Sabtu, 30 April 2022

Ramadhan Dan Lebaran


Begitu cepat Ramadhan berlalu, banyak perasaan yang campur aduk terutama sedih. Benar sekali lirik lagunya Opick seandainya semua bulan seperti Ramadhan, pastilah kita senang. Penuh segala kegembiraan, kebarokahan, bulan penuh ampunan.

Tadi malam mendengarkan Om Kholis, memberikan kultum singkat di masjid. Beliau memberikan pengertian zakat, pelaksaannya dan teknisnya untuk nanti malam. Kemudian beliau juga menyampaikan proses keberhasilan Ramadhan bukan disaat bulan Ramadhan sendiri. Namun,  setelahnya artinya jika dibulan Ramadhan sholat sunnah banyak kita lakukan, mulai dari dhuha, tahajud, tasbih, taubat, lalu tadarus Al Qur'an, sholat jamaah lima waktu amaliyah seperti ini, jika Ramadhan berlalu, jangan dibiarkan juga berlalu. Pertahankan lalu tingkatkan.

Sebaliknya, jika pun Ramadhan hanya disambut dan dihiasi dengan amalan biasa artinya tidak ada perbedaan sebelum dan sesudah Ramadhan maka merugi sekali, sebab kita tahu manusia diberikan kesempatan yang berharga tetapi malah disia-siakan. Mari kita selalu mengoreksi diri, kalau kata orang Jawa graito awak e dhewe-dhewe.

Lalu menyambut bulan Syawal, artinya lebaran sebentar lagi. Kalau sudah Hablu Minallah urusan kita bersama Allah istilahnya direbus sampai matang di bulan Ramadhan. Lebaran, waktunya Hablu Minannas artinya haqqul adami harus beres. Mustahil manusia hidup tidak punya dalah dan khilaf antar sesama. Sehingga saling memohon maaf dibulan Fitri ini. Memohon maaf bukan hanya dibibir semata artinya kita benar tulus menyeselinya, bahkan ada dalam suatu kitab disebutkan memohon maaf dengan sesama manusia dengan menyebutkan kesalahan dengan jelas. Misalnya, kepada si Fulan kita sering ghibahin maka meminta maaf dengan berkata "Fulan, mohon maaf ya, saya pernah mengghibahin kamu". Bukan hanya "mohon maaf lahir batin ya" atau malah "sepurane Fulan". Malah-malah hanya di batin atau dihati saja.

Jika kita sudah memohon maaf dengan tulus ikhlas serta sebaik mungkin kita berhusnudzon insyallah dimaafkan. Sebaliknya, mungkin orang lain ada salah kepada kita, maka kita harus terbuka hatinya untuk mudah memaafkannya. Ini bertujuan agar kita pun juga mudah diberi maaf oleh orang lain.

Banyak berdoa dengan semoga kita bisa menemui bulan Ramadhan tahun depan, dengan sehat dan penuh keberkahan artinya  kita dan keluarga kita diberikan umur panjang dan keberkahan. Dan tak lupa saya sebagai manusia biasa, pasti banyak salah, baik dari tingkah laku, tutur kata, bahkan tulisan saya mohon maaf dhohir batin kepada semuanya baik yang mengenal saya secara langsung atau belum. 

Salam literasi

Salam Idul Fitri

"Hangatnya Barisan Sajakku" Untuk Bapak Kasi Penma Kabupaten dan Kanwil Jatim


Tidak menyangka, pada kesempatan kali ini tetap menyuarakan literasi. Kami menjelaskan kegiatan literasi di Madrasah Ibtidaiyah kami. Bahwa madrasah kami terus menyerukan literasi dengan karya-karya yang ada di kelas namun juga berhasil menerbitkan buku, salah satunya buku antologi puisi bersama siswa yang berjudul "Persembahan Untuk Pahlawan". Dan tak lupa dengan karya soloku pertama "Hangatnya Barisan Sajakku" dan kedua "Seratus Sajak Untukmu".

Kami menjelaskan singkat kegiatan literasi tersebut. Alhamdulillah respon beliau-beliau sangat positif. Mulai dari pak kasi penma kemenag kabupaten Tulungagung yakni beliau Bapak H. Suryani. Kemudian dari Bapak kasi penma kanwil Jatim beliau Bapak Dr. Trianto beliau juga berpesan terus kembangkan literasi di madrasah dan silahkan kunjungi tulisannya, silahkan dicari di google dengan nama beliau.

Pada kesempatan ini kami memberikan buku "Hangatnya Barisan Sajakku" sebagai cinderamata. Lalu kami berfoto bersama dengan salam literasi. Meskipun singkat tetap saja, bagi saya memberikan kebahagiaan sendiri dan kami berharap semoga buku tersebut bermanfaat. Peristiwa ini pun memberikan pengalaman dan rasa semangat terus menerus untuk tetap menulis.

Mari terus menulis, saya jadi ingat bagaimana Habib Ja'far yang sudah menulis sejak duduk dibangku sekolah menengah atas atau Aliyah, beliau tetap berkarya sampai detik ini. Beliau pernah berkata bahwa buah dari menulis juga membaca akan selalu memberikan manfaat terutama cara berpikir dan menangkap segala fenomena yang ada dan berusaha bermanfaat bagi orang lain. Sehingga bagi saya sendiri jangan lelah untuk tetap menulis dan memperbanyak lah membaca. Untuk yang belum menulis, ayo mencoba menulis dengan praktek menulis.

Semoga segera terbit buku-buku selanjutnya. Saya masih terus belajar, tulisan saya masih jauh dari kata sempurna. Tapi yang terpenting tetap harus menulis.

Salam Literasi

Jumat, 29 April 2022

Mts Al Qur-an Jabalkat


Madrasah Tsanawiyah Al-Qur'an Jabalkat, Sambijajar, Sumbergempol, Tulungagung. Puji syukur Alhamdulillah setelah berproses yang tidak singkat, akhirnya mengantongi sebuah izin. Berbagai proses telah terlewati banyak dokumen yang harus dilengkapi.

Semua muassis atau pendiri merapatkan barisan agar terwujudnya cita-cita ini. Semua dokumen sudah lengkap akhirnya visitasi dari Kasi Penma Kabupaten Tulungagung Rabu, 27 April 2022. Ada banyak ilmu, sambutan dari perwakilan Yayasan Ponpes Jabalkat, Bapak Miswanudin lalu dari kasi Penma Kabupaten Tulungagung Bapak H. Suryani. Pada waktu itu beliau memberikan nasehat agar bisa berdiri Madrasah yang baik.

Setelah visitasi dari Kabupaten Tulungagung, Jum'at 29 April 2022 visitasi dari Kasi Penma Kanwil Jawa Timur. Pada kesempatan itu tim dari kanwil Jatim ada tiga orang. Bapak Dr. Triyanto. M.Pd, Bapak Dr. Ali dan Dr. Anwar yang sebagai pakar ijob dan emis. Ada Bapak Sulthon pengawas PPAI Rejotangan dan Bapak Abdul Ghofur yang dulu pengawas Sumbergempol. Acara di mulai sekitar jam tiga sore.

