Jumat, 30 Desember 2022

Tahun 2023


Menuju tahun baru Masehi, bukan untuk berpesta pora. Menyambut tahun baru 2023 dengan hal yang lebih bermakna. Salah satu contohnya, dengan menyambung silaturrahmi. Ajang berkunjung dengan keluarga besar diisi dengan tahlil dan berdoa bersama dan sangat boleh, lalu diisi dengan makan bersama atau beramah tamah. 

Setiap perubahan tahun, hak seseorang untuk memaknainya. Tetapi, hal utamanya perubahan tahun harus menjadi evaluasi, muhasabah dan introspeksi untuk lebih baik. Toh, setiap kehidupan itu pasti ada cerita naik turunnya. 

Saya menjadi teringat salah satu kutipan bahwa "kehidupan tidak ada yang sempurna, jika tidak bisa memaknai dengan rasa syukur". Oleh sebab itu, apapun yang terjadi di tahun kemarin 2022 harus di syukuri. Sekarang, waktunya mempersiapkan dengan baik segala yang akan terjadi di depan.

Doa terbaik di tahun 2023 ini. Untuk semua teman-teman dan pembaca pasti memiliki impian, cita dan harapan. Semoga segera terwujud dan memberikan manfaat dan keberkahan bagi banyak orang. Selanjutnya, jika masih ada hati yang terluka, semoga segera dipulihkan dengan saling memaafkan.

Salam Tahun Baru,

Semoga Semakin Barokah

Amin

Rabu, 28 Desember 2022

Liburan Untuk Berjuang







Jika jiwa kompetisi telah membara, untuk bersaing sehat demi prestasi itu hal yang sangat positif bagi saya. Apalagi demi menghantarkan anak bangsa. Prestasi bukan hanya sekedar nilai sembilan atau seratus, mengasah bakat dan skill yang dimiliki juga merupakan dasar pembentukan mental yang kuat nantinya di masa depan.

Jiwa berjuang itu muncul demi sebuat cita-cita dan tujuan. Bukan lahir sebab ingin dipuji atau sanjungan. Kadang juga masih heran, ada seseorang yang sangat meremehkan sebuah kompetisi atau perlombaan. Harusnya sebagai pendidik, sadar betul akan kebutuhan untuk show up atau unjuk gigi di khalayak masyarakat sebagi bukti exsisnya sebuah lembaga. Bukan sebaliknya, nyalinya selalu kecil, dan memberikan komentar negatif kepada penyelenggara lomba bahkan berkata "ndak mungkin juara, settinga bla bla!". Ah,,, jika bertemu orang yang seperti itu, sepertinya dia tidak pernah ikut lomba dan tidak mengenal dan dikenal oleh orang, alias jago kandang.

Kesempatan tidak akan datang kedua kali. Ambil saja kesempatan emas itu, kalau juara itu adalah bonus atas usaha dan ikhtiar yang maksimal. Jika belum juara, toh sudah memberikan yang terbaik dan mendapatkan pengalaman yang luar biasa. Saya meyakini, dari pengalaman pada suatu lomba atau kompetisi akan memberikan modal besar ketika nanti turun di masyarakat. Misalnya saja pada jenis lomba pidato,jika sudah memiliki pengalaman, ketika nantinya turun di masyarakat untuk menjadi pembawa acara juga sangat mudah, minimal tidak demam panggung. Begitu juga dengan jenis lomba lainnnya.

Di waktu liburan ini, yang hanya kurang lebih seminggu adalah waktu yang harusnya digunakan untuk santai dan liburan. Saya dan anak-anak yang akan mewakili lomba di ajang DAFA Competition dan Porseni 2023 di bulan Januari seperti Habibah, Tisya, Alfian, Elkia dan Safira untuk cabang pidato tiga bahasa selalu berlatih. Selanjutnya ada Bu Diah di cabang menyanyi juga demikian bersama Ardan dan Aniqoh. Semuanya kami lakukan untuk mendapatkan yang terbaik. 

Mari kita buka dengan selebar-lebarnya cara berpikir kita untuk menggunakan kesempatan yang ada menjadi yang terbaik di segala bidang. Semua memiliki nilai positif, jangan malah menutup diri "jago kandang". Sehingga dukungan yang berarti dari materi dan immaterial juga diperlukan. Jangan menuntut hasil maksimal jika tidak adanya suatu dukungan yang berarti.

Kepada anak-anakku selamat berjuang. Terus belajar dan berproses untuk menjadi yang terbaik. Jangan cepat puas dengan prestasi hari ini. Pertahankan dengan cara tidak mudah menyerah. Selamat berkompetisi dengan sehat.








