Senin, 27 Februari 2023

Memetik Secuil Manfaat Menulis

 


Sekedar memetik secuil manfaat dari menulis. Seperti kali ini, persiapan akreditasi madrasah beberapa file yang sudah terpendam, saya harus mencarinya di urutan dalam uploadan menulis. Sebab hampir setiap agenda saya sebisa mungkin untuk saya buatkan tulisan, yang paling berguna adalah foto sebenarnya.

Alhamdulillah cukup membantu, seperti agenda kegiatan siswa, peringatan hari besar dan kegiatan rajinan. Semua bisa terekam dalam tulisan di blog saya. Memang, kalau melihat orang menulis secara kasap mata itu sangat mudah. Apapun jenis tulisannya diperlukan praktek menulis dan niat yang gigih untuk membulatkan dan komitmen untuk menulis.

Menulis akan selalu membawa kepada jalan kebaikan. Selama ini yang saya rasakan menulis selalu membawa hal positif, selain itu membawa kepada jalan keberkahan untuk hal apapun dan itu selalu saya yakini. Seperti banyak kata-kata yang menjadi motivasi menulis seperti "Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh di kemudian hari". - Pramoedya Ananta Toer.

Salah satu penulis novel yang ternama pun juga memberikan motivasi terkait menulis, yakni Ning Khima Anis “Belajar menulis nak, agar kelak kalau kamu patah hati, kamu bukan menangis tapi menulis”. Oleh sebab itu, betapa pentingnya menghidupkan kebiasaan menulis. Prof. Ngainun Naim, M.HI pakar literasi juga mengatakan bahwa “Seseorang tidak disebut sebagai penulis karena menguasai secara mendalam teori-teori menulis. Seseorang disebut sebagai penulis karena menulis”

Intinya jangan takut untuk memulai menulis. Langsung praktek menulis, tentang segala hal apapun itu. Kadang kala sebagai manusia memang naik dan turun mood atau keinginan menulis. Tetapi, jika kita sadari sebetulnya kita hidup tidak terlepas dari menulis, sebagai contoh adalah menulis story di WA (HP) atau bahkan membalas pesan dari WA saudara atau teman kita. Maka hal utama adalah lakukan saja terus menerus kegiatan menulis itu. Jangan hanya jadi angan, tuangkan dengan tulisan apapun itu.

Salam semangat untuk kita semua.

Sabtu, 25 Februari 2023

Guru dan Dosen



Guru dan dosen, dua profesi yang bergerak di bidang yang sama yakni pendidikan. Tentunya akan memiliki keistimewaan tersendiri. Memiliki tingkat profesionalisme yang tinggi. Salah satu tugasnya tentu menjadi pelayan masyarakat. 

Karena sebagai sebuah profesi, tentunya mereka memiliki tanggung jawab yang besar dalam mencerdaskan anak bangsa. Tidak hanya mencerdaskan sebetulnya, bagaimana mendidik generasi muda dengan akhlak, karakter yang baik dan berprestasi. Guru pun juga sama, semua tentu berjuang di masing-masing bidangnya. Misalnya guru RA, Mi, Mts dan MA. Begitu pula dosen, yang orientasi kependidikannya tidak cukup dengan teori tapi perlu pembuktian serta penemuan bahkan memang diwajibkan dengan istilah penelitian. 

Lalu, sebetulnya apa perbedaan guru dan dosen yang paling mendasar? Selain pengajaran dosen diwajibkan untuk melaksanakan penelitian dan pengabdian masyarakat . Tuntutannya sedikit berbeda dengan guru. Kemudian terkait penulisan-penulisan seperti jurnal nasional atau internasional dan artikel-artikel ilmiah yang lain. Intinya dua profesi ini memang mulia dan keren.

Kedua profesi yang bergerak di bidang kependidikan ini memiliki kebermanfaatan. Yang harapannya nilai kebermanfaatannya tidak hanya untuk diri sendiri tapi kepada orang lain yang cakupannya lebih luas. Di kedua profesi ini memiliki tanggung jawab yang besar. Bagaimana terus berkarya dengan semakin berkembangnya keilmuan. Dosen memang tidak cukup hanya melakukan pengajaran dan pembelajaran. Maka jika melakukan pembuktian dengan  penelitian, dan ditulis maka harus bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya.

Dua profesi ini tidak hanya memiliki kualifikasi pendidikan formal yang telah ditetapkan. Melainkan bagaimana kedua profesi ini, dapat memiliki akhlak yang santun, terpuji dan bijaksana. Artinya mereka mampu memberikan contoh yang baik bagi anak didiknya di kehidupan sehari-hari. 

Maka, jadikanlah kedua profesi ini menjadi ladang pahala. Bukan hanya sekedar pekerjaan belaka. Sehingga, kita mudah untuk menjalani dan melaksanakan kewajiban kita. Semoga semua guru-guru kita dan dosen-dosen kita yang telah membimbing dan mengajar kita selalu diberikan kesehatan. Dan kita senantiasa diberikan ilmu yang bermanfaat dan barokah. 

Kamis, 23 Februari 2023

Mencari Suasana Baru



Belajar rasanya akan jenuh jika di kelas terus menerus. Apalagi di minggu ini adalah waktunya ulangan harian setiap mata pelajaran. Hari ini mata pelajarannya adalah ilmu pengetahuan sosial tentang sumber daya alam hayati dan non hayati.

Rasanya mereka akan lebih mengena jika pembelajaran diimbangi dengan penjelajahan. Kami memanfaatkan lingkungan salah satunya adanya sungai, ladang dan tegalan. Tentu saja, mereka sangat semangat sekali.

Tugas hari ini adalah mengelompokkan benda yang termasuk sumber daya alam hayati dan non hayati, dapat diperbarui atau tidak dapat diperbarui. Dengan dibagi menjadi tujuh kelompok, satu kelompok terdiri dari tiga siswa. Mereka boleh berkeliling sesuai dengan batasan tempatnya dan waktu yang diberikan.

Sebelum itu kami berjalan kaki menuju tempatnya. Kami berpesan untuk yang jalan kaki, beberapa aturan harus dipatuhi salah satunya tidak diperkenankan berlari, clometan atau berkata-kata kasar. Tentu saja, di sepanjang jalan diisi dengan menyanyi "di sini senang di sana senang" dan "potong bebek angsa". Perasaan kami pun sangat senang. Bahkan gurauan mereka juga lucu-lucu.

Setelah sampai di tempat yang dituju, langsung kami jelaskn cara mengisi kolom dan menyelesaikan tugasnya. Mereka berhitung sampai angka tujuh. Setelahnya berganbung dengan angka yang sama, dengan begitu pembagian kelompok dinilai adil. Setelah mendengarkan penjelasan, mereka berbegas untuk melaksanakan tugasnya.

Ada satu kelompok yang sangat kompak. Waktu dua jam pelajaran dia mengisi kolom tugasnya hampir tiga puluh lima item. Dan sudah di masukkan sesuai kelompok hayati dan non hayati. Semua langsung memberikan tepuk tangan yang meriah. Sebab satu kelas hanya satu kelompok itu yang itemnya paling banyak.

Pembelajaran hari ini sangat menyenangkan. Semoga bisa bermanfaat dan untuk kelas IV jangan malas untuk belajar. Orang sukses adalah milik orang yang terus berjuang dan belajar. Keep Fighting. 