Pada kesempatan itu juga, bukan lembaga kami saja yang melaksanakan visitasi. Tapi ada lembaga Madrasah Aliyah dari Yayasan Roudhotul Musthofa Rejotangan. Sehingga ada rentetan acara, yang bertugas sebagai pembawa acara adalah saya. Ada pembukaan, sambutan dari ketua Yayasan Jabalkat pada kesempatan itu yang menyampaikan Bapak Nur Huda latar belakang berdirinya madrasah. Kemudian sambutan dari Bapak Kasi Kabupaten Tulungagung, Bapak H. Suryani lalu dilanjutkan Bapak dari kanwil Bapak Dr. Triyanto.

Beliau menyampaikan perbedaan madrasah yang didalam naungan pondok pesantren. Artinya madrasah memiliki karakter, memiliki esensi tipologi yang sempurna. Lalu madrasah itu bersifat independen artinya madrasah itu berbasis masyarakat. Kemudian sumberdaya manusianya yang sudah memiliki semangat tinggal bagaimana usahanya, dan totalitas. Kemudian yang paling utama bisa membangun camistri antara yayasan dengan kepala madrasah dan para dewan guru.

Acara sampai buka puasa bersama dan jamaah bersama. Lalu berfoto bersama di mushola. Alhamdulillah semua berjalan lancar dan insyallah kami sudah siap menerima pendaftaran peserta didik baru, di tahun ajaran baru ini. Perlu diketahui bahwa program unggulan di Mts Al-Qur'an Jabalkat adalah mencetak, melahirkan peserta didik atau generasi yang ahlu Qur'an berakhlaqul karimah. Semoga dengan berdirinya Mts Al-Qur'an Jabalkat ini memberikan manfaat barokah kedepannya dan mohon doa restunya. 

Kamis, 28 April 2022

Berbeda Bukan Berarti Benci



Belajar untuk tidak setuju, dan akhirnya kita setuju untuk tidak setuju, sebab orang yang tidak setuju karena ilmu akan berbeda dengan orang yang tidak setuju karena kebodohan. Outputnya berbeda, orang yang tidak setuju karena ilmu outputnya adalah saling cinta, namun orang yang tidak setuju karena kebodohan maka outputnya adalah saling membenci, cacian makian yang tak henti-henti. Dawuh dari Habib Husein Ja'far.

Sebagai manusia biasa kita sering menafikan sesuatu dengan dalih, merasa paling benar akan pemikiran dan keilmuannya. Padahal kita tahu di atas langit ada langit. 

Seperti pada suatu kesempatan, ada seseorang mengeluarkan pernyataan tentang suatu pembahasan. Sebagai pendengar bukan semata semuanya kita telan dan masukkan begitu saja. Apalagi berurusan dengan sebuah kebiasaan, konsep hidup, prinsip atau pemikiran baru.

Namun jangan terlalu naif, untuk mencari aman. Diam dan masa bodoh dengan segala yang terjadi. Padahal tahu, efek negatif atau akibatnya merasakan. Meskipun tidak sendiri, menanggungnya marilah lebih terbuka mengemukakan pendapat. Sesekali kita mengeluarkan ketidak setujuan kita dengan dasar ilmu. Sebab, orang yang begitu "tuman" menganggap orang lain remeh. Dan saya rasa terlalu egois akan menganggap dirinya paling benar, dan segala pemikirannya seakan harus dianggap betul. Bahkan parahnya jika tidak mengikutinya, seakan hina. Sampai saya heran, kok masih ada Firaun di zaman seperti sekarang. Naudzubillah

Ada beberapa catatan yang penting, jika memang kita tidak setuju dengannya. Utarakan ketidak setujuan dengan dasar ilmu bawakan dengan adab yang baik, bijak hindari sikap emosi. Biasanya orang itu tetap tidak terima, karena mempertahankan pendapatnya atau "ngeyel". Itulah tanda orang yang kurang berilmu.

Oleh karena itu, menjadi manusia berilmu dan berpengalaman itu sangat sangat penting. Banyak membaca buku, menulis. Bersosial, berelasi dengan banyak lapisan masyarakat akan membawa kita banyak belajar. Jangan hanya berani di kandang. Dan jangan "ngeyel" semoga segera sadar.

Salam Semangat

Terima Kasih April




April Yang Indah

Kehadirannya Menjadi Suatu Istimewa

Karakter Yang Kuat Tangguh

Melekat Pada Sosok April


Lambat Laun Terbukti

Identik Kerja Keras Yang Tak Kenal Lelah

Menggapai Visi Dan Cita

Terima Kasih April Itulah Kamu


Kuat Mental Atas Segala Kebenaran

Berani Akan Segala Keputusan

Prinsip Yang Kuat

Optimis Segala Langkah Bukan Sia-Sia


Tidak Akan Mudah Menyerah

Jika Memang Salah Menerima

Namun Jangan Mencoba Membohonginya

April Sangat Pintar Membaca Itu


Terima Kasih April

Teruslah Menjadi Bahagia

Menjadi Dirimu Sendiri

Believe Every You Do Can Succeful


Selasa, 26 April 2022

Sepuluh Ketiga Ramadhan




Banyak amaliah di bulan Ramadhan yang dapat kita kerjakan. Lalu yang sudah istiqomah kita lakukan dapat kita tingkatkan. Sudah sangat familiar di kita umat Islam bahwa di Ramadhan ada amaliyah seperti shalat tarawih, shalat witir, membaca Al Qur-an, I'tikaf, shalat Lailatul Qodar.

Shalat tarawih salah satu shalat sunah muakkad yang paling sedikit adalah dua rakaat (satu salam), dengan paling banyak sepuluh salam atau dua puluh rakaat. Perbedaan rakaat bukan suatu masalah yang besar. Bermasalah itu, jika tidak shalat tarawih tapi sibuk mengomentari.

Kemudian shalat witir juga shalat sunnah yang paling sedikit satu rakaat, untuk menuju kesempurnaan tiga rakaat sampai batas maksimalnya sebelas rakaat. Shalat tarawih dan sholat witir dibulan Ramadhan dikerjakan secara jamaah terutama di bulan Ramadhan. Lalu, separuh malam terakhir dianjurkan membaca do'a qunut.

Membaca Al Qur'an atau tadarus Al Qur'an, mungkin sebelum datang bulan mulia kurang membaca Al Qur'an, tetapi bulan ini semua orang berbondong-bondong untuk menghatamkannya. Lalu tadarus Al Qur'an di masjid berkumandang dimana-mana baik yang masih anak-anak, ibu-ibu dan bapak-bapak. Inilah bulan yang istimewa, semua bergembira.