Selasa, 27 Desember 2022

Tabassam Catering


Tabassam Catering adalah usaha yang kami buka di bidang kuliner atau makanan. Tabassam Catering sebetulnya brand yang sudah lama ingin saya luncurkan. Namun, butuh proses untuk membulatkan niat. Berawal dari umi saya yang memilik hobi memasak. Dan Alhamdulillah dari dulu selalu mendapatkan pesanan.

Zaman saya masih kecil dulu di bidang aneka kue basah dan kering. Apalagi menjelang lebaran, hampir semua pernah dibuat. Mulai dari kacang sembunyi, roti kacang, aneka kripik. Lalu, untuk kue basah biasa dipesan oleh orang yang memiliki hajatan, seperti kue bikang, kue bolu, kukus, spiku, dadar gulung, resoles dan masih banyak lagi.

Kemudian sempat berkembang pesat lalu bosan dan berhenti. Lalu merambah kembali di makanan yang berat seperti nasi tumpeng, nasi kotak dengan berbagai menu dan lauk, lalapan aneka sambal. Semuanya intinya pernah dilakukan. Tetapi, belum maksimal untuk menekuni bahkan memberi brand. 

Kali ini saya dan Umi memberanikan diri untuk membuka dan memberikan brand usaha ini. Besar harapan, catering yang kami buka semakin banyak pelanggan dan semakin barokah. Di awali dengan hobi yang menghasilkan itu menyenangkan. Sehingga mungkin teman-teman yang ingin memesan makanan atau menu untuk acara sangat bisa.

Oh iya, pada pamflet Tabassam Catering yang saya cantumkan adalah nomer Hp Umi saya. Mengapa demikian? Sebab yang bisa dan mengetahui segala konsep serta menu dan harga adalah beliau. Saya hanya sekedar membantu. Semoga semakin berkembang, dan semakin meluas. 

Kalau di tanya siapa saja karyawannya? Adalah kami semua anggota keluarga di rumah. Ada abah saya yang tidak diragukan lagi di bidang protein, lalu ada suami saya yang sebagai distributor dan perbelanjaan dan saya sendiri sebagai pengemasan. Kalau yang masak tentu saja Umi saya. Jangan lupa di pesan ya..

Untuk peluncuran instagram dan facebook menyusul. Jika ingin bertanya terkait menu, bisa langsung hubungi nomer yang tertera. Salam Barokah

Minggu, 25 Desember 2022

Membuat Batik Jumput






Kamis, 23 Desember 2022 kegiatan untuk kelas IV yaitu membuat batik jumput. Semua bahan dan alat dibagi pada perkelompok. Satu kelas terdiri dari lima kelompok. Sebetulnya, semua kegiatan di akhiri pukul 09.00 karena kelas IV membuat batik sehingga pulangnya kami undur sekitar jam 10.00.

Awalnya sempat meragukan kemampuan siswa di kelas IV. Sebab, pada prosesnya banyak dari mereka tidak memperhatikan penjelasan saya. Bahkan ada di beberapa kelompok yang karet sebagai alat utamanya banyak yang putus. Kemudian kelereng juga demikian, harusnya satu anak sepuluh kelereng, mereka menangkapnya satu kelompok satu sepuluh kelereng. 

Di kelompok satu ada Alya, Dafa, Chelsea, dan Abil. Kelompok dua ada Arofa, Nayla, Faqih, dan Zidan. Kelompok tiga ada Tisya, Alifa, Nizam dan Ari . Kelompok empat ada Izza, Raisa, Alvino dan Aris. Kelompok lima ada Safira, Handsome, Ihsan dan Alfa. Ada satu siswa yang tidak mengikuti kegiatan ini yakni Abel.






Mereka membuat pola dengan kekreatifitasan masing-masing. Kelereng perkelompok yang hanya sepuluh pun harus digunakan semaksimal mungkin. Jika kelereng habis, semua bertanya "Bu, niki pripon?" Dari ujung kelompok satu sampai kelompok lima. Akhirnya dengan seadanya kami coba untuk karet mengaret ujung di putar-putar.

Sempat pesimis, ketika nanti jadi tidak maksimal. Ada titik dimana saya sebagai fasilitator menjelaskan dengan intonasi yang ngegas. Corak yang dihasilkan juga tidak begitu bagus. Namun, saya tutupi dengan tahap penyemprotan warna harus maksimal, intinya jangan sampai kasih celah yang masih ada warna putih.

