Sabtu, 30 Juli 2022

Part 2 Resmi Menjadi Doktor


Di sidang terbuka tersebut dihadiri oleh penguji utama Bapak Prof. Dr. H. Ali Mudlofir, M.Ag dari UINSA. Kemudian dari timur ada Bapak Dr. Agus Zainul Fitri, M.Pd  Bapak Prof. Dr. Sokip, M.Pd.I lalu Bapak Dr. H. Abdul Azis, M.Pd.I kemudian Bapak Prof. Dr. H. Achamd Patoni, M.Ag dan Bapak Prof. Dr. H. Ngainun Naim, M.HI beliau berdua sebagai promotor. Kemudian ada Bapak Prof. Dr. H. Akhyak, M.Ag menguji langsung dari Makkah, sebab beliau sedang haji. 

Menyantikan Indonesia Raya setelah itu ujian dimulai dengan dipandu oleh ketua sidang yakni Wakil Rekor II Bapak Dr. H. Abdul Azis, M.Pd.I beliau membuka dengan bacaan Ummul Kitab lalu memberikan waktu sebelas menit untuk memaparkan hasil disertasinya. Setelah Promovendus memaparkan, beliau memberikan pertanyaan awal untuk Promovendus. Saya mengamati dengan teliti setiap jalannya sidang ujian ini. Bahkan saya sempatkan untuk mencatat poin dari setiap pertanyaan dari semua guru besar satu persatu. 

Disertasi beliau berjudul Manajement Pendidikan dalam Penguatan Moderasi Beragama (Studi Multikasus di Ma Darul Hikmah dan MA Islam Sunan Gunung Jati Tulungagung). Ulasan tentang moderasi yang dibahas mencakup empa hal yakni toleransi, anti kekerasan, komitmen kebangsaan dan akomodatif terhadap kebudayaan. Moderasi tidak baru-baru ini muncul, pada zaman Rasulullah pun sudah ada moderasi dalam beragama, seperti contohnya ketika perjanjian Piagam Madinah. Terjadinya kesepakatan antara Rasulullah dan Muhajirin dan Anhsar serta suku yang berada di Madinah. Itu beberapa tambahan dari Penguji Utama. Ujian kali ini secara keseluruhan berjalan dengan sangat lancar. Dan Mas Fah sebagai Promovendus, sangat menguasainya. Kami sangat bangga, dan ikut senang melihatnya. Ujian atau sidang doktoral ini memang cukup menegangkan jika tidak mempersiapkan mental dengan baik. Ujian berjalan kurang lebih dua jam. 

Setelah ujian selesai, yang paling membuat haru ketika penerimaan Surat Keputusan (SK) Doktoral dengan dinyanyikan lagu Bagimu Negeri. Hikmat dan haru bahagia serta lega tercermin dari semua yang hadir. Lalu ada prakata sambutan dari promovendus, Mas Fah, mengucapkan terima kasih kepada semua keluarganya, ada Ibu kandung, istri dan kakak serta kerabat dan teman. Dan yang membuat haru ketika Ibu dan Ayah mertuanya belum bisa menyakniskannya sebab beliau berpulang terlebih dahulu. Mas Fah, dijanji oleh Pak Naim tidak boleh menangis, tetap saja kami yang memdengarkannya sangat terharu.

Selanjutnya sidang diakhiri dengan doa dipimpin langsung oleh Bapak Prof. Akhyak dari Makkah. Setelah itu sidang ditutup dan ceremonial untuk mengambilan dokumentasi serta ucapan selamat. Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih banyak atas undangannya dan kami merasa terhormat bisa menghadiri ujian terbuka promosi doktor. Dan semoga ilmu yang telah didapatkan oleh Mas Fah, memberikan barokah dan manfaat bagi semua umat. Amin. Selamat Mas Gus Dosen Bapak Dr.Ahmad Fahrudin, M.Pd

Semoga juga segera nular ke kami, untuk semangat lagi melanjutkan sekolah. Semangat

Part 1 Menghadiri Ujian Terbuka Promosi Doktor


Sebuah kehormatan bagi kami untuk menghadiri undangan dari kawan yang melaksanakan Ujian Terbuka Promosi Doktor. Beliau adalah Dr. Ahmad Fahrudin, M.Pd sebetulnya saya kenal beliau dari suami, karena berteman sejak lama lebih tepatkanya kakak kelasnya. Kemudian dengan takdir Allah, beliau mendapatkan istri dari adik dosen saya ketika di UIN Maliki Malang, biasa di panggil Mbak Uzi, tidak lain adik dari Bapak Dr. Fahim Toroba. Lalu saya  belajar menulis dan sedang mendalami di dunia literasi, bertemu Bapak Prof. Dr. Ngainun Naim, ternyata Mas Fah, sapaanku, beliau satu kator dengan Prof Naim di LP2M UIN SATU. Ternyata dunia itu sempit. Begitulah saya mengenal Mas Fah.

Ketika mendapat undangan tersebut, saya dan suami sangat excited sehingga berfikir ini harus datang. Tujuanya tidak hanya untuk mengapresiasi perjuangan beliau, namun sebagai silaturrohim dengan para guru besar, dan utamanya untuk memotivasi kami agar bisa seperti beliau. Melanjutkan sekolah lagi dan tentunya ini pengalamam pertama dan yang luar biasa bertemu dengan para akademisi di lingkungan khususnya Pasca Sarjana UIN SATU Tulungagung. Jika di UIN Maliki Malang, mungkin saya sudah biasa, tahu alur dan lokasi. Nah, ini sedikit berbeda, pertama kalinya di Pasca Sarjana UIN SATU Tulungagung mulai dari di masjidnya, lalu menuju auditorium pasca lantai lima. Masuk dan naik liftnya dimana, sebab lantai satu masih terlihat berantakan belum finishing untuk pembangunannya  untungnya kami dibantu Mbak-mbak staf pasca untuk menuju tempat ujian tersebut. Ketika naik menuju lantai lima, lift berhenti di lantai tiga, ternyata Mas Fah yang masuk, kami bertemu disitu.

