Kamis, 30 Desember 2021

Liburan


Empat belas hari menikmati masa liburan di semester ganjil mulai 20 Desember 2021 sampai 3 Januari 2022 dan menyambut tahun baru 2022. Banyak kegiatan yang sudah kita lakukan untuk mengisinya. Baik di dalam rumah maupun di luar rumah.

Jangan sampai terlewatkan untuk menaati protokol kesehatan jika memang mengisi liburan di luar rumah. Seperti di tempat wisata, ke luar kota, sekedar jalan-jalan di mall atau menonton di bioskop. Mengingat pandemi covid 19 masih belum berakhir sungguhan.

Di balik kata liburan, ada hal penting yang harus kita ingat. Mengoreksi diri, menambah, memperbaiki yang kurang,  menyegarkan hati dan pikiran, dalam segala hal. Sehingga ketika kembali bekerja setelah liburan, kita akan lebih baik dalam segala aspek.

Liburan harus mempunyai makna atas rasa syukur yang tiada henti. Mungkin kenikmatan dan kebahagian setiap orang akan berbeda. Tetapi, rasa syukur harus kita tingkatkan. Seperti liburan hanya di rumah, berkumpul dengan keluarga, makan bersama, berkumpul, bercengkrama sudah menjadi kebahagiaan tersendiri.

Kadang kita diberi libur sekian hari, masih kurang. Kadang libur sekian hari harus di buat rapat, mengisi rapot, pelatihan, artinya harus mengurangi jatah liburan. Kasab mata, jatah liburan kita berkurang, namun nilainya bertambah. Bertambah ilmu, bertambah pengalaman, bertambah teman, dan bersosial.

Sifat manusia memang tak pernah puas dan akan selalu kurang, jika tanpa pengendalian hati di diri sendiri. Oleh karena itu, manfaatkan liburan ini dengan baik dan positif. 

Libur itu hak kami. Kami pun bebas untuk mengisi kegiatan apapun. Tapi, sekali lagi jangan kekang kami, jangan paksa kami. Kadang-kadang saya itu berfikir, senang sekali merepotkan orang lain. Apakah mereka yang di sana itu, tidak metime dengan family atau bagaimana, entahlah.

Ya baiklah, jika ada informasi mendadak masuk, hati benar-benar harus legowo untuk menerimanya dan melakukannya. Bismillah diniati ibadah saja. 

Selasa, 28 Desember 2021

Dua Makna Kaya



Ada kalimat "kalau sudah kaya, mau belanja apapun sudah tak akan tengok harga". Pernyataan ini realistis. Memang benar, jika sudah kaya, belanja tak akan melihat harga, dan asal ambil saja. 

Tetapi, memaknai kata kaya itu ada dua jenis. Kaya yang pertama kaya akan materi. Materi disini bisa berupa uang, harta benda, kemewahan, seakan materi harta benda tak akan habis digunakan. Mobil mewah, rumah bak istana, mobil mewah terparkir berbaris-baris, investasi tanah luas tak terhingga, bisnis tak pernah surut.

Seakan hidupnya bahagia bergelimang kekayaan materi tersebut. Kita yang melihatnya secara instan, tak akan tahu betapa kerja kerasnya, atau kesedihan, ujian dan cobaan yang mereka hadapi. Memang, belum tentu kaya akan materi baik berupa uang, mobil mewah, belanja tanpa melihat harga, dia merasa bahagia, aman, dan bebas misalnya. Orang melihat pasti cenderung yang menyenangkan, kadang mata hati juga menolak untuk melihat kesedihan. Sehingga yang melihat itu enak, mudah dan pasti punya angan-angan dan berkata "seandainya, aku jadi dia".

Makna kaya yang kedua adalah kaya akan mental. Untuk kaya mental, saya memberikan sebuah arti bahwa orang harus memiliki mental yang sehat, tenang, nyaman, enjoy tanpa merasa iri dengki kepada orang lain. Kaya mental ini sangat penting, bayangkan saja jika hanya kaya materi tetapi tak kaya mental. Kita bisa ambil contoh, kaya materi, banyak uang tapi tak kaya mental, sukanya menjatuhkan orang lain demi hanya keuntungan dirinya sendiri, kaya materi namun keluarga berantakan sehingga tak nyaman di rumah. Suka iri, suudhon, negatif thingking apapun yang ia lihat. Tentu saja, ini tidak baik. Mental lama kelamaan akan rusak.

Lalu, kaya mental tapi tak mau bekerja, kaya mentalnya hanya suka meminta-minta ini juga tak baik. Hidup jika bisa diminta itu, ya yang kaya mental tapi juga kaya materi. Bergelimang harta dan kemewahan dengan hidup tenang. Jangan salah, kalau keduanya ingin selaras, jangan lupakan hak-hak orang lain dan selalu bersihkan hati pikiran.

Tapi diatas istilah kaya ada kata cukup. Cukup mempunyai arti yang sangat luas. Seperti sebuah makna disalah satu doa bahwa Ya Allah cukupkan dalam segala hal. Naik haji cukup, beli mobil, motor, sepeda, cukup, bangun rumah, bangun bisnis cukup, gaji karyawan cukup, semua tercukupi. Ini lebih indah dari pada kata kaya.

Maka, dari uraian di atas, kita harus banyak belajar, kaya materi itu hanya titipan yang bisa diambil kapan saja. Kaya itu juga ujian sewaktu-waktu diuji harus siap. Dan kaya materi itu jangan diletakkan di hati, sebab susah lepasnya. Namun, jika kaya materi hanya di tangan, dengan ringan kita akan mengeluarkan atau berbagi.

Lalu kaya mental, sehatkan dengan segala dzikir, banyak bersyukur akan segala nikmat yang diberikan Sang Kuasa untuk kita. Mental jangan dirusak dengan sifat tercela. Jadi intinya jatah rizkimu tak akan tertukar dengan orang lain. Maka harus banyak bersyukur.

6C Yang Hendaknya Dihindari Laki-laki


Sebagai laki-laki yang sudah siap menikah, itu artinya segala tanggung jawabnya sudah diketahui. Selain mengetahui, artinya sudah siap untuk menerima segala resiko yang dihadapi. Apakah laki-laki atau suami itu tugasnya hanya mencari nafkah?

Iya, itu wajibnya nafkah dhohir dan batin. Namun, tidak cukup sampai disitu saja. Pada rumah tangga suami dan istri harus saling bersama-sama menyadari untuk saling membantu. Misalnya, jika istri sudah mencuci baju dan disambi memasak, mengurus anak, hendaknya segera sadar bahwa cucian baju belum dijemur. Sehingga hal-hal kecil demikian membantu menjemur saja sudah begitu mengurangi kerepotan istri.