Kemudian hasil dari batik jumput dijemur dan jika sudah kering dibawa pada hari Sabtu, 24 Desember 2022. Ternyata, hasilnya luar biasa. Semua memiliki pola dan keunikan corak masing-masing. Bahkan warna yang dihasilkan juga sangat bagus, ada yang menyerupai kain tenun, sebab corak pola yang dihasilkan sangat terkonsep. Dewa guru pun sangat mengapresiasi dengan baik begitu juga dengan wali murid.

Kami sangat bangga pada mereka. Ternyata benar, kesungguhan dalam mengerjakan atau dalam berproses itu menentukan. Meskipun sempat dengan intonasi tinggi kepada mereka. Semoga hasilnya dari batik jumput ini memberikan manfaat dan kebarokahan serta pengalaman yang luar biasa bagi kalian. Semangat terus kelas IV. Fighting jangan lelah dalam mengukir prestasi. Berlomba-lomba terus dalam kebaikan. 

Sabtu, 24 Desember 2022

Rujak Buah Number One To Close The Class








Rujak Buah Number One To Close The Class 

Rasanya setelah ulangan dan penilaian akhir semester ganjil membuat semua siswa lepas dengan segala beban. Di moment inilah sepatutnya diisi dengan beberapa kegiatan. Memang di madrasah kami tidak semua kelas mengadakan kegiatan seperi lomba-lomba classmeeting. Kurang lebih dua minggu diisi dengan ujian tahfidz dan nderes.

Ada yang berbeda di kelas IV, kami mengisi dengan rujakan. Rujakan adalah agenda pertama di kelas IV, sebetulnya ada tiga agenda yakni rujakan, tari saman dan membuat batik jumput. Yang terlaksana ternyata hanya dua yakni rujakan dan membuat batik jumput.

Rujakan terlaksana di hari Rabu, 21 Desember 2022. Semua kompak dan bertanggung jawab membawa bahan dan alat yang sudah di bagi. Yang tidak membawa buah, diperbolehkan membawa snack untuk dibagi merata di semua anggota kelas. Cara makan rujaknya juga unik yakni dengan makan bersama satu layah besar.

Pada kegiatan makan bersama terdapat makna bahwa semua mempunyai hak dan kedudukan yang sama. Lalu di segi kekompakan antar kelompok. Semua berjalan dengan tertib. Selain itu, kami juga tidak lupa untuk berbagi dengan semua dewan guru. Semua kami bagi rata agar semua mencicipinya. Alhamdulillah semoga kelas IV sellau kompak dan selalu bersaing sehat dalam mengukir prestasi. 

Salam Semangat

Senin, 19 Desember 2022

Kuliah Online Perdana Untuk Mahasantri STAI MAS




Tak terasa sudah di penghujung bulan Desember yang merupakan bulan akhir untuk kalender akademik di berbagai lembaga, baik setingkat Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas. Begitu pula untuk santri di pondok pesantren. Sedangkan untuk mahasantri artinya untuk sekolah tinggi yang berada di Pondok Pesantren sedikit berbeda.

Pondok pesantren Ngunut, kalender akademik dikatakan libur dan memperbolehkan santrinya pulang mulai dari tanggal 20 Desember sampai 28 Desember 2022. Tentu saja untuk santri yang sekaligus menjadi mahasiswa juga mengikutinya. Sedangkan pembelajaran di perkuliahan masih harus tetap jalan. Solusinya perkuliahan mulai minggu ini diadakan dengan online atau daring.

STAI MAS dimulai hari ini, perkuliahan dilaksanakan melalui Zoom. Untuk para dosen, mungkin bukan hal baru dan rata-rata sudah menggunakannya. Tetapi, untuk para mahasantri sedikit berbeda. Ada hal baru di dunia mereka, terkait teknologi tersebut. Tidak dipungkiri, hal ini terjadi sebab, mereka sebagai santri yang merangkap dengan maha siswa terbiasa perkuliahan dilaksanakan secara offline. Perlu penyesuaian dan pengenalan lebih lanjut.

Awal-awal pasti terlihat ada kesulitan. Bahkan untuk masuk ke ruang diskusinya. Mencari menunya juga sedikit kebingungan. Lucunya awalnya saya menggunakan laptop dengan lima belas mahasiswa. Padahal mahasiswa kelas saya dua puluh lima. Sempat kemana yang lainnya. Ternyata ada bercerita di grup yang masih kebingungan. Sehingga beberapa mahasiswa terlambat untuk masuk di ruang kelas online tersebut. Saya pun bisa memakluminya. 

Mungkin hari kedua besok sudah ada peningkatan dan lebih kondusif lagi. Untuk hari pertama sebagai pengalaman baru dan penyesuaian. Semoga kuliah hari ini bisa manfaat dan barokah. Kalian luar biasa teruslah semangat belajar. Meskipun pondoknya sudah libur, jangan terlena tetap nderes dan jamaahnya sholat lima waktu serta birrulwalidainnya. 