Sepuluh terakhir tidak terasa sudah hari kelima. Artinya sebentar lagi sudah terlewatkan bulan Ramadhan. Di sepuluh terakhir kita dianjurkan untuk i'tikaf di dalam masjid, selain itu semua orang mengejar lailatul qodar. Malam tersebut di malam ganjil terakhir di bulan Ramadhan. Malam yang lebih baik dari malam seribu bulan. Dengan diisi amalan sholat sunnah seperti tahajud, taubat, hajat dan sholat dua rakaat lailatul qodar. 

Memperbanyak dzikir, muhasabah dengan memperbanyak do'a salah satunya memohon ampunan dan memohon dipanjangkan umur, sehingga bulan Ramadhan depan bisa bertemu dan menjalaninya dengan lancar. Yuk dengan sisa Ramadhan yang ada kita maksimalkan semua ibadah kita. Jangan sampai kita hanya sibuk mempersiapkan hari raya idul Fitri saja, Ramdhan lewat begitu saja.

Salam Semangat

Minggu, 24 April 2022

Kartini: Menjadi Perempuan Kuat



Sejarah Islam memberikan cerita untuk diambil segala hikmah dan manfaatnya. Salah satunya tokoh perempuan. Di Islam kita banyak mempunyai role model yang harus kita teladani. Ada ibu Rasulullah yakni Siti Aminah, Siti Khadijah, Siti Hajar, Fatimah, Aisyah, Ummu Salamah dan masih banyak lagi. Pada merekalah harusnya kita meniru segala tindak tanduknya. Mungkin tidak bisa semua, setidaknya kita berusaha.

Sama dengan pelopor perempuan di negeri ini yang masyhur adalah Raden Ajeng Kartini. Bagaimana beliau berjuang untuk membuktikan bahwa perempuan juga layak untuk berprestasi dan show up to publik. Tidak hanya dinilai dengan istilah cantik saja tetapi juga cerdas, pintar dan berbudi pekerti.

Sehingga jangan remehkan peran perempuan, dengan segala ide atau pemikirannya. Banyak yang berkata dibalik laki-laki sukses ada seorang perempuan yang sangat kuat. Sama dengan dalam suatu organisasi bahkan birokasi pemerintahan. Mana ada dalam jajarannya yang menafikan perempuan?

Di era sekarang hampir semua lapisan keorganisasian, bahkan birokasi pemerintahan tetap ada perempuan dengan peran yang luar biasa. Banyak sekali perempuan-perempuan inspiratif yang hebat, bertalenta di bidangnya masing-masing. Namun, kenapa masih ada orang yang memperlakukan dan menganggap bahwa perempuan itu lemah, pemikirannya tak masuk akal dan tidak pantas berada di posisi tersebut? Sehingga dengan mudah mematahkan segala opininya dengan tekanan-tekanan yang menyakitkan.

Seenaknya menganggap perempuan itu tidak repot? Hay, anda yang berkata demikian, cobalah tengok dan lihat secara sungguhan dengan mata kepala anda. Perempuan juga bisa menjadi tokoh besar dengan segudang prestasinya. Tidak hanya laki-laki, artinya di zaman sekarang perempuan atau laki-laki mempunyai kesempatan yang sama.

Jangan mencampur adukkan unsur agama dengan ketidak profesionalan dalam setiap profesi yang sedang dijalani. Artinya tempatkan diri sesuai dengan tempatnya. Oleh karena itu, menjadi perempuan yang kuat dari segala sisi itu sangat penting. Kuat iman, mental, percaya diri, berprinsip, penuh prestasi dan jangan lupa berbudi pekerti dan multitalenta.

Maka hargailah, hormati dan mulyakan perempuan yang ada di lingkungan anda dengan sebaik mungkin sebelum anda benar-benar kehilangan. Kadang kita sesama perempuan lupa bahwa seharusnya kita tidak boleh membenci tanpa alasan yang jelas, mencaci, menggunjing, bahkan meremehkan. Lebih tepatnya saling mengingatkan bagaimana menjadi perempuan solihah versi yang terbaik diantara yang terbaik.

Jangan lelah menjadi perempuan yang cantik luar dalam kuat iman, kuat mental, berprinsip, cerdas, pintar, multitalenta dan paling utama adalah berakhlaqul karimah.

Selamat Hari Kartini

Sadari Siapa Kamu !




Terkuras Sudah Saran

Segala Masukan Bagai Kilat

Menyambar Tapi Tak Membekas

Hanya Sebagai Ulasan Semata


Kering Kerontang Tidak Sampai

Pemikiran Yang Tak Wajar

Tak Layaknya Manusia

Mungkin Makhluk Planet Lain


Menjelma Merasa Terhebat

Mengaku Mengatas Namakan Tuhan

Naudzubillah Sudahi Dan Berhentilah 

Sadari Siapa Kamu

Tanah Itulah Asalmu

Sabtu, 23 April 2022

Saya Bisa Belajar Dari Mereka


Di dunia akademik, terutama di dunia kampus berkumpul dengan para akademisi selalu memberikan suasana dan pengalaman baru. Apapun pembahasan dan guyon kita selalu bermakna. Saya melihat dan mengalami suasana yang nyaman nyambung dengan obrolan satu sama lain. 

Bertukar pengalaman di dunia pendidikan sangatlah menyenangkan. Mulai dari menghadapi para siswa, santri bahkan mahasiswa. Lalu informasi yang update di dunia pendidikan. Penelitian terbaru berbagai topik, membuka pikiran, teori yang baru dan konsep keilmuan yang terbaru.

Teman baru akan selalu memberikan suasana baru. Sehingga tidak perlu menutup diri untuk tidak bersosial dengan yang lain. Apalagi gengsi menyapa dahulu, maunya di sapa. Atau bisa jadi malu untuk mengawali obrolan dengan perkenalan. Tidak masalah sih, yang utama adalah kita mau untuk melakukan perkenalan.

Justru kadang, ketika banyak teman kita semakin lebih bijaksana dalam memiliki sikap, wawasan tidak sempit. Selalu senang dengan mereka, mungkin ada yang umurnya lebih dari kita sehingga banyak cerita kehidupan. Ada yang dibawah kita, kita pun bisa belajar.

Jadi pandanglah dengan pandangan yang positif dengan segala kelebihan yang dimiliki orang lain. Kalau perlu kekurangannya tidak perlu kamu ketahui, toh itu bukan urusanmu. Senanglah berteman dan bersilaturrohim dengan mereka.

Jumat, 22 April 2022

Bakat Kesenian Itu Mahal



Setiap manusia memiliki bakat yang berbeda. Salah satunya bakat dibidang kesenian. Misalnya qori, pidato, publik speaking, melukis, mengukir, menyanyi, memahat, teater, menari dan lain sebagainya. Bakat-bakat kesenian yang terlihat dari seseorang, tidak bisa diremehkan begitu saja.  Apalagi seenaknya untuk mengomentari yang tidak ada dasarnya. Dengan dalih agar lebih maksimal dan bagus. Sepertinya omong kosong saja, jika tanpa tindakan.