Kadang laki-laki itu kepekaannya terhadap hal kecil kurang, maka perlu dengan sangat untuk diingatkan. Kalau hanya menunggu peka, kadang-kadang sebagai perempuan akan merasa kelamaan dan tidak sabar. Sehingga cenderung akan membuat kesel atau jengkel. Maka, sebagai perempuan kita harus sering mengingatkan. Ingat mengingatkan berbeda dengan cerewet.

Ada 6C yang harus dihindari oleh laki-laki terutama sudah beristri. 6C ini sebenarnya sudah sering kita ketahui. Dan tidak menutup kemungkinan ada disekitar kita atau bahkan kita mengalaminya. Jika demikian, mari kita belajar bersama untuk menghindarinya.

Apa saja 6C yang hendaknya dihindari oleh laki-laki atau suami, diantaranya:

1. Cethil = pelit terhadap kepentingan rumah tangga. Untuk kepentingan dirinya sendiri fine. Tetapi, untuk keperluan istri dan anak cenderung perhitungan dan pelit.

2.Cemburuan= kadang dalam rumah tangga cemburu perlu katanya sebagai bumbu sehingga ada porsinya. Tapi jangan cemburuan sebab jika cemburuan, akan cenderung kepada curiga. Yang akhirnya merugikan kedua belak pihak

3. Cerewet= suka mengorek segala hal yang tidak penting. Di poin ketiga ini, laki-laki yang suka bergosip yang tidak penting. 

4. Clutak = mengambil sesuatu yang bukan haknya dan tanpa izin. Atau tangannya suka berjalan kepo terhadap sesuatu milik orang lain.

5. Cupar = suka mengurusi keperluan dapur, sekecil apapun. Misalkan istri belanja bahan-bahan dapur, dia ikut nimbrung dan membacakan, ini tidak perlu, itu tidak perlu, ini kebanyakan, itu kebanyakan, ini pemborosan, bawang merah itu belinya sedikit saja satu ons, bawang putih satu bungkul, cabai satu ons dan seterusnya. 

Menurut saya, sebenarnya hal demikian bisa menjatuhkan derajat seorang laki-laki itu sendiri, mengapa? Urusan dapur dan memasak itu yang tahu istri, sehingga bumbu-bumbu yang tahu perkiraan penggunaanya juga istri. Jika terlalu sering dibacakan, menurut saya tidak etis dan akan bahaya. Perlu diingat bahaya membuat istri tidak nyaman. 

6. Centil= genit, kepada perempuan yang bukan mahramnya. Ini sangat bahaya sekali maka yang perlu hati-hati bukan saja istri namun juga para suami. Mengingat maraknya "pelakor" di luar sana. Naudzubillah !

Istilah 6C ini memang tersaji dalam Bahasa Jawa. Dan ini saya dapatkan ketika ngaji yang masih sama dengan beliau, Bapak K. Musatamam. Sebenarnya dari beliau ada 5C, namun saya menambakan di poin ke enam.

Semoga menjadi pengingat kita semua. Tidak ada manusia sempurna. Maka dalam mahligai rumah tangga jangan gengsi, terbukalah, komunikasikan, diskusikan dengan baik serta terbuka tentang segala hal, bahkan urusan apapun. Semoga kita semua menjadi keluarga yang selalu dalam lindungan Allah. Sehingga Sakinah  Mawaddah Warohmah Wabarokah. Amin

Senin, 27 Desember 2021

5K Yang Harusnya Dihindari Perempuan


Pada kesempatan yang berharga, di acara walimatul ursy, atau pernikahan saudara kali saya bertemu guru saya kembali. Beliau sudah dikenal sebagai guru, penasihat, Kyai dan salah satu tokoh Nu di Tulungagung. Beliau juga sering diundang untuk mengisi Mauidhoh di acara pernikahan. Beliau adalah Kyai Mustamam.

Di pernikahan kami beliau juga mengisi Mauidhohnya serta terima pasrahnya. Dawuh-dawuh beliau terus kami ingat. Ciri khasnya ketika di acara pernikahan atau resepsi, bila beliau mengisi acara, beliau akan naik di koade atau panggung dekorasi pengantin dan duduk di samping mempelai laki-laki. Lalu beliau memberikan doa dan mempelai laki-laki menirukannya sambil memegang dahi mempelai perempuan. Selanjutnya baru beliau memberikan nasehat penting kepada penganten baru serta para hadirin.

Sebenarnya banyak poin penting atau catatan penting pada semua utarakan. Dan saya berkesempatan merangkumnya tentu dengan bahasa saya sendiri. Salah satu catatan saya, adalah pesan "5K" yang harusnya di hindari untuk perempuan. 

Kira-kira pembaca, tahu tidak "5K" untuk perempuan yang posisinya sudah menjadi seorang istri? Jika belum, dan penasaran teruslah membaca sampai akhir ya. 5K ini harus benar-benar dihindari, diantaranya:

1. Kenyeh artinya cerewet

2. Kebluk artinya suka bangun terlambat

3.Kemalan artinya manja yang berlebihan

4. Kemenyek artinya sok pintar

5. Kemayu artinya sok cantik tapi faktanya berbeda

Wah "5K" tersebut jika dikupas satu persatu akan panjang. Saya akan membahas diantara 5K itu yang paling melekat di perempuan yaitu "K" yang pertama "Kenyeh" atau cerewet. Cerewetnya perempuan kadang memang diperlukan tetapi jangan berlebihan.

Sehingga jika kita sebagai perempuan suka cerewet, ngedumel, bergegas untuk minum dan istighfar sebanyak mungkin dan tarik nafas yang panjang. Lalu jika mau ngedumel tanpa suara, berteriaklah di dalam hati masing-masing. Atau paling mujarab adalah tidur.

Itulah "5K" yang harus dihindari oleh perempuan. Kalau memang tak bisa dihindari setidaknya dikurangi dan diminimalisir. Semangat  perempuan solihah semua. Amin

Jumat, 24 Desember 2021

Persiapan Tanam Padi



Musim menanam padi, banyak sekali persiapannya. Mulai dari nyawur benih, kemudian sekitar umur dua puluh lima hari akan di tananam. Sebelumnya mempersiapkan papannya atau tanahnya. 

Mempersiapkan tanah dengan dibajak, kalau dulu membajak dengan hewan kerbau sekarang sudah memakai mesin bajak. Hari ini tanah sawahnya mulai di bajak. Namun, sebelum dibajak oleh mesin, ternyata harus dialirkan  air. Tujuannya agar mempermudah, mempercepat kerja mesin bajak.

