Saya menggunakan blog ini sebagai media belajar menulis berbagai hal. Maka blog ini akan berfariatif isinya, mulai dari kegiatan, pengalaman, dan ilmu. Semoga Bermanfaat.
Senin, 31 Oktober 2022
Bedah Buku Bersama Ning Khilma Anis
Minggu, 30 Oktober 2022
Rintihan Guru Honorer
Guru Honorer, kadang dipandang sebelah mata oleh orang-orang tertentu. Jika dilihat dari penghasilan materi, memang bisa dikatakan jauh. Tetapi, dibalik itu semua menjadi guru adalah kegiatan yang mulia bagi saya utamanya.
Selain itu, menjadi guru itu menyenangkan, banyak pengalaman yang terus update dari dunia pendidikan. Terutama dengan keadaan peserta didik yang memiliki banyak karakter yang berbeda. Kita sebagai guru dituntut harus bisa memahami dan memberikan yang terbaik untuk mereka baik secara proses pembelajaran dengan strategi, metode untuk mendongkrak potensi yang mereka miliki. Utamanya membentuk kebiasaan dan attitude.
Pada proses pengembangan bakat minat serta dalam proses pembelajaran peserta didik, menjadi guru kadang kurang adanya dukungan. Terutama dengan biaya, mungkin saya hanyalah salah satu dari ribuan bahkan ratusan juta guru di luar sana. Tetapi, sekali lagi menjadi guru bukan identik dengan gaji atau materi. Fakta yang ada menjadi guru atau wali kelas, harus siap untuk menyusun strategi dan kreatif yakni dengan menyisihkan sebagian kecil gaji yang belum seberapa tersebut, untuk membelikan sarana belajar, terutama ketika membuat prakarya dan media pembelajaran.
Perjuangannya tidak sampai di situ saja. Pengalaman yang pernah saya hadapi, ketika ada wali murid yang mungkin belum tahu keadaan sesungguhnya di lapangan, diantara mereka yang suka "nyinyir" atau mengkritik seenaknya tanpa melihat fakta yang terjadi. Oleh sebab itu, sebagai pendidik kita pun harus memiliki mental yang kuat dan sikap yang bijaksana. Tidak cukup rasanya menjadi pendidik, jika hanya bermodalkan pintar.
Harapan dan motivasi utama ketika sudah terjun menjadi guru adalah tetap semangat dalam mengasah kemampuan mendidik, mengajar demi anak bangsa. Jangan cepat lelah dan puas atas semua yang telah dicapai. Kembangkan kreatifitas yang kita miliki tidak perlu mendengarkan suara di luar sana.
Jumat, 28 Oktober 2022
Part 2 Sehat Jasmani Rohani
(Foto bersama Bu Fahma)
Pada pemeriksaan tahap terkahir yakni wawancara. Langkah pertama langsung masuk poli psikiatri. Setelah masuk, kita diarahkan untuk mengisi beberapa data. Setelah lengkap, kita akan dipanggil untuk yang kedua kalinya.
Ketika menunggu, cukup lama setelah itu ada panggilan yang kedua. Di panggilan kedua inilah kita akan bertemu dengan dokter spesialis psikolog, untuk wawancara. Sebelum masuk di ruangan khusus, kita disuruh membawa dokumen yang diberikan petugas.
Pada ruangan tersebut, dokter akan bertanya dengan jelas kepada kita. Pak dokter tidak memberikan pertanyaan yang berat. Pertanyaannya simpel tapi sangat jelas. Beliau juga sangat lembut dalam bertanya. Layaknya seperti teman dan santai. Sehingga saya sebagai yang ditanya "pasien" merasa nyaman dan jauh dari kata grogi.
Setelah wawancara, beliau menanyakan "membawa hp? Foto halaman pertama dan kedua" saya melakukannya sesuai instruksi beliau. Lalu beliau menyampaikan sebelum saya keluar di depan pintu. "Mbak Filza, semoga semua harapan dan cita-citanya tercapai ya" saya langsung jawab "Amin, terima kasih dokter doanya".