Senin, 20 Februari 2023

Hari Penuh Dengan Ulangan Harian




Minggu ini sudah mulai untuk ulangan harian. Ulangan harian bertujuan untuk melatih seberapa faham dan seberapa jauh mereka dapat mengikuti pembelajaran selama hampir tiga puluh delapan hari. Jurnal pembelajaran mengatakan bahwa setiap pelajaran sudah melewati beberapa sub bab dan dua bab besar. Sehingga minggu ini, saya rasa sangat efektif untuk memulai ulangan harian, sebelum dilaksanakan PTS.

Kelas empat, siap mengikuti dengan segala persiapan, mulai dengan belajar secara mandiri di rumah. Ketika di kelas tentu saja melalui dengan penjelasan dan pembahasan soal. Secara umum semua siswa kelas empat bisa mengikutinya, namun ada beberapa yang masih kurang sebab kurang konsentrasi bahkan asyik bermain sendiri.

Ketika ulangan harian, sebetulnya orientasi utamnya bukanlah nilai. Namun, sebagai guru yang kami cari sebetulnya bagaimana anak-anak mampu memahami dan mengisi dan menuangkan pikirannya dalam bentuk jawaban kalimat atau kata. Yang lebih utama kembali adalah mampu menerapkan nilai-nilai kemanusiaan dan nilai kebermanfaatan ketika hidup dalam lingkungan yang lebih luas yank bermasyarakat.

Kurikulum merdeka memberikan jangkauan yang luas dalam mengembangkan pembelajaran. Mengemas mata pelajaran dengan sangat mudah, anak-anak pun saya melihat lebih fokus dalam belajar. Sebab setiap pelajaran akan di pecah satu persatu. Materi yang dipahami juga dijelaskan dan diterangkan dengan segamblang-gamblangnya. Tinggal bagaiamana mereka menangkapnya.

Kami pun memhami daya serap setiap anak berbeda. Namun, tidak perlu menyerah bahwa ketika dinilai memiliki kemampuan yang lemah di beberapa mata pelajaran, jangan malah ditinggalkan. Melainkan terus saja difaham atau dibaca dan dikerjakan. Mata pelajaran yang demikian biasanya adalah berkaitan dengan hitungan. Dan kami tekankan bahwa mata pelajaran apapun semua sama dan nantinya akan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, sehingga jangan sampai menganak tirikan bahkan menggampang atau menganggap tidak penting mata pelajaran.

So, buat anak-anakku kelas empat teruslah bersemangat dalam mengukir prestasi dan disiplin dalam segala hal. Masa depanmu ditentukan dengan hari ini, bagaimana kamu sekolah dengan benar, mengaji dengan baik dan belajar dengan tekun. Jangan mudah puas dengan prestasi yang telah didapatkan. Jangan lelah dalam berproses. Yakinilah bahwa kamu bisa.

 


Sabtu, 18 Februari 2023

Senjata “Tang-Ting-Tung-Der”

 


Bermain dan belajar dengan “Tang-Ting-Tung-Der”. Kondisi kelas yang semakin siang, tentu saja berbeda suasananya dengan pagi hari. Pagi hari masih sangat wangi, semangat dan penuh dengan senyum siap untuk belajar. Siang hari mulai sebaliknya, rasa ngantuk menyerang, tidak konsentrasi dan mulai capek, sehingga malas dan meletakkan kepala di meja. Itulah yang nampak pembelajaran setelah istirahat. Saya sebagai guru kelas tentu, tidak tinggal diam, langsung memberikan kepada mereka ice breaking.

Ice breaking diberikan untuk mencairkan suasana, menggugah semangat mereka untuk belajar kembali. Itulah uniknya menjadi guru kelas, sigap, penuh inovasi dan kreatif menciptakan ice breaking yang tentu saja belum pernah mereka dengar. Ternyata dengan sangat mendadak saya ciptakanlah “Tang-Ting-Tung-Der”. Saya mencoba menjelaskan cara bermainnya.

Mulailah permainannya, nah banyak yang belum konsentrasi dan banyak yang masih belum faham. Sehingga banyak yang tertawa dan kelas hidup kembali. “Tang-Ting-Tung-Der” sebagian masih loading menunggu, giliran eh tapi salah mengucapkannya. Harusnya, “Tung” dia mengucapkan “Der”. Semua ger tertawa satu kelas. Dimana ada yang salah.

Setiap ada yang kliru lebih dari tiga kali, maka wajib menjawab soal. Kemudian ada dari mereka yang ketika ada teman yang sudah salah berkali-kali, mereka tidak segan menegur, bahkan membisikkan agar temannya tidak salah. Ice breaking “Tang-Ting-Tung-Der” bisa dilaksanakan dengan tempo lambat, agak cepat dan cepat. Ini bertujuan untuk melatih konsentrasi.

Setelah beberapa kali salah, tentu saja mereka lebih hati-hati mengucapkan. Mengucapkan “Tang-Ting-Tung-Der” dengan berbeda porsenil akan melatih juga kekompakan. Dengan tempo yang dimainkan juga akan melahirkan kesalarasan suara yang lumayan enak di dengar. Yang lebih utama tidak membuat mereka mengantuk kembali.

Qudwah

 



Qudwah, melakukan apa yang diucapkan dan mengucapkan apa yang sudah dilakukan. Memberikan contoh dalam bentuk perbuatan harus benar-benar di terapkan ketika menjadi seorang pendidik. Tidak hanya itu, pendidik memberikan contoh yang baik pada anak didiknya. Rasanya bukan berlaku untuk pendidik, namun seperti orang dewasa atau seorang kakak memberikan contoh yang baik bagi adiknya. Pemimpin juga memberikan contoh yang baik bagi bawahannya

Menjadi suatu kewajiban dan keharusan jika memberikan contoh yang baik, dengan harapan mereka akan mencontohnya dan menerapkannya. Jika hanya pintar berbicara rasanya juga semua bisa. Maka jika berbicara harus ada tindakan yang tercermin. Jangan hanya berbicara, namun tidak ada tindakannya hal seperti ini sangatlah disayangkan. Misalnya, membuang sampah, jika terbiasa membuang sampah sembarangan maka tentu saja akan banyak yang melakukan hal yang sama. Terutama kepada anak kecil, mereka adalah peniru yang paling handal. Mereka belum bisa menyaring sehingga baik atau belum, apa yang mereka lihat itulah yang mereka lakukan.

Artikel ini ditulis juga sebagai pembelajaran, menjadi pengingat bahwa tidak cukup menjadi seseorang yang disebut pemimpin, pendidik atau guru, namun belum memberikan contoh yang baik dan tidak pernah instropeksi atau mawas diri apalagi anti kritik. Seringkali mengkritik orang lain, namun jika dikritik balik malah tidak terima bahkan emosi atau menyalahkan dan mencari kejelekan teman yang memberikan kritik. Kemudian sebagai manusia adalah pemimpin. Minimal pemimpin bagi diri sendiri. Jika belum beres dengan diri sendiri, jangan coba-coba memimpin orang lain. Dengan hanya bermodal kekuasaaan dan status, coba pertanyakan, apakah sudah bisa memberikan contoh yang baik bagi bawahannya?