Kenapa harus dialirkan air dari disel, apakah tidak ada sungai irigasi atau sawahnya sedikit banjir atau nyembong. Kebetulan sawah di area desa kami yakni desa Mirigambar Mirodudo itu sawah yang gampang kering. Sehingga air tidak begitu menggenang, cuma sedikit basah saja.

Hari ini Jumat otomatis tukang bajaknya, Abah serta suami harus jumatan. Sementara masih ada dua lokasi yang harus di bajak. Yang di lokasi A, sudah selesai, kemudian di lokasi B, proses di alirkan air melalui disel. Nah, saya bagian menunggu disel di sawah ini. 

Di siang bolong, menuju manjing jumatan, sawah suasananya sepi, seakan hanya ada saya, dua disel, satu mesin bajak. Ada beberapa orang yang lalu lalang, berangkat jumatan tapi posisi jauh dan terlihat sangat kecil.

Mengapa harus di tunggu? Karena demi keamanan. Dimana saya harus menunggu, di pinggir, dibawah pohon pisang, sinambi makan dan minum, karena membawa bekal dari rumah. Tentunya, membawa handphone untuk hiburan dan menulis.

Angin spoi-spoi terasa, kumandang adzan jumatan bersahut-sahutan. Sementara terik panas tak aku rasakan. Ada dua disel yang di tengah sawah, satunya harus diam karena mogok, yang tak lepas dari pandangan.

Cerita siang hari ini.


Kamis, 23 Desember 2021

Aku Masih Terus Berjuang




Aku Masih Berjuang

Berdiri Tegak Meski Kadang Merapuh

Aku Akan Terus Memperjuangkan

Yang Menjadi Angan Dan Citaku


Aku Masih Berjuang

Agar Tetap Fokus

Meski Banyak Tanya Dari Mereka

Mengapa, Kenapa, Bagaimana


Senyum Adalah Jawaban Terbaik

Untuk Mereka Yang Hanya

Berorientasi Kepada Hasil


Aku Masih Berjuang

Melawan Rasa Pesimis

Kepada Banyaknya Proses Yang Kujalani


Jika Berjuang Adalah Kekuatan

Untuk Menjalani Proses

Maka Sudah Kuyakini

Hasilnya Akan Membanggkan

Selasa, 21 Desember 2021

Puisi Ibu



Tidak Akan Habis

Kata Yang Melukiskan

Segala Tentang Ibu


Tidak Akan Habis

Keringat Yang Menggambarkan

Segala Jerih Payahmu


Tidak Akan Berhenti

Segala Doa Untuk Semua Putranya

Semua Jiwa Raganya 


Terimakasih Atas Semuanya

Semoga Selalu Sehat Panjang Umur

Berkah Melimpah Segalanya

Hari Ibu

Kita sudah tidak asing lagi dengan tanggal 22 Desember. Di tanggal itu biasa kita peringati dnegan hari Ibu. Kalau bulan lalu ada hari Ayah.

Sejatinya hari Ibu kita nikmati setiap hari. Karena selalu ada sosok Ibu yang tiada henti nafas dan perjuangannya untuk kita. Kita tahu perjuangan Ibu, jerih payah, susah senangnya. Begitu juga dengan Ayah yang membanting tulang untuk bekerja demi keluarganya tercukupi segalanya. 

Kedua orang tua kita yang berjuang demi pendidikan, kehidupan yang layak untuk masa depan anak-anaknya. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak bersyukur jika kita masih diberikan kesempatan dan orang tua kita masih lengkap. Pertanyaannya, sudahkah kita mengabdi dhahir batin kepada beliau? Seberapa taatkah kita kepada beliau? Apa yang sudah berhasil kamu berikan kepada beliau?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut, pasti pernah menghampiri kita sebagai anak. Maka jangan sia-siakan kesempatan dan waktu yang ada untuk selalu mengabdi kepada keduanya. Kalau memang, diantara teman-teman yang mungkin orang tuanya sudah berpulang, jangan berkecil hati. Kita harus terus semangat dan lebih sering mendoakannya.

Hal tersebut juga sebagai motivasi, untuk menjadi manusia yang lebih baik, menjadi anak soleh, solehah agar doa-doa terkabul dan menjadi penerang di alam kuburnya. Kadang sebagai anak ada rasa gengsi sekedar mengucapkan sayang kepada ibu atau ayah. Hapus gengsi itu, sekarang salim, peluk erat dan cium mereka, minta doa kepada keduanya untuk kita.

Sudah dapat dipastikan, air mata tanpa kita sadari pasti jatuh, haru dan ingat segala kesalahan sendiri kepada beliau. Ah,,, menulis sambil tersedu-sedu haru. Tadi banyak petuah setelah sungkem ke beliau, banyak doa yang jadi haru biru. Meski hanya memakai kostum kebesaran yakni "the daster".

Terimakasih Umiku

Terimakasih Ibuku



Senin, 20 Desember 2021

Hanya Untukmu



Banyaknya Tumpukan Rindu

Yang Tak Bisa Terbayarkan

Hanya Dengan Satu Kata Kangen


Banyaknya Lipatan Cinta

Yang Tak Akan Menyembunyikan

Segala Kekurangan Dimiliki


Banyaknya Untaian Sayang

Yang Tak Akan Menandingi

Rasa Tehadap Diri Sendiri


Semua Tertumpahkan Untuk Kamu

Karena Semua Sudah Terbutakan

Bahwa Cinta Dan Sayangku 

Hanya Untukmu

Rela Bahagia



Balutan Kata

Seindah Makna

Meski Tak Tersampaikan

Namun Terbaca


Balutan Busana

Semewah Acara

Meski Tak Bertatap

Namun Terasa


Kau Hadir Di Tengah Kami

Merangkul Kedamaian Di Keramaian

Memegang Mawar Meski Berduri

Tetapi Cantik Mewangi Bak Bidadari


Hanya Sebatas Keyakinan

Engkau Bisa Tersenyum Kepadaku

Karena Aku Tak Bisa Menatapmu

Apalagi Memelukmu


Selamat Berbahagia

Kerelaan Bahagia Atas 

Segala Takdir Terbaik Untukku

Minggu, 19 Desember 2021

Suka Memakai Henna





Sejak duduk di bangku aliyah di pesantren suka sekali dengan henna. Awal-awalnya hanya bagian kuku tangan dan kaki. Sampai pada awal-awal mahasiswa.

Terutama kuku tanganku sepertinya tidak pernah kosong alias putih seperti kuku asli, karena seakan selalu terbalut oleh henna. Warna favorit saya adalah merah maroon. Entah dulu terinspirasi oleh siapa selalu kuku berbalut henna merah maroon.

Sampai kepada kalau ada saudara haji dan umroh nitip dan request merk henna terfavorit. 