Senang sekali rasanya, punya pengalaman yang menarik di cek kesehatan jasmani rohani ini. Akhirnya rangkain dan prosedur untuk pemeriksaan jasmani dan rohani selesai juga hari ini. Tentunya, ada hasil yang sudah kita ketahui, mengenal diri sendiri mulai dari kepribadian dan sikap kita. Semuanya bisa terlihat, dan kita sebagai pemilik dari hasil semua pemeriksaan boleh menafsirkan dengan sepakat atau setuju bahkan sebaliknya, semua kembali kepada diri sendiri. Perlu catatan lagi, bahwa hasil tes atau cek kesehatan jasmani dan rohani ada masa berlakunya. Jika ingin rutin periksa, sangat boleh.
Terima kasih semuanya yang sudah berkenan membaca. Salam semangat
Part 1 Sehat Jasmani dan Rohani
Tes kesehatan tidak bisa dinilai hanya dengan berpatokan pada keadaan fisik. Jika jasmaninya sehat ternyata belum tentu rohaninya juga sehat. Hal ini bisa dibuktikan dengan mengikuti serangkaian tes yang ada di klinik atau rumah sakit. Saya pun kali pertama untuk hal pemeriksaan ini.
Kurang lebih tiga hari, bolak balik ke rumah sakit untuk tes kesehatan jasmani dan rohani. Pemeriksaan ini wajib kami lakukan sebab untuk melengkapi data untuk surat penting. Hari pertama, Senin 24 Oktober 2022 ada tes jasmani, mulai dari berat badan, tinggi badan, tensi. Lalu tes Narkotika atau napza meliputi tes urin di laboratorium.
Hari kedua, Selasa, 25 Oktober 2022 saya balik untuk tes rohani. Pada tes rohani inilah kita akan mengerjakan soal sebanyak lima ratus enam puluh tujuh dalam waktu dua jam. Pada soal tersebut, sebetulnya hanya menjawab "Ya" dan "Tidak" dengan tanda (+) dan (-). Tetapi, butuh konsentrasi dan konsisten yang tinggi. Bentuk soal berupa pernyataan yang dibolak balik dan diulang-ulang. Maka ketelitian, kejelian sangat penting utamanya harus fokus.
Jujur awalnya pusing sebab di dua hari dan tanggal tersebut, saya juga bentrok atau bertepatan dengan tugas harus menjadi pengawas ANBK. Alhamdulillah, Biidznillah dipukul sepuluh siang bisa menyusul teman-teman di rumah sakit tersebut. Di hari kedua tersebut, teman-teman sudah di lokasi dari pukul delapan. Sedangkan saya baru masuk ruangan sekitar pukul sepuluh lebih lima.
Masuk ruangan tes rohani termasuk yang terakhir. Oleh dokter dipandu cara mengisi pada soal yang hampir enam ratus tersebut. Percaya tidak percaya ruangan tersebut dinginnya minta ampun. Namun, Alhamdulillah, saya tidak grogi malah enjoy sekali mengerjakannya meskipun sempat ke kamar mandi. Ketika saya datang, ada teman yang dari pagi berkata "kamu, baru masuk, mau diselesaikan jam berapa?" Cukup saya balas, senyuman.
Setelah dipandu oleh dokternya, saya kerjakan dengan baik. Dan sudah diberikan waktu sekitar pukul dua belas harus selesai. Perlu diketahui, di tes rohani ini ada potensi mengulangnya, sebab tidak valid akibat dari ketidak fokusan dalam menjawab. Hasil dari tes tersebut, akan di berikan pesan lewat WA.
Hari ketiga, ada beberapa teman yang sudah mendapat pesan. Di grup ramai sekali, ikut grogi karena belum mendapat pesan lulus atau mengulang. Selisih beberapa menit, saya mendapat pesan. Alhamdulillah, hasil tes kami dinyatakan valid tanpa harus mengulang. Saya kira tes selesai di tahap mengerjakan soal yang hampir enam ratus tersebut. Ternyata masih ada satu tahap yakni wawancara.
Jadwal wawancara satu sama lain tidak sama. Ada yang hari Kamis pagi ada yang Jumat hari sesuai jadwal yang dikirim oleh rumah sakit melalui WA. Saya kebagian hari ini, dan barengan sama satu teman Bu Fahma.