Itulah kadang lemahnya kita sebagai manusia. Hanya melihat dengan sekilas lalu mengeluarkan komentar seenaknya tanpa kita minta. Tapi mau gimana lagi, mereka tidak melakukan dan bahkan tidak memiliki bakat kesenian seperti yang kita punya, sehingga bisanya hanya berbicara. Lalu apapun yang kita lakukan tetap saja kurang bahkan disalahkan. 

Segala sesuatu butuh kebijakan dengan pemikiran yang matang sebelum mengeluarkan komentar atau pendapat. Cobalah menghargai atau diam lebih baik karena kita merasa tidak bisa seperti demikian.  Mengapresiasi tidak hanya dengan materi, minimal dengan kalimat-kalimat yang bagus. Disitulah momen belajar yang tepat, dengan mendampingi, melihat jalannya latihan. Jangan meninggikan ego untuk selalu menekan tanpa ada bantuan yang nyata.

Jalankan tugas masing-masing dengan penuh tanggung jawab. Jikapun ada kekurangan dan kesalahan, itu wajar. Ingatkan dengan baik dan pelan-pelan saja. Pendekatan dengan cara banyak bersosial diberbagai jenis lapisan masyarakat untuk memahami watak karakter itu penting. Jangan semua disamaratakan. Sebab, setiap kepala akan memiliki pemikiran yang berbeda.

Kembangkan bakat yang ada dan teruslah belajar untuk mengasah bakat tersebut. Tularkan dengan mengajarkan kepada yang membutuhkan dengan niat ketulusan agar kesenian tetap hidup dan lestari.

Keep Fighting

Rabu, 20 April 2022

AKU PERCAYA ITU !

 


Kerinduan

 

Sampai Saat Ini

Tetap Masih Merindu

Membayangkan Dan Berharap

Semua Seperti Cita-Cita Anganku

Terlihat Egoiskah Diri Ini?

Tidak !

Semua Rangkaian Doa

Tidak Akan Ada Hentinya

Menjelma Menjadi Definisi Bahagia

Atas Kehendak Mu

Mata Mereka Bisa Salah

Namun Tidak Atas KuasaMu

Ada Keajaiban Berbau Wangi Sumerbak

Di Depan Yang Akan Menyambut

DAN AKU PERCAYA ITU

Minggu, 17 April 2022

Terbawa Suasana




Lelah dengan ketidak seriusan mereka. Seenaknya sendiri tanpa mengetahui perjuangan dibaliknya. Seandainya saya tidak mempersiapkan segalanya. Betapa berantakannya mereka. Tanpa teks, tanpa bahan hanya bawa diri tanpa persiapan.

Betul, perjuangan itu tidak untuk dipamerkan. Tetapi menghargai, menghormati dengan keseriusan dalam belajar harusnya dikedepankan. Sepertinya, motivasi yang saya berikan sudah banyak. Saya juga tidak perlu angka sebagai nilai untuk akhir dari keberhasilan. Namun, keseriusan, kesungguhan dalam usaha untuk menjadi terbaik mohon ditunjukkan. Jangan hanya ledha ledhe teks hilang, ujian susulan kalau belum ditagih tidak dilakukan. Mereka lupa, bahwa sekolah tidak cukup hanya untuk itu. Keberkahan ilmu salah satunya juga dari guru. Tetapi mereka lupa atau pura-pura tidak faham, dianggap angin lalu seperti radio rusak. Reward juga tidak berarti.

Pukulan bagi saya sendiri, sudahkan segala peristiwa untuk instrospeksi? Tentu saja setiap langkah yang saya lakukan harus ada instrospeksi, koreksi dan evaluasi. Bahkan di luar jam yang seharusnya tetap harus dijalankan. Kalau tidak dikoreksi, evaluasi ngapain saya harus repot-repot mendesain segala bentuk soal dan ujian praktek. Dan ngapain saya harus repot-repot membuat penilaian dan rapot. Toh mengarang nilai itu mudah sekali, semua saja di tulis sembilan puluh. Tanpa kita tahu kualitas yang sebenarnya. Pembenahan serta pembenahan sekecil apapun tetap saya lakukan tanpa mereka, dia tahu menahu. Tahunya lulus saja.

Riyadhoh tirakat, sudahkah dilakukan? Tentu saja, perlu diingat juga riyadhoh tirakat itu tidak hanya cukup satu orang, melainkan semua pihak yang terlibat di dalamnya. Sabar, definisi sabar menahan segalanya. Berkata jauh lebih mudah coba praktek dan jadilah seperti posisiku kali ini. Ketika mempunyai tujuan dan cita-cita demi masa depan untuk lebih baik. Mengapa harus kalian nodai, dengan wajah yang menantang, mengece, meremehkan serta menertawakan.

Sedih, kecewa itulah yang sedang saya rasakan. Tidak pernah sebelumnya perasaan tersebut ada apalagi dengan urusan peserta didik. Namun, kali ini berbeda. Ya sudahlah ambil hikmahnya, semua mungkin salah saya yang belum menjadi guru terbaik mereka. Saya pun juga manusia biasa.

Saya tidak membayangkan bagaimana guru yang hanya berangkat pulang pergi tanpa persiapan. Produk yang dihasilkan nantinya seperti apa? Saya saja yang jungkir balik seperti ini, mendesain melakukan banyak ide ulala masih kecolongan. Ya sudahlah, buat kamu Filza tetaplah semangat. Terus maju, memnag begitu menuju puncak kesuksesan bukan hanya santai-santai terus berjuang. Hapus air mata kekecewaanmu. Waallahu'alam 

Sabtu, 16 April 2022

Aktif Atau Pasif Tetap Salah?




Bukan hal yang mudah membangun sebuah rasa senang dan semangat dalam berbagai hal. Sepertinya dengan urusan satu ini harus berdarah-darah untuk membangun semangat dan berusaha menyukainya mesti harus terluka. Duh... bahasaku seperti anak yang kasmaran saja.

Gerak cepat dengan harapan menjadi acara dan kenyataan yang berkesan dan bagus. Meminimalisir kekurangan dengan banyak tim yang solid serta komitment yang sangat loyal demi kelancaran sebuah hajat bersama. Belajar dari pengalaman sebelumnya, tanpa harus saling membebani dan melempar tugas.

Menjadi pemeran aktif serta banyak ide dan inovatif seakan salah. Bukan karena sok pintar dan banyak pengalaman. Hanya saja memberikan sebuah gambaran atau konsep yang baru. Namun, tetap saja seakan berbicara dengan batu. Kuat mental, anggap saja konsep baru tak sampai di pikirannya.

Anehnya, menjadi pasif dan diam pun juga sangat sangat salah. Dinilai tidak peduli dengan segala yang terjadi. Ujung-ujungnya ruwet dan ribet. Masa bodoh dengan yang terjadi juga amat anehnya. Jika memang mau demikian, berarti ego yang kita miliki bisa jadi sangat besar.

