEAKRABAN



Tidak Akan Terjalin

Antara Aku Dan Kamu

Jika Hanya Meninggikan Rasa Ego

 

Tidak Akan Hangat

Dan Renyah Obrolan Selama Ini

Jika Kamu Bermuka Dua

 

Seberapa Akrab Hubungan Ini

Jika Hanya Datang Ketika Butuh

Lalu Pergi Begitu Saja

 

Mendhem Jero Mikul Duwur

Harusnya Menjadi Pengingat

Atas Kearkaban Pertemanan dan Persahabatan


Haruskah Selalu Memaklumi?

Sedangkan Rasa Kecewa Menyelimuti

Dimana Keakraban Selama Ini?

Selasa, 01 Maret 2022

Menulis Sebagai Obat


Dunia menulis, ternyata sangat memberikan dampak yang sangat positif bagi saya. Sejauh ini saya merasakannya, meski kadang naik turun untuk melakukannya. Saya memang terhitung pemula untuk dunia ini. Namun, saya akui sejauh ini menulis benar-benar menyenangkan. Dan bersyukurnya Alhamdulillah, sudah menjadi salah satu kebiasaan dalam kegiatan sehari-hari.

Menulis bagi saya seperti obat yang meringankan pikiran, beban dari segala  benak dalam hati dan dari tumpukan segala keadaan yang telah saya lakukan. Bukan karena sakit, sehingga menulis. Namun, bagi saya menulis kegiatan yang sangat ringan dan jika dilakukan secara rutin akan merasakan bahwa waktu kita sangat produktif. 

Produktif bukan berarti selalu menghasilkan materi berupa uang. Namun, sudah berhasil menulis kemudian dibaca oleh kita sendiri maupun orang lain menurut saya itu juga salah satu bentuk produktif. Sebab, nilai produktif akan lebih bermakna secara mendalam berdasarkan kacamata saya, mana kala sesuatu yang kita lakukan bisa bermanfaat kepada yang lain. Tidak menutup kemungkinan, dari kebiasaan, hobi akan menghasilkan sebuah uang. Meskipun hal itu bukan tujuan utamanya.

Menulis juga sebagai peringan kehiruk pikukan kehidupan. Kemudian bisa dibaca orang adalah suatu kebahagiaan tersendiri. Baik sedikit orang yang membaca dengan hanya hitungan jari bahkan banyak sekalipun. Semua tergantung terhadap konteks, isi dari tulisannya.

Banyak hal yang bisa kita tulis. Runtut, selaras, nyambung atau tidak yang penting bisa untuk ditulis. Tidak jarang, satu hari hanya mampu satu paragraf lalu, keesokannya baru saya lanjutkan. Kadang-kadang ini terjadi, bisa karena banyak faktor. Salah satunya tergiur melihat video-video di YouTube dan Instagram. Meskipun tidak menutup kemungkinan dari dua aplikasi juga akan memberikan inspirasi dalam menulis.

Selama ini saya menulis kebanyakan saya upload di Blog, lalu saya share di group-group yang memang bergerak dalam tulisan, WA, facebook, story WA, dan  Instagram. Tujuannya sederhana untuk memotivasi diri saya sendiri agar terus istiqomah di bidang menulis, dan bisa dibaca oleh orang banyak.

Jadi mari terus menulis.

Tak Pernah Berubah



Sebanyak Dia Terbentur

Tidak Untuk Belajar

Seakan Sudah Biasa

Jangan Gila Akan Pujaan

Pujian Yang Hanya Bersifat Lisan

Dan Sementara


Keras Kepala Egois

Atas Segala Keputusan

Tanpa Melihat Sisi Kemanusiaan

Tolong Sudahi Akan Keangkuhan

Kamu Tidak Peka Dan Tak Pernah Merasa

Bagaimana Posisi Kita Semua


Sangat Susah Menerima

Keputusan Atas Keegoisan

Yang Telah Anda Putusakan Sendiri

Suka-suka Hatimu Mengatur

Menentukan Tanpa Diskusi

Kau Tunjukkan  Seakan Semua Karenamu


Sama Sekali Keras Kepalamu

Sejak Aku Tahu

Tidak Pernah Berubah

Tetap Saja Dirimu

Yang Gila Akan Kata "Harus" 

Seakan Semua Orang Wajib Mengikutimu


Kamu Siapa?

Manusia Sama Pada Umumnya


Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...