Kamis, 30 Juni 2022

Bangun Kepercayaan Dirimu


Percaya diri sebenarnya penting ditanamkan untuk diri sendiri. Penunjang percaya diri sebenarnya banyak, dan yang tahu penunjang atau pendukung itu kita sendiri. Meskipun, tanpa pendukung atau faktor lain, tetap saja kita harus percaya diri. Namun, yang perlu digaris bawahi adalah harus tahu menempatkan diri dari sikap percaya diri tersebut.

Percaya diri dengan keadaanmu yang apa adanya sebenarnya tidak disalahkan. Namun, jangan tampil dengan terlihat "tidak tahu apa-apa" ibaratnya kosong tanpa modal. Oleh sebab itu, dukung percaya dirimu dengan berbagai hal misalnya pintar, serta bijaknya dalam bersikap, segudang prestasi yang mungkin tidak bisa dilakukan orang lain. Minimal, informasi positif yang terbaru tidak tertinggal.

Manusia itu tidak akan pintar secara tiba-tiba. Pintar dengan cerdas itu menurut saya berbeda. Cerdas akan lebih kepada faktor keturunan. Namun, jika pintar harus dilatih dan melalui banyak proses. Proses itu butuh waktu dan di dalam proses itu banyak pengalaman yang bisa diambil pelajaran atau hikmahnya.

Intinya gali terus kepercayaan diri yang ada pada diri kita. Jangan malu untuk bertanya, utamanya berilah nutrisi pengetahuan kepada otak kita untuk sering membaca buku, asah kepekaan hati terhadap lingkungan dan yang paling utama harus senang bersosialisasi. Jangan hanya jago kandang, tapi jika keluar tidak tahu arah bahkan tak punya nyali. Nyali dan mental yang besar pasti diikuti dengan keoptimisan, kepercayaan diri yang kuat. Mungkin kamu bukan siapa-siapa, tapi minimal keberadaanmu akan diutamakan.

Salam Semangat.

Senin, 27 Juni 2022

Liburan, Edit Tulisan



Kali ini saya ada di tahap editing sebuah karya sendiri. Ternyata ditahap menulis itu lebih mudah jika dibandingkan dengan editing. Dua hari penuh saya mengedit tulisanku sendiri, ternyata cukup membuat pusing. Apalagi menemukan tulisan saya ketika masih awal-awal menulis, ada benak menertawakan diri sendiri dan berkata "iki piye to maksudku" "iki kok ngene sih" dan masih ada yang lainnya. Maka sangat perlu dan penting tahap editing ini.

Kemarin seharian hampir tiga puluh judul, yang satu persatu harus saya baca. Meneliti dengan sejeli mungkin, mulai dari tanda baca, kelengkapan huruf, ketepatan kalimat pada satu paragraf, keselarasan antar paragraf benar-benar bukan perkara mudah. Belum lagi jika ada referensi atau kutipan yang diambil dari buku lain. Di atur sedemikian rupa agar tulisan tetap tepat dan elegan. Mungkin njlimet, bikin pegel badan jika dilakukan tanpa niat yang baik dan ketulusan hati.

Editing pada suatu tulisan tidak cukup satu atau dua kali. Dan memang sebaiknya editing dilakukan oleh orang lain yang lebih ahli, dalam artian tidak kita sendiri yang mengedit. Artinya perlu bantuan orang lain, sebab mungkin kita sebagai penulis faham akan maksud dari tulisan kita, namun belum tentu orang lain membaca. Itulah mengapa penulis itu benar-benar harus melakukan tahap editing sebelum masuk kepada penerbit dan percetakan.

Ada baiknya kita konsultasi kepada dosen, guru atau orang yang lebih expert dibidang tulis menulis. Mungkin kita juga bisa memohon kepada beliau untuk memberikan secarik paragraf untuk opini dari draf tulisan kita. Hal ini kita lakukan agar menghasilkan karya yang terbaik. Tidak usah jauh-jauh contohnya, sama ketika masih di bangku mahasiswa kita ke sana ke mari untuk konsultasi dan memvalidasi tulisan kita. Ketika mau menghasilkan buku pun juga harusnya demikian, untuk meminimalisir sebuah kesalahan.

Kemudian, tata letak penulisan, font, size, ukuran kertas, layout memang, biasanya dibantu oleh penerbitnya. Namun, sebagai penulis atau pemilik karya, kita sangat boleh memberikan konsep, yang nantinya akan menjadi buku terbaik versi kita dan dapat di terima di masyarakat luar.

Awal-awal hal ini sangat awam namun semakin ke sini, saya banyak memperoleh ilmu serta pengalaman. Yang perlu digaris bawahi bahwa melahirkan sebuah karya seperti buku tidak bisa instan, melalui proses yang tentu tidak singkat dan tidak mudah apalagi bagi yang tidak berniat sungguh-sungguh. Oleh sebab itu, apapun bentuk, judul dan isinya setiap karya pasti sudah diperhitungkan dengan matang dan banyak melalui editing yang panjang. Sehingga, tetap semangat editingnya, jangan cepat puas dan mari terus melahirkan karya.

Salam Semangat Literasi

Sabtu, 25 Juni 2022

Jangan Janji Palsu


Berkedok Demi Orang Banyak

Kau Tindas Orang Baik Dan Pintar

Tanpa Rasa Keraguan


Siapa Kamu Sebenarnya

Bijak Juga Belum Ketara

Adanya Egois Dan Keras Kepala


Jangan Hanya Menyalahkan

Cobalah Belajar Bersama

Jangan Acting Goblok Malas-malasan


Jangan Jadikan Keadaan Fisikmu

Menjadi Penghalang Dan Alasan

Bertanyalah Hati Nuranimu Dimana


Kupikir Kamu Juga Pintar Dan Baik

Ternyata Hanya Sebatas Kulit Saja

Sudahi Janji Dan Omong Kosongmu


Sudah Sulit Kupercaya

Berhentilah Menindas Dia

Ingat Janji Sama Dengan Hutang

Jumat, 24 Juni 2022

Wabah PMK


PMK, penyakit mulut dan kuku pada hewan, yang sekarang sudah mulai merambah di daerah. Di beberapa desa di Kabupaten Tulungagung juga sudah mulai banyak dan sangat cepat penyebarannya. PMK menyerang umunya hewan ternak mamalia seperti sapi dan kambing.

Dampaknya banyak pasar hewan yang terpaksa tutup. Lalu banyak peternak yang kehilangan hewan peliharaannya, hal ini sangat memprihatinkan. Kebetulan ada saudara, yang berprofesi sebagai mantri sapi, dia menjelaskan PMK itu sangat cepat penyebarannya, kalau PKM tidak bisa menular kepada manusia namun, jika ada orang dari kandang sapi atau kambing yang terkena PMK, jangan sampai berkunjung ke kandang yang masih sehat. Baiknya, dihindari untuk berkunjung ke kandang satu ke kandang yang lain. Hal ini ditakutkan ada bakteri atau virus yang menempel di baju, lalu dengan cepat berpindah ke hewan yang masib sehat.

Ada beberapa ciri jika hewan dikatakan PMK, kuki pada hewan ada darah seperti bercak luka-luka, lalu berlendir pada mulut, tidak berselera makan, hal ini disebabkan dalam mulut hewan tersebut bersariawan, kemudian ada yang diare, lemas, kemudian "njerum" atau tidak kuat berdiri. Jika demikian, pemilik ternak harusnya cepat-cepat menghubungi mantri hewan untuk tindakan yang lebih lanjut. Banyak peternak berkata bahwa PMK ini hampir seperti covid 19 yang menyerang manusia. Kemudian kenapa harus ada PMK, menjelang Hari Raya Qurban.

Terlepas dari banyaknya pertanyaan dalam hati, memang ini takdir Allah mungkin ujian bagi orang yang sebagai peternak. Kalau dulu, covid 19 ibadah haji sempat tertunda lalu ini di menjelang Hari Raya Qurban harus ada PMK. Umat muslim mungkin banyak yang akan melaksanakan qurban, namun keberadaan hewan dibatasi dengan alasan kesehatan hewan karena PMK itu sendiri. Kita, harus bijak dengan qonaah dengan berbagai ikhtiar dan tawakal kepadaNya.

PMK sebetulnya bisa dicegah dengan mengutamakan kebersihan kandang, minimal si hewan dimandikan sehari sekali di pagi hari, lalu pakan yang sehat, dengan adanya PMK ini, ada tambahan vitamin, bisa dari jamu tradisional lalu ditambah air gula merah, dan jangan lupa sering di semprot kandang dan bagian mulu atau kakinya dengan cairan sitrun. Satu saset sitrun, dicampur dengan air kurang lebih 2,5 liter. Ilmu ini juga, saya dapatkan dari saudara yang berprofesi mantri tersebut.