Sabtu, 17 Desember 2022

Kritis Bukan Mencari Salah


Generasi muda di dunia pendidikan sebagai siswa atau mahasiswa dianjurkan untuk berpikir kritis. Terutama pada muatan materi pelajaran. Seperti sains, ilmu sosial serta nilai-nilai kemasyarakatan. Anehnya sebagian dari pendidik, kadang masih tertegun heran dengan sikap kritisnya mereka.

Lalu apa yang seharusnya dilakukan untuk mengarahkan kekritisannya sesuai dengan tempat dan kondisinya? Ada hal paling sebagai dasar utama yang harus ditanamkan sebagai pendidik. Pertama bangun mindset bahwa kritis bukan mencari salah. Mengkritisi juga bukan berarti tidak setuju. Namun, berpikir kritis adalah mencari sisi kelemahan, ketepatan dan  mencarikan sebuah solusi bukan semata melulu mencarikan celah dari suatu materi.

Sebab ketika seseorang berani untuk berpikir kritis bahkan berani mengkritisi tentu saja dia sudah melakukan penelitian. Minimal membaca dan mengumpulkan data dan fakta yang berkaitan. Dan tidak perlu tersinggung bahkan marah jika ditemukan suatu yang berbeda. Justru akan menambah wawasan dan informasi apalagi diterapkan dengan kehidupan sehari-hari.

Sama dengan mengajukan suatu ide atau masukan terhadap kepemimpinan. Berpendapat untuk segala hal jalannya suatu urusan apalagi bertujuan untuk orang banyak. Menyangkut hak tentu saja kita harus berani mengkritisi. Dengan catatan santun tetap yang utama dan mengutamakan fakta manfaat dan madhorotnya.

Maka, tidak usah merasa kecil apalagi terkucilkan sebab kena kritik. Jika menjadi pemimpin otomatis sudah siap dengan segala kemungkinan. Sejatinya di kritik dan di puji sama saja. So be enjoy and be your self and always smile semangat to good human. 

Sampai Pantas Mendapatkan

 



Serpihan Hati Sisa Dari Luka

Jangan Kau Habiskan Begitu Saja

Mengais Rasa Yang Tak Pernah Ada

Membuktikan Kekuatan Doa

Mengandalkan TuhanNya

                        Hanya Manusia Bisa Mendapatkan

                        Pengakuan Yang Seharusnya

                        Bingung Mencari Kebenaran

                        Terlalu Banyak Topeng Dikenakan

Sampai Pantas Mendapatkan

Inikah Drama Kehidupan

Dan Inikah Hidup Yang Kau Harapkan

Mencari Kebenaran

Atau Hanya Sekedar Untuk Pujian



    Puisi ini pernah saya ikutkan untuk lomba tingkat Nasional beberapa waktu lalu. Meskipun belum mendapatkan juara terbaik, setidaknya kesempatan untuk menuangkan sebuah karya sudah diambil dan tetap melahirkan karya dengan menulis. Alhamdulillah menjadi karya dengan urutan 33 dari semua peserta yang saya yakin itu pesertanya banyak ratusan bahkan ribuan orang. Alhadmulillah pengalaman mengirimkan naskah puisi original sudah kedua kalinya. Jika tahun lalu kali pertama mengikuti lomba ini dengan nomer urut 334. Tetap di syukuri, semoga dikesempatakan selanjutnya bisa mendapatkan bonus juara. Yang terpenting adlaah tetap semangat untuk literasi menulis. 


Jumat, 16 Desember 2022

Geram




Sajak Larik Untuk Bedebah

Tidak Pandang Kalimat

Serta Tidak Perlu Pilihan

Sungguh Membuat Geram


Muka Tebal Tanpa Malu

Tingkah Lakumu Diam Tapi Memuakkan

Jangan Meminta Kami Mewajarkan

Seakan Kamu Selalu Benar


Akan Kuliti Satu Persatu

Kesalahan Yang Kau Perbuat

Sungguh Mengapa Tidak Merasa

Keberadaanmu Selalu Membuat Geram


Pergilah Jauh Dari Pandangan Mata

Tertelan Bumi Goncangan Alam

Hingga Tuhan Menyadarkan

Kamu Hanya Bedebah Manusia Jahanam

Rabu, 14 Desember 2022

Butuh Waktu Untuk Menerima




Ibarat Kata Pendatang

Tiba-Tiba Merebut

Sadar Akan Kekurangan Dan Kelebihan

Namun Jangan Membandingkan


Berat Belum Menerima

Siapa Kamu?