Melakukan apa yang diucapkan dan mengucapkan apa yang sudah dilakukan, itu tidak hanya tentang satu hal saja, namun semua hal. Tidak hanya satu titik misalnya tidak pernah terlambat, namun urusan yang lain apakah sudah baik? Belum tentu, maka jika ingin memberikan contoh, totalitas saja artinya semua perbuatan. Bagaimana akhlak, sosialnya, sikapnya, bagaimana menjadi pemimpin yang disenangi oleh bawahan atau teman sejawat, tidak sok menjadi “bos” dalam segala hal, terbuka, yang paling membuat kecewa adalah jika menjadi orang yang anti kritik. Bagaimana bisa menjadi manusia yang lebih baik, jika ada evaluasi, kritik dan masukan tidak pernah di gubris.

Manusia memang ada banyak kekurangan, namun bagaimana kekurangan tersebut bisa diminimalisir dengan sikap yang sangat arif dan bijaksana. Bukan malah adanya kekurangan didengung-dengungkan seakan harus memaklumi khusus untuknya. Tapi tidak berlaku bagi yang lain. Apa bedanya dia dan kita? Sama-sama punya hak dan sama-sama makan nasi. Mari, terus berusaha menjadi manusia yang selau belajar dari segala kejadian, mengambil hikmah. Tidak mudah menyalahkan dan hindari merasa “paling”. Dijalani segalanya dengan diniati ibadah. Selalu berusaha menajdi pemimpin yang mampu memberikan Qudwah Hasanah.

 

Jumat, 17 Februari 2023

Kurangi Membuktikan Sesuatu Pada Manusia.

 


Ketulusan yang terus diasah. Keikhlasan yang terus dilatih. Ketawadhuan yang terus dikedepankan. Kurangi membuktikan sesuatu pada manusia. Karena kecil tidak dihargai, besarpun sesekali diungkit. Bahkan bagus sekalipun tetap tidak dihargai, dan bahkan benarpun kadang kita tidak akan dighibahi.

Beberapa orang beorientasi untuk membuat bahagia orang lain dengan selalu berkata “iya”. Padahal dibaliknya, rasanya beban yang terlalu berat menghantui. Sebab, hanya ingin dipuji bukan atas kesadaran akan kewajiban. Dibenturkan dengan kata “iya” dan harapan penuh pujian “hanya kamu”, “satu-satunya” namun, tak berterus terang sebetulnya yang terjadi. Sehingga dia lupa untuk membahagiakan dirinya sendiri.

Berbagai karakter telah ditemui, semakin banyak teman dan relasi akan tahu bagaimana cara menghadapi. Bukan perkara sikap dewasa atau tidak, namun pentingnya saling menghormati, menghargai dan memahami. Setiap orang pasti memiliki rasa kecewa bahkan jengkel. Tinggal bagaimana cara mengemasnya, marah itu boleh dan wajar sebagai manusia biasa. Yang harus diperhatikan sebetulnya adalah bagaimana mengendalikannya.

Kesabaran demi kesabaran dipelajari mencoba untuk melakukannya dan menerapkannya. Entah mengapa, mulut tidak bisa berkata bohong, bahwa ketidak tepatan dalam suatu hal membuat bertindak jelas dan terang. Sehingga ketidak setujuan juga semakin mudah dibaca oleh orang lain. Padahal sudah berusaha mati-matian untuk menutupi. Dari awal sudah mencoba mengingatkan, tetapi hasilnya nihil.

Demi ketenangan jiwa dan raga. Demi kesehatan mental dan hati, selalu dibarengi dengan rasa tanggung jawab. Ketika mengetahui niat itu tidak terlihat, jalan satu-satunya adalah memperbaiki tingkah laku supaya mereka faham betul bahwa niat kita benar-benar baik. Dan yang berhak menilai dan mencatatat amal kebaikan atau keburukan bukan dia yang terbuat dari tanah dan kembali ke tanah namun Allah Yang Maha Esa.

Intinya, lakukan sebaik mungkin bila belum menjadi prioritas dan belum sanggup berterus terang saja. Artinya budayakan berkata ”tidak” jika benar-benar belum mampu.  Tidak perlu memaksakan diri untuk menunjukkan rasa “aku”. Semua tidak akan berarti dan bernilai baik bagi orang yang menilai dari awal buruk. Pelabelan yang melekat sulit dihilangkan sebab sudah tak punya rasa suka atau peduli.

Jalani saja, hidup sekali buat yang bermanfaat seluas-luasnya. Kalau berdiri di atas kebenaran, maka tidak perlu risau. Asal tahu saja, hidup itu penuh perjuangan. Perjuangan itu tidak hanya satu tempat, namun berjuang dan perjuangan adalah dimana saja kita selalu di letakkan, ditempatkan dan dipilihkan oleh Allah. So, always to smile, don’t care with negative opinion others.

 

Kamis, 16 Februari 2023

Thinkers Are Great, But Doers Change The Word

 



Thinkers are great, but doers change the word. Pemikir itu baik, tetapi orang yang mengerjakan akan mengubah dunia. Saya mendapatkan kalimat motivasi itu dari salah satu postingan Pak Ridwan Kamil, gubernur Jawa Barat. Saya menjadi mengangan-angan dari kalimat itu. Ada benarnya juga, ketika ada pemikir bisa memberikan ide yang sangat bagus. Namun, dibalik itu semua ada yang lebih hebat yakni yang melakukannya.

Berfikir terus menerus untuk mendapatkan yang terbaik, tanpa dilakukan rasanya nol sekali. Sama dengan orang yang hanya bisanya menyuruh tanpa dia tahu bagaimana orang yang menjalaninya. Ketika diskusi dan ngobrol dengan teman-teman ada suatu pengalaman yang dimilikinya unik sekali. Dia juga seorang kakak, dimana suka sekali menyuruh adiknya dengan kedok minta tolong, bahkan sendok di depannya saja, minta tolong untuk diambilkan. Lalu, ketika dia menikah, mendapatlah pasangan yang sangat suka menyuruh alias minta tolong. Dari situlah dia baru merasa enak dan tidak enaknya ketika disuruh.

Kita memang dianjurkan untuk selalu berfikir dan memikirkan segala yang telah dijalani. Namun, harus juda dilakukan. Konsep-konsep suatu acara juga demikian, difikirkan lalu dituangkan dalam tulisan dan dilakukan. Tidak mungkin acara akan jalan jika hany sebuah pemikiran saja.

Menulis pun juga demikian, berfikir apa yang akan ditulis tidak akan melahirkan tulisan jika hanya dipikirkan dan dibatin dalam hati. Maka ketika ada ide langsung saja dituangkan dalam kalimat lalu dikembangkan. Intinya berfikir tanpa tindakan hanyalah sebuah angan. Mari terus semangat untuk mengerjakannya.

Berfikir sebelum bertindak juga jangan dilupakan. Artinya dalam melakukan segalanya juga diperhitungkan resikonya, jangan gegabah. Bukan malah sebaiknya setelah bertindak baru berfikir. Hal ini rasanya juga kurang tepat. Mari terus belajar untuk bijaksana dan terus berbuat baik.

Salam Semangat

 

Rabu, 15 Februari 2023

Netizen

 



Netizen atau biasa disebut citizen adalah sebutan untuk warga internet atau warga net. Netizen yang sering dianggap selalu benar dengan segala tingkat pengamatannya. Padahal faktanya belum tentu benar adanya. Netizen juga biasa mengambil kesimpulan tanpa adanya data terkait, bahkan menganggap semua pendapatnya benar.