Part 2 next
Minggu, 23 Oktober 2022
Menjadi Pengabdi Masyarakat
Perjalanan pengabdian selalu indah. Semakin luas lingkungan serta teman dalam dunia kerja membuat sadar, bahwa masih banyak kekurangan. Belajar tidak akan terbatas, belajar tidak melulu di kelas. Justru kehidupan adalah ladang untuk belajar.
Kadang teori kehidupan terlalu mudah untuk dihafalkan. Tetapi, terjun secara langsung membuat semakin tahu dan faham bahkan membenarkan atau malah berbanding terbalik dengan teori yang ada. Sebagai contoh pada umumnya, siswa sekarang hafal simbol sila pancasila bahkan butir-butirnya. Namun, masih kurang dengan pengamalan dalam dunia nyata.
Menjadi tantangan utama sebagai pengabdi masyarakat. Menjadi pendidik mulai dari paud sampai perguruan tinggi termasuk bentuk pengabdian kepada masyarakat. Sehingga ada suatu kewajiban serta hak untuk meluruskan terutama berkaitan dengan attitude siswa.
Pengabdian kepada masyarakat juga bentuk rasa peduli kita terhadap sesama. Betul sekali jika, seperti apa masa depan Indonesia? Jawabannya tergantung dengan apa yang kita kerjakan sekarang dan menjadi apa kita sekarang. Jangan merasa berat dengan segala profesi yang kita miliki sekarang. Mari terus tanamkan rasa syukur dengan terus berjuang.
Tuntutan masyarakat kadang tidak pernah terbatas. Cara pandangnya pun bermacam-macam. Hal tersebut wajar, sebab masyarakat bukan individual melainkan multi dari berbagai faktor. Cara berfikir kitalah yang harus ditata dan meluas, jika memang kita sebagai pengabdi masyarakat dan melayaninya sepenuh hati. Terima kasihlah kepada Allah yang memberikan kesempatan untuk terjun di masyarakat dengan mendapatkan pengalaman yang berharga.
Salam Semangat
Jumat, 21 Oktober 2022
Kata Siapa Media Sosial Tidak Penting?
Eradigital yang kita nikmati sekarang, bukan terjadi begitu saja. Ada proses yang sebetulnya kita jalani namun tanpa terasa. Seperti kecanggihan dunia informasi dan teknologi hari ini. Hampir semua orang mampu mengoperasikan internet. Bahkan menggunakan dan memanfaatkannya sebaik mungkin. Seperti halnya media sosial seperti Facebook, Instagram, What's up, Twitter yang memberikan wadah kepada siapapun untuk menunjukkan segala informasi, memfungsikan sesuai keinginan.
Ada untuk lapak berdagang, ada untuk hiburan semata, ada juga untuk berdakwah atau syiar, promosi dan masih banyak lagi fungsinya. Tergantung masing-masing orang
tujuan, kemanfaatan dalam menggunakannya. Namun mengapa, masih ada segelintir orang yang menganggap bahwa media sosial tidak baik untuk dakwah atau syiar? Artinya perlu digali orang yang berpendapat demikian atau menarik untuk di angkat sebagai bahan penelitian, sebab kita perlu mengumpulkan berbagai macam variabel alasan yang masuk akal untuk menentukan dan menyimpulkannya. Setidaknya diakhir akan menemukan sebuah kesimpulan alasan mengapa dia berpendapat demikian.
Padahal kita tahu peran media sosial, jika dimanfaatkan untuk melebarkan dakwah atau syiar hal-hal positif akan menjadi ladang pahala juga bagi yang menggunakannya. Sebaliknya jika media sosial digunakan hanya untuk menyebarkan kebohongan atau hoax maka hal tersebut juga melahirkan dosa yang berlipat-lipat. Misalnya, kegunaan media sosial untuk keperluan kelembagaan, kegiatan kelembagaan, kegiatan pendidikan, proses belajar mengajar itu penting sekaki. Selain sebagai bukti untuk wali murid juga sebagai syiar atau dakwah bahwa lembaga ini hidup dan terus mengadakan inovasi dengan adanya suatu kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.
Mengapa hal demikian, masih belum dimaksimalkan bahkan dilarang? Kadang-kadang menasihati orang bodoh lebih baik dari pada menasehati orang sok pinter atau sok tahu. Lihat dulu konteks dan keadaan lingkungan serta kemanfaatannya. Jangan tergesa-gesa menyalahkan sehingga akan terlihat kurang mumpuninya.