Lalu, apa jalan keluarnya, aktif mau pasif pun tetap salah. Jangan ambil pusing, jangan ambil repot. Cukup menjadi diri sendiri dalam segala hal. Bijaksana melihat segala peristiwa. Sebab itulah manusia kita berbuat baik pun kadang tetap dinilai salah. Apalagi berbuat salah makin menjadi-jadi penilaiannya. Intinya jangan lelah menjadi orang pintar, cerdas, bijaksana, inovatif, visiator terus belajar dan belajar update dengan segala informasi and don't forget profesional. 

Jumat, 15 April 2022

Melatih Tari Di Bulan Puasa




Menari salah satu kesenian budaya yang harus kita lestarikan. Cara melestarikan pun banyak cara. Salah satunya dengan belajar melakukannya artinya mempraktikkan tarian tersebut. 

Mempelajari seni tari itu menyenangkan. Melatih motorik kita, konsentrasi,  mengingat setiap gerakannya, mengetahui pola tarian, menguasai banyak gerakan, dan properti yang dibutuhkan harus tahu. Kemudian mengajarkannya bukan hal yang mudah. Kalau tidak ada ilmunya, pasti akan kesulitan, bahkan kerasnya gerakan kadang dijadikan alasan. Memang dalam sebuah tarian gerakannya harus luwes dan harus bisa menikmati, menghayatinya.

Maka harus kita paksa kembali dengan sebuah niat dan tekat yang bulat untuk tetap belajar menari. Meski semua ilmu itu sudah lama dan berapa tahun lalu, tetap dengan kesempatan yang ada ini untuk berusaha sekuat tenaga untuk mengkonsep, menggambar pola, membagi penari dan membuat gerakan sederhana yang mudah diingat oleh siswa.

Intinya belajar bersama, bahkan saya sangat open terhadap masukan siswa untuk menambahkan atau mengurangi bahkan mengganti sebuah gerakan. Yang berbeda di latihan menari kali inj adalah di bulan puasa Ramadhan. Sedangkan menari itu layaknya sebuah senam untuk olah raga. Berkeringat dan cukup dahaga tetapi kita harus menahannya.

Jika melatih harus juga menghitung, engap otomatis. Bergerak sambil menghitung mengarahkan pola. Dan tidak semua siswa mempunyai kemampuan sama di dalam gerakan atau motoriknya. Tapi memang seru dan keren. Hati akan gembira jika sudah hafal dan sudah tepat wah kita akan berteriak bersama seakan puas padahal belum maksimal.

Jadi, tetap lakukan dengan sepenuh hati. Tanamkan senang dulu lalu tetap lakukan. Bersama-sama kita pasti bisa.

Kamis, 14 April 2022

Pembenaran Atas Dirimu


Pembenaran Atas Kelakuanmu

Terbukti Itu Pembodohan

Kebutaan Akan Kritik 

Berlalu Tanpa Ambil Pusing


Bukan Kepemilikan Hak

Namun Pertunjukan Kekuasaan

Yang Menulikan Telinga

Dan Kerendahan Otak 


Serta Kosongnya Hati Nurani

Yang Kau Miliki 

Untuk Menunjukkan Kebakhilan

Yang Melakat Selama Ini 

Perhatian dan Tanggung Jawab


"Percuma dan rugi waktu saja jika hanya membangunkan tapi tidak pernah di gubris karena yang saya rawat masih banyak". Sebuah pernyataan yang lahir akan sebuah permasalah. Permasalah itu lahir karena banyak sebab, salah satunya adalah kurangnya sebuah perhatian dan tanggung jawab.

Diibaratkan kita mempunyai banyak tanaman. Ada yang letaknya di pot rapi, ada yang di media tanah langsung. Keadilan harus kita berikan. Sebagai bukti bahwa merawat dan menyayangi tanpa membedakan. Sekalipun ada tanaman yang sangat sulit untuk perawatannya. Tidak boleh kepanasan, harus lembab, tidak boleh terlalu kering tanahnya, sering di berikan pupuk. Semua harus kita kenali dengan dalam karakter satu demi satu tanaman tersebut.

Jika tanaman tersebut di teras, tidak terkena hujan maka kita pun harus tanggap.  Disitulah peran manusia yang saling teposeliro dengan makhluk Allah yang lain. Itulah tanaman, jika berani menanam maka harus berani bertanggung jawab merawat dengan penuh perhatian. Jangan hanya dibiarkan tumbuh subur, tanpa adanya pemangkasan daun atau ranting yang sudah rusak. Akhirnya tanaman yang harusnya indah di pandang malah cenderung menggangu pemandangan mata.

Lalu bagaimanakah kita dengan sesama manusia? Ingatkah kita terhadap hadist Rasullullah tentang sikap kita terhadap suatu hal yang tidak baik atau kemungkaran. Dalam hadist itu ada tiga tindakan pertama pakailah tangan untuk memperingatkan, jika tidak mampu pakailah lisan, jika tidak mampu pula sentuh dengan hatinya (mendoakan) itulah selemah-lemahnya iman.

Sehingga mengingatkan secara terus menerus dengan lemah lembut kepada hal kurang baik yang dilakukan seseorang itu diperbolehkan bahkan dianjurkan. Sebab kita tahu manusia itu tempatnya lupa. Jangan hanya dibiarkan tanpa aturan dan kedisiplinan. Semua butuh bimbingan kalau tidak faham dijelaskan, dicontohkan, diperhatikan, disayangi.  Jangan dibiarkan bebas sebebas-bebasnya, intinya hidup saja makan dan tidur tanpa tujuan yang jelas. Sebenarnya itu hak setiap manusia untuk "bebas" tapi kembali lagi jika dalam lingkungan pendidikan baik suatu lembaga, pesantren itu sangatlah berbeda.

Diproses itulah kita dapat faham apa arti tanggung jawab dan peduli yang sesungguhnya. So Keep Fighting

Selasa, 12 April 2022

Buber, Jangan Lupa Kewajibanny


Buka bersama atau buber kegiatan makan bersama ketika buka puasa di bulan Ramadhan seperti sekarang ini. Agenda ini sering dilaksanakan orang baik dengan keluarga, para muda mudi dengan bersama teman-teman sejawatnya, teman sekantor atau seprofesi. Moment Ramadahan dijadikan sebuah kebersamaan menikmati buka bersama baik dilaksanak rumah salah satu temannya atau di luar misalkan restoran.

Dibalik itu ada hal-hal yang perlu diperhatikan. Terutama sholatnya, jika buber jangan lupa untuk memenuhi kewajibannya terlebih dahulu yakni sholat magrib. Kadang saking asyiknya mengobrol lupa dengan sholat magribnya. Kalau magribnya lupa, otomatis isya' dan tarawihnya juga melupa. Oleh karena itu, setidaknya, jika buber tetap agendakan untuk ibadah wajib dan sunahnya.