Lalu lambat laun di semester tiga sampai hari ini suka sekali dengan henna celup. Henna celup ini saya terinspirasi oleh para Bu Nyai-Bu Nyai Pondok dimana saya nyantri dan para Bu Nyai Pesantren Besar di salah satu kota di Jawa Timur. Untuk warna tidak berubah selalu suka merah maroon. Sampai pada akad nikah dan resepsi konsep henna tetap celup.

Akibat suka memakai henna celup di kampus di sepuluh jari, saya masih ingat betul teman-teman membully dengan kalimat-kalimat yang menurutnya candaan. Ada yang berkata "mainan tinta sing ati-ati" ada juga yang berkata "henna aja seluruh tubuhmu" ada lagi "suwe-suwe sak telapak tangan kabeh ae, celupno cat abang".

Dan itu masih berlanjut sampai sekarang, kalau ada orang-orang yang asing, melihat henna celup akan terkesan aneh, bahkan jijik. Sebenarnya konsepnya tidak demikian, memakai henna itu mubah atau diperbolehkan apalagi untuk mempercantik diri, kalau sudah punya suami akan menjadi sunnah, izin saja kepada suami, kalau di izinkan, akan bertambah pahala bagi para isitri.

Saya awalnya risih dengan perkataan mereka tentang henna celup yang saya pakai, namun mereka yang berkata demikian belum tahu latar belakang kenapa memakai henna bahkan belum tahu hukum dan sejarah henna.

Henna atau pewarna kuku alami yang sering kita sebut dengan pacar. Dan saya tahu pacar atau henna itu memang dari tumbuhan. Kebanyakan orang Jawa pun menyebutnya daun pacar. Yang demikian pun tetap sah buat wudhu dan sholat karena air bisa meresap.

Berkembangnya zaman, henna sangat mudah ditemui, jenisnya pun juga banyak, sehingga bagi pecinya henna harus hati-hati dalam memilih dan memakainya. Tips utamanya jika memang mau berhenna, silahkan pilih henna yang halal, bisa meresap air, kalau saya henna yang cepat hilang, itu pertanda henna alami tanpa campuran zat kimia. Dan henna tersebut juga dipakai oleh guru-guru atau Bu Nyai, Ning-Ning yang menjadi inspirasi kita.



Berani Kotor


Berani kotor itu baik seakan merek tak memikirkan kotor yang penting bermain air dengan asyik dan seru. Karena hujan deras dan kondisi halaman rumah di Aryojeding selalu banjir, namun cepat surut. Kali ini dimanfaatkan anak-anak sekitar untuk menjadi wahana.

Bermain hujan tanpa beban, bermain air tanpa memikirkan kuman atau kotor. Saya yang melihat juga merasakan bagaimana kebahagiaan mereka. Sebab, dunia bermain kali ini tidak akan mungkin terulang kembali saat nanti mereka dewasa.

Di umur mereka seperti ini, bermain hujan memberikan manfaat selain sebagai kenangan nanti saat dewasa. Mereka mempunyai sikap berani. Berani mengambil resiko dengan bermain air.

Bermain air sambil berteriak bercandaan dengan teman mereka seakan tanpa beban. Asyik hingga basah kuyup. Guling ke sana kemari. Hujan kali membawa berkah.

Cerita sore ini

Sabtu, 18 Desember 2021

Libur Telah Tiba



Rencana untuk mengisi waktu luang di liburan kali ini cukup banyak. Rencana belum tentu terlaksana. Karena rencana yang sudah kita tulis, masih hanya sebuah rencana, yang memastikan itu bisa terjadi atau tidak hanyalah Allah semata.

Dua tahun liburan karena pandemi banyak di rumah. Kali ini mungkin sudah sedikit longgar, sehingga mungkin boleh liburan ke luar kota dengan persyaratan tertentu.

Saudara-saudara dan teman-teman yang di Malang, menanti kami bahkan ada undangan reuni ICP angkatan 2012. Ah rasanya ingin segera bertemu kangen dengan mereka semua.

Selain itu, liburan juga di sambut dengan banyaknya hajatan. Alhamdulillah kabar bahagia menghampiri, beberapa sepupu, beberapa teman menikah di waktu liburan ini. Itu merupakan suatu kebahagiaan yang tak terhingga kepada mempelai calon-calon pengantin.

Di hajatan menikah atau walimatul'ursy selain kesunahan dalam menghadirinya, juga sebagai perekat tali persaudaraan antara sanak saudara. Liburan harus banyak kita isi dengan kegiatan yang positif. Bukan untuk hura-hura, senang-senang semata, tetapi menjadi waktu untuk introspeksi, muhasabah. 

Liburan di penghujung tahun Masehi, juga sebagai akumulasi evaluasi segala kekurangan dan kelebihan di tahun 2021. Maka tahun baru 2022 harus siap lebih baik segalanya. Dan semoga doa-doa, serta cita-cita bisa terwujud dan terkabulkan. Sehingga, apapun kegiatan liburan yang akan kita lakukan, rencanakan dengan baik, dan harus banyak bersyukur dengan segala halnya.

Kamis, 16 Desember 2021

Lembur Rapot RDM



Hari ini, semua guru di lembaga kami mengerjakan rapot siswa yang menggunakan aplikasi terbaru yakni RDM. Aplikasi ini sebenarnya sangat mudah untuk mengerjakan rapot. Di sisi lain juga ada kelemahannya.

Sisi kelebihannya aplikasi ini, mudah dan cepat dalam mengisi nilainya, dan tidak khawatir jika hilang datanya, sewaktu-waktu mati lampu. Namun, sisi kelemahannya menurut kamu adalah, kompetensi dasar dari masing-masing mata pelajaran harus kita input sendiri dengan cara di ketik. Karena di aplikasi ini belum tersedia.

Kemudian dalam menginput data-data siswa, sebagai wali kelas harus bisa meneliti dengan tepat. Karena kalau tidak mau mengisi, ketika nanti di cetak, nama dari wali kelas dan kepala sekolah serta penanggalan rapot tidak tertuliskan.

Apabila ditemui rapot sudah jadi dan mau download untuk di cetak, tetapi tidak muncul nilainya, maka yang bisa dilakukan adalah kembali ke mapel kemudian klik batal kirim, silahkan d edit ditambah satu nilai, misal di PAS nilai 80 maka bisa ditambahkan 82. Lalu klik pojok kanan atas dan kembali untuk cetak.

Tidak usah tergesa-gesa karena teman kita banyak yang kurang. Saya hari ini dari dua puluh tujuh siswa berhasil mencetak tiga rapot siswa sudah senang. Besok kembali lagi untuk mencetak. Kemudian baru kita umumkan untuk libur panjang di semester ganjil ini.