Sampai di lantai lima, kami mengisi daftar hadir, dan masuk auditorium lantai lima pasca sarjana, hawa akademisi dan berasa orang yang berada diruangan tersebut adalah orang-orang penting dan sangat luar biasa. Kami disambut dengan lagu-lagu dan masih cek sounds. Alhamdulillah kami bertemu dengan istri beliau Mbak Uzi, yang juga dosen di UIN SATU, ngobrol dan bercerita. Sebelum ujian terbuka ada ujian tertutupnya. 

Tamu undangan mulai berdatangan, kami diutus mengisi kursi depan yang masih kosong, lalu ada keluarga dari Mas Fah dan keluarga Mbak Uzi dari Nganjuk, kemudian ada Bapak Fahim, dosen saya dari UIN Maliki Malang. Alhamdulillah bertemu dikesempatan berharga ini. Lalu banyak teman dari Promovendus dari Pondok Panggung, Darul Hikmah, MHM Ngunut dan LP2M. Sebelum ujian dan penguji hadir, dibuka acara tersebut dan semua dimohon berdiri untuk menyambut para guru besar.


Go to Part 2

Jumat, 29 Juli 2022

Treatment


Treatment atau biasa kita kenal dengan istilah perlakuan. Perlakuan bisa kepada benda atau bahkan kepada sesama manusia ketika bersosialisasi. Jika treatment diartikan pada dunia medis akan lebih kepada bentuk pengobatan. Sedangkan pada dunia pendidikan, treatment menurut saya lebih kepada proses bagaimana mengenal setiap karakter yang dimiliki oleh peserta didik.

Minimal mengenal karakter mereka, dengan berjalannya waktu akan lebih mendalam untuk mengetahui secara detailnya. Treatment anak-anak di usia Madrasah Ibtidaiyah atau sekolah dasar tentu akan berbeda dengan anak yang seusia SMP, atau SMA. Tingkat kemandirian juga berbeda. Sehingga peran guru di usia sekolah dasar akan lebih banyak untuk mendampingi dan mengarahkannya baik di kelas maupun ketika belajar di luar kelas.

Instruksi atau perintah harus benar-benar dijelaskan secara gamblang, jika perlu diulang-ulang agar perhatian serta dalam pembangunan pembiasaan akan lebih mudah dan hafal terbiasa.

Guru harus memahaminya, semua peserta didik tidak boleh dipukul sama rata. Karakternya dan tipekal kecerdasanya harus kita mengerti dan kita hargai. Jalan akademik bukan segalanya, skill yang mereka miliki benar-benar harus digali. Kadang sebagai pendidik merasa egois, jika  hanya bisa mentransferkan pengetahuan, tanpa mengetahui dengan baik skill yang mereka miliki atau bahkan latar belakangnya.

Pentingnya peran guru disinilah bukan hanya datang dijam ngajar dan begitu jamnya selesai pulang. Bahkan ada sebelum jamnya habis, sudah diakhiri dan ditinggal pergi. Tutur kata dengan peserta didik pun juga akan menjadi sorotan, menggunakan bahasa utama dengan Bahasa Jawa Kromo Inggil, tapi jika pun kurang mampu menggunakannya pakai Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Kami pun masih dalam tahap belajar. Pasti banyak kekurangan, oleh sebab itu sharing dengan teman sejawat atau antar profesi akan lebih membuka wawasan serta pengalaman yang sangat luas. Intinya jangan pernah puas dengan penampilan dan treatment yang kita berikan kepada peserta didik di hari ini. Mari, terus berbenah menjadi baik dan lebih berkualitas dalam segala hal. Jika belum bisa, jangan malu bertanya. Jika sudah bisa, jangan pernah puas dalam satu bidang. Lanjutkan terus perjuangan. 

Kamis, 28 Juli 2022

Madin Bersama 1B


Hari ini madrasah diniyah, pertama saya mengajar di kelas 1B. Madrasah Diniyah atau madin kali ini sedikit berbeda. Pasalnya, biasa ngajar kelas atas, yakni kelas 4,5 dan 6, namun kali ini dengan peserta didik baru kelas 1B.

Kelas 1B berjumlah dua pukuh satu, yang mempunyai karakter yang unik dan lucu serta menggemaskan ketika membaca tulisan Arab, hampir semua lancar. Giliran menulisnya, mereka lebih membutuhkan waktu yang lama, bahkan energi yang banyak. Sebab, menulis Arab, jika belum terbiasa pasti akan sulit. Ada yang sangat besar-besar satu halaman buku hanya untuk satu dua baris tulisan Arab.

Hari ini dengan kitab Syiir Roksun, saya tuliskan di papan tulis perkata dengan terjemahnya menggunakan tulisan latin bukan pegon. Satu bait syiir biasa ada empat mufrodats. Hari ini dua baris, sehingga ada delapan empat mufrodats. Mereka rata-rata berkata "Bu, tunggu ya, agak susah" "Bu, tunggu itu bentuknya, pripon bu?" "Bu, susah" dan.seterusnya.

Sebetulnya menulis akan melatih gerak motorik pada tangan, sehingga apapun keluh kesah mereka, sebagai pendidik harus tetap tenang membimbing serta memotivasi mereka untuk menyelesaikannya. Dalam hatiku berkata "Saya dulu pun, pasti seperti mereka, merasa belum mampu, ketika belum berusaha". Ayo terus selesaikan sebisanya menulisnya. Kemudian saya tertawa ketika ada celetuk dari salah satu mereka "Bu Filza, tulisan saya kayak gajah Bu, buesar-besar" serentak satu kelas langsung tertawa. Polos dan jujurnya mereka membuat pelajaran di siang hari ini tidak terasa dan mencegah kantuk.