Sebenarnya semua itu adalah pilihan, semua kembali kepada diri kita masing-masing. Jika menemukan teman yang demikian, setidaknya kita mengajaknya dengan baik. Jangan sampai mengajak dengan mengutarakan kata kasar atau menyinggungnya. 

Minggu, 10 April 2022

Ujian Praktek Hari Pertama Fiqih Ubudiyah


Hari ini adalah hari pertama ujian praktek untuk kelas VI untuk tahun ajaran 2021/2022. Mata pelajaran di hari pertama ini adalah fiqih ubudiyah. Mulai dari thaharah seperti wudhu dan praktek sholat fardhu dan sholat sunnah.

Sholat fardhu adalah sholat wajib yang paling pokok untuk selalu dilakukan. Kadang sebagian dari kita, menganggap sholat itu remeh, sehingga syarat rukun sahnya sholat kurang diperhatikan. Apalagi bacaan Fatihahnya. Kadang membaca cepat tanpa memperhatikan tasydidnya.

Pernahkan kita menghitung tasydid dalam surah Al Fatihah? Lalu, sudahkan kita membacanya dengan benar? Itu masih satu rukun. Bagaimana rukun yang lainnya. Posisi sujud antata laki-laki itu berbeda. Sholat munfarid dan makmum pun juga berbeda tata caranya dan adabnya. Itulah salah satu alasan mengapa ujian praktek sholat fardhu ini dilaksanakan.

Masih hari pertama ujian praktek, tentu ada beberapa hari kedepan ada ujian praktek lainnya. Hari ini terpantau lancar. Di akhir ujian kita berfoto bersama, dengan gaya masing-masing. Agar tetap semangat menuju hari-hari berikutnya.

Menjadi Petani


Negara kita adalah negara agraris, yang mayoritas rakyatnya sebagai petani. Hidup di daerah yang tanahnya subur tentu cocok untuk bertani. Kalau didaerah dataran tinggi maka cocok untuk menanam seperti sayur mayur mulai dari wortel, selada, bawang pre, bawang merah, bawang putih, kubis, bunga kol, dan beberapa buah. 

Sedangkan di tanah daerah saya cocok untuk menanam padi, jagung, bawang merah, tomat, mentimun, pare, terong, cabe kadang juga ada yang buah melon. Seperti musin dan bulan seperti sekarang ini musim panen padi. Hampir semua orang sibuk panen di sawah. Ada istilah dan tahap tertentu, mulai dari ngerit, herek, bawoni, ngusungi gabah, ngusungi kawul sampai mepe gabah. Semua itu tidak mudah, butuh tenaga ekstra. Apalagi di bulan suci Ramadhan yang kita tahu semua harus menahan lapar, haus. Sedangkan cuaca sekarang panas sekali. Pernahkah kalian membayangkan, betapa kuat dan hebatnya mereka?

Saya saja yang tidak penuh melakukan tahap demi tahap di prosesnya tinggal menunggu ketika jemur gabahnya saja, atau mepe gabah masih sering ngeluh karena panasnya cuaca. Belum lagi, kalau cuaca unprediksi, tiba-tiba hujan kita harus buru-buru dan ekstra cepat untuk mengumpulkan dan menutup gabahnya dengan terpal. 

Oh iya, kalau tidak faham dengan gabah, itu adalah padi yang belum diproses menjadi beras. Biasa diselip atau digiling dulu baru menjadi beras, nah kulitnya namanya katul atau dhedhek bisa buat pakan ayam. Sangat kreatif bukan? Selain itu jerami atau kawul sisa dari tanaman padinya bisa buat pakan ternak seperti sapi. Dari semua bagian tanaman padi bisa dimanfaatkan. 

Oleh sebab itu, kita harus bersyukur yang menjadi petani patut bangga dan bisa menghemat. Namun kadang orang berpendapat bahwa petani itu serba melelahkan, kekurangan atau bahkan yang menjadi petani merasa miskin. Itu mindset yang kurang betul. Jika menjadi petani itu sebenarnya kaya, sebab tidak semua orang mempunyai sawah. Dan kita tahu harga tanah sawah itu tidak murah. Hidup di daerah atau desa pun juga harus percaya diri, jangan malah minder. Sebab di daerah itu masih tersedia lahan yang luas, perlu apapun tanah subur bisa ditanami. 

Itulah kehidupan, kadang kita ingin seperti orang yang lebih dari kita. Misalnya enak ya jadi orang kota, sedangkan orang kota berkata enak ya jadi orang di desa atau daerah. Hanya melihat satu sisi padahal kita tahu hidup itu sebenarnya sama yakni butuh perjuangan dan berusaha. Jadi, tetaplah bersyukur dengan segala keadaanmu sekarang. Keep fighting.



Jangan Takut Berencana




Jangan Takut Berencana

Akan Semua Tujuan Dan Cita-cita

Kumpulkan Segala Tenaga Serta Usaha

Merangkai Seribu Rencana


Membangun Optimis Menjadi Nyata

Kumpulan Rencana Bagian Dari Doa

Tinggal Seberapa Kuat Akan Usaha

Berjuang Akan Proses Selangkah Satu Satu


Jangan Hiraukan Kicauan Orang

Buktikan Bahwa Kamu Pantas Mendapatkan

Jangan Salahkan Tuhan

Jika Kamu Tak Mau Berusaha

Memaksa Semua Rencana Menjadi Nyata


Rencana Akan Hanya Jadi Rencana

Tanpa Keyakinan TerhadapNya

Jalan Terbaik Akan Tetap

Menjadi Takdir Untuk Setiap MakhlukNya


Termasuk Kamu

Jumat, 08 April 2022

Hasil AKG Sudah Bisa Dilihat



Di tulisan saya sebelumnya penghujung tahun 2021, saya dan teman-teman guru telah melaksanakan AKG. Assessment Kompetensi Guru yang itu merupakan program dari Kementrian Agama untuk penilaian guru. Ada kemampuan pedagogik dan profesional. Nervous pasti untuk melihat hasilnya. Pasalnya perasaan ini campur aduk. 

Utamanya bagaimana hasilnya? Berapakah nilainya? Kemudian bagaimana kedepannya? Saya mencoba menenangkan diri saya sendiri dengan mengucapkan Bismillah. Lalu menanamkan bahwa nilai atau hasil AKG sebagai bentuk evaluasi diri. Pembenahan secara keprofesionalan dan kemampuan pedagogik dan kognitif untuk dunia pendidikan. Terutama untuk peserta didik di lembaga saya mengabdi.

Apalah arti nilai dan angka, jika kita tidak bisa membenahi diri. Misalnya kurang disiplin dalam mengajar, meninggalkan kelas tanpa izin, kelas banyak jam kosong dan kurang disiplin dalam keberangkatan. Nah, saya akui minggu-minggu ini, saya sedikit menurun untuk keberangkatan jam entah sebabnya apa, setiap sampai sekolah rata-rata lebih lima menit dari aturan yang diberlakukan. Dasar Filza ya, mohon jangan ditiru. Kadang memang lessmotivation saja.