Dan Mengapa Harus Kamu?

Mencoba Untuk Asyik

Namun Tetap Saja Terbaca 


Mimik dan Raut Bahasaku

Masih Berat Belum Bisa Menerima

Haruskah Kompak Seperti Harapan Mereka?

Namun Lagi-lagi Terhalang Sekat


Dan Kembali Bertanya

Siapa Kamu?

Sampai Ada Yang Berani

Berkata Di Depanku Membandingkan

Ku Cabik-cabik Mulutmu

2022 Desember


Akhir tahun 2022, di Desember kali ini bulan yang penuh dengan banyaknya kegiatan. Bersyukur sekali, hampir di penghujung tahun masih diberikan kesehatan, kesempatan serta kegiatan yang amat padat. Namun, mengapa lubuk hati terdalam masih merasa banyaknya kekurangan, semangat mulai menurun.

Keruwetan pikiran serta tenaga terselimuti rasa bersalah menghantui. Entah sebabnya apa? Apa segala pekerjaan yang dilakukan kurang memuaskan atau marah pada diri sendiri, belum menjadi terbaik dalam segala bidang. Benak-benak kalimat itu sering kutanyakan pada diriku sendiri. Huft,,, semua tidak akan selesai jika hanya dengan pertanyaan dan pernyataan yang berarti.

Semua kucoba membalikkan segalanya. Bangun pikiran untuk berubah. Berubah menjadi orang yang terbaik. Semua mulai kumpulkan serpihan itu. Satu persatu kukerjakan lagi. Mencoba lagi membuang segala kekecewaan itu. Namun, masih tidak ingin bertemu dan bahkan berpapasan dengan kekecewaan itu.

Bukan waktunya sepertinya mengeluhkan dan menyesalkan segalanya. Orang hidup akan terus berdampingan dengan segala masalah. Dimana masalah itu akan terselesaikan dengan baik atau sesuai harapan atau bahkan sebaliknya. Saya percaya dan yakini saja, segala kekurangan dan kekecewaan menjadi semua pembelajaran hidup yang berarti di kemudian hari.

Masih banyak mimpi dan cita-cita untuk kedepannya. Terus berusaha dan ikhtiar untuk bisa mewujudkannya. Tidak peduli orang berkata apa, sejatinya yang tahu diri kita sebetulnya hanyalah Allah dan diri kita sendiri serta orang-orang terdekat kita. Uang memang bukan segalanya. Tetapi, kita hidup juga perlu uang. Namun, sehat itu lebih utama dibandingkan dengan uang. So.. di luar sana, jangan sering mengabaikan urusan kesehatan dan uang.

Hidup harus seimbang 

Kamis, 08 Desember 2022

Macam-Macam Kecap





Seberapa tahu kita jenis kecap? Di dunia dapur sebagai ibu rumah tangga, memang jenis kecap dan bahan baku kita harus banyak mengenalnya. Apalagi sekarang dengan zaman yang semakin canggih. Membuat masakan apapun sepertinya mudah, dengan catatan kita tahu rasanya, mengenalnya serta fungsinya.

Seperti kecap salah satunya, banyak sekali jenis dan merk serta fungsinya yang berbeda. Jika kita menggunakannya tanpa mengetahui rasa dan fungsinya akibatnya akan fatal. Tentu di masakan akan terasa aneh jika dimakan.

Berdasarkan rasanya kecap ada yang manis, asin, kecap inggris, kecap ikan, kecap tirayaki dan shoyu. Dari tampilannya seperti layaknya kecap memiliki warna gelap yang membedakan adalah rasa dan fungsinya. Mungkin jika tanpa dicicipi kita bisa terkecoh.

Saya berkesempatan membaca buku resep masakan, sehingga ada sedikit pengetahuan tentang jenis kecap. Ibu-ibu umumnya menggunakan kecap manis yang tersedia di rumah. Sebab, dilihat dari fungsinya di segala masakan rumah tangga bisa digunakan. Seperti, nasi goreng, mie goreng atay sate. Memiliki tekstur yang kental

Selanjutnya Kecap asin yang cenderung lebih cair biasanya lebih digunakan untuk pengganti garam dan bisa digunakan di masakan oseng-oseng, marinasi ayam dan cocolan. Tentu saja memiliki rasa asin. Kecap inggris lebih ke gurih, bisa digunakan untuk masakan bakmi atau cap cay. 