Salam Semangat
Jangan Jalan Ditempat
Pengamatan berjalan hampir empat tahun membuatku sadar. Pengalaman yang semakin hari semakin bertambah tentu saja akan menghasilkan suatu ilmu, pelajaran serta hikmah. Sejatinya manusia hanyalah lelakon saja. Di pewayangan ada dalang yang lebih berkuasa. Maka Allah adalah Dzat Yang Maha Kuasa di hidup kita.
Segala urusan yang terjadi kita wajib melakukan yang terbaik. Dipersiapkan dengan baik, dikelola dengan baik, diputuskan dengan bijaksana dengan diskusi atau musyawarah. Utamanya tanyakan terhadap diri sendiri? Setelah itu baru yang terdekat?
Menjadi manusia jangan menutup diri. Menganggap paling hebat, paling tahu dan paling betul. Tidak mau di kritik apalagi menerima saran. Zaman sekarang bukan zamannya individualisme. Melainkan zaman kolaborasi melek dengan informasi teknologi. Mengadopsi boleh saja, tapi jangan lupa untuk memodifikasi.
Masih ingat betul dalam surah Al Baqarah kita diperintahkan "Berlomba-lomba dalam kebaikan" tidak berlomba-lomba dalam kemalasan. Kebaikan bisa berarti memodifikasi suatu hal dengan sangat kreatif. Ingat bahwa modifikasi berbeda dengan imitasi.
Jangan sampai mengatas namakan takdir Allah, jika belum berupaya semaksimal mungkin. Jangan sampai mengeluh sebelum bekerja keras dan ada hasil yang nyata. Janji palsu, semua manusia bisa melakukannya hanya modal mulut. Namun, jangan salah akhirat tanggungannya, apalagi urusan dengan umat. Pesan kepada yang masih menganggap medis sosial tidak penting "Ayo bergerak, jangan stagnan tanpa perubahan"
"Tunjukkan Tanggung Jawabmu"
Sabtu, 15 Oktober 2022
Mengatasi Lingkungan Yang Toxic
Toxic menurut bahasa bermakna racun. Lingkungan yang toxic memiliki arti lingkungan yang beracun atau tidak sehat. Bukan karena keadaan fisiknya, melainkan yang dimaksud dengan lingkungan yang toxic lebih kepada makna keadaan mendalam yang memberikan suatu pengaruh kurang baik pada kesehatan mental.
Lingkungan yang lebih mengarah kepada keadaan fisik yakni seperti keadaan yang bebas dari segala bentuk pencemaran, mulai dari sampah, limbah atau polusi. Sedangkan lingkungan yang toxic, menurut saya lebih mengarah kepada efek atau pengaruh keberadaan kita di lingkungan tersebut. Hal tersebut bisa disebabkan dari faktor dalam misalnya dari orang-orangnya yang berada di lingkungan tersebut. Lalu ada dari faktor luar, misalnya keadaan yang mempengaruhi ketidak nyamanan adanya lingkungan tersebut.
Pernahkah anda merasakan di lingkungan yang toxic? Lalu apa yang anda lakukan untuk mengindari lingkungan toxic tersebut? Mungkin sedikit berbagi, jika ditanya pernah berada di lingkungan toxic, tentu saja pernah. Biasanya lingkungan yang toxic salah satunya ditandai dengan ketidak adilan perlakuan antara satu dengan anggota yang lain, lalu ketidak keterbukaan dalam suatu urusan, yang utamanya adalah pendapat, kritik serta saran sudah tidak mempan.
Bagaimana mengatasinya? Pertama, paling ekstrim adalah keluar dari lingkungan toxic apapun caranya, jika di dunia kerja mungkin resign adalah pilihan yang tepat. Kedua, cuek artinya abaikan segala yang terjadi, yang paling utama sudah mendapat hak dan menjalan kewajibanmu selesai. Tipikal kedua ini, jatuhnya egois dan kata yang sering diucapkan adalah terserah. Ketiga, tutup telinga apapun suaranya, tetap fokus pada diri kita dan bertanggung jawab akan tugas. Keempat adalah anti sambat, tidak perlu ngobrol dengan semua orang, diam saja, jika tidak perlu tidak usah bersuara.