Menjadi guru harus siap terus menerus untuk belajar. Belajar tentang hal apapun. Intinya berusaha untuk produktif. Jangan hanya berangkat dan pulang tanpa memperhatikan tujuan dan tanggung jawab. Semangat, motivasi dan apresiasi juga penting bagi diri kita sendiri sebagai guru. Lalu dukungan dari luar misalnya pimpinan pengurus lembaga, keluarga, teman sejawat. Maka niatkan dengan matang landasi karena Allah, usahakan dengan maksimal jangan mudah menyerah dengan keadaan. Meskipun itu sulit.

Bersyukur dengan sungguh-sungguh optimis bahwa nantinya akan memanen dari hasil yang kita lakukan. Untuk kedepannya semoga semakin hari semua guru sehat, bisa melaksanakan tugas dengan baik demi anak bangsa dan lebih sejahtera. Lalu yang terpenting adalah guru seharusnya tidak lelah untuk belajar untuk meningkatkan kualitas diri.

So semangat untuk diriku sendiri. Jadilah yang terbaik diantara yang terbaik. Fastabiqul Khoirots

Kamis, 07 April 2022

Menyederhanakan Kebahagiaan


Jika bahagia sederhana, maka menyederhanakan kebahagiaan juga di perlukan. Banyak dari kita yang mendefinisikan bahagia dengan ukuran materi yang bisa dilihat orang banyak. Padahal bahagia tidak melulu dengan harta.

Menyederhanakan kebahagiaan menurut saya penting, sebab hal ini bisa memupuk rasa syukur yang lebih dalam. Selain itu, menyederhanakan kebahagian jika mendapatkan sekecil kenikmatan itu akan terasa lebih berlipat dan berlimpah. Artinya, menyederhanakan kebahagiaan itu lahir bukan dari orang lain, melainkan dari diri sendiri.

Jika standart kebahagiaan yang kamu ambil dari salah satu tokoh misalnya, itu belum tentu pas dengan keadaan dirimu. Sehingga perlu sekali kita, kalau bahasa Jawa "graito" meraba diri sendiri. Sebenarnya kebahagiaan yang kita inginkan seperti apa. Sudahkah kita bahagia? Dan sudahkah  sesuai kebahagiaan yang kita peroleh hari ini? Lalu untuk apa kita bahagia? 

Pertanyaan sederhana seperti itulah, harusnya kita tanyakan pada diri sendiri. Agar kita terhindar dari rasa begah, iri, heran dan pusing dengan segala keglamoran kehidupan orang lain, yang terus menerus di tunjukkan diberbagai laman media sosial. Maka sekali lagi sederhanakan kebagian yang kamu miliki mulai hari ini. 

Perlu diingat juga, semua itu akan kembali ke hak masing-masing orang. Melabelkan "kebahagian" dengan keinginannya tidak ada yang melarang.

So,,,, keep fighting 

And Always Berjuang

Tidak ada manusia succes, jika hanya bisa bersuara dan berpangku tangan, so please study hard and don't forget to pray (usaha dan ikhtiar)

Untuk Guruku


Jauh Diujung Sana

Hanya Terikat Sebuah Doa

Aku Tidak Akan Bisa Menjadi Saya

Jika Tanpa Uluran Jasamu


Fatihah Menjadi Penyambung

Semoga Selalu Memperkuat

Akan Pengakuan Bahwa Saya

Tetap Menjadi Muridmu


Tidak Akan Pernah Lupa

Segala Detail Dari Sosok Guru Sepertimu

Mencari Kebarokahan Dan Ridho Doamu

Semoga Panjang Umur Dan Sehat Selalu

Wahai Guruku

Sunyi Hanya Menurutmu


Ketika Aku Harus Sendiri

Di Untaian Sujud BersamaMu

Sunyi Menghampiri Di Sini

Namun Hatiku Penuh Bunga

Sebab Bisa Berbincang Langsung DenganMu


Aku Akan Terus Begini

Merengek Meminta Memohon

Bak Anak Kecil Kepada Ibunya

Diam Dalam Puluhan Triliyun Doa 

Harapan Menjadi Penguat 

Optimis Mimpi Itu Akan Menjadi Nyata


Semua Tidak Akan Sia-Sia

Jalan Yang Telah Kau Berikan

Ujian Atau Cobaan Adalah Kenikmatan

Menjadi Rahasia Antara Kau Dan Aku

Tetap Kujalani Kulalui Sebisa Diriku Ini

Sebab Aku Hanya Mencari Ridhomu Robbi

Selasa, 05 April 2022

Muhasabah



Perjalanan pulang dari jamaah maghrib, melihat sisi jalan dengan pandangan pohon sengon disisi barat, subhanallah indah betul. Pemandangan indah dari warna langit yang semu orange dan biru membaur menjadi satu. Bulan disisi ujung dengan bentuk sabit menambah haru hati di bulan berkah ini.

Sama persih dengan surah Ar-Rahman bahwa Allah berfirman "Maka Nikmat Mana Yang Kau Dustakan" melihat indahnya langit yang berwarna demikian saja begitu nikmatnya. Mata masih bisa memandang dengan jelas, merasakan udara segar dan kaki bisa melangkah untuk ibadah. Ditambah hati tiba-tiba berkata untuk bermuhasabah, seberapa jauh perjalanan dan usahamu menjadi manusia yang baik. Lalu ujung dari setiap hidup serta tujuan utama di dunia ini apa? Tiba-tiba tersentuh mata berkaca-kaca.

Manusia kadang tidak lepas dari rasa kurang dan terus akan kurang. Manusia juga tidak pernah puas terhadap apa yang dimiliki. Kalau benteng kita tidak terlalu kuat, iman dan rasa syukur tidak ditananamkan maka hasilnya hanya mengeluh dan capek sendiri. Oleh karena itu, hati kita harus kita latih untuk mengolah. Salah satunya dengan cara melihat bukan orang yang jauh di atas kita. Lihatlah orang yang belum seberuntung kita. 

Minimal kita belajar untuk menerima, lalu senang dan bahagia dengan selalu mensyukuri yang telah kita dapat. Mungkin bukan uang bermilyaran, tapi kesehatan jauh lebih berharga, atau mungkin bukan mobil mewah tapi rumah yang aman dan cukup. Maka ada pesan bahwa ingat lima perkara sebelum lima perkara, diantarnya:

1. Sehat sebelum sakit

2. Kaya sebelum miskin

3. Lapang sebelum sempit

4. Muda sebelum tua

5. Hidup sebelum mati

Itulah kesempatan yang tiada duanya. Ayo terus semangat, jangan lelah untuk menjadi insan yang lebih baik dalam segala hal. Dan jangan lupa bersyukur billisan bilqolbi. 