Dari istilah netizen saya belajar bahwa setiap jalan kehidupan seseorang itu pasti ada yang suka dan tidak suka. Sama pada persoalan tertentu yang ada pro dan kotranya. Netizen sebetulnya hanya penonton, kadang-kadang penonton itu juga ada hak untuk berkomentar. Namun, mereka banyak sekali lupa, dalam koridor berpendapat atau komentar juga ada aturannya.

Peran dan manfaat media sosial bagi setiap orang juga tidak sama sehingga kadang-kadang kita perlu tahu dan memahami itu. Misalnya ajang syiar, dakwah, jualan atau promosi itu haknya masing-masing. Yang ketika posting suatu gambar, sipemosting pasti akan tahu akibatnya dan tahu resikonya bahkan mengetahui manfaat atau madharatnyaa. Itu salah satu ciri pemilik media sosial yang faham betul dan peka.

Tetapi memiliki media sosial apapun sekali lagi itu hak setiap orang. Dan hak setiap orang akan memposting segala foto yang diinginkan. Namun, yang namanya netizen kontra pasti akan mencari kesalahan. Dan lebih parahnya mereka kurang ilmu untuk mempelajari dunia maya. Sehingga pikirannya sempit, yang dilihat saja permenit sudah mengambil keputusan versi mereka. Dan merasa hanyalah dia yang berhak dan selalu ingin di posting di media sosial milik orang lain.

Menjadi warga net harus memiliki sikap yang bijak. Seperti sekarang banyak quotes-quotes atau kata bahkan kalimat yang memotivasi kadang-kadang selaras dengan peristiwa yang kita jalani, lalu di posting. Hal itu juga bukan kesalahan, dan wajar saja jika ingin mempostingnya, namun mengapa masih dinilai salah dan berlebihan olen netizen. Mau gimana lagi, yaitulah netizen.

Menjadi netizen juga harus selektif dalam menerima informasi. Tidak mudah nethink terhadap segala yang terjadi. Berbekal dari pengalaman, saya memiliki akun Intagram, namun belakangan ini jarang sekali posting. Dan sangat mudah melihat intagram miliki teman, orang ternama seperti aktris, aktor baik lokal maupun internasional, tapi saya tidak pernah mengomentari, kadang-kadang hanya like saja. Kalau pun toh menurut kita tidak pas, udah skroll saja ke lain. Begitu juga dengan story WhatsUp, tidak pernah melihat satu persatu story teman yang ada dikontak. Bisa diambil rata-rata saja yang saya lihat. Ranking paling sering saya lihat adalah milik guru atau dosen saya.

Bukan juga kesalahan besar juga, jika ada tipikal orang yang memiliki kesukaan melihat story banyak orang. Intinya, yang baik dalam tampilan dunia maya itu bisa di contoh, jika belum baik tidak perlu di caci maki. Jika terlewat batas, bisa jadi dilaporkan kepada yang berwajib, bisa jadi masuk pada hukum yang melanggar UU ITE.

Oleh sebab itu, marilah menjadi warga net yang bijaksana dan cerdas. Tidak perlu menghakimi orang lain, sebelum menghakimi diri sendiri dengan segala kesalahan yang kita miliki. Tidak mungkin di dunia ini orang tidak memiliki kesalahan. Sekalipun saya hanya sebagai manusia biasa. Sehingga cukup diam, jika dilukai tenang saja ada Allah. Silahkan netizen memandang dan berpendapat apa saja.

Salam Semangat

Sosialisasi Kampus STAI MAS Ngunut Tulungagung

 




Ketika saya mendapatkan amanah untuk menjadi koordinator Penerimaan Mahasiswa Baru tahun 2023, maka harus amanah dan tanggung jawab penuh. Meskipun ini kali pertama menjadi panitia PMB di kampus besar, tentu saja tidak akan bisa bekerja sendiri melainkan dengan tim yang harus dibentuk dan kompak untuk mengemban amanah ini.

Ingat ini bukan lembaga kecil, tetapi ini di bawah naungan pondok pesantren besar yang pengaruhnya luar biasa. Bahkan saya juga tidak mengira, ternyata panitia penerimaan santri baru mulai dari lembaga kelompok belajar sampai sekolah tinggi telah memilki SK dan ada pelantikannya bersama beliau-beliau poro Kyai. Sungguh ini pengalaman yang sangat luar biasa.

Langkah-langkah dilakukan yaitu pertama, membuat list sekolah yang akan dituju untuk sosialisasi. Kedua membuatkan surat pengantar serta membagi beberapa tim yang akan mengantarkannya. Mungkin kampus lain kegiatan sosialisasi dilakukan oleh mahasiswanya, untuk tahun ini di kampus kami masih dosennya. Semua itu atas seizin beliau poro pengasuh. Kami sebagai santri hanya nderekaken dawuh beliau.

Sosialisasi ini bertujuan untuk mengenalkan ada kampus berbasis pesantren dengan segala keunggulannya yang mungkin belum dimiliki oleh kampus lain. Adanya kampus STAI MAS bukan menjadi pesaing perguruan tinggi yang ada di Tulungagung, namun menjadi pelengkap serta kolaborasi dalam memajukan dunia pendidikan.

Saya pribadi banyak belajar salah satunya dalam menghadapi khalayak pelajar di berbagai Madrasah Aliyah setingkat dengan Sekolah Menengah Atas. Sungguh ini adalah pengalaman yang luar biasa. Berbagai karakter dari mereka yang unik, serta pertanyaan yang kadang diutarakannya lucu. Secara umum, kami diterima dengan baik, bahkan dawuhnya guru dan kepala sekolah, STAI MAS luar biasa.

Semoga tahun ini sesuai dengan harapan, dan seterusnya STAI MAS semakin jaya dan semakin  mendunia dengan membawa keberkahan bagi semuanya. Monggo yang mau bergabung menjadi mahasiswa STAI MAS sangat bisa, dengan mengunjungi link  ini, https://pmb.stai-mas.ac.id/

Salam semangat

Panitia Rujak Buah

 




Sebelum acara gathering bersama ketua panitia yakni Bapak Zamah, kami diminta tolong untuk mempersiapkan rujak. Kemudian saya konfirmasi ke beberapa teman Ibu-Ibu dosen yang saya kontak untuk membantu saya belanja. Diantara yang paling saya hubungi tentu saja pertama adalah Bu Retno, Bu Fahma, Bu Sevia, Bu Ulvia lalu terkahir Bu Shofa. Bu Shofa sudah alternatif terkahir yang saya hubungi, sebab nama-nama yang saya sebutkan masih ada acara lain. Its ok, intinya harus ada teman untuk belanja dan persiapan.

Minggu siang kita belanja buah, bumbu rujak, perlengkapan lain tistu, garpu, mangkok foam dan lain-lain. Setelah belanja kami pun menuju kantor, kami mendapat pesan untuk belanja gula kelapa untuk juruhnya es degan. Dan setelah perbelanjaan selesai, tentu saja kami mengisi bensin perut. Kami mendapat telfon kembali yang intinya buah itu harus dikupas dulu dan di pantai tinggal makan. Kami mengambil kesimpulan perbelanjaan yang sudah kita taruh di kantor harus kembali diambil dan dibawa pulang.