Sebagai manusia biasa jika berada di lingkungan toxic lama kelamaan pasti tidak bisa bertahan. Apalagi setiap tingkah laku kita dikomentari tidak benar dan tidak tepat, belum lagi jika mental yang dimiliki tidak sekuat yang dibayangkan. Kalau orang Jawa bilang "kecklean" lebih susah untuk menyikapi, sebab hatinya terlalu sensitif, sehingga lingkungan membawa dia semakin sedih. Maka pilihan yang tepat kamu harus keluar dari lingkungan toxic tersebut.
Ada pepatah mengatakan bahwa hidup adalah pilihan, setiap manusia pun boleh memilih, jangan pernah kita menghalangi pilihan orang. Mungkin sekedar masukan, tapi jangan sampai memaksa. Jadi, dari lingkungan yang begitu menyiksa seperti lingkungan toxic, anda bebas memilih untuk bertahan dengan solusi di atas atau memilih untuk selesai dan keluar dari lingkungan tersebut.
Keep Fighting
Kamis, 13 Oktober 2022
Kota Pare Kediri
Pare, Kediri terkenal dengan kampung inggrisnya. Saya diberikan kesempatan ke kota ini, meskipun menurut anda sudah tidak terlalu istimewa, bagi saya hal ini cukup mengesankan. Mengapa? Kampung Inggris yang saya kunjungi kemarin, suasananya ramai dan peserta didiknya menurut saya yang unik.
Keunikan ini disebabkan salah satunya lintas daerah. Banyak students yang berasal dari luar Jawa Timur, Jawa Barat suku Sundanya pun juga banyak. Cara berpakaian pun juga berbeda. Bahkan ada yang mengimitasi idolanya dari Korea, istimewa.
Dijuluki Kampung Inggris sebab hampir setiap rumah didirikan sebuah tempat kursus Bahasa Inggris. Setiap rumah kursus tersebut memiliki program unggulannya sendiri-sendiri. Misalnya speaking, reading, grammar, listening. Selanjutnya hampir setiap rumah ada kos-kosan dan sewa sepeda pancal. Sepeda pancal di desain tidak ada boncengannya. Sehingga peserta didik di sana seperti akan sehat, sebab mayoritas memakai sepeda.
Selain unggul dalam Bahasa Inggrisnya, ada juga program Bahasa Arab dan tempat kursusnya juga lumayan banyak. Di sana tinggal memilih, tergantung dengan program yang diambil dan diinginkan. Ada juga tempat nongki, pedagang makanan ringan, maupun berat. Lalu ada lapangan tenis, yang luas serta tempatnya yang rimbun akan pohon mangga.
Kampung Inggris di Pare ini memberikan kesan tersendiri. Terutama bagi suami yang dua tahun lebih diperjalanan kariernya di sana untuk kursus. Alhamdulillah setelah menikah, bisa mengajak istrinya berkunjung di kampung Inggris ini.
Minggu, 09 Oktober 2022
Jangan Menutupi Kebenaran
Menemukan Kejanggalan
Menemukan Bau Busuk
Berusaha Disembunyikan
Kebatilan Sedikit Dianggap Kecil
Jangan Salah Kawan
Kami Tidak Bodoh
Atas Kebusukan Kebatilanmu
Nepotisme Kau Kedepankan
Demi Keuntungan Sesama Bestimu
Kebenaran Sudah Sewajarnya
Dibongkar Tanpa Harus Takut
Halal Haram Sudah Tak Kauhiraukan
Apapun Cara Tetap Diperjuangkan
Satu Tujuan Agar Kesadaran Terbuka
Bahwa Itu Bukan Hakmu
Tanpa Keringat Percaya Diri Selangit
Senyum Sumringahnya Mendapat Tunjangan
Pantaskah Anda?
Anda Tidak Malu ?
Apakah Anda Kerja ?
Adanya Cuti Berlanjut Resign Selama Ini
Kenapa Masih Dapat ?
Anda Punya Otak Dan Hati?
Dimana?
Anda Sadar ?
