Empat belas hari menikmati masa liburan di semester ganjil mulai 20 Desember 2021 sampai 3 Januari 2022 dan menyambut tahun baru 2022. Banyak kegiatan yang sudah kita lakukan untuk mengisinya. Baik di dalam rumah maupun di luar rumah.
Jangan sampai terlewatkan untuk menaati protokol kesehatan jika memang mengisi liburan di luar rumah. Seperti di tempat wisata, ke luar kota, sekedar jalan-jalan di mall atau menonton di bioskop. Mengingat pandemi covid 19 masih belum berakhir sungguhan.
Di balik kata liburan, ada hal penting yang harus kita ingat. Mengoreksi diri, menambah, memperbaiki yang kurang, menyegarkan hati dan pikiran, dalam segala hal. Sehingga ketika kembali bekerja setelah liburan, kita akan lebih baik dalam segala aspek.
Liburan harus mempunyai makna atas rasa syukur yang tiada henti. Mungkin kenikmatan dan kebahagian setiap orang akan berbeda. Tetapi, rasa syukur harus kita tingkatkan. Seperti liburan hanya di rumah, berkumpul dengan keluarga, makan bersama, berkumpul, bercengkrama sudah menjadi kebahagiaan tersendiri.
Kadang kita diberi libur sekian hari, masih kurang. Kadang libur sekian hari harus di buat rapat, mengisi rapot, pelatihan, artinya harus mengurangi jatah liburan. Kasab mata, jatah liburan kita berkurang, namun nilainya bertambah. Bertambah ilmu, bertambah pengalaman, bertambah teman, dan bersosial.
Sifat manusia memang tak pernah puas dan akan selalu kurang, jika tanpa pengendalian hati di diri sendiri. Oleh karena itu, manfaatkan liburan ini dengan baik dan positif.
Libur itu hak kami. Kami pun bebas untuk mengisi kegiatan apapun. Tapi, sekali lagi jangan kekang kami, jangan paksa kami. Kadang-kadang saya itu berfikir, senang sekali merepotkan orang lain. Apakah mereka yang di sana itu, tidak metime dengan family atau bagaimana, entahlah.
Ya baiklah, jika ada informasi mendadak masuk, hati benar-benar harus legowo untuk menerimanya dan melakukannya. Bismillah diniati ibadah saja.