Kecap ikan memberikan rasa gurihnya protein hewani. Sebab kecap ikan lebih banyak menggunakan frementasi ikan dari pada kedelai. Kecap tiram atau sering di sebut sebagai saos tiram. Memiliki rasa yang hampir mirip ke kecap asin, namun masih ada tingkatan gurihnya yang mendominasi. Kecap tirayaki dan shoyu, biasanya digunakan untuk cocolan masakan sushi dari Jepang. 

Semoga Bermanfaat

Selasa, 06 Desember 2022

Mengenang 2009 Silam Di Sekolah Idamanku Kala Itu




Lulus dari SNESA kala itu, bumingnya sekolah favorit dan RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional). Jauh sebelum adanya zonasi seperti sekarang. Seakan sekolah negeri dulu, terpetak-petak menjadi kategori sekolah yang banyak peminatnya, favorit dan tentu saja mempunyai keunggulan masing-masing. Salah satunya SMA Negeri Boyolangu (SMUBOY) lalu SMA Negeri Kedungwaru (SMUKED).

Rata-rata zaman itu, banyak memilih diantara kedua SMA Negeri tersebut. Namun, ada juga pilihan ketiga di SMA Negeri Kauman. Semua seakan berlomba-lomba mendapatkan nilai terbaik, dengan sebutan danuas atau danem. Sebab, kala itu masuk di SMA Negeri menggunakan sistem danuas atau danem. 

Saya dulu, menuliskan list-list sekolah menengah atas dengan urutan pertama SMUKED, jika memang belum diterima sudah niat dan tekad bulan sekolah di luar kota entah di mana. Masih ingat betul, teman-teman yang dari satu sekolah di SNESA, hampir semua diantar oleh orang tuanya. Sedangkan saya, pada waktu itu, boncengan dengan satu teman kalau tidak salah namanya Indah Niv. Daftar sendiri dan mandiri, mungkin pada waktu itu Umi saya ingin mengajari saya tentang kemandirian.

Kami berdua daftar mengisi formulir, menyerahkan beberapa persyaratan dan menunggu perkembangan setiap menit, jam perubahan danuas atau danem terendah. Sempat melihat masjid sekolah tersebut dan mencoba mengelilingi semua lokalnya, lapangannya, tempat parkir dan terakhir kantinnya, bahkan melihat OSISnya dengan seragam crem dalam hati berkata "keren sekali". Memang menurut Allah bukan yang terbaik pilihan pertamaku ini, sehingga di jam sepuluh pagi, saya masih betul danuas saya sudah tidak nutut. Otomatis tergeser dan langsung cabut segala persyaratan dan pulang. Padahal jika dipikir-pikir kala itu juga sempat mencantumkan beberapa sertifikat prestasi. 

Pengalaman di atas, sama sekali tidak saya sesali. Sebab saya yakin pasti ada alasan dan hikmah yang besar bahkan nilai kemanfaatan yang di belakang bagi saya sendiri maupun orang lain yang jauh lebih besar. Dan betul hari ini saya berkesempatan di SMUKED lagi di acara yang berbeda. Sungguh luar biasa. 

2022 tentu saja banyak perubahan dari segi fasilitasnya, mulai dari gazebo, taman dan kelas-kelas, tempat parkirannya, kantinnya, terlihat lebih luas. Belum lagi dari segi program keunggulannya. Ah SMUKED menurut saya, tetap keren dengan segala yang dapat saya lihat di sini.

Senin, 05 Desember 2022

Jiwa Muda


Kadang jiwa muda itu membara seperti api. Suka membakar semangat untuk berkarya. Jiwa muda kadang-kadang juga membuat lupa akan tempat dengan siapa dan dimana. Muda boleh saja membara akan segala keahlian yang kita miliki. Tetapi, jangan sampai melukai kepada yang lebih tua.

Butuh latihan dan proses memiliki sebuah karakter atau budi pekerti yang baik. Muda boleh umurnya namun dengan segala keilmuan dan akhlaknya harus seperti yang lebih tua, tawadhu', ta'dzimnya dan sabarnya. Sehingga bijaksana akan selalu di miliki oleh yang muda. Bahkan mereka tidak akan melakukan hal tercela dan merugikan jika pondasi akhlaknya yang baik. Bijaksana dalam mengambil semua keputusan dan melaksanakan tanggung jawabnya. 

Realitanya, mengapa semakin ke sini, anak muda semakin ugal-ugalan. Apa sebenarnya yang salah. Tidak hanya pemuda laki-laki namun juga perempuan sama saja. Jika pembiasan kehidupannya belum beres, mereka seakan pendapat dan polah tingkahnya merasa paling benar. Menghormati menghargai orang yang lebih tua saja, seakan tidak perlu memudar dengan sendirinya.