Semoga hari ini menjadi kunci semangat pembelajaran madin seterusnya. Terima kasih kelas 1B atas kerja samanya dan wali kelasnya Bu Diah yang sabar dan hebat. Salam semangat selalu.

Sabtu, 23 Juli 2022

Porsadin Ke 5


Minggu, 24 Juli 2022 adalah acara Porsadin ke lima tahun 2022. Kali ini pembukaan dan tempat lomba di Desa Pinggirsari, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung. Diikuti hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Tulungagung. Seperti, Sumbergempol, Gondang, Ngunut, Karangrejo, Boyolangu, Rejotangan, Campurdarat, Kauman dan seterusnya.

RMI Sumbergempol mengirimkan lima belasan peserta dengan setiap cabang lomba ada putra dan putri beserta pendampingnya. Pidato putri Bahasa Arab dan putra putri lomba tahfidz dari Mi/Madin Al Quran Jabalkat Sambijajar. Lalu dari Podorejo ada cabang catur putra dan putri. Ada cabang MTQ, Tartil, Qiroatul Kutub dan cerdas cermat. Pidato Bahasa Indonesia dan kaligrafi, puisi islami dan lari dari Mi/Madin Nu Sumberdadi. 

Kafilah sumbergempol kompak selalu. Putra putri kami meskipun dari berbagai madrasah dan baru saja kenal tetap semangat dan fokus di masing-masing lomba, dengan penuh sportif. Setelah acara pembukaan, kami diarahkan ke masing-masing lokal lomba. Ketika upacara pembukaan dan lomba lari serta pidato Bahasa Indonesia berada di Madrasah Aliyah At Tohiriyah. Untuk cabang lainnya berada di masjid dan kelas-kelas di Mi Ismaliyah Pinggirsari yang lokasinya tidak jauh dari MA tersebut, cukup jalan kaki.

Pidato Bahasa Arab mendapat nomer urut tiga untuk putri. Lalu tahfidz putri mendapat nomer urut empat sedangkan yang putra mendapat nomer urut tujuh. Sekitar pukul delapan lebih dua puluh menit semua dimulai. Panitia serta official dan sekretariatan semua sudah siap. Ketika di cabang lomba Pidato Bahasa Arab, ternyata saya mengenal beliaunya ada Pak Zamahsari dan Pak Dr. Nashih dosen STAI dari Yayasan Pondok Pesantren Ngunut Tulungagung. Beliau juga kaget ketika kami disini sebagai pendamping.

Terpantau setiap lomba, lancar dari Sumbergempol pun demikian. Kami sebagai pendamping merasa bangga apalagi orang tuanya. Menurut saya datang mengikuti Porsadin dengan begitu banyaknya peserta sudah juara karena mental juga diuji, seandainya juara 1, 2 atau 3 itu adalah bonus dan bentuk usaha dan ikhtiar secara sungguhan. Salam sportif dan teruslah semangat menjadi Generasi Alim Ulama dengan penuh prestasi. 

Jual Beli


Jual beli salah satu kegiatan  yang hampir selalu di lakukan oleh masyarakat. Jual beli juga tidak luput dari kedua belah pihak antara penjual dan pembeli. Kalau kita belajar tentang jual beli dalam Fiqih pasti kita akan mengenal syarat rukunnya. Sebelum kita membahas lebih jauh hal ini. Saya akan bercerita mengapa menulis tentang hukum jual beli.

Berkembangnya zaman dan teknologi yang sangat pesat perkembangannya pada konteks jual beli pun juga akan berkembang. Salah satunya dengan adanya aplikasi sistem online. Pada sistem ini harus ada rasa kepercayaan atas kualitas produknya dan kepemilikannya toko yang bisa dipercaya, dan saya rasa tidak masalah. Lalu terbentuknya kesepakatan antara kedua belah pihak, yang nantinya akan berkaitan dengan sistem pembayaran dan lain-lain.

Namun, mengapa masih dijumpai beberapa pedagang, pengepul yang mungkin belum memahami akan hal tersebut. Sehingga menimbulkan ketidak jujuran, misalnya dalam penimbangan. Ketika tidak di bangun kesepakatan, pada penimbangan lalu diberatkan ini juga tidak diperkenankan. Misalnya tiga puluh kilo tapi potongan tambahan harusnya sekilo dan itu belum izin, hal demikian akan menimbulkan masalah sebab mengarah kepada penipuan. Jika dirupakan dalam bentuk uang, akan lebih lari kepada penipuan. Uang pada penipuan sudah jelas haram. 

Inilah sebabnya mengapa, kita harus faham hukum jual beli. Hukum jual beli sebetulnya bisa berubah, ketika batshul masail pernah juga dibahas dengan segala permasalahan yang ada di dunia sehari-hari. Lalu dicocokkan dengan segala dalil dan ibaroh-ibaroh dalam kitab yang sesuai dengan pembahasan. Lalu, sampai pada namanya kesimpulan dan kesepakatan dan pengesahan.

Ada beberapa rukun jual beli, yang harus di fahami, diantaranya:

1. Ada penjual dan pembeli

2. Ada barang uang dijual belikan secara jelas

3. Adanya ijab dan qobul (kesepakatan yang diridhoi oleh kedua belah pihak)

4. Barang yang dijual memiliki nilai tukar

Itulah pembahasan ringkas tentang jual beli. Jika ingin mendetail, mari kita sering membaca, dan membuka kembali kitab-kitab yang sudah pernah kita pelajari dan jangan malu untuk bertanya kepada guru atau orang yang lebih tahu akan hal tersebut.

Intinya, dalam proses muamalah jangan sampai tidak jujur. Hal-hal yang merugikan salah satu pihak harus kita hindari. Bangun kesepakatan yang benar-benar diridhoi kedua belah pihak. Dan jangan sampai memperjual belikan barang yang tidak bermanfaat.