Sepanjang perjalanan berlanja dengan Bu Shofa, selalu mengundang tawa. Entah apa yang diceritakan menurut saya, beliau itu lucu sekali. Alhamdulillah kami selesai dan sampai rumah sekitar pukul satu siang. Lalu, mengatur strategi dan pembagian kupas mengupas, serta membuat juruhnya. Kami pun janjian Minggu malam setelah isya’ awal tapi dengan personil tambahan yakni Bu Retno. Kebetulan rumah kami berdekatan sehingga kordinasinya mudah.

Alhamdulillah malamnya Bu Retno bisa membantu mengupas buah-buah yang dirasa aman. Selesai pukul sepuluh malam. Sedagkan Bu Shofa dirumahnya sendiri untuk membuat juruh gula. Saya dan suami dini hari pukul setengah empat sudah siap untuk mengiris dan mengupas buah yang belum dikupas. Selesai sekitar pukul enam dan kami berdua masih sempat ke pasar untuk membeli tahu, sebagai pelengkap rujaknya.

Rasanya senang sekali, ketika bisa membuat rujak buah lalu semsampai di pantai bumbu, tahu, krupuk semua buah ludes habis. Entah enaka atau segar yang penting habis, membuat hati ini senang sekali. Saya ucapkan terima kasih kepada panitia rujak dan semua yang terlibat di pantai sampai guyonannya di panggil bakul rujak. Heeheh pokoknya kudu semangat guys. Very very very thanks you to Bu Shofa and Bu Retno.

 

Gathering Family STAI MAS





Senin, 13 Februari 2023 kegiatan gathering family dengan kampus. Kegiatan gethering merupakan kali pertama STAI MAS mengadakan, hal ini bukan tak beralasan, sebab STAI MAS memang masih terhitung kampus baru. Oleh karena itu kegiatan gathering semacam ini sangat perlu dilakukan untuk silaturrohim dan perkenalan.

Silaturrohim yang terjalin tidak hanya antar dosen dan keluarga melainkan dengan para pengasuh pondok pesantren Ngunut. Beliau-beliau juga ikut dengan keluarganya masing-masing. Alhamdulillah saya sangat bersyukur ditakdirkan oleh Allah menjadi keluarga besar STAI MAS Pondok Pesantren Ngunut. Berkumpul dengan orang-orang sholeh dan ahli ilmu. Dan berharap semoga mendapatkan ilmu dalam setiap majlis dan pengalaman yang barokah atas semua doa pangestu beliau-beliau.

Kegiatan gathering family bertempat di pasir putih Treanggalek. Ada dua bus besar yang kapasitas masing-masing kurang lebih lima puluh ke enam puluh orang. Sebelum berangkat, kami semua berziaroh ke maqbaroh K.H Muhammad Ali Shodiq Uman yakni beliau pendiri Pondok Pesantren Ngunut. Ketika berziaroh, tentu saja kami bertemu dengan poro Kyai dan Ibu Nyai dan Alhamdulillah saget bermushofahah dengan Ibu-Ibu Nyai. Tahlil sampai doa dipimpin oleh Kyai Huda.

Para dosen berada di bus 2, sedangkan dzurriyah di bus 1. Pada bus 2, kami sempat berhenti di beberapa titik, untuk menjemput penumpang di perempatan bis gholing, terminal, jetakan, bolorejo, kamulan dan rsi Muhamadiyah durenan. Para dosen juga membawa keluarga kecilnya seperti suami, istri dan putra atau putrinya. Alhamdulillah perjalanan lancar sampai pada terminal dekat pantai, bus tidak bisa masuk, otomatis panitia siap dengan mobil satelnya dan mobil-mobil perlengkapan yang kurang lebih ada empat mobil untuk mengunjal para penumpang.

Setelah sampai di pantai, acara di buka oleh panitia dan makanan pembuka adalah rujak buah. Saya, Bu Shofa, Bu Retno dan teman-teman bertanggung jawab untuk dibagian rujak. Lalu setelah rujakan, ada makanan berat seefood dan degan. Kemudian ada pengumuman setelah makan difasilitasi dan dipersilahkan untuk naik perahu mengelilingi lautan. Namun, sebelum itu saya dan suami pergi untuk sholat. Dan teman-teman pun juga demikian.

Setelah sholat dan makan, kami ikut naik perahu dengan rombongan keluarga dari Abah Kyai Muhson, Kak Ibus, Ibu Nyai Endah. Harusnya ada dua perhau berangkat bersama, namun teman-teman masih menunggu personil lengkap. Kami perahu satu sudah lengkap tentu saja berangkat terlebih dahulu. Ada saya dan suami, lalu Bu Fahma dan Bu Faidl. Di kapal tentu saja mengambil foto dan video. Subhanallah pemandangan yang indah, lalu kapal perahu, pengunungan mengelilingi lautan. Masyallah sungguh Nikmat Mana Yang Kau Dustakan.

Setelah kembali berkeliling naik perahu, kami sempat berfoto-foto dan ngobrol serta berkenalan dengan beberapa suami atau istri para dosen. Menunggu yang lain naik perahu, kami sempat beres- beres dan bersih-bersih. Sekitar pukul empat sore, baru kita bertolak dari pantai menuju terminal bus, untuk sholat dan persiapan pulang. Ketika di pantai tentu saja semua yang ikut diambil foto bersama dan pembuatan video. Semoga adanya gathering family STAI MAS membawa keberkahan, mempererat silaturrohim dan menambah tali persaudaraan yang lebih kuat.

Sabtu, 11 Februari 2023

Just Human

 



Memaksakan kehendak sesuai dengan angan kita, kadang-kadang kurang menyadarkan diri sebenarnya siapa diri kita itu. Untuk hal-hal tertentu kita wajib hukumnya untuk memaksa. Salah satunya dengan belajar, membuat karya, berprestasi di bidang yang kita tekuni. Namun, untuk suatu hal yang sifatnya berhubungan segala takdir Allah harus dibarengi dengan usaha dan jungkir balik untuk mendapatkannya tapi, hasilnya masih belum sesuai harapan, kita harus sadar bahwa “just human” kita hanya manusia.

Manusia adalah makhluk Allah yang dibandingkan dengan makhluk yang lain adalah yang ciptaan yang sempurna. Diberikan akal pikiran dan hati untuk menentukan hal baik dan buruk. Saya menjadi ingat seperti firman Allah dalam surah At Tiin ayat 4, sebagai berikut:

لَقَدۡ خَلَقۡنَا الۡاِنۡسَانَ فِىۡۤ اَحۡسَنِ تَقۡوِيۡمٍ

Artinya: “ Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya

Ayat tersebut menyadarkan betapa mulia dan baiknya jika manusia bisa memoles dan mengasah hatinya, akhlaknya untuk menjadi baik. Atau malah sebaliknya, dengan keadaan fisik yang sempurna justru membuat angkuh dan tidak baik, Na’uzubillahimindzalik. Lalu, mengapa sebagai manusia sering risau dan gundah gulana ketika semua yang diinginkan belum terlaksana atau belum didapatkan? Bukanlah Allah adalah pemberi waktu terbaik dengan segala ketetapanNya untuk setiap hambaNya.