Salam literasi

Senin, 04 April 2022

Pondok Ramadhan Hari Pertama




Hari pertama masuk sekolah di bulan Ramadhan. Kegiatannya adalah pondok Ramadhan, artinya segala kegiatan sekolah diganti dengan kegiatan amaliyah Ramadhan. Seperti mengaji, sholat dhuha berjamaah dan materi-materi fiqih ubudiyah.

Semua sudah ditata dan didesain oleh dewan guru dengan susunan kepanitian kegiatan pondok Ramadhan mulai dari materi, guru yang mengisi dan imam sholat. Meskipun di madrasah sudah terbiasa dengan kegiatan mengaji dengan tahfidz, ini tetap diterapkan dan dilakukan dengan pendampingan masing-masing guru tahfidznya. Harusnya, saya hari ini tidak ada jadwal di kelas untuk materi tetapi tetap harus masuk untuk mengisi menggantikan guru yang tidak masuk. Ok tetap semangat niati ibadah dan menyampaikan materi bab puasa di kelompok 5, kelas atas putri A. Terdiri dari sembilan siiswa putri, campur dari kelas 4A, 4B, 5 dan 6. Semua dibagi dengan adil.

Semua anak-anak dibagi menjadi enam kelompok. Putra dan putri di pisah. Anak-anak terlihat semangat di hari pertama ini, semoga sampai kedepannya tetap semangat. Sebab nanti ada evaluasi di akhir kegiatannya. Mengingat kegiatan ini juga bagian dari kegiatan belajar mengajar dan salah satu bentuk ibadah maka harus sungguh-sungguh kita mengikutinya.

Puasa di bulan Ramadhan ini jangan dijadikan alasan untuk bermalas-malasan. Artinya apa, semua waktu yang ada harus kita pergunakan sebaik mungkin. Betul tidur itu ketika puasa adalah bentuk ibadah, tetapi bukan terus menerus tidur dan melupakan kewajiban dan tanggung jawab. Jadi mari tetap semangat beraktivitas, tetapi jangan sampai di vorsir.

Kelas 1 putra-putri


Minggu, 03 April 2022

Ramadhan 1443 H



Alhamdulillah, ucapan syukur tiada henti bertemu dan menjalankan di bulan yang penuh berkah, penuh dengan kesucian dan ampunan telah datang. Tak terasa sudah malam kedua di bulan Ramadhan ini. Banyak doa agar semua sanak saudara, teman kaum muslimin muslimat tetap sehat sehingga bisa menjalankan dan meningkatkan segala bentuk ibadah di bulan istimewa ini.

Banyak dari kita kadang semangat di awal, di tengah sampai di ujung bulan istimewa malah kita kendor atau cenderung menurun. Hal ini harua kita perhatikan, sebab Ramadhan tidak hanya hevoria diawal saja. Namun, sejatinya menjadi insan yang lebih baik dalam sisi ketaqwaan terhadap Sang Khaliq adalah yang utama, dan dilihat setelah bulan Ramadhan ini telah terlewat.

Faktor utama yang lain adalah kesehatan. Kita tahu hikmah puasa salah satunya menyehatkan, tetapi menjaganya sejak awal akan lebih baik. Seperti misalnya, balas dendam ketika berbuka puasa pertama, karena cuaca sangat panas, terik otomatis pasti haus. Apalagi aktivitas yang dilakukan sangat banyak. Minum air dingin atau es sebanyak-banyaknya, hal ini tidak baik. Kalai kata orang Jawa di badan bisa "nglemboni" atau lebih letih.

Terlebih lagi saat shalat tarawih bisa gumoh. Jangan berlebihan, secukupnya saja agar badan serta pencernaan kita tidak kaget. Semangat dan selamat menjalankan ibadah di bulan yang sangat mulia ini. Dan mohon maaf lahir batin apabila banyak sekali kekhilafan. 

Jumat, 01 April 2022

Pernahkan Menjadi Bendahara?


Diantara kita semua pasti sudah pernah menjadi bendahara. Maka sudah tidak asing, jika ada kata bendahara. Sebutan bagi orang yang mengatur suatu keuangan dalam sebuah perkumpulan, lembaga, instansi atau organisasi. Bendahara akan sangat diperlukan dalam struktur keorganisasian bahkan dalam pengurus harian. Namun, apakah kita faham akan jobdis yang sesungguhnya.

Belajar menjadi bendahara sejak dini dari masa di madrasah ibtidaiyah sampai kepada organisasi besar, saya belajar banyak hal. Dari uang sedikit yang dikelola sampai uang besar, saya merasakan bahwa tanggung jawabnya luar biasa. Seratus perak saja, kita harus berani mengganti jika memang kurang. Hati-hati, ketelitian, ketegasan dan kedisiplinan harus benar-benar diterapkan.

Menjadi bendahara perlu juga mempelajari management keuangan. Mengatur yang sedemikan rupa, agar pengeluaran, kebutuhan, keperluan harian atau jangka panjang akan tetap rapi dan terpenuhi. Lalu mempelajari suatu anggaran dasar, pemasukan dan pengeluaran yang teradministrasi dengan baik. Artinya, bisa dimengerti, difahami tidak hanya diri sendiri, artinya dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan fakta jika memang ada audit atau evaluasi.

Fenomena yang ada kadang bendahara diidentikkan dengan orang yang pelit dan sulit. Bagi orang yang kurang faham, istilah itu akan sangat melekat jika banyak ditemui kejanggalan yang tidak sesuai harapannya. Pelit, jika bukan kebutuhan orang banyak, uang akan sulit keluar itu wajar. Tetapi, kalau sudah bagian dari hak orang lain, tapi masih sulit mengeluarkan itu bendahara yang amat sangat perlu belajar.

Job diskription dalam setiap struktur itulah harus benar-benar kita ketahui dan fahami.  Semua mempunyai aturan atau SOP. Jika tidak punya, minimal dengan hasil musyawarah akan melahirkan kemufakatan bersama. Jangan semena-mena jika menjadi bendahara, memegang uang banyak, tapi lupa cara memberikan hak orang lain dengan tepat waktu. Toh, uang yang dipegang bukan milik pribadi, mengapa harus sulit untuk keluar?

Menilai seorang bendahara jangan diingatnya pelitnya atau sulitnya saja. Ketepatan mengatur, cara bersosial, serta memperlakukan orang lain juga perlu diperhatikan. Memang bukan perkara mudah melayani banyak orang yang pikiran serta opininya berbeda. Oleh sebab itu, jika suka menilai bendahara pelit, coba saja gantikan, siapa tahu yang mengatakan demikian itu lebih baik. 

Hindari keras kepala menjadi bendahara, sulit menerima kritik dan saran, itu kurang baik. Sekalipun tidak menjadi bendahara, kadang masukan orang lain sebagai bahan instrospeksi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...