Salam Semangat

Jumat, 22 Juli 2022

Bawang Merah


Musim panen bawang merah. Di desaku kali ini panen raya, bawang merah. Awal bulan Juli kemarin harga masih melangit, tapi belum begitu banyak petani yang panen, masih satu du tempat bisa dihitung jari. Pada waktu itu rata-rata semua petani, menjualnya dengan sistem diborong di sawah langsung. Artinya, petani tidak perlu repot-repot membawa pulang dan mengguntingnya di rumah. 

Ukuran tanah mayoritas lima puluh, atau sebutannya dengan sak kedok hampir meraih laba tiga kali lipat. Artinya satu kedok bisa mendapatkan harga melangit dengan minimal tiga puluh juta ke atas. Bahkan jika bawang merahnya sehat dan kualitasnya bagus, merah merona, besar dan bulat itu akan lebih mahal. Satu kedok minimal empat puluh juta ke atas.

Di pertengahan bulan Juli seperti hari-hari ini, tiba-tiba harga menurun dengan drastis. Banyak orang berpendapat hal ini disebabkan kota Brebes telah kebanjiran, sehingga petani di sana terpaksa memanen bawang merahnya meski belum cukup umur, dengan harga murah. Lalu ada yang berpendapat bahwa, bawang merah dari Lombok telah datang memenuhi stok pasar, sehingga barang melimpah.

Akibatnya, panen kali ini biasanya perkilo mencapai tiga puluh lima ribu rupiah berubah dan menurun mencapai lima belas ribu rupiah. Lagi-lagi petani yang panen raya di desaku, harus lebih sabar menghadapi perubahan harga. Kalau melihat kualitas bawang merahnya hampir semuanya petani di sini berhasil, artinya bawang merahnya sehat dan bagus.

Itulah namanya perekonomian terus berputar. Apapun yang telah di dapat harus disyukuri dengan sepenuhnya. Tidak perlu berkeluh kesah kepada sesama manusia, jika belum sesuai harapan, husnudzon atau berprasangka baik saja kepada Allah. Semuanya pasti ada hikmahnya dan pasti ada rizki lainnya. Terima kasih para petani bawang merah di desaku. Saya juga termasuk di dalamnya, sehingga tahu betul proses dan pencapaiannya. Kita semua hebat. Dan salam selalu semangat.

Senin, 18 Juli 2022

Matsama 2022







MATSAMA adalah Masa Ta'aruf Siswa Madrasasah atau MPLM, masa pengenalan lingkungan madrasah, sebetulnya istilahnya saja yang berbeda namun isi dan agendanya sama yakni pengenalan. Kegiatan matsama biasa dilakukan di tahun ajaran baru. Tahun ajaran 2022/2023 ini lebih meriah dari tahun sebelumnya. Karena sebelumnya matsama dilaksanakan secara virtual sebab pandemi.

Matsama dilaksanakan selama tiga hari yakni mulai Senin, 18 Juli sampai Rabu, 20 Juli 2022. Di madrasah kami kegiatan matsama diawali dengan apel pembukaan matsama yang dipimpin oleh Kepala Madrasah secara langsung yang ditandai dengan pemakaian atribut buah di masing-masing kelompok kelas. 1A buah apel, 1B buah jeruk, 2 stroberry, 3 pisang, 4 apokat, 5A dab 5B semangka, kelas 6 mangga dan Mts gambar buku. Matsama tahun ini sangat berbeda, semua yang melaksanakan secara langsung dan diikuti oleh peserta didik di naungan Yayasan Pondok Pesantren Jabalkat artinya mulai dari Paud, Ra, Mi, dan Mts dengan jumlah peserta didik baru seratus tiga dan siswa lama kurang lebih seratus bersama semua dewan guru hampir tiga ratus.


Hari pertama matsama, adalah pengenalan semua guru dan sosialisasi tata tertib madrasah serta pembagian jadwal, buku dan kartu syahriah. Dan tentu saja banyak cerita dari wali murid, ketika menghantarkan putra pitrinya dengan berbagai cerita. Ada anak yang ceria, ada anak yang masih malu bahkan ada anak yang belum berani dan harus ditemani dalam barisan ada juga yang sedikit drama artinya menangis. Hal ini sangat wajar, karena masih masa pengenalan dan penyesuaian. Kemudian dari Bapak dan Ibu Guru semua semangat menyambutnya di pintu masuk dengan wajah bersinarnya.




Agenda hari kedua matsama kali ini tetap diawali dengan apel dan jalan sehat. Jalan sehat dilaksanakan agar peserta didik lebih mengenal lingkungan geografis serta letak madrasah dari jalan utama. Lalu jalan sehat ini juga sebagai syiar untuk masyarakat sekitar dan rasa terima kasih kami atas kepercayaan masyarakat. Setelah jalan sehat selesai kita makan nasi kuning bersama. Di teras madrasah untuk kelas 1, 2 dan 3 lalu di teras mushola untuk kelas 4 sampai kelas 7 MTs. Semuanya sangat sumringah mengikuti kegiatan ini dan makanan yang dibagikan semua habis.




Alhamdulillah acara dua hari ini lancar. Tinggal besok Rabu, 20 Juli 2022 untuk penutupan acara matsama dengan agenda wajibnya apel dan senam bersama. Semoga acara lancar dan diberikan kesehata semuanya. Besar harapan acara ini bisa memberikan manfaat bagi semuanya. 
Salam semangat.

Jangan Hanya Demi Keuntungan


Sebenarnya apa yang dicari, untuk kesejahteraan bersama atau hanya menguntungkan satu belah pihak saja? Mendapatkan kepercayaan itu sulit, jika tim tidak solid. Saya merasa bukan pengaruh dari pimpinan saja itu terjadi. Dibalik itu semua ada tim yang benar-benar kompak mewujudkan kualitasnya.