Kadang saya berfikir bahwa kadang manusia lebih kejam padahal sesama manusia sendiri. Menghakimi dengan seenaknya, mengatakan yang belum tentu benar, terlalu “sok tahu” dengan jalan hidup orang lain. Menganggap hina orang lain, kehinaan dan aibnya sendiri tidak diperhatikan. Na’uzubillahimindzalik, segalanya memang butuh proses untuk menjadi manusia yang baik.

Kembali kepada “Just Human” hanya manusia, jangan dijadikan slogan itu untuk menjadi sosok yang lemah tanpa harapan bahkan tanpa usaha untuk menuju kepada yang lebih baik. “Just Human” harusnya dibuat sebagai tameng, ketika sudah matian-matian berusaha dan ikhtiar. Ujung penentuan tetaplah Allah SWT. Proses untuk menjadi good people, wise people, memang butuh sekali tempaan dan pembelajaran yang bisa berasal dari diri sendiri atau bahkan dari pelajaran hidup manusia lain. Sehingga “Just Human” menjadikan diri lebih kuat dalam segala hal dan lunak hati untuk menjadi qonaah.

Salam semangat,

 

Rabu, 08 Februari 2023

Warna Warni Belajar




Mengumpulkan kertas sisa segala kegiatan yang sudah tak terpakai lagi. Belajar untuk berwirausaha dengan menjual kepada pengepul rosok, membuat mereka bahagia. Barang yang dikumpulkan tidak sedikit, sebab sudah hampir beberapa tahun.

Senin gerimis penuh senyum bahagia, mereka bergotong royong untuk membawa barang-barang bekas tersebut. Kemudian bertemu Bapak pengepul. Entah apa yang dibicarakan, mereka sangat bahagia dan tertawa lepas. Padahal barangnya cukup banyak membuat mereka bolak balik untuk lantai dua mengambilnya. Disinilah mereka menerapkan sikap saling tolong menolong dan gotong royong.

Saya hanya memantau dari lantai dua dan dari kejauhan. Ada salah satu dari mereka bertanya "uangnya untuk apa bu?" Saya jawab "untuk kas kelas, yang sewaktu-waktu diperlukan ada". Mereka bercerita bahwa ketika proses penimbangan, mereka melihat barang bekas yang mereka bawa dan beratnya enam kilo lebih katanya.

Kemudian mereka kembali ke kelas mrmbawa nota dan tertera jumlah kilogramnya beserta uang dengan jumlah enam puluh dua ribu rupiah. Mereka sangat girang dan Bapak pengepulnya membagikan seribu rupiah kepada setiap siswa yang membawa barang-barang tersebut. Mereka tambah senang dan katanya akan dibelikan jajan. 

Itulah warna warni kisah mereka. Selain mereka belajar teori mereka akan mengalami secara langsung yang biasa kita maknai sebagai belajar dengan pengalaman. 

Selanjutnya mereka akan brlajar bahwa profesi atau pekerjaan apapun sekalipun hanya pengepul barang bekas "rosok" itu tidak akan hina dengan catatan segala proses transaksi dan proses jual belinya dilakukan dengan jujur dan amanah. Semoga selalu membawa keberkahan dari proses-proses belajar yang kita lakukan.

Salam semangat

Aku Melihat Diriku Yang Dulu



Mengingat dulu ketika masih santri dan di SMA Darul Ulum 1, bagaimana kami digembleng untuk intime. Bukan ontime lagi namanya, melainkan intime. Jika terlambat pun harus rela untuk olahraga jalan jongkok mengelilingi lapangan. Otomatis menanggung malu yang tidak karuan. Semua santri dari lantai satu sampai lantai tiga akan melihat, terutama dilihat santri putra.

Sebaliknya, ada yang sengaja terlambat sebab sudah kebal atau ingin cari perhatian, sungguh unik memang. Ada yang sekali terlambat sudah kapok. Hikmahnya dari olahraga jalan jongkok yang untuk santri putra, fisik mereka kuat bahkan ada yang selesai dari pondok ikut sekolah angkatan darat dan akpol. Seakan santri sudah meyakini segala yang telah dilakukan kalau sudah dawuh poro guru, kami siap dan yakin seyaqin yaqinnya membawa barokah. Sehingga, kami kadang di tak'zir jalan jongkok pun bahagia.

Segala hal yang dilalui menjadi santri di waktu yang silam sangat membawa manfaat di kehidupan sekarang. Setidaknya secuil cerita tentang warna warni menjadi santri akan selalu melekat. Belum lagi, cerita keprihatinan, misalnya jatah sangu yang harus rela sabar menunggu kiriman. Lalu, belajar muamalah, utang piutang dan yang lainnya.

Hari ini saya berkesempatan, berkunjung di pondok putri PPHM Ngunut, Tulungagung melihat para santri putri, persis yang saya alami. Di jam-jam pelajaran ada yang jajan ke kantin, ngobrol, nderes bahkan olahraga badminton, volly, kesana kemari nenteng buku atau kitab kuning. Di benak saya, saya  memiliki kerinduan yang luar biasa menjadi santri dan ingin merasakan mondok kembali. Ternyata sudah hampir sebelas tahun silam saya mengalami seperti mereka.

Saya menjadi haru melihat mereka seakan saya melihat diri saya di zamannya. Kemudian, saya mencoba mengingat kembali dawuh-dawuh poro kyai dan guru saya bahwasannya kebermanfaatan ilmu dan kebarokahan ilmu akan selalu mengalir mana kala, kita ditempatkan dimana kita bisa mengulang segala ilmu yang telah di dapatkan. Semoga kami selalu mendapatkan ridho para guru dan selalu dilancarkan segala urusan.

Salam semangat buat para santri, tidak usah risau. Segalanya sudah diatur terbaik oleh Allah. Di pesantren akan dijaga segalanya sampai nanti memantaskan diri untuk kesiapan dan masa depan yang lebih baik dan tentu dengan mental dengan baik dan kesiapan yang baik.

Sabtu, 04 Februari 2023

Kekuatan Pena




Di hal-hal tertentu, pena memiliki kekuatan yang super hebat. Bagaimana tidak? Jika di hadapkan pada hal-hal berhubungan dengan perjanjian misalnya, pena memang memiliki peran utama. Pena digunakan untuk bertanda tangan sebagai bukti menyepakati atau sebaliknya.

Pena akan memiliki nilai berharga jika digunakan untuk hal yang sangat penting. Lalu, penggunaan pena juga tergantung oleh siapa. Orang berpengaruh, memiliki peran besar atau hanya sebagai masyarakat biasa. Pena juga tidak akan memberikan coretan palsu, jika yang menggunakannya jujur. Namun, juga sebaliknya pena bisa saja memanipulasi coretan mana kala yang menggunakan niat yang kurang baik.

Rasanya hanya sebatas pena, tapi bukan asal-asalan menggunakan. Sehingga jangan sembarangan dalam memberikan coretan apalagi tanda tangan tanpa membaca terlebih dahulu dengan ketelitian tingkat tinggi. Sebab, kekuatan super pada pena, tetap bisa dipertanggung jawabkan. 

Jenis pena pun juga sangat banyak. Pena pelajar tentu saja berbeda dengan pena pejabat. Dari disinilah sudah tentu dapat di bedakan fungsi penggunaannya. Pena pelajar untuk menghantarkan mereka mendapatkan ilmu. Tetapi, pena pejabat memiliki fungsi layaknya seperti pedang sebagai penentu kepentingan. Belum lagi dengan tampilan penanya, antara pena selusin tiga puluh ribu, dengan sebiji jutaan rupiah, sudah bisa dibedakan.