Di desa saya, banyak sekali peternak sapi dan kambing. Semua berharap hewan ternaknya sehat dan aman seperti sebelum-sebelumnya dan wabah PMK ini cepat hilang. Saya juga sangat ikut sedih dan prihatin jika ada tetangga yang harus kehilangan ternaknya, padahal sebagian mereka, mempunyai rencana atau planning bahwa hewan ternak juga sebagai investasi serta tabungan yang intinya bisa dijual ketika bulan-bulan seperti ini, namun apa daya dia harus kehilangan. 

Semoga PMK cepat berakhir, perekonomian peternak mamalia bisa kembali normal. Dan kita umat muslim bisa melaksanakan ibadah Qurban dengan kelancaran tanpa terkendala dan banyak berbagi kebaikan kepada sesama. Ingat jaga kesehatan hewan kita dengan menjaga kebersihan kandang, pakan yang sehat dan jangan lupa berikan vitamin untuk hewan ternak kita.

Salam Semangat

Kamis, 23 Juni 2022

Berbagi Itu Indah





Berbagi dengan sesama adalah hal yang mulya. Berbagi dengan yang sangat membutuhkan adalah yang baik. Lalu berbagi dengan anak yatim atau piatu adalah utama. Masih ingat hadits Nabi yang menyatakan bahwa "beliau menjajarkan antara kedua jari tengah dan telunjuknya, itulah kedudukan orang yang memelihara anak yatim dan beliau kelak di surga". Kira-kira demikian.

Di masjid Al Hikmah Mirigambar dikoordinatori oleh Bulek Azizatun Nikmah dan Mbak Ulfiah Harlena kami bekerja sama dengan lembaga Yatim Mandiri. Dimana ada kursus atau les yang diperuntukkan untuk anak yatim atau piatu di desa Mirigambar. Materi kursus atau les tersebut adalah mata pelajaran sekolah, terutama Matematika. Semua peserta hari ini ada enam belas siswa. Dan gurunya bernama Mbak Imania, dari Ringinpitu,  Tulungagung.

Ada yang kelas tiga, ada kelas dua, empat berjumlah lima belas anak. Lokal yang dipakai kelas atas yang biasa digunakan madrasah diniyah ketika malam hari. Les diselenggarakan setiap dua minggu sekali, di hari Kamis dan Jumat, pukul setengah tiga sampai jam empat sore. Alhamdulillah setiap kali kesempatan, kadang sebulan sekali atau dua bulan ada hamba Allah yang selalu berbagi.

Donatur atau hamba Allah ini tidak melulu satu orang, melainkan siapa saja yang ingin berbagi kepada mereka sangat dipersilahkan. Boleh dalam bentuk alat tulis, uang, kebutuhan sekolah atau sembako. Baru-baru ini ada penyaluran kebutuhan sekolah seperti alat-alat tulis untuk mereka. Kadang di akhir semester juga ada agenda rihlah atau berwisata yang sederhana. Waktu bulan Ramadhan kemarin juga, diajak buka bersama dengan seluruh anak-anak yatim yang dibawah naungan Yatim Mandiri Tulungagung. Semoga mereka semua menjadi generasi yang solih solihah dan mendapatkan ilmu yang manfaat serta barokah. Dan bisa menjadi penyambung pahala serta doa kepada orang tuanya yang telah tiada.

Sangat terharu ketika melihat mereka, kita harusnya sangat bersyukur dan memberikan pelajaran untuk selalu menyayangi kedua orang tua kita, dan masih sehat panjang umur. Terpenting dan lebih utama lagi kita harus mampu memupuk rasa syukur yang terus berlipat-lipat. 

Salam Semangat

Bahaya Menggunakan Gawai Yang Berlebihan Dan Mencegah Gejala Kleptomania

 



Untuk mengisi waktu luang sebelum pembagian rapor di semester genap ini, kami menyelenggarakan Sosialisasi Bahaya Menggunakan Gawai yang berlebihan dan Mengindari Gejala Kleptomania. Ada beberapa latar belakang kami adakan kegiatan ini.

Salah satunya adalah menjelang liburan kami sangat berharap kepada abak didik kami, agar tidak berlebihan dalam menggunakan gawai mengingat bahayanya. Mulai dari kesehatan mata, belum lagi pemborosan data paketan internet. Kedua, pengarahan untuk anak-anak yang baru lulus, dalam menghadapi masa remaja, kenakalan dan lingkungan baru bahkan ketika berlalu lintas yang benar. Ketiga, mengetahui, mengenali, memahami apa itu gejala kleptomania.

Istilah kleptomania adalah gangguang seseorang yang selalu ingin memiliki hak orang lain, sehingga dia menghalalkan segala cara untuk mengambilnya. Istilah kasarnya adalah dia akan berani mencuri. Mencuri yang tidak kapok, tidak cukup satu dua kali tanpa rasa takut akan resikonya. Sebenarnya gejala kleptomania jika dibiarkan ini sangat berbahaya. Dan bisa menular kepada teman-temannya. Tetapi, jika masih gejala dan terdeteksi secara dini, kleptomania ini dengan treatment yang ada serta pendekatan keluarga, lingkungan dan orang-orang terdekatnya, bisa disembuhkan.

Pada kesempatan ini, kami mendatangkan nara sumber dari Polsek Kecamatan Sumbergempol, yakni beliau Bapak Agus. Kenapa harus dari kepolisian? Kepolisian adalah lembaga negara, aparat hukum yang menegakkan keadilan yang melayani masyarakat, jika ada sesuatu yang tidak diharapkan. Sehingga, peserta didik tidak perlu takut, karena kita bersahabat dengan kepolisian. Orang yang takut dengan kepolisian bisa jadi ada kasus atau masalah yang posisinya kurang benar.

Alhamdulillah, acara lancar dan terlihat anak-anak sangat bahagia. Pada acara tersebut, ada seai tanya jawab. Alhamdulillah ada tiga siswa yang bertanya ada Mbak Sila dan Mbak Atina dari kelas VI, dan Mbak Mila dari kelaa V. Bapak Polisi Agus memberikan pesan bahwa bermain hp yang berlebihan, media sosial yang tak tersaring dan sampai berani menghalalkan segala cara ini sangat berbahaya. Liburan sebentar lagi, sehingga isilah waktu dan manfaatkan waktu yang ada dengan hal yang bermanfaat. Acara ditutup dengan doa dan pembagian hadiah dan beberapa pengumuman. Kami sangat berharap semoga dengan adanya kegiatan ini, memberikan manfaat bagi semuanya.

Salam Semangat




Rabu, 22 Juni 2022

Iman Kepada Hari Akhir


Rukun iman, sudah kita pelajari sejak dini. Ketika di RA atau TK pun, sudah kita hafalkan dari rukun iman pertama hingga keenam bahkan dengan kombinasi lagu yang mudah diingat dan dihafal. Semakin bertambahnya usia dan jenjang pendidikan, makna iman serta setiap rukun yang ada pemahamannya pasti akan semakin luas dan lebih dalam memaknainya.

Iman memiliki arti percaya, rukun iman kita tahu ada enam. Mulai dari Iman kepada Allah, Iman kepda Malaikat Allah, Iman kepada Kitab-Kitab Allah, Iman kepada Nabi dan RasulNya, Iman kepada hari akhir (kiamat) dan Iman kepada Qada dan Qodar Allah. Iman kepada hari akhir, atau hari kiamat yang mana peristiwa hancurnya seluruh alam semesta, seluruh makhluk binasa kecuali yang di kehendaki Allah.

Perlu diketahui hari akhir itu pasti terjadi, berdasarkan waktunya di bagi menjadi dua macam. Ada kiamat sugra atau kiamat kecil dan ada kiamat kubro atau kiamat besar. Kiamat sugro misalnya kematian, bencana alam longsor, gempa, banjir dan tsunami dan lain-lain. Sedangkan kiamat kubro adalah hancurnya seluruh alam dan seluruh isinya.

Setiap rukun iman, harusnya kita jadikan muhasabah, terutama bagaimana dengan sikap serta cara kita mengamalkannya. Seperti iman yang kelima yakni kepada hari akhir. Kapan atau waktu hari akhir itu tidak ada yang tahu kecuali Allah. Namun, dijelaskan beberapa ciri dan tanda-tandanya. Kita seharusnya peduli, peka terhadap semua itu. Untuk apa? Tentu saja agar menjadi manusia yang lebih hati-hati, manusia yang lebih baik dan manusia yang lebih taqwa.

Nasihat yang lebih dari segalanya adalah kematian. Kematian juga bentuk dari kiamat kecil. Apakah hati kita bergerak ketika ada hal demikian? Apakah kita pernah membayangkan diposisinya? Dan sudahkan siap dengan kematian? Jika biasa-biasa saja, sedikit berbahaya, tanda kerasnya hati mulai muncul, maka perbanyaklah istighfar dan buatlah hati kita untuk mengingat mati.