Apa daya, jika tim-tim tersebut tidak dijaga dan belum diapresiasi dengan baik. Dan tunggu saja kehancuran karena keangkuhan dengan berkata "ini karena AKU". Saya pun bertanya kembali "kamu itu siapa?, toh akan kembali ke tanah yang punya" 

Jika tim tidak bekerja, mustahil juga sebagai pemimpin bisa melakukan tugas sebanyak yang ada. Oleh sebab itu, mari terus belajar menjadi pemimpin yang baik bagi diri sendiri sebelum memmpin orang lain atau masyarakat luas. Belajar rendah hati untuk selalu menerima sara dan kritik. Jangan meninggikan ego demi keuntungan dunia yang tak seberapa.

Menjadi makhkuk sosial di muka bumi sudah menjadi kodrat untuk saling menghargai bukan untuk mengambil pikiran dan tenaganya lagi-lagi hanya keuntungan. Seperti makhluk hidup ada tiga jenis simbiosis dalam hidup bermasyarakat, simbiosis parasitisme, komensalisme dan mutualisme. Kalau memang belum sadar, belajarlah untuk membaca buku, apa perbedaan makhluk sosial dan makhluk individual.

Keresahan disebabkan hanya karena kekuasaan seperti bunga kertas yang awalnya indah lambat laun akan memudar dan rusak bahkan hanya sebagai sampah yang dibakar menjadi asap. Sekarang aman tunggu tiga tahun ke depan. Sebelum itu terjadi, segera sadari dan segera berbenah diri. Salam semangat

Jumat, 15 Juli 2022

Menulis Bukan Untuk Pujian Atau Sanjungan


Mengembangkan literasi di dunia pendidikan, memang bukan hal yang mudah. Berjalan sendiri akan terasa melelahkan. Entah apa yang ada di benak beberapa orang yang  seakan tuli dan buta terhadap suatu karya. Tidak hanya karya, mungkin menafikan potensi, bakat atau skill yang telah dimiliki oleh para generasi muda dengan berbagai alasan tak penting.

Literasi bukan ajang untuk mencari nama atau bahkan pujian dan sanjungan. Nilai dan makna akan manfaat literasi itulah yang harusnya kita kaji dan gali sedalam-dalamnya. Pada kegiatan literasi berulang-ulang kami tuliskan bahwa manfaatnya sangat besar. Melek huruf, kelancaran dalam membaca, meluaskan wawasan dan informasi dan memberikan kita pengalaman yang luar biasa.

Kegiatan literasi pasti berkecimung di dunia membaca dan menulis. Dan menulis bukan ajang ingin terkenal selayakanya selebritas. Tetapi ingin dikenal dengan prestasi yang lebih baik dan tentunya bernilai manfaat. Tidak hanya harum secara pribadi, namun semuanya, baik lingkungan keluarga, lingkungan kita bekerja bahkan masyarakat luas. Pertanyaannya apakah pejuang literasi jika menemuhi hal semacam ini, harus berhenti?

Tentu saja tidak. Semua akan kembali pada tujuan awal. Berjuang di jalan masing-masing dengan seberapa teguh niatnya. Jika belum berbuat dan mencoba kita tidak akan tahu seberapa besar kemampuan kita. Dan jika belum mampu mewujudkan jangan buru-buru meng-undereatimate apapun urusannya.

Meskipun melelahkan dan penuh dengan cibiran bahkan ejekan, biarlah itu menjadi bumbunya. Jujur, itu memang sulit, selayaknya manusia biasa punya hati dan pikiran dengan kapasitas sensitifitasnya yang berbeda. Diingat saja, orang yang pandai berbicara, suaranya hanya bergaung tanpa bekas di udara. Hilang dihempas angin begitu saja. Namun, jika kita menulis akan selamanya bisa dibaca dan diingat.

Yuk Semangat Lagi Menulis

Rabu, 13 Juli 2022

Edit Dan Selesaikan !


Editing kali ini, terasa lama entah apa yang membuat jubel. Dari tanggal yang sudah menjadi target, nyatanya masih mleset. Filza, ayo lebih semangat lagi untuk menyelesaikannya. 

Isi atau konten sudah siap, tapi mengapa di bagian sinopsis dan beberapa halaman awal macet. Sepertinya, Filza perlu jalan-jalan menyegarkan pikiran. Agar ide lahir dengan lebih cepat. Semangat lebih membara untuk menyelesaikannya.

Kegiatan yang penuh, kadang membuat lelah dan lupa editing yang harus dilakukan. Kegiatan satu ini mudah, tapi butuh niat yang lebih sungguhan. Kalau mau selesai tulisannya dan menghasilkan karya, ayo Filza lakukanlah, toh tinggal sedikit. Apalagi yang ditunggu. 

Inti dari tulisan ini, saya ingin membangkitkan semangat editing tulisan saya. Agar tetap terus melahirkan karya-karya yang baik. Teman-teman harus tahu, fase seperti macet, jubel, kurang semangat tetap bisa menghampiri siapapun termasuk saya, sebab kita semua hanya manusia biasa. Namun  tinggal bagaimana kita bisa mengendalikannya. 

Ada beberapa solusi menghadapi kejubelan atau semangat yang menurun ketika editing seperti ini. Misalnya dua jam melakukan editing dengan waktu yang dirasa cukup lama, sudah saat untuk istirahat. Kita harus menyadari editing tidak bisa selesai dalam sekali duduk. Cicil atau menanamkan seperti "nyemil" sedikit-sedikit tapi sering dilakukan. Ketika waktu istirahat, bisa diisi dengan memperkaya wawasan misalnya membaca buku atau menonton video atau bahkan mendengarkan musik. Jika mendengarkan musik pun, jangan sungkan untuk menggerakkan badan untuk melenturkan otot yang tegang ketika editing.

Editing berbeda dengan menulis, jika menulis kadang-kadang kata dan kalimatnya mengalir begitu saja. Namun, jika editing harus dibaca berulang-ulang, butuh merasakan dan menghayati isinya agar tetap selaras dan nyambung atau sesuai dengan topik yang dibahas. 

