Jumat, 31 Maret 2023

April Aries




Bulan April istimewa dengan segala ceritanya. April selalu membuatku bahagia. Selain bulan kelahiran, saya juga mengidolakan dan orang-orang yang menjadi inspirasiku yang ternyata beliau-beliau lahir di bulan April juga.

Misalnya salah satunya Ibu kita Kartini sosoknya 21 April istimewanya tahun ini bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri. Bulan April dengan bintang Aries, memiliki segala keunikan sendiri. Karakternya memiliki karakter yang unik, mental yang luar biasa.

Saya menyimpan video pendek untuk bulan April, yang intinya bulan istimewa. Di mana karakter bulan kelahiran April, memiliki kepribadian yang tangguh, kemauan yang kuat, ramah, pemaaf dan bijaksana. Rasanya video ini sebagai pengingat, bahwa yang lahir bulan April, jangan sampai kau pesimis, artinya terus semangat untuk menjadi yang lebih baik.

Selain itu, ada salah satu ilmu "niteni" atau tanda dari Kyai Maimun Zubair. Beliau mengatakan "titeni ya cung, angger wulan April nyekel duit, alamat setahun nghowo duit, iki ora ono kitabe nanging kena gawe titenan" artinya ingatlak nak jika kamu setiap bulan April, mempunyai uang, maka setahun akan memiliki uang juga, hal ini tidak ada kitabnya, tapi bisa buat tanda". Memang ini terjadi sebab, di bulan Maret biasanya adalah musin panen, sehingga hasil panen bisa dibuat pemasukan untuk setahun. 

April tahun ini menjadi berlipat ganda bahagianya. Di bulan April tahun 2023 juga merupakan bulan Ramadhan, dimana sepuluh hari pertama Rahmat, di tanggal satu April. Sepuluh hari kedua Ramadhan sebagai maghfiroh di bulan April sampai sepuluh hari ketiga bulan Ramadhan. Sepuluh hari ketiga ini yang dimana malam-malam ganjil semua umat Islam berebut malam Lailatul Qodar. Kemudian sampai di Hari Raya Idul Fitri 1444 H. Subhanallah

Semoga bulan April membawa keberkahan atas segalanya. Dan menjadi lebih bermakna, manfaat dan barokah semua yang kita jalani. Jangan lupa untuk selalu bersyukur. Selamat Bulan April.

Cinta Menulis Jangan Hambar



Mencintai dan dicintai memiliki makna yang saling. Jika memiliki rasa cinta maka teruslah untuk memupuknya. Seperti halnya cinta dengan menulis. Rasanya akan jatuh cinta dengan rasa yang membara sehingga apapun itu ditulis. Apakah hal demikian salah? Tentu tidak. 

Berbeda dengan cinta yang hambar, tidak memiliki rasa. Hanya sepi dan sebatas pikiran serta prasangka. Sama halnya dengan menulis jika sudah buntu apa yang akan di tulis, rasanya ditinggal begitu saja. Tanpa di tengok kembali. Ibarat anak muda memiliki cinta yang hambar sehingga sebatas "apel" atau lewat rumahnya sudah tak sudi.

Sampai kapan cinta itu bersemi? Sepanjang hayat, menulis pun jika bisa dilakukan, lakukan sepanjang hayat. Tidak berhenti begitu saja jika sudah melahirkan sebuah buku. Melainkan, terus menerus melakukannya.

Bagaimana dengan kualitas cinta? Bagaimana dengan kualitas tulisan? Tidak perlu berfikir berat tentang kualitas. "Witing Tresno Jalaran Soko Kulino". Jika sudah terbiasa, rasa sayang itu pasti tumbuh. Menulis jika sudah terbiasa, kualitas menulis juga akan mengikuti.

Rasa cinta itu alami. Diawali dengan rasa suka sehingga saling menyayangi akhirnya sampai terikat untuk saling memiliki. Menulis akan membawa kepada keberkahan tersendiri. Modalnya lakukan dan yakini dan terus cintai. Sampai pintu-pintu keberkahan dan kebaikan terbuka sendiri. 

Tetaplah Semangat



Segala yang direncakan akan bagian dari sebuah cita-cita. Kadang untuk meraihnya  rintangan dan kesulitan selalu menghampiri. Bukan untuk berhenti meraihnya, justru kencangkan sabuk untuk terus berjuang menggapainya.

Allah memang adalah Maha Penentu atas segala yang terjadi. Namun, kita tidak pernah tahu sebetulnya didepan apa yang menanti dari sebuah perjuangan kita. Rasanya menyemangati diri sendiri, mencintai dan sayang kepada mental kita itu sangatlah penting. Sebab, dari situlah muncul nilai syukur yang tiada tara. Bukan sebuah kewajiban juga membahagiakan para penonton dari kehidupan kita. Sehingga tidak perlu sibuk mencari muka.

Allah Maha Mengetahui yang terbaik buat kita. Dan setiap orang memiliki waktu masing-masing. Seperti layaknya sebuah buku pada setiap bab pada buku, partnya tidak sama dan halamannya pun juga demikian. Lalu mengapa repot sekali mengomentari dan ikut campur kehidupan orang lain.