Ada sedikitnya sembilan sebutan dalam Al Quran, nama-nama hari di akhir nanti, diantaranya:

1. Yaumul Qiyamah= hari kehancuran bumi dan seisinya

2. Yaumul Zalzalah= hari goncangan keruntuhan

3. Yaumul Ba'ats= hari dibangkitkan manusia dari kubur

4. Yaumul Mahsyar= hari dikumpulkan di padah Mahsyar

5. Yaumul Hisab= hari perhitungan amal

6. Yaumul Mizan = hari penimbangan amal

7. Yaumul Jaza'= hari pembalasan

8. Yaumul Wa'id = hari pembalasan

9. Yaumul Hars = hari penyesalan

Mari, terus berbenah diri menjadi insan yang lebih baik dalam segala hal. Amaliyah kebaikan harus terus kita tingkatkan. Salam semangat.

Senin, 20 Juni 2022

Minggu Sehat Bersama Senam Fatayat Muslimat Sumbergemp




Olahraga hal penting tapi masih jarang dilakukan oleh sebagian orang. Hal ini yang masih kurang tepat sebetulnya, olahraga itu sangat penting, maka harus rutin dilakukan. Manfaat olahraga, sebenarnya kita tahu, salah satunya jika kita rajin olahraga, badan akan terasa enteng dan tidak cepat lelah. 

Padahal kita tahu, namun mengapa masih malas untuk melakukannya? Olahraga sendiri, kadang membuat lelah, namun lelah yang melegakan. Sebab cairan keringat keluar, emosi dan semangatpun menjadi tersalurkan. Seperti hari Minggu pagi kemarin, bersama seluruh sahabat Fatayat Nu dan ibu-ibu Muslimat Nu anak cabang Sumbergempol, agenda rutin untuk melaksanakan senam. Senam adalah satu satu cabang olahraga yang menurut saya paling ringan. Ringan yang memberikan arti, jika kita mau gerak pasti bisa dan tak terasa.

Terlihat sekali kemarin, semua ibu-ibu Muslimat sangat semangat. Kami yang sahabat Fatayat mencoba membangun semangat yang lebih ceria, dengan teriakan, diiringi dengan ketawa ceria. Senam yang dilakukan dengan tiga gelombang, ada senam Muslimat, senam Fatayat dan senam aerobik. 

Disela-sela jeda antar senam satu ke senam berikutnya, kami sebagai ranting yang ditempati dan sekaligus menjadi tuan rumah, pasti menyediakan konsumsi ada air, roti, ada jajan basah plonter dan utri singkong. Senam dimulai pukul 07.30 dan diakhiri di pukul 09.15 lalu dilanjutkan dengan berbagai pengumuman dan berfoto bersama.

Minggu adalah hari yang luang harus kita isi dengan berbagai kegiatan positif dan manfaat. Jika Minggu, waktu bersama keluarga maka gunakan dengan sangat baik penuh dengan kehangatan dan kedekatan. Bangun energi yang positif dan energi tersebut bisa memberikan semangat menuju hari Senin.

Salam, Jangan Lupa Olahraga

Minggu, 19 Juni 2022

Judge




Judge yang berasal dari bahasa Inggris, memiliki makna hakim. Judge hari ini sering kita dengar dan sering terjadi, apalagi di dunia maya atau media sosial. Judge memiliki arti hakim, namun mengapa orang sering menghakimi tanpa sebab.

Judge menurut saya, berlaku kepada orang yang tidak tahu kita sebenarnya. Judge juga bisa diartikan sebagai nasihat yang disampaikan secara kasar. Jadi, ambil positifnya saja, namanya saja nasihat kasar. Tidak memungkiri akan melukai hati, mental dan pikiran.

Berusaha jangan ambil pusing, sebab di setiap langkah kita, mustahil akan disetujui dan disukai semua orang. Pasti ada pro dan kontra. Pada konteks-konteks tertentu, misalnya ada orang yang sangat tidak suka, benci terhadap kita yang tanpa alasan, mungkin orang tersebut tidak mampu seperti diri kita.

Sebetulnya, diri kita sendiri tahu pilihan-pilihan yang terbaik yang kita lakukan. Keputusan-keputusan terbaik yang kita ambil. Tetapi, orang yang melihat tidak tahu, latar belakang mengapa kita harus berbuat demikian. Toh, hal tersebut buat diri kita sendiri, dan tidak merugikan mereka.

Pada Al Quran, Surah Al-Isra' ayat 7, itu harusnya menjadi pedoman dan pengingat kita. Disebutkan bahwa "jika kamu berbuat baik berarti kamu berbuat baik pada dirimu sendiri, dan jika kamu  berbuat jahat, maka kerugian (kejahatan) itu juga untuk dirimu sendiri" . Sehingga hati-hati jangan suka meng Judge. Kalau dirasa benar-benar penting, sampaikan secara langsung dengan bahasa yang baik. Perlu diketahui, orang-orang yang suka men judge, biasanya beraninya hanya di belakang, artinya mental serta nyali yang dimiliki sangatlah kecil.

Mari semua lebih hati-hati, dengan selalu mawas diri, instrospeksi dengan segala hal yang kita lakukan. Jangan suka melakukan Judge dan jangan paksakan untuk memenuhi expektasi orang, tanpa mengukur kemampuan. Jadilah diri sendiri, tanpa harus menuruti gengsi apalagi dengan melukai. Salam Semangat 

Jumat, 17 Juni 2022

Mempelajari Kepribadian




Kepribadian seseorang, dapat kita pelajari. Salah satunya di dalam ilmu psikologi. Kepribadian itu berbeda dengan sikap menurut saya. Sebab sikap akan tergantung kepada siapa yang kita hadapi.

Sebagai pendidik, kita pasti pernah mendapatkan mata kuliah perkembangan psikologi pendidikan. Di jurusan pendidikan pasti ada mata kuliah tersebut. Pertanyaannya seberapa faham dan sampai dimana kefahaman kita terhadap mata kuliah tersebut. Lalu apa yang bisa kita aplimasikan dari ilmu tersebut.

Kepribadian menurut Umar Bin Khattab pun, kita bisa mempelajarinya melalui tiga hal. Diantaranya adalah menjadi tetangga, lalu berurusan dengan dia perihal uang dan bersamailah dia ketika perjalanan. Melalui tiga hal tersebut itulah kita bisa tahu kepribadian orang lain.

Kenapa melalui tetangga, sebab yang tahu keseharian aktivitas dari pagi, sore, malam seseorang pasti tetangga, sikap dan akhlak terhadap dengan tetangga, shodaqohnya, kalau jawanya sesrawungannya. Lalu yang kedua melalui urusannya dengan uang. Orang akan terlihat aslinya, jika berurusan dengan uang. Bisa jadi ketika pinjam meminjam. Kalau meminjam manis sekali, giliran waktunya mengembalikan pura-pura lupa. Pada saat itulah, sifat amanah seseorang diuji.

Hal ketiga yaitu dengan berjalan-jalan bersama dengan orang tersebut. Ketika di jalan bersama orang lain, akan sangat terlihat sekali kepribadian aslinya. Apapun gerak gerik tingkahnya sikapnya akan sangat terlihat, loyalitasnya, tepo selironya semuanya. Kepribadian baik dan buruk itu bukan kita sendiri yang bisa menilai, namun kepribadian yang kita miliki bisa dinilai oleh orang lain.

Mari terus membenahi kepribadian kita dengan baik. Berurusan dengan uang, harus jujur, apa adanya. Dalam perjalanan pun, juga demikian bagaimana kita bersikap, kalau pun kita nebeng juga harus tahu diri. Minimal tidak telat yang lainnya kita bisa menempatkan dengan baik. Gratis itu kadang bisa jadi tabu dan tidak tahu diri jika dilakukan berulang-ulang tanpa malu. Naudzubillah

Kurikulum Merdeka



Pada bulan-bulan ini, pemerintah khususnya di Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi lagi gencarnya mengenalkan program Kurikulum Merdeka.   Hal ini sebenarnya sebagai pilihan untuk pemulihan pendidikan dan pembelajaran tahun 2022 sampai dengan 2024. Sebelumnya kita tahu, ada kurikulum 2013 yang telah kita laksanakan sebelum pandemi. Kemudian pandemi melanda, otomatis ada modifikasi antara kurikulum 2013 dan kurikulum darurat dan dilaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Mungkin, masih belum banyak yang memahami secara menyeluruh adanya kurikulum ini. Oleh karena itu, sebagai pendidik kita juga harus rajin mengikuti informasi terbaru, minimal membaca. Apa itu kurikulum merdeka, bagaimana perkembangan dan implementasinya ke depan. Jangan hanya acuh, artinya mengabaikan begitu saja. Bahkan ketika ada sosialisasi berkaitan dengan hal tersebut, tidak berkenan hadir, ini sangat mengecewakan.