Selasa, 12 Juli 2022

Keadilan



Sebuah Kebenaran Untuk Mengungkapnya

Kesulitan Dan Pengumpulan Data Terkait

Menemui Banyaknya Halangan

Tak Mau Menyerah Untuk Melangkah Lagi


Kini Publik Bertanya Dan Menunggu

Dimana Kebenaran Itu?

Dan Sudah Sampai Mana Kasus Itu?

Jangan Bersembunyi Dan Menyembunyikan


Ketidak Beneran Dalam Bertingkah

Melanggar Norma Dan Nilai Kemanusiaan

Mereka Hanya Minta Keadilan

Dan Kebenaran Itu Terungkap


Jika Keadilan Dunia Tak Di Dapat

Jika Salah Masih DiBela Dan Ditutupi

Mereka Masih Punya Yang Maha Adil

Dan Karma Nanti Yang Akan Berkata

Senin, 11 Juli 2022

Walau Hanya Sekedar Kabar



Tidak Akan Tertukar

Sebuah Kata Dan Kalimat

Untuk Menjadi Sebuah Larik Cinta


Ungkapan Yang Terdalam

Bagaikan Relung Hati Yang Tak Bisa Berdusta

Hanya Untuk Sebuah Penerimaan Dan Pengakuan


Jangan Kau Hiraukan Jika Itu Terpaksa

Ini Hanya Barisan Kata Menjadi Kalimat

Bukti Ketulusan Akan Adanya Penantian


Barisan Puisi Yang Kesekian

Membuatku Tahu Tentang Keabadian

Walau Hanya Sekedar Kabar

Minggu, 10 Juli 2022

Pentingnya Informasi



Sebagian orang akan mengaggap bahwa informasi dalam berbagai aspek tidak perlu. Sebagai contoh kecilnya ketika ada informasi di grup WA, padahal itu penting dan sangat perlu dibaca atau bahkan di salurkan atau dibagikan kepada beberapa orang. Namun, hanya dilihat sekilas dan dianggap tidak perlu bahkan tidak dibuka. 

Saat ini memang seperti gelombang besar tentang adanya informasi. Berbagai macam informasi dengan media internet yang sangat luas. Hampir tidak bisa membedakan mana fakta mana sekilas opini atau tanggapan. Bahkan ada beberapa orang memanfaatkan infomasi untuk sebuah kebohongan atau settingan. Sebetulnya, dengan adanya lautan informasi akan tetap berguna. Hal ini tergantung kepada diri kita sendiri untuk memilahnya.

Informasi tetap harus kita anggap penting, tentang apapun itu. Tidak usah jauh tentang informasi luar, dalam pedoman hidup kita pun segalanya sudah diinformasikan Allah melalui kitabNya yakni Al-Qur'anul Karim. Maka, harus sering kita baca kita lihat makna dan isinya. Jangan hanya lewat sejenak saja. Atau bahkan tidak pernah dibuka, sehingga Al Qur'an masih terlihag baru terus. Pada informasi bisa jadi diartikan kabar atau berita. Berita bisa hal baik atau buruk. Sudah sewajarnya ketika informasi itu baik, sesuai fakta dan benar kita pun akan lega. Sebaliknya, kita pun harus pintar mengambil pelajaran dan hikmahnya. Tidak perlu menghakimi dengan pemikiran atau komentar yang memancing.

Pentingnya informasi salah satunya kita akan dapat menentukan arah dan kebijakan yang kita ambil. Pentingnya informasi membuat kita faham fenomena yang telah terjadi. Informasi juga sebagai kunci untuk memperbaiki hidup kita, sehingga penting mencari informasi yang benar-benar valid. Oleh sebab itu, jangan meremehkan informasi. Sekali lagi, informasi itu penting  dan carilah informasi yang benar-benar valid dan sesuai fakta. Jangan menganggap diri sendiri menjadi terhebat, dan bangga ketika berbeda. Padahal berbedanya karena tertinggal informasi yang valid. Mari terus belajar untuk selalu berprasangka baik dan selalu tawadu'. 

Keep Fighting

Jumat, 08 Juli 2022

Kehidupan


Mereka yang menghargai kehidupan, kadang baru tersadar yakni mereka yang sudah pernah merasa kehilangan. Memaknai kehidupan dengan berbagai hal positif dengan berbagai amalan. Amal yang baik merupakan bekal utama untuk kehidupan. Kehidupan akan bermakna bukan karena harta berlimpah materi.

Bermaknanya hidup bukan juga ukuran banyaknya hitungan angka pada umur. Kebermanfaatan kehidupan untuk orang lain adalah kunci kebahagiaan bagi diri sendiri. Hidup akan terus berjalan, tidak mungkin sendiri mengarunginya. Pasti akan bertemu, berinteraksi dengan orang lain. Sehingga jangan pernah menyianyiakan kehidupan tanpa kebermanfaatan.

Hari ini berkesempatan mendalami sebuah hadits yang menjelaskan keutamaan Al Qur'an. Dijelaskan bahwa Al Qur'an merupakan kalam Allah, dan bagi siapa yang mendalaminya maka dia telah membuktikan bahwa dia mencintai Allah. Membaca dan mempelajari Al Quran bahkan hanya mendengarkan juga akan mendapatkan hasanah atau kebaikan. Hal ini bentuk salah satu bekal amal untuk ibadah kita, yang nantinya bisa menjadi pertolongan.

Kehidupan di dunia seperti lahan, yang kita tanam kemudian akan kita panen di kemudian hari. Kadang, kita terlena dan lupa akan hal itu. Terlena akan mewahnya dunia yang tiada banding nanti indahnya surga milikNya. Kematian adalah nasehat yang nyata, seharusnya kita tahu dan selalu instrospeksi bagaimana kehidupan kita yang kita jalani ini.

Kamis, 07 Juli 2022

Menulis Sarana Mencari Berkah


Judul ini muncul dari komentar guru sekaligus dosen saya, pakar Literasi beliau Bapak Prof Naim, di salah satu tulisan saya tentang keberkahan. Saya pun sangat setuju dengan opini tersebut. Dan kali ini saya pun akan menjelaskannya di versi saya. Tentu, dengan pengalaman yang sudah saya alami.