Tetaplah semangat, tunjukkan dirimu yang terbaik dengan segala prestasi dan karya. Jangan sesekali berfikir untuk menyerah. Kepalkan tangan bahwa setiap kehidupan yang kau jalani indah. 

Rabu, 29 Maret 2023

Ramadhan Adalah Waktu Untuk “Menggodok”

 


Ramadhan adalah waktu untuk “menggodok” segala hawa nafsu yang dimiliki oleh manusia. Tidak hanya lapar dan dahaga. Puasa juga merupakan api yang akan bisa membakar keinginan bahkan pikiran duniawi.

Ramadhan waktu dan kesempatan kita untuk berkhidmah menjadi manusia dengan hati yang baik. Segalanya diawali dengan baik, kondisi yang lapar akan membakar segala keinginan. Dan dikerumuni dengan rasa prihatin. Menahan segala rasa lebih terhadap duniawi.

Selain itu dalam kesehatan bayangkan saja, jika dalam satu tahun tidak pernah puasa baik sunnah maupun Ramadhan. Sistem pencernaan yang kita miliki betapa kotornya. Sisa-sisa makanan dan kerak yang menempel pada setiap organ pencernaan, kita tidak pernah tahu. Memang hanya melalui pemeriksaan dokter kita tahu. Bahkan setiap hari yang kita lakukan seperti sistem ekskresi pun misalnya buang air kecil atau air besar. Kerak segala makanan masih ada.

Maka pada puasa Ramadhan inilah juga waktu untuk membersihkannya. Bukan hanya untuk jiwa atau batiniah saja, puasa Ramadhan juga sebagai momen untuk mencuci bersih sistem pencernaan yang kita miliki. Dibuktikan dengan panasnya badan ketika dahaga dan haus itu melanda, sebetulnya sistem pencernaan itu memang sedang bekerja untuk membersihkannya. Hal ini sangat menepis bahwa puasa membuat orang lemas bahkan membuat orang tak sehat.  

Bulan Ramadhan ini bulan yang sangat mulia. Waktunya untuk “dhepe-dhepe” mendekatkan kepada Allah. Rasanya semua bulan ingin Ramadhan agar istimewa-istimewanya terus mengalir. Seperti sepukuh hari pertama adalah rahmat. Sepuluh hari kedua aladah maghfiroh atau ampunan. Sepuluh hari ketiga adalah dihindarkan dari apai neraka. Belum lagi dimalam ganjil sepuluh hari terakhir akan ada malam Lailatul Qadar.

Semoga bulan ini menjadi berkah bagi semuanya. Dan menjadikan kita manusia yang lebih baik dalam segala hal. Dan jangan jadikan bulan ini yang sia-sia. Optimalkan ibadahnya kencangkankan sabuk untuk menahan segala nafsu. Semangat untuk kita semuanya.

Kisah Santri Bernama Arsya Demi Ilmu Yang Manfaat

 


Sebagai santri atau murid bahkan mahasiswa sekalipun pada muatan materi atau mata pelajaran tertentu pasti akan menemukan sebuah kesulitan. Entah kesulitan sebab dari keilmuannya atau memang dari diri sendiri yang kurang belajar. Atau dari guru yang menyampaikannya kurang bisa di mengerti. Pada siswa yang ekstrim ada rasa kurang cocok dengan guru. Ini berbahaya, mengingat kedudukan kita sebagai murid.

Yang sangat perlu diingat adalah bagaimana peran guru yang kedudukan guru. Guru tidak boleh dipersalahkan pada muatan ilmu. Bila guru itu sekiranya ada kesalahan itu suatu pahala. Sebab dilihat bagaimana kemuliaan seorang guru dengan segala keilmuan yang dimiliki dan beliau berikan kepada semua muridnya. Sekalipun pengetahuan atau wawasan kita yang lebih luas, saya tekankan bahwa tetap wajib untuk ta'dzim kepada beliau-beliau.

Secara tidak langsung saya belajar dari seorang mahasiswa, katakan namanya adalah Arsya. Saya sadari betul bahwa tidak semua mahasiswa akan cocok dengan dosennya. Namun, Arsya sudah memiliki benteng bagaimana menjaga akhlaknya. Selalu tawadhu', sopan dan santun. Selain sebagai kewajiban apapun yang diperintahkan dan ditugaskan oleh dosen tersebut dijalankan dengan baik. Meskipun hasilnya memang belum maksimal sebab ia masih dalam proses belajar.

Uniknya si Arsya tersebut, sebetulnya memiliki wawasan yang sangat luas. Namun, lebih banyak diam jika berhadapan dengan salah satu dosennya. Memang pada karakter dosen atau guru memiliki cara tersendiri menyampaikan materinya. Entah apa yang terjadi di mata kuliah yang diampu oleh dosen tersebut, satu kelas terlihat tegang dan lebih pasif.

Sebetulnya pasif itu bisa diartikan beberapa. Pertama sebetulnya mereka tahu tapi tidak ingin berbicara sebab menghargai. Pasif kedua lebih kepada perasaan "ya sudahlah". Ketiga ketika mencoba aktif, tapi malah dicecar dengan banyaknya pertanyaan sehingga mereka seperti cari aman saja.