Sebenarnya, apapun isi dalam kurikulum yang dikembangkan, kita sebagai pendidik, harus mau mempelajarinya. Meskipun, di lapangan kita banyak menemukan kesulitan, ketidak siapan, ketidak sesuaian, dan mungkin ketidak maksimalan. Kita sering mendengar "ketika ganti menteri, atau birokasi pemerintahan, pasti akan ganti kurikulum". Ini mungkin memang terjadi, tetapi sekali lagi kita sebagai pendidik harus bijaksana, dan siap akan perubahan. 

Kurikulum merdeka ini sebenarnya kurikulum yang mengacu pada bakat minat para peserta didik. Peserta didik bisa memilih pelajaran yang sesuai dengan bakat minatnya. Mungkin di tingkat aliyah atau sekolah tinggi menengah ke atas dan perguruan tinggi, sudah mampu memilih dan dilakukan sendiri, Namun, di madrasah ibtidaiyah atau sekolah dasar, MTs atau SMP masih butuh untuk dibantu oleh gurunya.

Sedangkan karakteristik kurikulum merdeka sebenarnya fokus pada kompetensi dasar literasi dan numerasi. Dan berdasarkan informasi yang saya baca, sebenarnya guru akan lebih fleksibel karena sudah mengetahui secara dalam karakter peserta didik itu sendiri. Dan jauh lebih mudah menentukan misalnya materi, media, dan jenis evaluasinya. Lalu, bagaimana implementasinya atau penerapannya, bulan Mei lalu, sudah dimulai untuk sosialisasi keberbagai penjuru daerah, termasuk hari ini dilaksanakan di MAN 1 Tulungagung.

Perlu digaris bawahi, sekali lagi sebagai pendidik sekali lagi jangan acuh dan cuek terhadap segala perubahan terutama di bidang pendidikan entah kurikulumnya, sistem pengajarannya, medianya, dan evaluasi pembelajarannya. Mari terus update, upgrade, segala keilmuan dan informasi, jangan hanya bisa menyalahkan kepemimpinan dia atas, kita balik pola pikir kita, ayo bersama-sama mendukung program tersebut. Dengan cara buktikan dan siapkan dengan betul kualitas terbaik kita sebagai pendidik yang bisa mengantarkan anak bangsa menjadi lebih baik. Mari terus memupuk niat yang baik dan semangat berjuang untuk anak negeri.

Salam Semangat.

Kamis, 16 Juni 2022

Acara Puncak



Puncak acara akhirussanah dan purnawiyata tadi malam. Dirangkaian acara ada prosesi wisuda di awal. Peserta yang diwisuda mulai dari tahfidz lima dan sepuluh juz dengan 9 siswa. Paud, 27 siswa, RA, 44 siswa, Mi dengan 27 siswa dan Majelis Murotilil Qur'an 70 santri.

Pada acara ini kami mengundang Bapak K.H Sonhaji, atau sering kita sapa Gus Son dari Blitar. Beliau yang mempunyai rutinan majelis nariyahan Al Mughits. Kami mengundang semua wali murid, alumni dan semua keluarga besar Pondok Pesantren Jabalkat, lalu masyarakat sekitar, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintahan desa, kecamatan, ormas Babinkamtibnas, Babinsa, Anshor, IPNU, IPPNU, banser dan semuanya. Kursi yang kami sediakan seribu lima ratus kursi semua penuh. Alhamdulillah kami sangat bersyukur, bahkan ada yang membawa karpet, mushola penuh, kelas-kelas penuh. Ada banyak orang jualan penuh dari arah timur sampai ke pintu barat utama.

Kami sebagai panitia sangat bersyukur dan sangat mengucapkan banyak terima kasih kepada semua yang hadir. Kami juga banyak menyadari, bahwa beberapa titik mungkin masih banyak kekurangan. Oleh sebab itu, mungkin tulisan ini dibaca, kami mengucapkan mohon maaf.

Prosesi wisuda dipandu oleh saya dan Bu Diah, sebagai pembawa acaranya. Lalau acara pengajian umumnya ada Bapak Saiful Salam, dan ada tim sholawat dari Al Muslimun. Ketika Gus Son hadir, semua sangat bahagia menyambutnya dan diiringi sholawat serta kembang api yang sangat banyak. Seketika anak-anak maju terkagum-kagum dan bersorak bahagia.

Lebih hikmad lagi ketika sholawat dan pengajian di mulai kemudian, lighting nya dimatikan, tapi kami diutus beliau menyalakan fles dari hp, lalu di lambaikan ke kanan dan kiri. Lalu ada selebaran uang yang dibagikan secara cuma-cuma untuk semua santri dan penonton, dan seketika menjadi ramai di depan panggung. Acara berjalan dengan lancar dan diakhiri dengan doa dan sholawat penutup dari Al Muslimun, pada pukul 23.15 WIB. 

Kami panitia berfoto bersama dengan beliau, setelahnya langsung bersih-bersih. Sekali lagi terima kasih banyak kepada semua panitia dan tim hore, tim ribet, tim riyuh dan semuannya. Semoga acara selanjutnya lebih baik dan lebih menarik, lebih manfaat dan barokah.

Salam Semangat

Selasa, 14 Juni 2022

Kami Tampilkan Konsep Berbeda "Wonderland"


Pentas seni, kali ini di kelas VI  mengeluarkan konsep yang sangat berbeda. Berbeda dalam artian, belum pernah dilakukan di madrasah kami sebelum-sebelumnya, kalimat sederhananya konsep terbaru. Dan saya berserta anak-anak kelas VI, ternyata sangat bisa melakukannya. Betul, tidak mudah, melatih dan perlu latihan berulang-ulang, saya akui itu.

Melatih bukan semata hanya memberi video dan setelah itu selesai. Kelas VI kan sudah besar, sudah mandiri sehingga ada pikiran orang berkata "halah kon belajar dewe", hal ini kurang tepat. Oleh karena itu, konsep utama atau ide memang dari saya sebagai wali kelasnya, sehingga saya pun harus berani terjun, dan bertanggung jawab penuh dan utamanya menunjukkan kami bisa. Alhamdulillah adanya persiapan serta konsep yang matang, saya menciptakan gerakan, pola dalam tarian wonderland dengan sangat mudah dan saya pun bisa melakukannya dengan senang dan ringan.

Konsep tari wonderland saya ambil dari tema lagunya yang dinyanyikan oleh Novia Bachdim dengan mengangkat banyaknya budaya di negeri ini. Lalu, gerakan setiap tarian saya membuat dengan gerakan sederhana, yang mudah di hafalkan, begitu juga dengan pola tariannya saya ciptakan sendiri.

Pada konsep Wonderland ini ada beberapa tarian diantarnya tarian Kalimantan, Sulawesi, Padang, Papua, Bali, Jawa dan kontemporer atau campuran diakhir penampilan. Properti yang dibutuhkan kami siapkan sendiri dan membuat sendiri ada rumbai-rumbai untuk tarian dari Papua. Lalu bendera besar dan bendera kecil, boneka bayi yang dibedong, piring untuk tari piring. Semua bekerja sama dan saling membantu untuk mensukseskan Wonderland ini.

Saya akui ketika latihan banyak sekali, tenaga yang kita butuhkan sebab menari itu sebetulnya seperti olahraga. Sehingga semua pasti akan melelahkan jika tidak diniati dengan baik. Tidak jarang, saya sebagai pelatihnya juga sering berteriak menghitung, menginstruksikan serta memberikan contoh gerakan yang tepat. Karena tari ini sangat variatif, tentu personilnya pun juga banyak, dan itu membutuhkan konsentrasi yang tinggi terutama ketika pergantian grup.

Kostum yang kami siapkan juga tidak biasa. Semua menggunakan baju adat sesuai tarian yang di tampilkan. Alhamdulillah, siapa sangka, antusias semua penonton, baik dari masyarakat warga sekitar, wali murid ketika wonderland tampil semua mengabadikan, dan berkata ini penampilan yang ditunggu-tunggu, bahkan semua penonton maju ke depan panggung, demi mengabadikan tarian Wonderland dari kelas VI. Bahkan tamu undangan yakni UPT Kecamatan Sumbergempol, mengacungkan jempolnya kepada kami. Salah satu dari beliau berkata "Wonderlandnya sangat bagus, konsepnya sangat bagus dan kompak". "Alhamdulillah terima kasih Ibu", jawab saya

Saya sangat terharu melihatnya, wajah sumringah tanpa tegang sama sekali tidak terlihat dari anak-anak semua menikmati penampilan dan perannya masing-masing. Di opening ada lima anak yang terdiri dari, peran utama di seni bela diri ada Noviansyah, lalu bendera besar ada Maxcellino, Fakhri, Depanu, Fatir. Tari Kalimantan ada tiga anak yakni Marsa, Yumna dan Syufia. 