Rasanya seperti tamparan yang keras kepada para pendidik dan orang tua. Mental pemuda dulu dan sekarang juga sangat berbeda. Pemuda dulu tahan dengan tempaan segala jenis kegiatan positif. Misalnya saja tugas dari guru, pasti dilaksanakan dikerjakan dengan baik. Sedangkan ketahanan pemuda sekarang cenderung mundur. Padahal dari segi zaman teknologi tergolong maju sekarang. Semakin butuh segala hal dengan cepat terpenuhi. Namun, masih cenderung lemah.

Oleh sebab itu, jika kita meras masih muda, mari terus membenahi kualitas diri. Belajar untuk semakin mengerti dan memahami segala hal yang terjadi. Akhlak karakter budi pekerti sejak dini diterapkan. Melihat dengan kaca mata yang objektif dalam segala bidang. Berfikir terlebih dahulu akan segala yang terjadi. Berkarya dengan segala kemampuan yang dimiliki. Jangan hanya berpangku tangan dan HPan. 

Minggu, 04 Desember 2022

Menahan Marah Berujung Doa Untuk Ikhlas



Saya benar-benar marah, seakan kebencian itu memuncak. Melihat wajahnya saja tidak sudi. Mereka yang hanya janji palsu. Busuk benar mulutnya. Seketika itu terdiam, dan merenung, siapa yang membuat dan menciptakan kemarahan ini? Wajar apa tidak sebagai manusia biasa saya marah yang seperti ini? 

Saya hanya diam di pojok keramaian. Dan hanya melihat dengan sorot yang marah kepada manusia congkak itu, berlalu lalang di hadapanku, kadang berhenti sambil berkata ngalor ngidul yang tidak penting. Demi hanya menutupi kebohongan dan kedzalimannya. 

Saya teringat kembali, di tasku ada kotak kecil, langsung ku ambil didalamnya yang ada tasbih digitalku. Lagi-lagi saya diam dan hanya bisa mbatin di hati. Kalimat tayyibah segala hal yang saya pelajari, semua saya lantunkan, demi menahan kemarahan ini. Dan dijauhkan kepada mereka yang dzalim.

Menahan keburukan agar tidak terjadi sangatlah perlu perjuangan. Hanya air mata keluar ujung-ujungnya. Seakan ingin sekali dunia mempermalukan dia bahkan menelannya. Agar mereka sadar, bahwa yang dilakukannya sungguh keji. Tahan dan mengambil nafas yang panjang dan melepaskannya membuat sedikit lega. Setelahnya cukup di dalam hati dan terus berkata "ikhlas Ya Rabb".

Sudah serahkan kepada Allah yang terbaik. Allah adalah hakim terbaik, Maha SegalaNya. Maha Adil atas segala perbuatan manusia. Mungkin tidak di dunia balasannya secara kasap mata. Di akhirat kita tidak ada yang tahu. Cukup menjadi pembelajaran bahwa segalanya harus dipikir sebelum bertindak. Apalagi tentang segala yang keluar dari lisan. Jangan hanya janji busuk, lalu diingkari menganggap manusia lain lupa bahkan tak peduli. Oh tidak! Dan Jangan salah, kita semua masih sadar dan melihatnya secara langsung. Lanjutkan saja kedzaliman dan kejahatanmu kepada orang lain. Allah Tidak Tidur.


Sabtu, 03 Desember 2022

Guruku Garang, Tapi Saya Suka





"Guruku garang, tapi saya suka"

"Guruku garang, tapi seru sekali"

"Kapan Bu Filza, masuk kelas saya lagi"

Itulah secuil kalimat yang sering mereka ucapkan ke saya. Seperti hari ini, menjadi pengawas ujian PAS di kelas 2. Mereka sudah siap di awal, tertib dan disiplin.

Tiba-tiba salah satu dari mereka berkata "Bu Filza, apa sih yang membuat bangga sampean ke kita?". Awalnya tercengang mendengar pertanyaan itu, belum sempat saya jawab anak yang lain celetuk lagi "Bu Filza, bangga sama siapa saja kelas satu sampai kelas enam?". Tentu saja, saya memberikan penjelasan kepada mereka bahwa saya akan bangga mana kala siswa tersebut, memiliki akhlak mulia, jujur, disiplin dan selalu manut kepada orang tua atau gurunya.

Seketika semua mengangguk-angguk dan kelas lebih tertib lagi. Kejadian lucu selanjutnya, mereka yang polos berkata. "Bu Filza, kalau PAS, kenapa sih HP say di sita sama Mama di rumah, kan sebel Bu".

Kemudian saya jawan dengan kalimat viral di sosial media "Kamu Nanyak!" Mereka serentak ketawa terbahak-bahak. Seru bu, lagi bu. 

