Pernah tidak berfikir bahwa segalanya menurut kita tidak sengaja? Padahal Allah sudah mengaturnya. Seperti pertemanan, persahabatan bertemu berkenalan dengan siapapun. Rasanya indah sekali jika mampu memaknai dengan rasa syukur.
Pernahkah juga berfikir, mengapa harus kita? Sebetulnya, jawabannya pun simpel, sebab kita mampu menurut Allah. Bukan ukuran manusia harusnya yang menjadi patokannya. Lalu mengapa harus mengeluh kepada sesama manusia. Jalan satu-satunya adalah berjalan seiringan dengan penuh ikhtiar dan usaha.
Intinya manusia hanya wayang. Hanya melakukan lelakon atas jalan cerita yang diberikan Allah. Terima kasih dan syukur tiada henti, diberikan kesempatan bertemu mereka. Disatukan dengan keadaan dan lingkungan yang mulia. Layaknya pertemanan dan persahabatan dibangun sebab ilmu itu sangat indah. Berbagi pengalaman di berbagai bidang itu menyenangkan. Semoga pertemanan, persahabatan sampai menjadi membangun persaudaraan mengarah dan memberikan kemanfaatan, kebaikan satu sama lainnya.
Terlepas dari banyaknya kekurangan dalam pertemanan, diambil saja hikmah dari kekurangan tersebut. Cara menjaganya pertemanan, persahabatan bisa memahami karakternya. Kesukaan dan ketidaksukaannya harus kita ketahui. Intinya, kompak saja, jangan terlalu "ceklekan" gampang tersinggung dengan guyonan. Justru kadang dari guyonan sesama teman ada bahan buat renungan untuk sebuah nasehat bagi diri sendiri.
Mengenal banyak orang itu perlu. Berteman dengan siapapun juga perlu. Sejak dari sekolah sampai saat ini pasti memiliki teman bahkan sahabat. Bahkan sahabat menjadi layaknya saudara juga banyak. Alhamdulillah harus disyukuri. Semoga pertemanan, persahabatan menjadikan persaudaraan semakin dekat dan baik. Seperti hari ini, terima kasih disatukan oleh waktu. Mencocokkan waktu, janjian sampai bertemu dan diskusi pelajaran hidup. Membahas karir serta cita-cita ke depan. Bahkan belajar menjadi ibu yang baik dari salah satu dari kita yang sudah menjalaninya langsung, itu menyenangkan.
Jangan menutup diri. Mari terus belajar dengan membangun persaudaraan. Terima kasih banyak kepada sobat-sobatku ini, sudah terima dengan baik, terlepas dari banyaknya kekuranganku. Sister Ulvia yang selalu ter-upadate segala hal, Sister Sevia, yang always higenis segala hal, Sister Retno, yang anggun, murah senyum dan strong akan segala hal. Saya beruntung sekali memiliki kalian.
