Pada tari Sulawesi ada Hakim, Azki dan Vresil. Kemudian di Papua ada Rizki, Aldo, Ali, Alvino. Tari Bali ada Atina dan Asywa, Jawa ada Mifta. Nah yang bertiga inilah bertugas juga di tari penutup tari kontemporer. 

Kemudian ada tim properti ada Sila, Diana, Diani, Bilqis, Naira dan Davin. Semua satu kelas kompak, dan saling support. Bahagia, campur haru menyelimuti setelah mereka selesai tampil. Kemudian mereka mengeluarkan jargonnya "Kami dari kelas VI, angkatan ke tiga, Mi Al Qur'an Jabalkat, Jaya!" . Mungkin ada yang bertanya, mengapa kelas VI harus tampil? Benar, penampilan ini sebagai persembahan dari kelas VI  angkatan ke tiga yang akan lulus untuk semua keluarga besar Pondok Pesantren Jabalkat serta adik-adik kelas kami. Penampilan ini juga menggambarkan, betapa cintanya dan peduli generasi muda terhadap budaya-budaya Indonesia. 

Di pentas seni kali ini juga masih banyak penampilan lain, ada angklung, tarian daerah lain, senam kreasi, pidato bahasa asing, puisi, serta banyak program plus setiap lembaga di naungan Yayasan Pondok Pesantren Jabalkat. Semoga pentas seni kali ini, memberikan makna yang baik bagi kita semua. Dan mari terus berkarya. 



Jumat, 10 Juni 2022

Guru Enerjik




Guru, salah satu profesi yang mulia. Kita tahu dengan segala aturan yang berlaku profesi tersebut bisa dijalankan. Dengan adanya prosedur dan beberapa perangkat yang harus dipenuhi. Menjadi guru bukan hal yang mudah, mungkin sebagian orang masih menilai dari materinya. Kita harus ingat betapa mulia, akan jasanya mendidik, mengantarkan anak-anak bangsa untuk menjadi generasi yang lebih baik. 

Perlu diketahui, guru bukan hanya datang dan pergi ketika sampai pada tempat ia mengabdi. Namun, menjadi guru yang energik juga harus kita punyai. Kalau guru yang ideal, saya rasa banyak kriteria serta ulasan yang lebih detail akan hal itu dan sudah tidak asing lagi. Nah, bagaimana nih, resep atau guru yang bisa dikatakan enerjik itu?

Enerjik, bukan selalu gerak kesana kemari, lari kesana kemari tanpa tujuan. Enerjik, saya memaknai dengan "cak-cek, sat-set, wat-wet" dengan segala keadaan. Ringan tangan, cepat respon, selalu update, terkini dengan informasi utamanya multitalenta. Guru menjadi guru tari bisa, mentor menyanyi bisa, mc, pidato, puisi biasa, mengaji Quran sohih fasih, sekretaris ok, juru masak ok, juru konsep, juru acara ok. Tapi, ingat jangan hanya pinter menjadi juru komentar. Kalau tidak gerak, maka tidak enerjik. Berarti guru yang hanya bisa memerintah, tanpa bekerja secara langsung itu belum enerjik.

Enerjik, bisa dilihat ketika pembelajaran SBDP (seni budaya dan prakarya) mungkin di kelas bawah, mengenalkan lagu daerah , lagu nasional, banyak praktek menyanyi, menari, mempelajari pola serta gerakan ada di kelas atas. Minimal kita kenalkan dan kita sebagai pengajar harus turun langsung untuk mengajarinya. Kalau benar-benar tidak bisa, sebagai pengajar kita harus, berani belajar terlebih dahulu. Misalnya sebelum mengajar lagu daerah mempersiapkannys, dengan menghafalkan terlebih dahulu. Kalau ada media proyektor dan sound, kita bisa gunakan untuk melafalkan dan bernyanyi bersama. Artinya, jangan malas untuk menjadi guru enerjik dengan performen yang terbaik, tunjukkan bahwa guru seperti kita  ini maksimal mengajarnya. 

Memang kadang dilema menghampiri  ketika kita sudah semangat berjuang menjadi guru enerjik, guru profesinal, guru multitalenta, guru dengan segudang prestasi, ada bentrokan hati baik dari diri sendiri atau teman serta lingkungan dan berkata "jangan capek-capek, toh gajimu tak seberapa". Kalimat itu bisa saja benar, bisa tidak dan itu manusiawi, tapi kita harus segera istighfar, dan kembali ke niat awal. Optimis saja, tugas mulia tidak hanya dunia orientasinya namun akhirat. 

So, ayo segera bangun kembali niat dan semangat kita, tunjukkan bahwa kita mampu dan pantas menjadi guru enerjik, kreatif, profesional dan multitalenta. Salam Semangat

Ujian Tahfidz Lipatan 5 Dan 10 Juz

 




Menjadi agenda wajib, ujian lipatan tahfidz 5 dan 10 juz, setiap akhir tahun. Sebenarnya banyak ujian mulai dari 2 Juz, 3  Juz, 4 Juz dan seterusnya. Namun khusus yang lipatan, dibuat kelipatan 5. Sistem ujian ini yakni satu anak di simak oleh penguji satu, dan orang tua serta  Bapak/Ibu gurunya. Sehingga ujian lipatan tidak hanya satu majelis saja. Artinya dibagi di beberapa tempat. Untuk nanti hataman dan tahlilnya akan bersama-sama di mushola lembaga. Dalam hal ini ujian diselenggarakan selama dua hari, yakni  Jumat dan Sabtu, tanggal 10 dan 11 Juni 2022.

Alhamdulillah tahun ini, dari hasil rata-rata siswa-siswi kelas VI, yang akan lulus, sudah mampu menghafalkan empat juz. Alhamdulillah ada beberapa anak yang sudah dua belas juz, sepuluh, delapan dan lima juz. Sebenarnya target untuk minimal kelulusan adalah enam juz. Tahun ini mungkin kurang maksimal, karena kita tahu sempat adanya daring. Meskipun begitu kami, tetap mensyukurinya. Enam tahun, sudah mencapai rata-rata empat juz. Dan ujian mereka yang di bawah lipatan lima juz, diselenggarakan kemarin di hari Selasa dan Rabu, tanggal 7 dan 8 Juni 2022.

Dibalik semua itu, butuh kerja keras, ketlatenan dan keistiqomahan. Banyak doa serta harapan kepada mereka bahwa setelah mampu menghafalkan Al Qur'an, berapapun jumlah juznya, keistiqomahan dalam menjaganya itu adalah hal terpenting. Sebab, hafalan Al Quran jika tidak di pegang dengan erat, tentu akan mudah lupa dan hilang. Dan ini faktor utamanya adalah kurang nderes atau murojaah. 

Murojaah bagi yang sudah hafal itu sebaiknya ada yang menyimak. Sehingga ada yang bisa membetulkan. Jika pun tidak ada yang menyimak, melalui murotal bisa mengikutinya. Intinya jangan sampai ditinggalkan begitu saja dan sama sekali tidak di deres. Sebagai orang tua, harus sering mengingatkan, atau diajak untuk murojaah bersama. 

Akhirnya, harapan kami, semoga keberkahan dan kemanfaatan menyertai, dengan melalui wasilah Al Quran. Baik bagi ananda yang menghafalkan, orang tua dan semua guru-guru. Amin, dan semoga lembaga kami dan semua jajaran dewan guru, diberikan kesehatan, kesabaran dan  istiqomah untuk menjalankan dan terus melestarikan Al Quran. 

Allahummarhamna Bil Qur'an.

Jangan Lupa Nderes, salam semangat.

Rabu, 08 Juni 2022

Pentas Seni



Pentas seni merupakan agenda tahunan di lembaga kami. Kita tahu, agenda ini sempat tertunda adanya pandemi hampir dua tahun, but it's Ok. Pentas seni atau pagelaran seni ini, merupakan pagelaran yang akan menampilkan dan menunjukkan berbagai bakat dari peserta didik kami. Mulai dari peserta didik di Paud, RA dan Mi. Mulai dari bakat menari, menyanyi, bermain alat musik tradisional dalam hal ini bermain angklung, menari, seni silat dan pidato empat bahasa (Arab, Inggris, Jawa dan Indonesia), pidato, dan lain sebagainya.