Setelah itu mereka konsentrasi mendengarkan penjelasan menyimak segala soal yang saya bacakan. Dan mereka tidak sungkan untuk bertanya. Padahal awalnya saya memiliki pikiran bahwa mereka akan sinyap sepi sebab takut. Justru mereka sangat enjoy. Yang biasanya jalan keliling kelas, cukup di bangkunya sambil senyam senyum. Entah apa yang dipikirkan. Salut sekali dengan kelas 2.

Memang di kelas dua saya jarang masuk. Bahkan jadwal madin atau tahfidz belum pernah dengan mereka. Hanya Hawa dan Amira yang di kelompok tahfidz saya. Dibalik semua cerita tersebut, tentu saja tidak sedikit yang menganggap saya garang. Sebetulnya bukan garang, mungkin jatuhnya lebih tegas dengan suara yang kencang. Terbukti sekali, jika jamaah sholat dhuha atau dhuhur, shofnya akan rapi, tidak ada suara gaduh ketika wiridan.

Sebetulnya, apapun keadaan gurunya, sifat karakternya harus kita terima dengan baik. Apalagi sebagai siswa, jangan pernah membandingkan bahkan pilih kasih. Semua harus diperlakukan sama, wajib dihormati dan ta'dzim kepada siapapun guru kita. 

Penilaian Akhir Semester Ganjil Tahun Ajaran 2022 Yang Berbeda




Kurikulum 2013 untuk kelas satu dan empat, masih dijalankan untuk beberapa Madrasah seperti biasa. Faktanya di Madrasah tempat saya mengabdi, memang demikian dan beberapa Madrasah pun juga sama. Adanya kurikulum merdeka sepaham kami hanya Madrasah yang memang ditunjuk dan sudah siap melaksanakannya.

Kemudian persiapan PAS, sudah biasa jadwal dan nomer ujian kami bagikan H-4. Jadwal yang tertera pun tertuliskan Tema. Mulai dari Tema 1 sampai Tema 5 untuk kelas atas sedangkan Tema 1 sampai Tema 4 untuk kelas bawah. Ternyata pelaksanaan PAS kurang dua hari soal datang, dengan bentuk soal layaknya kurikulum merdeka. Kami sebagai praktisi pendidik pun harus siap siaga untuk merevisi jadwal yang ada.

Ada rasa syukur yang lebih, sebab jauh-jauh hari saya sebagai wali kelas 4, sudah membedah kisi-kisi serta menerjemahkannya dalam bentuk soal dengan bentuk uraian. Soal saya buat pertema yang saya sendirikan seperti permapel misalnya tema 1, PKn 10 soal, Bahasa Indonesia 10 soal sampai kepada SBDP. Seterusnya sampai pada tema 5. Begitu juga untuk mata pelajaran agama dan Matematika. Tujuan awalnya untuk mempermudah mereka belajar. Soal-soal tersebut saya buat untuk ulangan harian dan di bahas bersama. 

Dengan adanya bentuk soal yang mengacu kepada kumer. Kami memberikan informasi kepada wali siswa. Dan kami memberikan masukan agar tidak perlu khawatir, sebab sudah ada persiapan bentuk soalnya. Mungkin siswa kelas empat dan satu butuh penyesuaian juga untuk hal tersebut. H-1 pun wali kelas satu dan empat mensosialisasikannya kepada siswa.

Responnya pun beragam, ada siswa yang senang sebab mudah untuk belajar. Ada juga yang sebaliknya, takut tidak bisa mengerjakan. Kemudian saya berikan trik untuk belajar melalui lembaran soal yang kami bagi. Baru mereka faham dengan responnya serempak "O.....OALAH IYA Bu......" Sehingga di hari pertama ujian, khusus wali kelas satu dan empat otomatis menunggu dan memberikan cara mengisinya di kelasnya sendiri. Tidak seperti biasanya, ketika ujian semua guru harus dijadwal untuk bertukar untuk menunggu dan mengawasi kelas lain.

Alhamdulillah meskipun sedikit berbeda dan serasa kejutan untuk siswa dan wali murid, PAS di semester ganjil tahun ajaran 2022 kali ini terpantau tiga hari lancar dan nilai mereka bagus. Artinya jika di semester genap langsung di Kurikulum Merdeka mereka siap. Itu salah satu hikmahnya adanya PAS yang berbeda ini. Semoga semakin hari, semakin maju pendidikan di Indonesia. Dan semakin kompak dan menyeragamkan kurikulum yang berlaku. Salam semangat buat semuanya. Mari terus berlomba-lomba dalam kebaikan. 

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...