Apakah yang dimaksud dosen itu saya? Tentu bukan, saking Arsya itu sangat ta'dzim ia memiripkan dosen tersebut dengan idolanya dalam lagu gambus yang lagi viral. Dengan slogannya "Ya Salam" siapa lagi kalau bukan Pak Muqadam. Mengapa Arsya menanamkan hal demikian? Agar ia tetap senang dengan mata kuliah tersebut dan tetap senang dengan karakter dosen tersebut. Selain itu, agar tidak bosan, tidak mengantuk dan tetap semangat mengikuti kuliah. Saya rasa hal ini sah saja, sebab demi kebaikan dan tujuannya juga baik.

Senin, 27 Maret 2023

Peran Buku Laporan Kegiatan Ramadhan


Buku laporan kegiatan anak-anak madrasah ketika Ramadhan adalah salah satu stimulus untuk mereka agar semangat melaksanakan ibadah di bulan suci ini. Selain itu, buku laporan Ramadhan juga sebagai alat untuk memonitoring mereka di kegiatan bulan Ramadhan. Misalnya setiap kali selesai sholat fardhu, sunnah, tadarus dan tarawih, mereka harus mengisi lembar laporan tersebut, dengan dibubuhi sebuah tanda tangan.

Pada kegiatan tadarus yang bertanda tangan adalah orang yang membimbing atau menyimak, sekalipun hanya tiga sampai lima ayat mereka tetap harus menuliskannya. Kemudian pada kegiatan tarawih juga demikian.

Mereka semangat sekali ketika berangkat sholat tarawih. Mereka Sholat tarawih tidak lupa membawa buku laporan tersebut. Ketika selesai mereka menghampiri imam untuk meminta tanda tangan. Mereka yang duduk di madrasah saya berfikir semua akan jujur dan sesuai fakta.

Ternyata di lapangan membuktikan. Beberapa dari mereka tidak meminta tanda tangan pada setiap kali menyelesaikan kegiatan-kegiatan tersebut. Melainkan di rapel alias minta tanda tangan langsung tiga puluh hari. Padahal hari ini masih puasa ke enam. 

Selanjutnya ada yang ditandatangi ayahnya sendiri. Padahal fakta di lapangan kadang ayahnya belum tentu jadi imam. Ada juga anaknya di rumah tapi buku laporan kegiatan Ramadhannya yang membawa dan meminta tanda tangan ke imam adalah ibunya. Di sinilah peran orang tua dirumah sangat diperlukan. Selain buku sebagai alat monitoring. Sebagai orang tua dan guru ketika di sekolah harus bisa memberikan makna nilai-nilai kejujuran.

Misalnya orang tua bisa mengontrol dan memeriksa apakah benar, yang telah di tulis putra-putrinya. Lalu guru pun ketika di sekolah, kalau tidak bisa setiap hari untuk memeriksa, setidaknya dua hari sekali atau tiga hari sekali memeriksa dan bertanya. Misalnya mengapa tidak pernah melakukan kegiatan Ramadhan, kendala yang dihadapi atau memang anak tersebut di rasa butuh motivasi khusus. Itulah serba serbi bagaimana peran buku laporan kegiatan Ramadhan.

Dzikir

 



Sekalipun Hanya Lisan

Tetaplah Kau Basahi

Dengan Selalu MenyebutNya


Memang Belum Sukmamu

Belum Juga Kepada Ruhmu

Masih Sebatas Di Lisanmu


Lalu Apa Lagi Alasannya

Untuk Tidak Kau Ajegkan

Dzikir Menyebut NamaMu


Dzikir Kan Mengantarkanmu

Bil Lisan Bil'Aql Bil Qolb 

Sampai Bil Ruh


HasbunaAllah Wani'mal Wakil

Ni'mal Maula Wani'manNasir

WalaaHaula Walakuwwata Illabillahil'aliyyil'Adzim

Perang Kata




Jika Hanya Sekedar Bahasa Kalbu

Tanpa Adanya Tindak Sesuatu

Hanya Kamu dan Tuhanmu Yang Tahu


Sekalipun Hanya Setitik Cinta

Sekedar Mengagumi MakhlukNya

Beranikan Mengungkapkannya


Entah Justru Diterima Atau Sebaliknya

Sebelum Rasa Itu Pergi

Menjadi Bekas Yang Selalu Menyakiti

Minggu, 26 Maret 2023

Tasbih Digital


Anak-anak memang adalah peniru ulung.  Sebagai guru, apalagi ditingkat sekolah dasar, harus memberikan contoh yang baik. Sekalipun dengan tutur kata. Menggunakan Bahasa Indonesia atau Bahasa Jawa Krama itu juga akan berbekas kepada peserta didik.

Itu masih satu poin tentang pembiasaan dalam membetuk karakteristiknya. Cara berpakaian bahkan aksesoris yang kita gunakan juga berpengaruh. Kita sering menggunakan kaos kaki maka peserta didik pun akan menirunya. Kita menggunakan jam tangan pun mereka juga akan memakainya. Seperti bulan-bulan ini maraknya anak-anak di madrasah menggunakan tasbih digital.