Kami sebagai warga negara Indonesia, dan sebagai pendidik juga tidak akan berhenti mengenalkan budaya kepada peserta didik kami. Apalagi dengan berkembangnya zaman seperti kali ini. Globalisasi yang terus berkembang, budaya barat mulai datang bahkan menggeser budaya adat ketimuran, memacu kita tidak hanya untuk membangun pengetahuan saja berkaitan dengan budaya. Artinya tidak hanya teori lalu menghafalkan asal lagu, nama tari tradisional, nama lagu daerah, bahasa daerah, rumah adat dan lain sebagainya. Kita mencoba praktek secara langsung, agar lebih bermakna.

Inilah momen yang pas untuk menunjukkan kepada khalayak umum. Baik kepada wali murid, guru, masyarakat sekitar. Lembaga kami tidak hanya unggul di bidang Al-Qur'an lalu melahirkan hafidz-hafidzoh saja tetapi bagaimana mencetak hafidz-hafidzoh yang sangat cinta Indonesia melalui budaya-budaya, adat, istiadat ketimurannya. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga dan melestarikannya.

Oleh sebab itu, pentas seni akan kami selenggarakan di hari Senin, 13 Juni 2022 pukul 07.00 WIB di lapangan Pondok Pesantren   Yayasan Jabalkat, Dusun Sadeng, Desa Sambijajar, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung. Pentas seni ini juga sebagai opening acara wisuda purnawiyata mulai dari PAUD, RA, Mi lalu acara puncaknya di hari Rabu, tanggal 15 Juni 2022, pukul 19.00 WIB.

Mohon doa restunya semua acara kami berjalan dengan lancar. Kami sangat senang, jika diantara saudara-saudara bisa menyempatkan untuk hadir, dan untuk mengikutinya. Mari terus menjaga dan melestarikan budaya yang dimiliki negeri ini, tentu dengan cara yang lebih bervariatif. Jangan lupa terus bangun prestasi di bidang masing-masing tekuni, dan terus ulangi-ulangi sampai kita menjadi ahli yang profesional.

Salam semangat 

Lima Hal Yang Akan Membuat Hidup Lebih Bermakna


Sesungguhnya setiap manusia akan memaknai hidupnya dengan rumusan yang berbeda-beda. Setidaknya ada lima hal, agar hidup kita lebih bermakna. Diantaranya adalah:

1. Hidup Itu Harus Selamat

2. Hidup Itu Harus Sehat

3. Hidup Itu Harus Nikmat

4. Hidup Itu Harus Terhormat

5. Hidup Itu Harus Sukses Di Akhirat

Pertama, mengapa hidup harus selamat? Tidak usah jauh-jauh, sebagai muslim muslimah, kita sering mengucapkan salam. Salam bagian dari doa untuk sebuah keselamatan baik di dunia maupun di akhirat. Disinilah pentingnya mendoakan selamat. Maka ketika ada salam, kita pun wajib menjawabnya. Sejatinya, salam tersebut doa, ketika di doakan, maka kita pun juga balik mendoakan.

Lalu kita harus ingat, apapun ucapan dalam awal pertemuan pasti menggunakan selamat. Misalnya Selamat Pagi, Selamat Siang, Selamat Sore,  Selamat Malam, sama seperti di bahasa Jawa Sugeng Enjing, Sugeng Dalu, Sugeng Sonten, bahkan dalam perpisahan pun tetap mengucapkan Selamat Jalan, Selamat Tinggal dan lain sebagainya.

Kedua, hidup itu harus sehat. Kita tahu sehat adalah modal utama dalam melaksanakan segala aktivitas. Sehat juga merupakan modal utama dalam ibadah. Sehat memiliki makna jangan berlebihan, tapi kalau mau sehat maka bisa dengan membatasi. Contohnya makan jangan melulu di restoran, makan enak terus tanpa terkontrol, kadang-kadang seharusnya butuh rekoso untuk menahan, atau membatasi, seperti adanya puasa senin kamis. Semata itu juga untuk menjaga kesehatan. 

Ketiga, hidup harus nikmat. Nikmat sejatinya kita mampu mensyukuri segala yang diberikan Allah kepada kita. Meskipun keadaanya pas-pasan tapi kalau hatinya bahagia, nikmat syukurnya banyak, pasti hatinya pun tetap akan merasa tenang. Sebaliknya sebagai contohnya, rumah yang begitu luas, namun hatinya gersang, was-was takut hartanya hilang, sudah otomatis tidurnya tidak bakal tenang. Oleh karena itu, nikmatilah keadaanmu dengan rasa syukur yang berlipat-lipat. Insyallah hidup nikmat dan lebih lillahita'ala.

Keempat, hidup harus terhormat. Terhormat berbeda dengan gila hormat. Manusia siapapun pasti ingin dihormati. Apapun keadaanya pasti ingin di hormati. Sekalipun kedudukan sosial lebih rendah, tidak mungkin kita berkata "hai, manusia terlaknat". Sebisa mungkin tetap menghormatinya. Contoh saja, apapun yang dihadapan kita pasti berkata "yang kami hormati, semuanya". Utamanya, menghadapi yang lebih tua dari pada kita. Sebab semua akan kembali ke kita. Kalau mau di hormati, maka kita harus bisa menghormati terlebih dahulu.

Kelima, hidup harus sukses di akhirat. Jangan hanya di dunia sukses, namun akhirat juga harus sukses. Kita harus ingat dunia hanya bersifat sementara, dan belum pasti. Sedangkan akhirat, semua kekal dan abadi. Surga pasti ada, neraka pun juga demikian. Dunia hanya perantara dan bekal untuk menuju akhirat. Jangan terbalik, harta dunia ditumpuk-tumpuk, untuk ibadah susah dan sangat perhitungan untuk keluar. Padahal manfaatnya berlipat-lipat di akhirat.

Marilah kita, lebih memaknai hidup kita. Jangan lupa akan orientasi utama kita yakni Allah SWT. Semoga kita senantiasa selamat, sehat dan selalu bisa bersyukur akan segala nikmat dariNya, terhormat, dan sukses dunia akhirat.  Itulah lima hidup yang bermakna yang saya rangkum dalam kesempatan mendengarkan tausiyah di majelis ta'lim kali ini. 

Selasa, 07 Juni 2022

Sahabat Pena Kita Tulungagung


Sehari semalam tidak memegang gawai karena kondisi kurang sehat. Siang ini membuka gawai ternyata banyak pesan, baik secara chat pribadi atau grup. Awalnya tidak begitu memperhatikan, kalau ada grup baru. Yang biasa banyak obrolan dan laporan di grup tilawah Khotmil Qur'an.

Ternyata ada grup baru, yang selama ini saya ikuti di instagramnya. Dan saya baru dimasukkan di grup tersebut oleh beliau yang terhormat Bapak Profesor. Dr. Ngainun Naim, M.HI grup tersebut tentunya bergerak di bidang tulis menulis. Di grup tersebut, beliau memasukkan nomer saya dan Bapak Priyanto, yang sebelumnya juga bergabung di grup "Maarif Menulis". 

Apa nama grup baru tersebut? Namanya grup itu adalah Sahabat Pena Kita Tulungagung. Ada beberapa teman di grup tersebut tidak asing, ada Bu Eti, Pak Fahrudin dan ada Pak Fahmi. Mungkin kalau bertemu langsung, hanya di beberapa kali kesempatan, tapi kalau di dunia media sosial dengan beliau-beliau agaknya saya tahu dan minimal tidak asing lagi.

Jujur, saya sangat senang bisa bergabung dengan grup ini. Banyak harapan semoga dengan bergabungnya saya, di grup ini bisa menambah wawasan, pengalaman, dan tentunya lebih semangat lagi dalam menulis. Lalu menambah teman dan saudara-saudara baru, tentunya juga akan menambah tali silaturrohim yang lebih luas. Sebenarnya, saya pun juga sudah sangat lama ingin bergabung dengan grup ini, namun masih belum tahu informasinya secara detail. Ternyata Allah mengizinkan dan memberikan kesempatan itu lewat beliau guru sekaligus dosen kami. Terima kasih banyak Prof. Naim, atas kesempatan ini, sebab saya tahu, tidak semua orang berkesempatan indah bergabung dengan grup ini.

Berdasarkan diskripsi, grup  Sahabat Pena Kita Tulungagung merupakan cabang komunitas literasi nasional. Dan sudah memiliki sertifikat kemenkum HAM, yang menaungi siapa saja yang berkenan belajar menulis. Dengan syarat mengirim tulisan berbasis blog, minimal sepekan sekali. Penjelasan tambahan dari Pak Fahrudin, kadang juga ada agenda kopdarnya. 