Menyusun rapot dan mencetaknya merupakan salah satu kewajiban guru atau wali kelas. Dari rapot kita dapat mengoreksi diri, seberapa berhasilkah kita mengajar, mendidik, lalu sebagai siswa sebagai alat ukur bagaimana kita dapat menerima, memahami materi. Meskipun nilai bukan segalanya, namun nilai itu penting untuk koreksi diri menjadi lebih baik. Ingat, nilai itu mempunyai makna, jangan hanya mengisi tanpa adanya bukti apalagi mengarangnya. 

Yang paling utama, sebelum di cetak, hendaknya diteliti terlebih dahulu. Dan buat jumlah serta rangking jika diperlukan untuk mengetahui sesuai apa tidak dengan hasil di lapangan.

Nilai bukan sekedar angka.

Tetapi nilai akan selalu mempunyai makna.

Salam semangat lembur RDM

WBL


Saya berkunjung di WBL, pertama kali pada waktu saya umur 12 tahun, saya kelas VI di Madrasah Ibtidaiyah. Dulu didampingi oleh para guru sekarang belajar diposisi guru saya dulu, yakni mendampingi siswa kami. Kemudian saya ke WBL yang ke dua adalah ketika duduk di Aliyah kelas sebelas. Pada waktu itu sangat suka mencoba menaiki wahana ekstrim role coster, jet coster, paus dangdut dan lain-lain. Namun, sekarang sangat berbeda, lebih memilih wahana yang kurang ekstrim dan seru. Akumulasinya saya sudah tiga kali berkunjung di WBL ini.

Tentu sudah banyak perubahan semakin berkembang. Wahana untuk permainan juga semakin banyak dan ada foodcourd kecil di dalamnya yang jualan es krim, minuman es teh dan mineral. Karena dulu belum ada, sehingga pengunjung hanya diperbolehkan membawa air minum di luar tanpa ada jajan.

Kunjungan kedua saya tidak berani masuk wahana rumah sakit hantu. Tapi kali ini, saya memberanikan diri. Depan sendiri saya, Mifta, Atina, Diana, Diani, Ikna, Naira, Bu Shely paling belakang. Awalnya baik-baik saja, kita menganggap semua robot.

Kemudian antri, dan sudah gilirannya kita masuk. Ternyata di dalam itu gelap gulita. Dan ternyata cukup menakutkan, dan sisa hanya empat orang. Kita dibantu oleh Bapak penjaga, dan menanti rombongan selanjutnya. 

Terpaksa, kita ngikut terus Bapak penjaga sampai rombongan dari orang lain masuk, padahal kita tidak kenal tetep aja gabung. Karena tidak ada laki-lakinya diantara kita. Itu alasan utamanya kita. Robot-robot hantu dan bau-bau nya sangat tidak enak. Tapi sangat seru.

Wahana yang paling berkesan adalah di taman permainan air. Disini tamannya sedikit tidak terawat, tapi berangkat dari pengalaman di taman itu banyak sensor air, ketika kita berteriak semprotan air akan mengenai kita. Awalnya kita terdiam dan aman bebas dari semprotan air. Lalu tak menyangka di rute atau jalan selanjutnya, ada trowongan untuk bersembunyi jika tidak semprotan air pun menyala. Dan sudah banyak diantara kita yang basah. Dan kita terjebak di trowongan tersebut. 

Meskipun terjebak, tetap kita nekat untuk keluar, dengan dibagi tiga tim. Tapi apa yang terjadi kita tetap terkena semprotan air, akhirnya basah kuyup. Sambil berlari menerobos air-air mancur. Ketawa sambil lari dan berteriak-teriak.

Di WBL ini ada sekitar lima puluh wahana. Kami dari panitia memberikan waktu mulai dari masuk pukul sepuluh siang sampai jam empat sore rencananya. Namun, ternyata pukul dua siang saja, banyak dari siswa kami yang sudah mencoba banyak wahana, lelah dan bosan.

Walhasil sisa waktu itu kami gunakan untuk sedikit berbelanja di sekitar toko di WBLnya. Rata-rata dari kami membeli kaos WBL dengan gambar khasnya kodok atau katak. Karena WBL memang di Tanjung Kodok dan ditepi laut Lamongan. Seru dan terkenang sekali bersama siswa-siswi kami.

Selasa, 14 Desember 2021

Ziarah Wali Jatim



Senin, 13 Desember 2021 kami bersama rombongan dari Mi Al Quran Jabalkat Sambijajar Sumbergempol melaksanakan ziarah wali dan rihlah ke Wisata Bahari Lamongan. Ada kurang lebih sepuluh tujuan, diantaranya Jampes Kediri, Mojoagung (Syekh Sulaiman), Mojokerto (Syekh Jumadil Kubro), Surabaya (Sunan Ampel), Bangkalan Madura (Syekh Cholil), Lamongan (Maulana Ishaq), (Sunan Bonang), WBL, (Syekh Asmarokondhi), Jombang (Gus Dur).

Kegiatan ziarah dan rihlah ini merupakan agenda rutin dari lembaga. Persiapannya pun sangat matang. Pantia semua dari Bapak dan Ibu guru di lembaga. Keperluan mulai dari kaos kelas untuk peserta ziarah siswa kelas VI, konsumsi, obat-obatan, transportasi dan keperluan lainnya sudah tersedia dengan baik. 

Peserta ziarah sebanyak enam puluh. Siswa kelas VI dua puluh tujuh, ada lima wali murid dan sisanya adalah Bapak/Ibu guru. Sebelum keberangkatan, sudah kita sepakati bahwa waktu harus intime kalau ontime masih ada indikasi molor atau terlambat. Alhamdulillah peserta ziarah pukul dua belas siang sudah berkumpul di Madrasah. Lalu busnya pukul dua belas lebih lima belas menit sudah tiba di lokasi. Untuk pengkondisian kami sebagai panitia sangat berterimakasih, sudah kooperatif mau diajak kerjasama dengan baik. 

Pukul setengah satu semua peserta sudah didalam bus dengan formasi duduk sesuai yang kami susun. Lalu keperluan air minum, jajan dan nasi kotak sudah terkondisikan di bagasi bus.

Perjalanan ziarah kali ini, di pandu oleh Bapak Miswan sekaligus sebagai ketua panitia. Untuk tugas menjadi imam tahlil dan sholat ada beliau ketua Yayasan Bapak Nur Huda dan beliau Ust. Joko. Kebetulan saya sebagai bendahara merangkap sekretaris. 

Semua guru yang tergabung menjadi penanggung jawab kepada peserta ziarah. Seperti contoh satu guru mendampingi siswa kemanapun baik belanja atau sekedar ke kamar mandi, karena mengingat keamanan dan di luar kota. 