Awal pertama mereka sempat saya tanya. Mengapa memakai tasbih digital dan fungsinya untuk apa. Ironinya mereka tidak tahu fungsinya. Bahkan dari jawaban mereka ada yang unik? Salah satunya adalah meniru Bu Filza dan untuk bermain. Tasbih digital mereka miliki lebih cantik dan berwarna-warni.

Di sela-sela itulah saya mencoba untuk mengenalkan kepada mereka tasbih digital dan fungsi yang tepat. Bukan sebagai alat main atau hanya trend meniru gurunya. Salah satunya adalah untuk dzikir. Dzikir atau mengingat Allah. Apapun kalimat dzikirnya terserah kita bisa berupa istighfar, tasbih, tahmid, sholawat, hauqolah dan takbir.

Penggunaan tasbih digital ini sebagai dzikir yang artinya sebagai pengingat bahwa manusia apapun kondisinya tetap lemah. Dengan mengingat Allah, apapun yang terjadi atas kehendaknya membuat hati lebih tenang. Sekalipun dalam keadaan yang tidak aman atau kurang menguntungkan. Utamanya adalah keadaan apapun harus bisa bersyukur.

Mengenalkan hal demikian kepada anak memang terasa tidak mudah. Mungkin bagi mereka maknanya terlalu dalam. Tetapi hal ini penting, ketimbang mereka membawa dan memakai tasbih digital hanya sebagai mainan. Lalu bergurau dan mengatakan hal kasar hal ini menurut saya meminimalisir.

Perlu juga digaris bawahi orang yang menggunakan tasbih digital juga bukan untuk riya' atau pamer apalagi bergaya. Jadi mari tata hati kita luruskan niat. Jangan sering melihat orang dari sudut pandang negatif. Berhusnudzonlah atau berbaik sangkalah kepada siapapun. 

Sabtu, 25 Maret 2023

Berbuka Puasa Dengan Menu Sederhana




Berbuka Puasa dengan menu rumahan, masakan Umi tiada tanding. Saya hanya berperan sebagai asisten dapur, hehehhe. Apalagi moment awal Ramadhan ini semua keluarga berkumpul. Adik An'im yang kuliah di Malang pun Alhamdulillah pulang. Rasanya syukur berlipat-lipat Alhamdullillah.

Semua diberikan kesehatan. Menu sederhana yang tidak mahal, hasil kebun sendiri sayur bayam bobor dan menu wajib sambal tomat serta krupuk sungguh nikmat. Teh hangat dan jus alpukat dari hasil kebun sendiri menjadi pelengkap menu berbuka kali ini.

Saya yang bertugas menyiapkan segalanya. Mengambilkan nasi di masing-asing piring. Menyeduhkan teh hangat di masing-masing gelas. Memastikan semua lauk dan sayur di meja makan. Lalu meja makan tersebut bersih serta kursi lengkap sesuai jumlah anggota keluarga. Moment ini sungguh nikmat yang luar biasa.

Ramdhan selalu kami rindu dengan segala keberkahannya serta hikmah-hikmah di dalamnya. Kesempatan ini harus kita syukuri dan hendaknya sering dilakukan. Meskipun hanya sekedar ngobrol dan diskusi kecil. Keluarga yang saling menghangatkan, menyayangi, kompak bahkan permasalahan apapun bisa kita diskusikan.

Kegiatan-kegiatan yang akan datang sudah mulai aktif, meskipun porsinya jamnya terkurangi hendaknya juga tidak mengurangi momen bersama keluarga. Begitu juga ketika ada kesempatan berbuka dengan teman, sahabat bahkan kerabat. Semoga Ramadhan tahun ini kita lebih baik dan semakin bermakna. 

Khotmil Quran With Putra Putri Yatim Mandiri

 





Ramadhan 1444 H, tepat di Ramadhan pertama Alhamdulillah mendapat kesempatan di acara Khotmil Quran di kantor cabang. Bersama santri putra putri pilihan di masing-masing sanggar. Rasanya haru dan bahagia. Mereka yang diberikan kesempatan emas dalam membaca Al Quran secara bergilir dan bergantian. Secara tidak langsung membawa nama baik sanggarnya masing-masing.

Acara dimulai pukul dua siang. Acara dibuka dengan nonton bareng pembukaan resmi di kantor pusat. Lalu di kantor cabang ini dibuka oleh Pak Alwi, selaku kepala staf kantor. Peserta yang terkumpul sekitar dua puluh empat santri dengan masing-masing pembinanya enam orang.

Ini kali pertama mendampingi mereka. Beberapa kendala yang kami hadapi adalah santri-santri cenderung malu untuk mengeluarkan suara yang keras ketika mengaji. Entah sebab efek puasa atau malu, padahal sudah menggunakan pengeras suara, namun tetap saja. Tetapi, hal ini saya meyakini sebagai proses belajar.

Selain Khotmil Quran, kami juga berjamaah sholat Ashar dan Magrib. Dilanjutkan dengan penutupan dan buka bersama. Menu pembukanya adalah kolak kacang hijau. Lalu sholat jamaah maghrib dan dilanjutkan makan besar dengan menu ayam bakar. Wajah santri-santri sangat sumringah ketika sudah berkumandang adzan maghrib. Ada yang melanjutkan makan dan ada yang setelah jamaah maghrib harus pulang, sebab jarak rumah yang terlalu jauh.