Bahagiaku ternyata sederhana, bergabung dengan semua teman-teman di grup baru ini. Saya semakin optimis, insyallah menulis akan selalu membawa berkah. Semoga menambah keistiqomahan menulis dan tentunya semangat menulis. Sehingga bisa melahirkan karya-karya baru. Sekali lagi terima kasih kepada Prof. Naim dan semuanya. Salam kenal

Salam Literasi

Ibadah Haji


Setelah dua tahun dimasa pandemi haji juga ditutup. Artinya tidak hanya Indonesia mengalami pandemi, melainkan seluruh dunia. Bagaimana kala itu calon jamaah haji yang harusnya berangkat, namun dengan takdir Allah tersebut harus tertunda. Tentunya, kita semua harus belajar dan memaknai kata sabar dengan lebih dalam.

Tahun 2022 kali ini, dengan sangat-sangat terbuka tanah suci Makkah dan Madinah membuka kembali untuk ibadah haji. Bahkan di bulan sebelum haji, umroh sudah dibuka terlebih dahulu. Meskipun kuota yang ada belum sepenuhnya normal, setidaknya memberikan angin segar, kepada jamaah haji yang akan berangkat. Sistem haji, kebijakan haji dengan berjalannya waktu pasti ada evaluasi dan perubahan. Kita sebagai masyarakat biasa, harus sadar akan hal itu, kita harus berhusnudzon pemerintah Indonesia pasti memberikan yang terbaik bagi rakyatnya mengenai haji.

Kloter pertama dari Indonesia diberangkatkan tanggal 4 Juni 2022, tiga hari lalu. Di Jawa Timur, pemberangkatan tersebut dilepas langsung oleh Bapak Wakil Presiden yakni beliau Bapak K.H Ma'ruf Amin dan bersama Ibu Gubernur Jawa Timur, Ibu Hj. Khofifah. Memang, saya belum mengalami secara langsung. Tetapi, saya mampu merasakan bagaimana bahagia campur haru, akhirnya bisa berangkat untuk menunaikan syariah Islam ke lima tersebut.

Kabupaten Tulungagung, memberangkatkan dua kloter haji, insyallah pada tanggal 9 Juni 2022. Beberapa calon jamaah haji dari desa kami, alhamdulillah silaturrohim ke rumah dan mohon doa restu sharing pengalaman bersama Abah dan Umi. Sedangkan saya menulis ini, berdasarkan obrolan langsung dengan pengurus salah satu pengurus Ikatan Persaudaraah Haji Indonesia (IPHI) Sumbergempol, Tulungagung. Yang pada waktu itu menghantarkan bendera umbul-umbul untuk rutinan Istighotsah dan Halal Bihalal di Masjid Al-Hikmah, kemarin 5 Juni 2022.

Beliau menjelaskan haji di tahun 2022, ini mulai dari sistem yang tidak bisa dibohongi, seperti contoh berkaitan dengan umur, batas maksimal umur yang berangkat tahun.ini adalah enam puluh lima tahun. Jika pun lebih sehari saja, itu tidak bisa berangkat. Ada calon jamaah haji yang suami istri, sudah melakukam manasik bersama, pelunasan bersama namun takdir Allah hanya istrinya yang berangkat, disebabkan karena umur. Semua itu pasti ada manfaat dan hikmahnya. Lalu kuota yang telah dihendaki oleh pemerintah, dana pelunasan dan lain-lain.

Besar harapan, semoga seluruh jamaah haji khususnya rombongan dari Indonesia, semua diberikan kesehatan, kelancaran dalam menjalani, semua rukun, wajib, sunnah hajinya di sana. Berangkat dengan selamat pulangpun dengan selamat akhirnya bisa menjadi ibadah haji yang mabrur. Semoga kita semua bisa menunaikan ibadah haji. Amin, yuk bagi yang belum daftar haji, segera nabung dan daftar. Bagi yang sudah terdaftar, selalu berdoa, berusaha agar diberikan kesehatan, umur panjang, keberkahan untuk diizinkan dan ditakdirkan ke Baitullah Makkah dan Madinah untuk ibadah haji. Amin

Minggu, 05 Juni 2022

Ngaji Bareng Yuk


Tahun ajaran di semester genap akan segera berakhir. Sudah musim purnawiyata atau wisuda akan banyak diselengarakan di berbagai lembaga. Tentunya, banyak sekali persiapan-persiapan untuk pelepasan santri, siswa-siswi untuk melanjutkan di jenjang berikutnya. 

Penyusunan panitia, anggaran dasar, sampai konsep acara, semua harus di persiapkan dengan matang. Undangan semuanya harus didistribusikan dengan baik dan dipastikan sampai kepada tujuan. Nah, lembaga kami pun juga akan melaksanakan acara tersebut.

Persiapan pengisi acara dan rentetan konsepnya pun sudah kami persiapkan dengan semaksimal mungkin. Memang tidak mudah, butuh semangat juang yang tinggi. Sebab, kita tidak hanya wisuda begitu saja selesai. Ada acara pentas seni di hari Senin, 13 Juni 2022, pukul 08.00 sampai selesai. Pentas seni ini bertujuan untuk menampilkan banyak bakat dan skill anak-anak lembaga kami. Kami akan mengundang Bapak/Ibu Pengawas baik dari Diknas UPT dan Pengawas PPAI Kemenag Sumbergempol maupun Ngunut. Kami mengajak, menawi ada kesempatan untuk hadir, monggo semua saget mirsani. 

Lalu agenda kedua yakni, acara inti akhirussanah serta pengajian bersama beliau Gus K.H. Moh Sonhaji Nawal Karim dari Mantenan Blitar. Tanggal 15 Juni 2022, pukul 19.00 sampai selesai. Monggo sederek-sederek saget rawuh bersama sanak saudara. Semua acara bertempat di Yayasan Jabalkat, Dusun Sadeng, Desa Sambijajar, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung. 

Kami mohon doa restunya semoga acara akhirussanah ini bisa berjalan lancar dan penuh kebarokahan. Oh iya selain akhirussanah sekolah formal dari paud, RA dan Mi, juga ada wisudah 10 juz dan 5 juz khusus anak-anak Mi. Dan ada wisuda binadzor khusus untuk Majelis Murotil Qur'an (MMQ). Nah MMQ ini pesertanya sudah Bapak-bapak, Ibu-ibu, akung, nenek intinya semua berumur lanjut. Tapi beliau-beliau hebat, mampu mrngahatamkan binadzor membaca Al Quran. Padahal mereka banyak yang berangkat dari nol. Mulai iqro' satu sampai hatam Qur'an. Hebat kan, sekali lagi, monggo sami saget rawuh di acara ini. 



Sabtu, 04 Juni 2022

Cantik Dengan Versimu Saja

 


Perempuan identik dengan cantik. Biasanya orang memberikan indikator cantik umumnya dengan putih, langsing, tinggi dan pakai busana apapun pantas intinya good looking. Sepertinya, yang terlihat di pelupuk mata itulah yang bisa kita nilai. Tanpa kita memperhitungkan isi hati sebenarnya.

Harusnya kita menyadari sebagai perempuan, apapun bentuk fisiknya adalah cantik dan luar biasa. Saling memuji, menghargai dan memberikan dukungan. Tapi yang terjadi, kadang sebaliknya. Saking uniknya perempuan tanpa kita sadari, sesama perempuan malah saling kurang menghargai, bahkan tidak segan saling menyalahkan dan menjatuhkan.

Tidak memungkiri, perempuan kadang juga punya sisi yang menyebalkan. Karena itulah sebab menyebalkannya yang membuat perempuan unik. Bawel, pelit, perfecsionis, sangat teliti, sering mengungkit meskipun sudah bertahun-tahun, artinya tidak akan mudah lupa akan suatu hal. 

Sekarang zaman sudah semakin maju. Kedudukan perempuan juga dipandang sama dengan laki-laki. Di segala bidang dan sektor pekerjaan juga banyak sekali perempuannya. Berkarir bukan alasan untuk tidak baik menjadi ibu. Sehingga keunikan yang sangat positif lagi yakni multitalentanya perempuan. Rumah tangga beres, keuangan, management rumah tangga bagus, anak-anaknya sukses, dengan pendidikannya, taat suami. Insyallah ditempat kerjanya pun juga akan berjalan dengan baik, sebab semuanya sudah di perhitungkan, di atur dengan komitmen yang kuat.  Sehingga terhindar dari drama-drama.

Selanjutnya berkaitan dengan keadaan fisik dalam perempuan itu juga sangat penting.  Merawatnya pun juga bagian dari sebuah usaha agar tepat terjaga apik, menarik pada dan tentunya sehat. Olahraga, memakai skincare, makanan sehat itu bagian dari usaha menjaganya. Sekali lagi itu tetap sangat penting. Namun, tidak kalah pentingnya adalah bagaimana mengatur hati.

Cantik dengan versimu saja, kalau mempercantik fisik kayaknya sudah biasa, mari terus lagi dan lagi mempercantik hati dengan tidak saling membenci apalagi sesama perempuan. Tidak saling iri, dengan terus memahami, mengerti dan lebih sabar akan segala hal. Ayo, terus berjayalah perempuan dengan segala kemampuanmu dan diberbagai bidangmu tunjukkan prestasi serta kesuksesanmu.