Sabtu, 01 Oktober 2022
Krisis Moral Tentang Sampah
Fenomena yang terjadi, ternyata krisis moral tidak hanya dilakukan seperti para elit yang memiliki pejabat mentereng yang sekarang menjadi tersangka koruptor. Krisis moral sudah merambah kepada masyarakat yang berada di bawah, yang justru dilakukan bukan karena tidak tahu. Seperti hal sepele tentang sampah.
Sampah pampers dan pembalut meraja lela dipinggir jalan raya besar. Pinggir jalan tersebut yang justru dilalui oleh banyak orang dan merupakan fasilitas umum. Bahkan jalan raya yang dicari oleh oknum pembuang sampah tersebut sengaja dipilih yang sepi rumah, misalnya jalan raya yang sekelilingnya sawah, sungai, jembatan dan pohon-pohon besar. Jika demikian, sampah yang dibuang berceceran di jalan raya, dengan bau menyengat dan sangat mengotori jalan.
Membuang sampah yang seperti itu, bagian dari krisis moral. Pasalnya hal sepele tentang sampah saja, bisa merugikan banyak orang dan sangat tidak terpuji. Coba dipikirkan jika membuang sampah bekas pampers bayi atau pembalut, apa tidak khawatir tentang akibat atau istilah Jawanya "sawan" yang ditimbulkannya. Apalagi di tempat umum.
Pengalaman saya pribadi, melihat di depan mata, pasangan suami istri membawa bayinya, dengan mengendarai sepeda motor keluaran terbaru dengan pakaian yang keren, lalu membawa kresek merah sebanyak tiga kantong, dan tanpa dosa dia melempar kantong tersebut ke sungai. Seketika saya sorot dengan lampu kota, mencoba akan menegur, tapi mereka keburu malu. Sehingga mereka tancap gas sekencang-kencangnya.
Apa yang harus dilakukan, jika menemukan seperti ini? Pertama, hati nurani serta kepribadian kita harus waras dan sadar jika hal tersebut tercela. Sekarang, jejak digital sangat mudah untuk mengabadikannya. Namun, kita harus berani bertanggung jawab. Sepertinya jika belum viral, atau disebar luaskan oknum tersebut tidak memiliki jera sekalipun denda. Padahal tertera poster, slogan atau himbauan "Yang membuang disini, berarti monyet" kalimat ini sangat dalam maknanya, bagi mereka yang sadar.
Selain itu, anehnya dan membuat sangat prihatin, jika ada satu kantong di pinggir jalan, mengapa ada yang menirukan. Artinya oknum yang membuang pertama secara tidak langsung mendorong orang lain untuk menirukan. Maka bukan pahala baik yang mengalir, adanya dosa yang makin menumpuk sebab menularkan kebiasaan jelek tersebut.
Oknum tersebut, kadang-kadang melakukannya sebab tidak memiliki lahan untuk pembuangan. Mencari solusi yang instan, sehingga merugikan, banyak orang bahkan dirinya sendiri. Oleh sebab itu ayo, mencari solusi yang tepat dan terbaik untuk sampah yang dihasilkan. Saya pribadi sangat miris, jika nantinya ada akibat yang harus diterima baik untuk bayinya atau orang tuanya yang melakukan hal demikian. Lewat tulisan ini minimal kita tahu dan belajar, lalu jangan pernah melakukannya.
Selain mengotori fasilitas umum, hal tersebut merusak lingkungan. Lingkungan yang bersih, juga menunjang kesehatan kita. Jika nanti bencana datang, disalahkan Tuhan. Padahal itu akibat perbuatan manusia itu sendiri. Mari lebih bijaksana dan sadar akan cinta lingkungan.
Salam Semangat
Wanginya
aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...
-
Melalui teman saya, dia mendengarkan lagu sholawat dengan gaya yang berbeda. Awalnya saya penasaran sebab tidak pada umumnya genre. Arti...
-
LKK PCNU Tulungagung berkolaborasi bersama JATMAN, LAZISNU, PERGUNU dan RANTING NU Tegalrejo mengadakan Khitan Ceria pada hari Ahad, 18 ...
-
Akupun Menanti Akupun Menunggu Akupun Masih Terus Belajar Untuk Bersabar Sampai Kapan Pertanyaan Itu Yang Selalu Ada Namun Ada Keyakinan Ya...







.jpeg)
.jpeg)