Kami sangat bersyukur semua berjalan lancar dan saling kerjasama. Semoga di perjalanan kali ini membawa nilai kebaikan dan keberkahan bagi semuanya. 

Sekali lagi, kami mewakili panitia apabila banyak kekurangan dan ada tutur kata kelakuan yang kurang berkenan mohon maaf sebesar-besarnya. Dan kami sangat berterimakasih kepada semua pihak yang sudah bekerjasama demi kelancaran agenda ini. 



Minggu, 12 Desember 2021

Minggu Teman Baru



Minggu adalah waktu yang menurutku, untuk istirahat dari segala aktifitas. Karena senin sampai sabtu sudah kita gunakan untuk aktifitas kerja. Di hari Minggu adalah hari keluarga, hari yang lebih santai untuk menyegarkan segala beban.

Namun, Minggu ini sedikit berbeda. Saya berkesempatan mengikuti acara beauty class dan bisnis. Wah, ini kali pertama buat saya mengikuti acara semacam ini.

Awalnya saya tidak begitu berminat, namun saya pikir ulang hitung-hitung untuk ilmu dan berkenalan dengan teman baru. 

Beauty Class dan bisnis ini adalah salah satu produk yang sudah lama saya gunakan. Saya menggunakannya sudah hampir dua tahun. Nama produk itu adalah NuAmoorea.

Sebelum di adakan offline seperti ini, saya sudah mengikuti zoom meeting nya sudah tiga kali.

Saya memang ikut member, tapi sebatas menggunakan atau just user. Belum sampai kepada bisnisnya atau penjualan. Karena saya rasa harus masih belajar banyak hal di dalamnya.

Di kesempatan inilah saya akan lebih belajar kepada mereka-mereka yang sudah berkecimpung lama di dunia ini. Dan acara kali ini sangat seru, bertukar pengalaman. Kemudian ada prakteknya, dan hadiahnya.

Ada tiga pemateri semua saya ikuti dengan  saksama. Semua produk yang ada dipraktekkan. Dengan cara dibagi berkelompok.

Alhamdulillah saya bergabung di kelompok tiga, ada Kak Putri, Bu Am, Bu Yaya. Dan bersyukur dapat produk yang sesuai keinginan saya untuk mencobanya. Yakni cleanser dan toner. Dari satu kelompok ada yang presentasi ada yang memakaikan produk serta yang dipakaikan produk. Kebetulan saya yang dipakaikan produk yang memang belum pernah memakainya.

Oh iya upline saya adalah Mbak Nahdiyah, tapi di forum tersebut di panggil Uma. Beliau seumuran dengan saya, dan sangat sabar, supel dan baik. Meski jarang ketemu, kita bisa seakrab itu. Alhamdulillah

Komunitas ini memberikan dampak positif. Selain kulit wajah sehat, banyak relasi untuk membangun bisnis bersama. Silahkan jika diantara pembaca tulisan saya, ingin mencoba produknya bisa hubungi kami. Saya sebagai pengguna produk ini, produk ini sangat simpel, tidak repot dan tidak ribet. 

Terimakasih kepada semua teman-teman, salam kenal dan saya sangat senang mengikuti kegiatan ini. 

Sabtu, 11 Desember 2021

Jangan Memaksa



Bukan Waktu Yang Tepat

Hanya Demi Pujian

Bukan Suatu Yang Wajar

Hanya Demi Cari Muka


Lelah Mata Ini Melihat

Muak Dengan Kerepotan

Yang Kau Ciptakan Sendiri

Bukan Untuk Ketulusan


Jangan Memaksa Tubuhmu

Sekali Lagi Hanya Untuk Pujian

Ingat Bukan Hanya Karena Kamu

Semua Itu Berjalan Lancar

Jumat, 10 Desember 2021

Hutang Itu Mubah, Mengembalikan Itu Wajib



Hutang adalah sesuatu yang kita pinjam. Ketika kita berani hutang atau pinjam, maka sudah hukumnya wajib untuk mengembalikan.

Memang, hutang itu mudah. Konteks hutang pun macam-macam. Namun, pada kesempatan ini yang saya tulis adalah hutang yang berkaitan dengan uang. Kita tahu dalam segala hal seperti hutang pun itu juga ada tata caranya atau adabnya. 

Salah satunya adalah suatu kesepakatan. Kesepakatan yang biasanya dijadikan janji atau jangka waktu untuk mengembalikan hutang tersebut. Lalu, bentuk mengembalikan, seperti dicicil. Saya tidak membahas akad dalam meminjam atau hutang, karena bentuknya banyak, seperti ada bagi hasil kalau dalam sistem syariah.

Saya mencoba menekankan adab atau tata cara hutang. Sebagian dari kita, ketika perlu dengan sangat dan mendesak lalu kita bisa hutang. Baik kepada teman, tetangga atau bahkan kerabat.

Kita memutuskan untuk hutang piutang, maka segala resiko atau tanggung jawab harus kita pegang teguh. Lalu tentukan kesepakatannya. Ingat! Sekali lagi jika sudah berani hutang, maka wajib mengembalikan. Sehingga tidak pandang teman, saudara, atau bahkan tetangga kalau hutang itu tetap wajib/harus mengembalikan.

Jikalau sudah menerima uang dari hasil hutang, jangan lupa mengucapkan terimakasih. Karena bentuk rasa hormat menghormati sudah menolong. 

Selanjutnya yang lebih utama adalah, memberikan janji untuk mengembalikan di tanggal dan jangka waktu. Misalkan berapa bulan, berapa hari, atau bahkan berapa tahun mohon dengan segala usaha di kembalikan artinya tepati janjimu. Kalau toh, terpaksa dan benar-benar belum bisa mengembalikan, kembali lagi kepada adab, berkata jujur dan minta maaf belum bisa memenuhi janji. 

Kalau membangun janji kedua, misalkan bulan depan dipenuhi hutang tersebut, kita seharusnya segera sadar diberikan kesempatan kedua. Maka bagaimana caranya untuk menempati janji mengembalikan.

Terbentuknya kesepakatan untuk hutang pasti terjadi antara kedua belak pihak. Katakanlah peminjam dan yang meminjami. Kadang yang pinjam itu dengan santai tak merasa beban karena hutang. Namun, yang meminjami kalau sudah terlalu lama dan sering tidak tepat janji, itu membuat hati sungkan untuk menagihnya atau sekedar tanya.

Hal tersebut harus benar-benar diperhatikan. Sebagai peminjam kita harus sadar diri, mawas diri, hati-hati, tanggung jawab dan lebih tidak menonjolkan suatu yang kurang pantas. Sebagai orang yang meminjami, jangan segan, jangan sungkan, jangan malu, untuk bertanya hak kita. 