Salam semangat.

Jumat, 03 Juni 2022

Terbitkan Buku Lagi

Ayo, Filza Bisa Menerbitkan Buku Lagi



Meskipun masih dalam proses, ketika mendapat dukungan, semangat serta motivasi apalagi dari orang yang sangat tahu kita, orang yang sangat sayang kepada kita rasanya sangat membahagiakan for specially my husband. Saya pun sangat berterima kasih dan sangat bersyukur mendapatkannya. 

Menurut sebagian kawan, yang belum mengetahui dunia literasi menulis, hal tersebut terlihat sederhana. Hemm, asal anda semua tahu saja. Menulis itu proses. Di dalam proses menulis juga butuh perjuangan. Perjuangan juga butuh waktu. Meskipun hanya dukungan moril itu sangat berarti, kawan.

Cita-cita menjadi apapun itu hak masing-masing orang. Kita tidak boleh memaksakan, atau bahkan membully, mengomentari dengan keburukan. Begitu juga dengan harapan serta doa-doa yang setiap kali kita panjatkan kepadaNya. Optimisme harus kita tanamkan, bahwa kita bisa dan mampu mewujudkan cita-cita tersebut tentunya dibarengi dengan suatu usaha yang maksimal.

Semoga menjadi agenda rutin, setiap tahun bisa menerbitkan buku. Kembali lagi, modal menjadi buku, juga harus rajin menulis. Di luar sana, jika ada yang masih mengaggap 

"biasa aja, tentang menulis" 

"ngono ae seneng"

 "aku yo iso lak mek nulis" .

Ayo, mbake, mase, sedaya mawon sareng-sareng dibuktikan, dengan segera mari mulai menulis. 

Banyak tulisan saya yang  sebelum-sebelumnya menjelaskan, tujuan saya menulis. Banyak juga diantara kita yang bisa membuktikan dari hobbynya bisa mengahasilkan cuan. Ketika menulis dan menjadi buku hal tersebut sebenarnya bukan tujuan utamanya. Namun, bagaimana kita bisa berkontribusi dengan nama kita sendiri untuk mengukir prestasi dan menjadi orang yang lebih bermanfaat, itulah tujuan mulianya. Jika toh ada materi itu adalah bonus.

Perlu diingat, bahwa prestasi bukan berarti harus berupa uang. Namun, uang bisa kita dapatkan karena prestasi. 

Salam Semangat Berprestasi

Ujian Allah Berarti Cinta

 Orang Yang Dicintai Allah Akan Diuji



Ketika musibah menghampiri, ujian, cobaan menghampiri artinya kita dalam kesulitan. Sulit sering memberikan pikiran bahwa mengapa kepadaku? mengapa ini bisa terjadi? Mengapa Allah mengizinkan ini terjadi. Mengapa Allah menghendaki demikian. Banyak kata mengapa, seakan kita butuh jawaban. Padahal hakikat jawaban itu lahir dari diri kita sendiri. 

Ketika kesulitan, berat dirasakan. Ayo lari dan jangan pernah meninggalkan Allah. Harusnya kita semakin kencang lari dan terus mendekat, mencariNya tanpa mengenal waktu. Jangan malah berhenti, seakan kamu merasa ditinggalkan. Padahal banyak sekali ayat serta firmanNya, bahwa Allah selalu ada untuk hambaNya, apapun kondisinya. 

Hendaknya kita juga menjadi sadar,  bahwa sebenarnya orang dicintai Allah tidak lepas akan datangnya ujian atau cobaan tersebut. Ujian, cobaan, musibah akan menimpa setiap makhlukNya tetapi bentuknya dikemas dengan berbeda-beda. Seperti halnya dengan perjalanan hidup manusia, rahasia umur. Ujian, cobaan, musibah diberikan Allah bukan semata takdir yang begitu saja terjadi. Sebab, banyak riwayat hadits juga menjelaskan bahwa ujian, cobaan atau musibah terjadi akan banyak sekali hikmah yang dapat dipetik dan diambil.

Ingat hubungan horizontal dan vertikal kita. Artinya ketika habluminallah dan habluminnaas, seimbang dan kita seikhlas-ikhlasnya menerima ujian, cobaan atau musibah tersebut, maka surgalah tempatnya. Kesetiaan dan ketaqwaan kepada Allah dan RasulNya kita bisa kita rasakan dikala ujian, cobaan, musibah itu datang. Semakin liarkah tak terkendali atau semakin merunduk tawadu', qonaah atas segala takdir yang diberikan Allah.

Ingat dalam surah Al-Insyiroh di ayat terakhir, sesungguhnya kita hanya berharap kepada Allah. Apapun kesulitannya pasti masih ada kemudahan dengan dibarengi segala bentuk usaha dan ikhtiar lalu harus bersabar. Salam semangat, hidup adalah perjuangan. Jangan hanya berpangku tangan. 

Rabu, 01 Juni 2022

Bijaksana Berbeda Dengan Bijaksini, Jangan Cari Aman




Bijaksana adalah sikap yang semestinya dimiliki setiap orang. Sikap kepemimpinan pun juga tak lepas dari bijaksana. Bijaksana adalah salah satu sifat terpuji, Rasulullah pun juga memberikan tauladannya. Bagaimana Rasulullah menyelesaikan masalah dengan para sahabatnya. Sebab, tidak memungkiri pada zaman tersebut sudah ada perbedaan.

Perbedaan itu suatu hal yang lumrah terjadi disekitar kita, seperti pendapat atau opini. Namun, bagaimana kita bisa mengemas perbedaan-perbedaan tersebut dengan bijaksana, mengambil sisi baiknya. Pertimbangan-pertimbangan atas semua kejadian serta konsep suatu acara harusnya juga di pikirkan, di musyawarahkan agar bisa mencari solusi atau jalan keluar bersama.

Sepertinya tidak etis jika kebijakan yang diambil atas kemauan sendiri. Tanpa kesepakatan bersama. Harus berani memberikan jawaban yang tepat dan sesuai dengan permasalahan. Jangan hanya cari muka, cari aman saja, orang seperti ini biasanya tidak mau diajak maju dan tidak akan bisa menjadi besar.

Pernah mendengar jangan hanya pada di zona nyaman, out of the box, cobalah keluar pada zona nyaman. Mencari aman tidak mau menjadi orang jelek itu juga penting, jaga image juga perlu, tapi kita perlu melihat situasi dan kondisi. Jika menjadi pelayan publik hanya mencari citra yang baik, sesungguhnya kita patut mewaspadai, alasannya. Harusnya kita sadar menjadi manusia tidak akan pernah sempurna.

Mari terus belajar untuk dewasa dan terus belajar bijaksana. Memahami segala sifat dan karakter uniknya manusia. Hal demikian sangat memberikan kita suatu pelajaran,  hikmah dalam kehidupan. Jika ingin menjadi besar, cobalah hal baru, wajah baru, konsep baru. Jangan hanya cari aman, bingung membangun image bahwa dirimu bersih dari segala noda dan dosa. Bijaksana berbeda dengan bijaksini. 

Self Talk



Self Talk, kalimat atau kata apa yang sering kita ucapkan untuk diri sendiri? Pernahkan kita mengucapkan kalimat atau kata untuk diri kita sendiri? Atau sama sekali tidak pernah? Kadang kita kurang menyadari betapa pentingnya self talk.

Self talk bisa kita lakukan dengan mengatakan kalimat yang baik untuk diri sendiri. Misalnya "hari ini luar biasa", "semangat, pasti bisa", "tidak perlu sedih, kamu hebat"  itulah self talk yang harusnya kita bangun. Mencoba berbicara dengan membangun semangat dan menanamkan sikap positif.

Self talk juga penting jika kita mempunyai masalah di diri sendiri. Bercakap dalam keheningan, untuk instrospeksi diri. Bukan sebab over thingkhing untuk berdamai dengan keadaan dan hati. Menyesal memang selalu di belakang. Segala kejadian bukan kebetulan melainkan juga bersandingan dengan takdir Allah. Kecewa, menggerundel, menggerutu manusiawi wajar, tapi jangan keterusan. Sehingga, self talk untuk menguatkan agar tetap semangat.

Kesimpulannya, bangun terus self talk yang baik-baik tanamkan ke diri sendiri. Agar ritme kegiatan kita dalam sehari dua puluh empat jam bisa berjalan dengan baik tentunya sesuai dengan harapan. Bismillah berbaiklah dan berdamailah selalu berhusnudzon terhadap diri sendiri. Utamanya berusahalah sekeras mungkin semaksimal mungkin untuk terus berbuat baik terhadap siapapun. 

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...