Semoga acara ini membawa keberkahan bagi semuanya. Dan terus semangat dalam menghatamkan Al Quran ketika tadarus di rumah. Selain mendapatkan kolak dan nasi kotak ayam bakar, mereka juga mendapatkan bingkisan dan uang saku. Mereka yang menyandang putra putri yatim adalah pilihan Allah dan kita harus menyayanginya. Jangan sampai menghardik apalagi menelantarkan mereka. Jika belum bisa membantu, janganlah menyakiti. Ingat sabda Rasulullah bahwa "kedudukan anak yatim kelah seperti jari telunjuk dan jari tengah beliau". Mari, terus berbuat baik dan niatkan untuk mendapatkan RidhoNya.

Kamis, 23 Maret 2023

Catatan Sore


Saya memandang hanya orang yang tidak terhormat yang minta dihormati, artinya gila hormat. Ini bahaya sekali, bagaimana tidak bahaya jika tidak bisa menahannya. Tidak semua orang yang baru tahu tentang kita, apalagi baru kenal, kita memaksanya untuk menghormati, semua ide seakan harus disetujui.

Artinya apa? Kedudukan semua manusia itu sama. Tidak ada pembeda apalagi status sosial. Yang membedakan hanya sisi ketaqwaan kita kepada Allah. Apapun itu, jika menggabungkan banyaknya pikiran serta ide harus melalui diskusi atau musyawarah.

Sekalipun ide serta gagasan dari kita, tidak masalah jika diungkapkan di sebuah forum. Namanya ide tak semuanya efektif, pendapat atau sanggahan dari berbagai sudut pandang orang lain perlu. Lalu bagaimana jika dalam forum, sudah usul dan berpendapat tapi tidak mendapat respon? Maka berbesar hati dengan berlapang dada saja. Setidaknya idemu sudah kamu sampaikan dengan baik, tanpa menyinggung siapapun. Tujuannya pun juga baik. 

Catatan sore ini membuat saya menjadi belajar menjadi manusia itu harus bisa fleksibel. Fleksibel dalam artian harus bisa "cuek" tidak suka terbawa perasaan. Fleksibel dalam arti harus bisa menempatkan diri dimana saja kita berada.  Luas pikirannya dalam melihat suatu permasalahan. Tidak cepat menyimpulkan dengan sudut pandang kita sendiri. 

Selasa, 21 Maret 2023

Hamed Uye

 


Melalui teman saya, dia mendengarkan lagu sholawat dengan gaya yang berbeda. Awalnya saya penasaran sebab tidak pada umumnya genre. Artinya bagi saya ini sangat baru. Betul saja genre pada sholawat tersebut adalah regge. Unik sekali memang, ternyata sangat enak di dengarkan. Cocok dengan karakter teman saya satu ini, unik tapi kadang-kadang aneh juga.

Kemudian saya tanya siapa penyanyinya, dia adalah Hamed Uye. Hamed Uye selain di channelnya sendiri juga pernah di channel Fairuz. Pada channel Fairuz ternyata vocalisnya adalah kakak kelas saya, di pondok Darul ‘Ulum yakni Mas Asif. Beliau dari zaman aliyah memang jadi iconnya gambus MA Unggulan Darul ‘Ulum. Kalau dulu personilnya ada Mas Mendhofa, Mas Lintang, Mas Didik dan Mbak Burhan itu yang saya ingat. Mas Asif hari ini juga menjadi salah satu guru du MA Unggulan Darul ‘Ulum. Mas Asif juga ada di salah satu videonya dengan Hamed Uye.

Intinya saya menjadi mengidolakan Hamed Uye meskipun mendadak suka, dan baru beberapa karya yang saya tahu di genre regge ini. Setahu saya di genre regge, hanya lagu pop yang bisa dibuat genre regge. Ternyata shoalwat pun juga bisa dan sangat enak untuk didengarkan. Keren, jika tidak percaya buktikan saja dengarkan memalui laman pencarian Youtube anda dengan kata kunci “Hamed Uye”.

Genre musik kurang lebih akan membawa pada reaksi hati kita. Suasana dan perasaaan yang di rasakan relate dengan pilihan lagu. Jika dipilihan genre regge ini akan membawa kepada degupnya hatimu untuk suasana yang terus menyenangkan. Sebaliknya, pilihan genre di lagu yang galau dan sendu, tentu akan lebih membuat dan mendorong lebih galau. Kurang lebih itu yang saya rasakan.

Semua pilihan genre dan jenis lagu itu memang hak setiap orang. Bahkan lagu yang menggunakan bahasa asing sekalipun. Mau yang Bahasa Jawa, Korea, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, Mandarin semua kembali kepada selera. Perlu diingat ketika mendengarkan lagu Timur Tengah yang menggunakan Bahasa Arab, belum tentu itu adalah liriknya bertajuk sholawat, sehingga jangan sampai salah kaprah.

Terima kasih untuk teman yang unik sudah memberikan rekomendasi lagu sholawat bertajuk regge “Hamde Uye”. Genre-genre selanjutnya rekomendasi dari anda, akan saya tunggu. Semoga bermanfaat dan salam semangat.