Memang, setiap individu berbeda, ada yang malu sekedar untuk menanyakan tanggungan, akhirnya yang hutang mohon maaf tidak tahu diri, dengan hati yang mungkin berat direlakan atau diikhlaskan tanggungan orang tersebut. Menurut saya hal ini berbahaya. Karena kita tidak tahu nanti beban akhiratnya. 

Lalu ada model orang pinjam, hanya janji-janji palsu dibangun. Seminggu lagi, sebulan lagi, dan lagi lagi hanya janji palsu. Dan tiba-tiba susah dihubungi, di telefon tidak sambung, di kirim pesan lewat WhatsApp tidak mau membaca. Kalau menemukan orang seperti ini, datangi rumahnya, jika masih belum bertemu, temui salah satu keluarganya. Bahkan naudzubillah kalau memang sangat merugikan jangan malu minta bantuan pihak berwajib. Karena jika hutang tidak mau mengembalikan, dan segala usaha tidak berbuah hasil, ini sudah ke ranah penipuan.

Apa yang perlu kita simpulkan di sini. Hutang itu boleh.

Hutang itu Mubah.

Hutang juga tidak dilarang.

Mau hutang banyak sedikit itu hak masing-masing. 

Namun ada tata caranya.

Ketika sudah berani hutang, WAJIB Mengembalikan.

Jangan hanya janji palsu.

Sudah Tak Asyik Lagi




Renyah Tawanya

Besar Simpatinya

Tapi Entah Mengapa Tak Ada Rasa


Merdu Suaranya

Lembut Sentuhan Kalimatnya

Namun Hilang Tak Berbekas


Bukan Tak Mau Mendengar

Dan Bukan Tak Mau Melihat

Sudah Tak Aysik Lagi


Memang Tak SeAsyik Dimasa Dulu

Aku Menerima Dan Menanggapinya

Tulus Atau Berubah


Itu Yang Kurasa

Seperti Ikhlas Saja

Jika Kau Harus Pergi Jauh Di Sana

Selasa, 07 Desember 2021

Rujak Buah Di Kelas Kita


Sudah menjadi agenda wajib untuk anak kelas angkatan ini. Jika sudah selesai ulangan dan remidi di beberapa pelajaran. Maka rujakan adalah bentuk kekompakan untuk dilaksanakan bersama-sama.

Kami bersama-sama bertanggung jawab dan bergotong royong agar rujakan ini terlaksana. Merencanakan waktu, kemudian menulis apa saja keperluan. Yang sungguh menakjubkan adalah dari kita tidak ada yang memaksakan untuk membawa apa.

Sekali lagi kita bersama mengacungkan tangan, untuk menawarkan diri dengan apa yang kita bawa demi kebersamaan. Ada yang membawa buah mangga, pepaya, blimbing, bengkoang, jambu kristal, air minum nutrisari jeruk beserta tekonya, gelas, pisau, piring, garpu, lengser, ada beberapa yang membawa jajan snack, semua  dipersiapkan dengan baik.

Lalu saya membawa sambal dengan dua varian, pedas sangat dan sumer (tidak terlalu pedas) dan membawa kerupuk. Kita bersama mengupas, mencuci, mengiris di masing-masing lengser atau baki. Sayu kelas dijadikan tiga kelompok, dua kelompok putri dan satu kelompok putra.

Lalu ada kotak makan sedang kami bagikan kepada guru yang ada di ruang guru. Alhamdulillah semua suka sambalnya, hingga ada salah satu siswa yang mengkoreti hingga tetes terakhir. Lalu ada dari beberapa guru mengomentari bahwa rujaknya enak, dan lebih sering diadakan saja. 

Dari tiga kelompok yang paling cepat habis adalah kelompok siswa putra. Dengan lengser atau baki yang lumayan besar, otomatis isinya banyak dan kerupuknya juga demikian. Mereka sambil ngobrol asyik bersama teman, sambil makan rujak buah tak terasa hitungan menit habis.


Semoga kelas VI, di angkatan ke tiga ini lebih kompak. Dan saling memberikan dukungan, sukses dan lulus dengan ilmu yang manfaat dan barokah. Ingat selalu, berjuang dengan berproses terus untuk menjadi manusia yang lebih baik.

Terimakasih anak-anak kelas VI, saya bangga kepada kalian. Jangan lupa tetap semangat untuk selalu belajar, belajar dan belajar.




Minggu, 05 Desember 2021

Reuni Keluarga



Minggu berkumpul dengan sanak saudara. Hari ini Alhamdulillah berkesempatan mengikuti reuni keluarga dari pihak suami yakni Bani Bajuri Khodijah. Acara ini rutin diadakan setiap enam bulan sekali. Enam bulan lalu bertepatan di bulan Syawal. 

Lalu di tahun ini bertepatan bulan Desember hampir di penghujung tahun 2021. Saya sangat bersyukur, kembali merekatkan tali persaudaraan, saling menyapa, menanyakan kabar antara keluarga. Yang biasanya hanya via WhatsUp sekarang bisa bermusafahah secara langsung.

Acara reuni keluarga ini tidak hanya bertemu kemudian bercengkrama hangat. Namun ada susunan acaranya, yakni dengan kirim doa bersama atau tahlil. Kirim doa atau tahlil ini kita tujukan kepada canggah, buyut, kakek nenek yang sudah mendahului kita.

Acara dimulai pukul 09.00 pagi dan selesai sekitar pukul 11.00 WIB. Alhamdulillah berjalan dengan lancar. Suami bertugas sebagai pembawa acara, Pakdhe Zaini memimpin tahlil dan Bapak Astur memimpin doa. Dan diakhiri dengan foto bersama. Di acara foto bersama ini sangat ramai dan kompak. 

Semoga acara reuni keluarga ini, terus berlanjut. Diadakan reuni, kadang dari sebagian generasi hanya sekedar tahu bahwa ada hubungan saudara namun nama kadang kurang hafal. Dan itu terjadi kepada saya. Sehingga manfaat reuni ini menurut saya pribadi, sangatlah penting.

Sabtu, 04 Desember 2021

Berubah




Sifat yang sangat manusiawi yaitu berubah. Berubah menjadi baik, menjadi buruk. Berubah menjadi dekat, menjadi jauh. 

Semua tidak bisa disalahkan. Karena itu sudah sifat yang dikaruniakan Tuhan kepada kita. Tetapi, dari berubah itu sebagai manusia atau pelaku kita harus butuh banyak persiapan.