Menulis bagi saya merupakan bentuk luapan berbagi dalam beragam hal dan berbagai aspek. Baik aspek kehidupan, atau pengalaman dan teori yang telah di dapat dan tentu bernilai positif. Selain itu menulis, akan memberikan manfaat besar bagi penulis maupun pembacanya. Sekalipun yang membaca hanya satu dua orang, bagi saya tidak masalah.

Menulis juga akan memberikan peningkatan terhadap banyaknya pengalaman serta kemauan belajar yang akan semakin tinggi. Berkah dalam menulis tidak harus bernilai uang. Uang atau keuntungan itu, hanya bonus semata. Artinya menulis akan membawa berkah kepada banyak sisi tidak hanya materi.

Selanjutnya, menulis akan membawa kita kepada lingkungan yang akan selalu hidup di dunia pengetahuan. Bukan akademis saja, melainkan potret dan praktek kehidupan akan selalu memberikan hikmah. Dan tentu saja itu akan dicurahkan dalam jejeran kata serta kalimat. Menulis juga akan membawa kita pada hubungan baik terhadap berbagai aspek sosial. Hubungan baik dalam artian, di mana pun dia berada akan selalu bersosial dengan baik, bukan pansos tapi kecenderungan untuk sharing akan keilmuan yang tinggi.

Menulis bagi saya juga akan membawa pada sikap yang lebih bijaksana dalam mengambil keputusan dan lebih mengontrol diri. Curahan hati luapan kekecewaan kadang tidak bisa dibendung, namun ternyata ketika akan di tulis malah memberikan suatu larikan kata dan menjadi kalimat yang indah, sehingga rasa itu bisa tersamarkan. Sentuhan halus dalam pemilihan kata, benar mencerminkan nuasa hati dan berharap ketika berkata pun akan demikian.

Menulis akan membangun tali silaturrohim persaudaraan. Tulisan jika di baca satu orang, kemudian diceritakan kepada teman lain, mungkin dia tidak mengenal secara langsung. Namun, jika melalui tulisan, bisa jadi dibantu oleh teman untuk sekedar komunikasi secara virtual atau bahkan secara langsung. Dan jika ada pertemuan tersebut, melahirkan suatu kerja sama atau ide baru maka berkah dan indah betul makna dari menulis. Oleh sebab itu, yang sudah menulis terus saja lanjutkan menulisnya. Jangan pernah lelah, jangan patah arah ketika ada komentar yang tidak dihendaki. Mungkin yang belum dan sama sekali tidak menulis, tapi menganggap menulis itu hal mudah, ayo praktekkan langsung jangan hanya wacana.

Sekali lagi menulis itu juga sarana mencari berkah. Terima kasih Bapak Prof. Naim atas bimbingannya. Alhamdulillah kami membuktikkan dengan berjalanya waktu. Dan terus meyakininya akan membawa keberkahan serta kesuksesan jika terus dilakukan dengan keistiqomahan.

Salam Literasi

Rabu, 06 Juli 2022

Technical Meeting OSM-NU




Hari ini Selasa, 5 Juli 2022, kami mengikuti TM Olimpiade Sains Ma'arif Dan Kompetisi Kreasi dan Seni Ma'arif NU (OSM&KKSM-Nu). LP Ma'arif NU Tulungagung Tahun 2022. Acara sekitar pukul sepuluh tiga puluh baru di mulai. Di aula tersebut perwakilan setiap lembaga hampir semua hadir, dengan masing-masing Kepala Madrasah dari RA, MI, MTs, dan MA. Acara dibuka dengan pembacaan Fatihah, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Subanul  Wathon kemudian doa. Dan dilanjutkan sambutan.

Sambutan pertama dari perwakilan Ketua LP Ma'arif Tulungagung. Beliau menyampaikan beberapa point penting latar belakang event ini, yakni kerja sama atau MOU dengan kampus UIN SATU. OSM-Nu ini akan berbasis CBT atau IT (internet). Dengan aturan dan sistem yang telah disepakati. Beliau juga menyampaiakn bahwa juara 1, 2, atau 3 itu adalah bonus. Yang paling utama dalam kompetisi ini adalah ajang untuk pembentukan mental, membangun kepercayaan diri, serta melatih anak-anak untuk mengambil keputusan yang tepat diwaktu yang singkat.

Selain itu, melatih anak-anak untuk selalu berkompetisi dengan sportif atau kecurangan. Begitu juga dengan semua panitia yang semuanya netral, tidak akan memihak lembaga manapun atau menganak emaskan lembaganya. Artinya soal olimpiade serta juri yang ditunjuk benar-benar sudah terpercaya. Ini adalah event besar pertama dari LP Ma'arif Tulungagung yang bekerja sama dengan UIN SATU. Meskipun pertama, semua pihak akan bekerja sama dengan maksimal agar acara ini berjalan dengan lancar.

Semoga acara ini dapat diikuti oleh semua lembaga yang ada di naungan LP Ma'arif Tulungagung dengan lancar tanpa halangan suatu apapun. Dan semuanya bisa menjunjung tinggi sportifitas. Sehingga bisa melahirkan generasi yang penuh dengan prestasi. Salam semangat

Senin, 04 Juli 2022

Semangka


Buah semangka yang sangat segar bisa dinikmati ketika cuaca sedang panas seperti siang ini. Buah semangka dengan berkembangnya zaman jenisnya sudah banyak. Kalau dulu hanya ada dua jenis berbiji dan tanpa biji. Namun, berkembang dan canggihnya dunia genetika ada buah semangka kuning, semangka kotak, semangka lonjong  dan masih beberapa jenis lagi.