Semoga pena-pena kita dapat menghantarkan kepada kebermanfaatan dan kebaikan kepada orang banyak dan menjadikan kita semakin bijaksana dan manfaat dan barokah. Amin

Kamis, 02 Februari 2023

Nahdlatul Ulama’ Organisasi Islam Rahmatul lil’alamin

 


Berdirinya Nahdlatul Ulama’ yang sudah tak terasa 1 abad atau 100 tahun, memberikan berbagai makna yang lebih dalam bagi semuanya. Seratus tahun bukanlah waktu yang pendek untuk memperjuangkan Nahdlatul Ulama’. Para pendahulu mulai dari K.H Hasyim Asyari, K.H Wahab Hasbullah dan K.H Bisri Syansuri dan sampai pada K.H Abdurahman Wahid dan sekarang di era Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Yahya Cholil Staquf, memberikan pelajaran dan hikmah yang luar biasa nilai perjuangan, pembelajaran dari berbagai bidang dalam organisasi Nahdlatul Ulama’ sendiri.

Kali ini satu abad sudah lamanya, tinggal bagaimana kita memelihara dan meneruskan perjuangannya di segala bidang yang telah ada serta dikembangkan. Nahdlatul Ulama’ akan terus melebarkan sayap untuk menjadi organisasi terbaik dalam bidangnya mulai dari bidang dakwah keagamaan, pendidikan dan sosial kemasyarakatan. Adanya perkembangan negara, berkembang pula masyarakatnya sehingga Nahdlatul Ulama’ harus memiliki peran yang besar untuk membangun kemandirian dan kedaulatan bangsa.

Nahdlatul Ulama’ memang menjadi organisasi terdepan dalam menangkal isu isu yang berhubungan dengan kedaulatan bangsa. Sejenak kembali mengenang sejarah kemerdekaan, pada tanggal 22 Oktober 1945, K.H. Hasyim Asyari menyerukan Resolusi Jihad sebagai bentuk perlawanan kepada penjajah Belanda. Dari berbagai lapisan masyarakat pada saat itu mulai dari santri, kyai maupun para pejuang bersatu untuk mengusir penjajah dari negera Indonesia. maka dari itu, melalui peristiwa inilah, setiap tanggal 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional.

Perjuangan Nahdlatul Ulama’ tidak terhenti sampai peristiwa Resolusi Jihad saja, tetapi perjuangan itu terus berlanjut sampai sekarang. Akan tetapi, perjuangan kali ini sangat berbeda pada saat kemerdekaan yang harus mengangkat senjata sampai berdarah darah. Perjuangan Nahdlatul Ulama’ sekarang ini yaitu mengisi kemerdekaan dengan segala kemampuan yang dimiliki oleh organisasi Nahdlatul Ulama’.

Seperti diketahui, Nahdlatul Ulama’ mempunyai andil besar dalam bidang pendidikan, Nahdlatul Ulama’ memiliki peran melalui Lembaga Pendidikan Ma’arif (LP Ma’arif) untuk mengembangkan pendidikan. Bukan hanya jumlah, namun bagaimana membangun pendidikan semakin bermutu dan berkualitas mulai dari Paud, RA, Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (Mts), Madrasah Aliyah (MA).

Tidak hanya berfokus pada pendidikan menengah, Nahdlatul Ulama’ juga konsen kepada pendidikan perguruan tinggi di bawah naungan lembaga LPTNU. Perkembangan pesat terhadap perguruan tinggi NU setiap tahun semakin bertambah. Lalu, adanya peran Satuan Komunitas (SAKO) Pramuka di berbagai provinsi. Dan yang utama yaitu  peran-peran pondok pesantren terus dikembangkan dan menjadi tombak untuk mencetak generasi yang mandiri, berkualitas dan bermutu dan diimbangi dengan peran generasi muda terhadap teknologi.

Semua itu tidak terlepas dari peran pendidikan. Perkembangan terus berjalan, maka peradaban harus mulai dibangun dengan adanya peran pemuda Nahdlatul Ulama salah satunya melalui pendidikan. Dibenarkanlah dan ditingkatkan kualitas mutu pendidikan itu sendiri, penguatan manfaat teknologi mulai digerakkan sehingga para pemuda juga menyadari bhawa mereka memiliki peran untuk Nahdlatul Ulama’ yang berkembang. Minimal peran teknologi mampu mempromosikan kebaikan mulai dari agama yang moderat lalu pentingnya nilai toleransi.

Tidak cukup hanya di bidang pendidikan, di bidang keagaaman pula dengan adanya masyarakat negara ini yang majemuk, Nahdlatul Ulama’ harus mampu dan menyadarkan kembali akan pentingnya nilai toleransi yang tinggi. Lebih lebih, Negara Indonesia mempunyai berbagai macam suku dan agama. Sebab, di era membangun keberadaban dan kemandirian dibutuhkan salah satunya hubungan atau relasi yang luas. Nilai kemanusiaan harus semakin dihidupkan bukan sebaliknya adanya perbedaan dijadikan semakin tertutupnya konsep pemikiran. Perbedaan tersebut bukan hal yang harusnya ditonjolkan.

Islam adalah agama yang rahmatal lil’alamin yang mempunyai makna bahwa islam itu keberadaanya memberikan manfaat bagi sesama manusia maupun alam semesta. Dan hal tersebut sesuai dengan konsep Nahdlatul Ulama’ itu sendiri.

Indonesia adalah negara yang majemuk dan plural. Ratusan suku dan suku dengan budaya dan kepercayaan yang unik menjadi bukti bahwa Indonesia adalah negara yang majemuk. Keadaan ini dapat diterima oleh Sunnatullah dan harus dibarengi dengan sikap yang positif. Pertanyaan pentingnya adalah bagaimana menjaga keberagaman ini agar masyarakat Indonesia dapat hidup damai berdampingan tanpa memandang perbedaan.

Nilai ukhuwah islmaiyah harus diperluas sehingga nilai saling menghargai, menghormati dan memahami akan tercipta. Ketika ada sebuah kompetisi, maka terciptalah kompetisi yang sehat. Selanjutnya tentang bidang ekonomi dan teknologi, dalam Muktamar di Lampung 2021 lalu Nahdlatul Ulama’ memiliki perhatian khusus. Disinilah peran sumber daya manusia khususnya warga Nahdlatul Ulama’ harus mulai di persiapkan dan digerakkan dengan baik. Selain hal itu, kolaborasi mulai juga digerakkan.

Konsep Islam Rahmatul lil’alamin yang diberikan oleh Nahdlatul Ulama’ harus dilaksanakan dan disebarluaskan kepada masyarakat. Apalagi di tengah arus radikalisme dan ekstremisme yang terus menerus. Oleh karena itu, Nahdlatul Ulama’ harus lebih aktif dengan Islam yang moderat secara social di seluruh masyarakat. Dengan konsep rahmatan lil alamin tersebut, Nahdlatul Ulama’ diharapkan dapat membentuk perlawanan terhadap gerakan Islam radikal yang mengancam eksistensi keutuhan NKRI.