Hari Yang Istimewa




Alhamdulillah, kesempatan yang diberikan Allah sangat luar biasa. Hari ini dengan niatan ibadah dan belajar bersama, menjadi pemateri di Pondok Pesantren Ngunut. Tepatnya di unit SMA Islam Sunan Gunung Jati Putra.

Saya sangat mengucapkan terima kasih banyak atas kepercayaan Bapak Kepala Sekolah yakni beliau Bapak Zamah, lalu di program unggulan literasi ada Bapak Fauzi. Dan semua Bapak/Ibu guru sekaligus santri putranya. Tidak ada kata lain selain Masyallah, Subhanallah istimewa betul.

Ketika acara opening oleh Mc, qori lalu dibuka dengan perwakilan kepala sekolah yakni Bapak Pembina Osis, semua audience istimewa. Benar-benar diuji mentalnya. 

Apalagi dalam satu forum itu hanya saya yang perempuannya. Sorakan khas santri putra sungguh luar biasa. Salah satunya ketika pembacaan biografi, Mc salah menyebutkan kata itu responnya luar biasa. "Cie....cie...cie" mengundang tawa. Kalau Mc dan sebagai pengisi acara ini belum memiliki mental baja, menghadapi peserta atau audience yang hampir seratus lima puluh, tentunya akan membuat keringat dingin bahkan bisa jadi lemas kaki.

Tema di materi hari ini tentang "Pemuda Santri Harus Berkarya" salah satunya karya tersebut melalui literasi. Literasi itu tidak hanya menulis. Namun, kegiatan literasi bisa dimulai dengan membaca, menyimak, menulis dan berbicara. Banyak orang bingung memulai menulis dari mana. Padahal mereka pernah diberikan tugas dengan kata lain sedikit "dipaksa" membuat cerpen juga terealisasi. Bahkan karyanya sangat bagus-bagus sekali.

Motivasi-motivasi yang saya berikan juga berdasarkan dari guru dan dosen sekaligus berangkat juga dari pengalaman pribadi. Mereka yang bertanya juga akan mendapatkan buku. Hal ini sebetulnya sebagai tanda bukti tahaddus bini'mah. Berbagi dengan hasil karya kita itu sungguh membuat bahagia yang luar biasa. Selain hal itu, membuat pengingat bahwa jika sudah berani berbicara maka harus dikencangkan istiqomahnya dalam menulis.

Terima kasih untuk hari ini yang sangat luar biasa. Saya berdiri di sini hari ini, juag tidak lain atas manfaat dan barokah menulis. Dan itu selalu saya yakini, bahwa menulis itu perjuangan yang selalu akan membawa kepada keberkahan.

Tetap semangat 

Bahagianya Jagong Bayi


Kabar bahagia membuatku juga ikut merasakan sangat bahagia. Salah satunya jagong bayi, entah bahasa baku dalam Bahasa Indonesianya apa, intinya menjenguk bayi. Mungkin daerah lain juga memiliki bahasa yang berbeda seperti "tilik bayi".

Rasanya membayangkan bagaimana bungahnya atau bahagianya ketika bayi yang dikandung seorang ibu kurang lebih sembilan bulan lahir dengan sehat dan selamat. Sehingga banyak saudara, kerabat, teman semuanya juga merasakannya direalisasikan dengan jagong bayi. Banyak sekali tradisi-tradisi ketika bayi lahir dilakukan bahkan masih dalam kandungan. Saya mungkin tidak akan membahas hal tersebut. 

Saya menulis tentang jagong bayi, dalam hati kecil selalu berdoa "Gusti,,,, mugi-mugi dalem inggal njenengan paringi amanah meniko". Amin amin amin. Dibalik senyum bercengkrama dengan ayah dan ibu bayi membuatku selalu bersyukur "Alhamdulillah, Subhanallan, Masyallah" betapa indahnya dan bahagianya.

Hari ini jagong bayi sedikit berbeda, tiba-tiba cucuran air mata itu mengalir deras. Kolega-kolega dosen, teman dekat membuat haru biru atas kebaikan doa-doanya. Kemudian selalu diberikan kesempatan ketika jagong bayi untuk sekedar memangku menggendong si bayinya. Ah,,,,rasanya indah sekali. Memang urusan hal ini saya sedikit cengeng. Menulis ini saja, tidak terasa basah penuh air mata.

Setiap kali jagong bayi atau acara pernikahan selalu semangat dan penuh dengan bungah/bahagia. Seperti memberikan energi positif kembali. Dan mengingatkan bahwa ibadah yang sangat luar biasa itu memang di rumah tangga. Istri berbakti pada suami. Istri menjadi ibu yang merupakan madrasah pertama nantinya dari putra putrinya. 

Perlu diingat, bahwa amanah putra atau putri itu hak prerogatif Allah SWT. Manusia hanya wajib berusaha dan ikhtiar doa sekencang-kencangnya. Kadang manusia lain belum memahaminya, pertanyaan atau hanya sekedar pernyataan tentang hal tersebut jika tidak ditata sedemikian rupa cukup membuat sensitif. Begitu juga dengan momen atau situasi dan kondisinya.