Pertanian di provinsi Jawa Timur, salah satu penghasil buah semangka. Ada di Kabupaten Blitar, Kediri, Lamongan, Tuban dan Tulungagung. Beberapa saudara di Blitar serta teman di daerah Lamongan dan sekitanya bercerita jika musim panen raya semangka, itu bahagianya luar biasa. Apalagi harganya lumayan mahal, petaninya pasti senang.

Saya melihat beberapa tetangga lahan sawah menanam semangka. Menurut saya harus sangat tlaten. Tumbuhan semangka itu merambat, sehingga harus ada jarak atara tumbuhannya dan tempatnya buah. Belum lagi tanahnya harus dipupuk sesuai takaran, jika berlebihan di buah tidak akan baik. Sebenarnya menanam apapun juga butuh ketlatenan tapi untuk jenis buah semangka atau melon harus lebih ekstra. Belum lagi jika ada hama.

Buah semangka juga memiliki manfaat yang sangat banyak, salah satunya untuk penderita tekanan darah tinggi bisa untuk mencegahnya lalu untuk penderita batu ginjal bisa untuk memperlancar aliran air seni atau untuk memperlancar kencing. Memang menyegarkan, tetapi bagi yang punya keluhan darah rendah seperti saya, satu slice saja bisa langsung membuat sangat pusing. Seperti kejadian tadi malam, Minggu pagi setelah senam, ada buah semangka, saya makan hanya dua irisan sangat kecil berfikir untuk melegakan dahaga setelah minum air putih. Malam hari setelah maghrib, kepala benar-benar pusing, buat berdiri saja rasanya goyang.

Semangka buah yang enak, manis, segar dan kandungan airnya yang banyak. Hampir semua orang menyukainya. Namun, saya tidak bisa menikmatinya dengan porsi yang banyak. Karena membuat saya pusing pening.

Bagaimana Kamu Memaknai Liburanmu?


Sudah dua minggu jalan di waktu liburan semester genap tahun 2022. Namun, guru tetap masuk untuk piket meskipun tidak setiap hari. Liburan harus benar-benar kita nikmati dengan berbagai kegiatan yang bermakna. Misalkan bercocok tanam, bersih-bersih rumah, menulis dan memasak untuk keluarga. Liburan itu tidak harus mahal, sesuaikan budget yang ada di kantong kita.

Liburan yang murah meriah sangat bisa kita lakukan. Misalnya berkunjung atau bersilaturrahmi ke kakek, nenek atau sanak saudara, berkumpul di rumah melakukan kegiatan membutuhkan kerja sama. Contohnya, bersih-bersih lingkungan rumah, memasak dan makan bersama. Kita gunakan waktu sebaik mungkin.  

Liburan ke luar kota pun, boleh dan sah saja dilakukan. Selesai dari aktivitas itu pikiran seharusnya fres atau segar bukan semakin pusing dan lelah. Faktanya terbalik, jika selesai dari luar kota atau luar negeri pasti lelah, dan kembali untuk bermalas-malasan. Hal ini harus kita hindari. Oleh sebab itu, jika liburan ke luar kota atau luar negeri kita persiapkan dengan betul tujuan serta kemanfaatannya.

Liburan ke luar kota, diidentikkan dengan oleh-oleh atau buah tangan. Bagi sebagian orang mungkin suatu yang wajib. Namun, tidak sedikit pula yang mempunyai pendapat hal ini tidak diprioritaskan artinya bukan suatu keharusan. Kalau ada waktu dan uang lebih maka bisa kita belikan dan bawakan pulang. Namun, jika memang tidak ada, tidak perlu di paksakan. Kembali lagi, sesuaikan kantong.

Liburan di maknai dengan saatnya berpenghasilan, boleh saja. Sebagai contoh jiwa interprenur atau kewirausahaannya mulai tumbuh, mencoba hal baru untuk memperoleh pengalaman. Misalnya, jualan macam-macam kue basah, gorengan, pentol atau pernak-pernik yang konsumennya bisa dari teman atau tetangga sendiri. Kegiatan tersebut tetap akan ada manfaatnya. Dan yang melakukannya tidak perlu malu. Mari terus mengisi kegiatan liburan sekolah ini dengan kegiatan yang lebih bermakna.

Salam semangat

Sabtu, 02 Juli 2022

Berkah


Berkah adalah ziyadah atau bertambahnya suatu kebaikan. Bisa dikatakan berkah dengan adanya syukur yang berlipat-ganda. Apapun kegiatan dan profesinya akan dikatakan berkah atau barokah, jika bertambahnya kebaikannya. Kebaikan dari banyaknya kemanfaatan terhadap orang lain.

Berkah tidak harus dinilai dari materi. Mungkin materi berasal dari gaji. Gaji itu terbatas dan memang hak karena kita sudah bekerja. Gaji akan berbeda dengan rizki. Sebab rizki itu memiliki nilai yang tak terbatas. Seperti rizki kesehatan, rizki kebahagiaan, ketenangan, rizki keutuhan dan dikelilingi orang tersayang.

Namun, pada faktanya, kita sering memaknai rizki itu dari gaji dan berupa uang. Gaji yang diterima bernilai keberkahan atau tidak tergantung dengan proses kita mendapatkannya. Misalnya, kerja yang profesional. Pernahkan kita, menerima gaji, dan bertanya sudah pantaskah menerimanya atau malah seringnya merasa kurang dan tak sesuai kinerja kita?

Nah, apapun gejolak hati dan pertanyaan yang ada, berdoalah semoga akan selalu mendapatkan keberkahan darinya. Yang perlu diketahui juga, tidak semua orang akan pro dengan pendapat ini, tetapi setidaknya saya ingin mengajak bahwa tentang gaji dan rizki sangatlah berbeda. Rizki yang barokah akan selalu membawa kepada bertambahnya suatu kebaikan. Mari, terus berproses baik dalam mendapatkan gaji yang lebih barokah. Tidak hanya gaji besar nilai uangnya, tapi makna dari kemanfaatan gaji tersebut harus kita perhitungkan. 

Salam Semangat

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...