Persiapan untuk segala perubahan yang kita alami. Tidak hanya yang kita alami tetapi perubahan itu apabila terjadi dari manusia lain kepada kita.

Tidak usah risau kepada segala perubahan. Apapun bisa terjadi. Karena roda kehidupan terus berputar.

Ada hal yang sangat utama jika kita menemui segala perubahan tersebut, diantaranya:

1. Tetap Husnudzon, berbaik sangka apapun yang perubahannya

2. Tetap Berbuat Baik, tetap menebar minimal 5S (senyum, sapa, salam, sopan dan santun)

3. Berkata, Menjawab Seperlunya, kadang kita berfikir kita dekat dengan orang, sampai ngobrol atau komunikasi seluas selebar merambat kemana-mana tanpa kita sadari. Dan kurangnya kepekaan terhadap pertanyaan, pernyataan ada jebakan yang kadang tersembunyi, mencari sisi lemah kita. 

Namun, tenang saja jika kita sudah menerapkan nomer satu, yaitu husnudzon. Anggap saja angin lewat. Orang yang mencari sisi lemah orang lain, mohon maaf biasanya dia mempunyai masalah, mempunyai penyakit hati dalam dirinya sendiri tanpa ia sadari. 

4. Pasrahkan segala yang berubah itu memiliki hikmah yang sangat besar. Boleh jadi berubahnya seseorang kepada kita bentuk kasih, sayang, pengingat untuk selalu Taqorrub kepada Allah.

5. Easy Going bisa kita artikan cuek. Cuek berbeda dengan antisosial. Cuek di sini memiliki makna, biasa saja. Tak usah berlebihan dalam bersikap kepada orang. Berlebihan dalam suka atau sebaliknya. Karena manusia tidak tahu, kalau kita terlalu baik kepada seseorang, kita tidak siap terhadap berubahnya sikap atau keadaan. Maka yang datang hanyalah kecewa dan benci.

Sekali lagi, BERUBAH ITU MANUSIAWI, DAN TIDAK ADA YANG BISA DISALAHKAN. YANG BENAR ADALAH PERSIAPKAN PERUBAHAN YANG AKAN ENGKAU TERIMA DARI MANUSIA LAIN.

Jumat, 03 Desember 2021

Berkata "iya"



Rasanya berkata "iya" itu sangatlah enteng. Seperti tanpa beban, jika memang kita mampu melaksanakan dan sanggup. Lalu berkata "iya" saja tanpa berfikir panjang.

Masalahnya adalah, ketika kita sering berkata "iya" terhadap sesuatu yang tanpa melihat latar belakang, sebab musababnya kadang malah menjerumuskan kepada hal tak diinginkan. Misalnya, karena sering berkata "iya" maka lawan bicara kita akan menganggap bahwa segala tumpuan tugas akan dilaksanakan oleh kita.

Padahal "iya" bisa jadi rasa terpaksa, karena ulah kita sendiri yakni dengan seringnya atau akumulasi dari kita sendiri, sering berkata "iya". Akhirnya jatuhnya akan terlihat sebagai orang yang dianggap selalu bisa. 

Orang Jawa sering mengatakan "entengan" mempunyai arti ringan, tapi bukan gampangan. Sehingga, jika bertemu orang "entengan" sering berkata "iya" terhadap segala sesuatu tugas, janganlah kita "memanfaatkan" sering menambah bahkan "dibrukne" segalanya dibebankan kepada dia, yang bukan seharusnya tugasnya. 

Sebagai contoh jika sering berkata "iya", orang akan menilai setuju terhadap tugas yang telah berikan, lebih kepada sungkan untuk menolaknya. Rasa sungkan itu tempatkan pada porsinya, kalau setidaknya bukan tugas kita, kita belum mampu mengerjakan, kita harus berani menolaknya dengan baik. Atau berkata kalau sekedar membantu saya bisa, tapi jika semuanya mohon maaf belum bisa. Kalau tidak seperti itu, semakin lama tak terasa anda akan capek, lelah menghadapi orang yang bisanya hanya menyuruh. Dan tiba-tiba hilang rasa (illfeel).

Maka sebelum berkata "iya" hati-hati, perhatikan dengan betul isi yang dibicarakan, dengarkan dengan saksama segala lawan arah komunikasinya. Jika toh menolak, maka harus dengan tutur kata yang sangat baik.

Jangan semua dipukul rata, setelah membaca tulisan ini. Artinya sudah berbeda konteks lagi jika berkata "iya" kepada orang tua, guru atau orang yang kita anggap mulya dan panutan. 

Rabu, 01 Desember 2021

Apa Kabar Disiplin?




Jangan dibudayakan mengulur waktu. Sering diantara kita meremehkan waktu, sehingga terbangunlah kebiasaan "ngaret" atau molor dan telat. Banyak sekali contoh disekitar kita budaya yang kurang baik ini. 

Kedisiplinan itu harus kita bangun sejak dini dan dimulai dari diri sendiri. Jika sudah terbiasa disiplin, dimana pun dan kapanpun akan terbawa. Contohnya sudah bersama-sama teman dengan lingkungan kerja semua akan terasa manfaatnya. Kalau pada diri kita tidak ada sedikit penanaman disiplin, sudah terlihat hasilnya jika bersama orang banyak, dia akan cenderung meremehkan orang lain. Dan terlintas kata "halah ngono ae, gampang, westo bene" dan sebagainya.

Hal-hal demikian harus kita hindari. Disiplin tidak hanya kepada waktu, namun ketepatan dalam mengemban tanggungjawab, tugas serta amanah yang kita punya. Karena saya meyakini setiap manusia hidup dia pasti mempunyai tugas yang wajib ia kerjakan. Apalagi berurusan dengan orang banyak. Harusnya sangat-sangat dimanage sedemikian baiknya.

Kalau tidak siap memenuhi kedisiplinan dan  tanggungjawab terhadap tugasnya terus terang, berkata jujur apa adanya tanpa berbelit-belit seribu, seratus bahkan sejuta alasan untuk mengambil hati orang agar di maklumi. Jangan paksa banyak orang untuk memaklumi kelakuan kurang disiplin ini. Apapun alasannya seperti "ah saya masih repot, masih sibuk". Hai, manusia jika dituruti repot dan sibuk, orang yang mohon maaf menganggur pun akan merasa sibuk, dengan belenggu perasaannya sendiri. 

Jadi, jika kita masih diberi kesehatan, kesempatan mari, tempatkan diri sesuai tempatnya, disiplin dengan menghargai waktu karena disiplin menurut saya sama dengan menghargai diri sendiri.  Semua peristiwa yang ada disekitar kita harus pintar-pintar memilah dan memilih hikmahnya. Baiknya diambil jeleknya buang sejauh mungkin.

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...