Belum menikah di cukup usia bukanlah suatu aib. Begitu juga dengan usia pernikahan yang menurut hitungan manusia itu sudah lama, belum memiliki momongan. Allah memberikan jalan kepada makhlukNya sesuai kehendakNya. Maka jangan lupa terus bersyukur. Husnudzon berbaik sangka kepada Allah. Pejuang garis dua, tetap semangat, ikhtiar terus jalan, jangan pernah merasa sendiri apalagi hina. Kita masih punya Allah tenang, di syukuri, dijalani dan dinikmati.

Sabtu, 18 Maret 2023

Terlalu Manis

 



Senyumnya Tak Bisa Terlupakan

Gigi Gingsulnya Yang Khas

Sorot Mata Yang Tajam

Melirik Saja Rasanya Menjadi Peringatan

Langkahnya Tak Pernah Ragu

Ketegasan Dalam Setiap Keputusan


Tak Suka Berbelit

Tembakan Selalu Dia Lepaskan

Sadar Diri Membuatnya Percaya Diri

Sering Tak Hiraukan Kekurangan

Hanya Demi Kebaikan Dan Kesuksesan


Terlalu Manis Senyumnya

Untuk Orang Dicintai

Terlalu Manis Tuturnya

Untuk Orang Tersayang

Hanya Untuk Terkasih

Yang Selalu Ada Dalam Dekapan

Jarum Pentul


Cerita jarum pentul, memberikan kesan tersendiri. Bagaimana seorang insan yang masih buta atas rasa. Bersemai dengan hanya sebatas senyuman. Jauh terhalang oleh jarak dan waktu.

Perbedaan yang selalu menjadi persoalan. Berdiri tegak atas rasa batin yang membelenggu. Jika persoalan pantas dan tidak, rasanya hanya pemilikNya yang mengetahui. 

Hanya sebatas mengidolakan dan mengagumi tetap saja tidak mampu memiliki bahkan mustahil terjadi. Di atas dia hanya melihat seklebat tanpa memperhatikan. Dan setelah itu lupa bahkan tak peduli. Sedang yang menjadi penonton berseru berebut  memanggil namanya, demi agar mendapatkan kesempatan untuk sekedar dilihat atau dilirik saja.

Baru kusadari, kumpulan jarum pentul yang berwarna-warni tetaplah jarum dan tajam. Akan menyakitkan jika tidak bisa menggunakannya. Cantik memang warnanya, tapi juga tetap bisa menusuk, jika kasar perkataannya.

Warna-warni di kumpulan jarum pentul, akan dipilih sesuai dengan keinginan. Apakah hijau yang menghidupkan, apakah merah yang memberanikan apakah biru yang justru mendinginkan semua rasa. Semua terkumpul satu kotak, dilihat dan secara random memilih atau terpilih.

Keberadaan jarum pentul untuk kelangsungan kebaikan segala yang dilakukan. Harusnya menjadi perekat kedua perbedaan agar semakin selaras untuk di lihat. Misalnya, untuk mengunci jilbab. Berjilbab, berias dan berhias untuk berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Gegara jarum pentul yang tajam membuat tulisan ini menjali nglantur entah kemana arahnya. 

Jumat, 17 Maret 2023

Good looking and privilege

 



Dua hal yang sering digaungkan oleh beberapa orang dari sudut pandang fisik. Misalnya dalam dunia pendidikan, kerja, percintaan bahkan kehidupan sosial sehari-hari. Ketika sebagian orang mengatakan bahwa tampan dan cantik adalah relatif, memang tidak salah. Namun, sepertinya boleh kita dalami konteksnya. Ada sebuah quotes mengatakan bahwa setiap perempuan itu cantik, cantik di bidangnya masing-masing dan istimewa. Beberapa kelompok orang juga mengatakan cantik fisik lebih utama dibandingkan dengan keterampilan yang dimiliki.

Wajib kita syukuri, jika Allah memberikan keadaan fisik yang sempurna dan sehat. Kemudian rasa syukur tersebut ditandai dengan selalu menjaga dan memberikan perawatan yang terbaik. Hal ini sah-sah saja, bahkan jika memang dianggap masih kurang, demi tampil lebih percaya diri dirawat sedemikan ekstranya. Ini adalah keadaan fisik. Sebegitu kita pedulinya, lalu bagaimana dengan keterampilan dan kompetensi yang melekat pada fisik tersebut? Sudahkah sesuai atau malah berat sebelah?

Belajar dari pengalaman, kalau bahasa sekarang seperti Body shaming, dianggap yang memiliki berat badan yang lebih itu kurang menarik. Sehingga dalam suatu pertemanan dianggap tidak populer bahkan dianggap kurang pantas di komunitas tersebut sampai menjadi bahan ejekan. Padahal kita tahu, bahwa good looking atau penampilan fisik bukan satu-satunya modal untuk lebih berprestasi. Jika memang memiliki good looking dan memiliki sebuah privilege setidaknya harus memiliki sikap, diantaranya:

a)   Tawadhu’

b)   jauh menyadari, mengenali diri sendiri dari sisi kelemahan dan kelebihan yang dimiliki

c)    menyadari dan faham betul keadaan fisik bukan segalanya

d)   fair dalam artian jangan memanipulasi orang lain hanya sebab memiliki privilege malah tega mengambil keuntungan yang akhirnya merugikan orang lain