Nahdlatul Ulama’ organisasi Rahmatul lil’alamin seluruh umat mengakui, seratus tahun harus dijadikan sebuah sejarah untuk menciptakan dan membangun peradabaan dan kemandirian melalui peran-peran pemuda kreatif. Semoga terus bertambah kebermanfaatan dan keberkahan.

 

Part 2 Cerita Lucuku Di Serpong



Setelah kami chek in, tentu saja bersih-bersih, sholat dan mempersiapkan diri untuk acara opening. Dibalik itu, ketika menuju kamar, di lift saya terlihat ndeso. Sebab mau naik ke lantai kamar, harus pakai kartu kunci kamar. Lalu ada Bapak-Bapak satu orang ikut naik bertanya "mau kemana mbak?" Teman saya menjawab "lantai lima pak, kok ini tidak nutup-nutup", dimasukkanlah kartu itu, tapi masih merah belum sampai hijau sehingga pintu tidak nutup. Angka di pintu lift juga tidak menyala.

Panik dong, lalu Bapak tersebut ngajari, dan setelah tak lama beliau turun di lantai tiga. Saya gugup, mau ikut turun Bapaknya bilang "jangan turun mbak, kan pean mau ke lantai lima" malunya setengah mati. Sebelum itu kami di tanya asal mana. Dan mau ada acara apa? Nah begitulah kalau belum faham menggunakan kartu tersebut fungsinya untuk apa aja. Bisa buat cerita dan tulisan kisah lucu tapi juga sedikit memalukan.

Hotel Santika di BSD itu, hotel yang berbintang lima fasilitasnya luar biasa. Makanan enak-enak, bersih dan lokasi hotel sangat strategis ada mall di lantai L. Kamar kami ada balkon, meskipun hari pertama tidak bisa dibuka sebab belum diberikan kunci. Namun, hari kedua saya meminta untuk dibukakan. Ada lantai M ada ballroom yang ruang-ruang rapat dan pertemuan dan restoran. Di lobby juga tempatnya sangat nyaman untuk menunggu.

Ini betul-betul pengalaman menarik. Padahal keluar negeri juga sudah pernah, giliran ke Jakarta Tangerang Selatan kok oling. Mungkin efek capek dan belum mandi. Ini hanya sebatas cerita perjalan dan pengalaman di hotel berbintang lima di Serpong. Belum untuk urusan dengan isi bimtek, ilmu dan berkenalan dengan para pakar dan dosen-dosen PTKIS di berbagai daerah.

Disitulah saya sangat bersyukur dengan Allah SWT dan semua guru tentu saja pimpinan kampus, memberikan kepercayaan  mengikuti acara ini. Selain pengalaman namun kami bisa belajar dan STAI MAS meng-Indonesia. Semoga pengalaman dan ilmu dari bimtek nantinya bisa kami terapkan di kampus dan tentu saja segala laporan dan isinya akan kami sampaikan kepada dosen-dosen yang ada di STAI MAS. Maka mari terus semangat. 

Rabu, 01 Februari 2023

Pengalaman Berharga Ke Serpong Tugas Kampus STAI MAS




Part 1

Perjalanan tugas dari kampus STAI MAS, pertama kalinya langsung ke Jawa Barat. Saya ditugaskan berdua dengan Bu Retno, ke Serpong Tangerang Selatan. Tugas kali ini berkaitan dengan Sistem Penjaminan Mutu Internal. Sebelum saya bercerita dengan detail isi bimteknya. Saya akan bercerita tentang bagaimana keseruan perjalan kami.

Kami dari Tulungagung hari Rabu, pukul tiga sore memakai bus Harapan Jaya yang double daker. Kami dipantau dan dibantu oleh pimpinan kampus Pak Zamah di perjalan, sebab kami berdua belum pernah ke Tangerang Selatan. Melalui grub kami dipandu, untuk turun dan perkiraan jam tiba dan makan.

Busnya sangat nyaman dan besar. Kami sebelum berangkat juga menginformasikan kepada seluruh jajaran civitas akademika STAI MAS untuk memohon doa restu agar perjalanan kami lancar. Busnya sangat nyaman, dan perjalan semakin nikmat mana kala melewati beberapa kota dan tol. Kami tertidur, ketika malam tiba sekitar pukul sebelas malam saya terbangun, sudah sampai Madiun.

Di terminal Madiun, ada penumpang naik. Bus ini berkapasitas tiga puluh empat orang. Kami di lantai dua, lengkap dengan bantal, selimut dan kursi yang bisa buat selonjoran. Kemudian, kami melanjutkan tidur, sesuai dengan instruksi Pak Zamah, bahwa kita akan berhenti di Ngawi untuk sholat dan makan mushola di kiri bus, lalu makan di lantai dua.

Sebelumnya di dalam bus, kita dibangunkan untuk memilih menu. Kami memilih menu nomer tiga, dan hanya seklebat ada somainya. Setelah sampai ke Ngawi, kami makan, lalu buru-buru ke toilet dan sholat. Pak kernet memberikan informasi tiga puluh menit waktunya. Alhamdulillah waktunya cukup untuk, tapi lumayan untuk lari, malah sempat Bu Retno, sepatunya tidak di pakai, sebab mengejar waktu.

Setelah itu melanjutkan perjalanan, sepanjang perjalanan yang terlihat hanyalah tol dan pintu-pintu gerbang tol antar kota. Makan, tidur, Youtuban, wiridan itu kegiatan selama di bus.

Sekitar Kamis subuh pukul lima, kami terbangun udah masuk ke Cilacap. Setelah cek di maps, tenyata udah lumayan dekat dan tidak lama untuk menuju Ciputat yang merupakan titik terakhir kami akan turun. Pak Zamah, memandu kami untuk mempelajari Pul Harapan Jaya Ciputat dan apa yang dilakukan setelah sampai. Kami sampai sekitar pukul tujuh langsung sholat dan membeli tiket pulang di Jum'at sore.

Kami di sambut hujan deras, dan uang masih di dalam atm, otomatis kita jalan mencari mini market untuk mengambil uang di atm. Setelah itu baru membeli tiket yang kepulangan kita pukul setengah lima sore.

Setelah itu, sekitar pukul setengah sembilan kami memesan grab untuk menuju lokasi di hotel Santika BSD. Setelah sampai kami belum waktunya chek in, sehingga hanya nitip barang, setelahnya kita jalan-jalan mencari sarapan.

Sarapan yang akan kita tuju ternyata harus jalan kaki dan menyembrang di jembatan  penyebrangan. Cukup lumayan untuk jalan kaki dalam keadaan belum mandi pula, sungguh luar biasa pengalaman pagi itu. Selanjutnya kita ternyata menemukan BSD Square di sana ternyata tidak hanya satu outlet ada banyak. Padahal di sebrang kita melihat hanya satu plakat yakni Hokben. Ternyata, setelah sampai kurang lebih ada tiga, ada Hokben, J.Co dan KFC.

Alhamdulillah kita lega, dan sarapan di KFC, di sana kita makan sambil menunggu cek in, cuci muka dan ke toilet serta tancap lipstik di KFC. Dan kami kembali ke hotel pukul dua belas siang. Kurang dua jam kita menunggu, dan kita lakukan menunggu panitia dan chek in untuk kunci di lobby hotel yang sangat nyaman.

Next part 2

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...