Di sinilah muncul kembali rasa toleransi, menghargai dan menghormati kepada siapapun. Menanamkan bahwa semuanya istimewa dalam pertemanan, persaudaraan apapun. Siapapun kita semuanya adalah istimewa sesuai, di bidangnya masing-masing dan saling melengkapi. Cantik dan tampan bahkan kaya pun juga tidak menjamin. Sehingga apa yang membuat rasa “paling” itu muncul. Astaghfirullahal’adzim

Mari senantiasa belajar menjadi manusia yang lebih bijak. Mensyukuri atas segala yang telah dimiliki. Dan paling penting adalah jangan lelah untuk terus berbuat baik, sekalipun wajah tak secantik yang dipikirkannnya. Memberi dukungan dan saling memotivasi untuk meraih tujuan yang lebih baik. Sekali lagi good looking dan previlege bukan satu-satunya penentu kesuksesan.

Kamis, 16 Maret 2023

Hasil Diskusi Tentang Buku Dan Rencana Menerbitkannya

 



Beberapa teman dosen di suatu kesempatan diskusi tentang buku dan penulisan. Salah satu dari kami memang memiliki karya yang sudah tidak diragukan. Buku yang sudah terbit sudah tak terhitung. Maka sangat cocok dengan jabatannya kali ini, yang bergulat di bidang penulisan dan penelitian.

Kami melihat beberapa penerbit dan berdasarkan pengalaman yang dirasa ada kelebihan dan kekurangan di penerbit tersebut. Lalu paling utama adalah teknik serta biaya yang harus dikeluarkan. Jika penulis memiliki karya berupa tulisannya, maka berhak menentukan dan memilih penerbit untuk karyanya. Beberapa poin yang saya tangkap, salah satunya dalam memilih penerbit adalah mengutamakan kenyamanan dan kesesuaian dengan konsep yang kita inginkan.

Kemudian dijelaskan kembali oleh kawan saya, bahwa penerbit juga memiliki hak untuk menolak atau belum menerima naskah yang kita miliki, hal ini bisa terjadi oleh beberapa faktor. Bisa terkait isi yang menurut mereka kurang atau yang lainnya. Namun, sebagai penulis dari naskah harusnya, tidak perlu patah semangat untuk mencari penerbit yang cocok.

Memilih penerbit yang berkualitas juga akan membantu buku kita akan menjadi lebih berkualitas. Sebab, dalam proses penerbitan sendiri pasti akan melalui editing dan layouting. Selanjutnya, ada tahap pemasaran yang dilakukan. Pemasaran ini, sebetulnya juga tergantung dengan penulis, bisa dengan bantuan penerbit atau penulis itu sendiri yang melakukannya.

Diskusi tentang ini sangat menarik, bertukar pengalaman saling memberikan informasi. Paling penting dalam penerbitan adalah tentang pembiayaan atau dana yang harus dikeluarkan. Misalnya tujuan utama untuk diperjual belikan. Di tujuan ini, kita juga seharusnya faham dengan sistem royalti yang di bangun antara penulis dan penerbit. Tetapi juga ada tujuan menerbitkan buku sebagai dokumentasi pribadi dinikmati karya untuk kalangan tertentu kolega, keluarga dan dilingkungan kerja.

Selanjutnya adalah memilih penerbit yang terpecaya dan memastikan waktu yang telah disepakati antara penerbit dan penulis kapan buku bisa jadi. Intinya bangun komunikasi yang baik dengan penerbit, misalnya terdapat kekurangan atau ketidak sesuaian di awal bisa mengajukan komplain. Itulah diskusi-diskusi kecil yang saya dapatkan dari mereka. Mari, terus semangat menulis. Mustahil akan terbit menjadi sebuah buku, tanpa diawali dengan praktek menulis. Kuncinya Istiqomah dalam menulis. Yuk Bisa Yuk 

Rabu, 15 Maret 2023

Tanda Seru (!)



Bahasa yang tertulis, tidak bisa melahirkan sebuah bunyi. Jika tanpa dibaca, suatu kalimat tidak terlihat makna yang dimaksudkan. Maka disitulah penggunaan tanda baca sangat penting. Misalnya tanda titik (.), koma (,), tanda tanya (?), tanda seru (!), tanda petik ("), tanda titik dua (:), penggunaan huruf besar dan seterusnya.

Pada pembahasan kali ini lebih kepada peran tanda seru (!). Pada tanda seru (!) memberikan penekanan dan perintah yang wajib. Misalnya pada pesan yang tertera di Whats'Up terhiasi dengan tanda seru (!). Memberikan makna penegasan. Kalau bahasa gaulnya "bleyer".

Padahal sebetulnya isi dari pesan tersebut biasa saja. Sebab tanda seru (!) terdeteksi bahwa si pengirim pesan terlihat marah dan seakan wajib di turuti. Selain itu tanda seru (!) memberikan aksen kesungguhan bahkan ketidak setujuan terhadap suatu pembahasan. Memang jika kita lihat, tanda baca satu ini unik, bisa jadi menggambarkan watak dan gaya berbicaranya orang tersebut. Bisa jadi, keinginan pengirim pesan memberikan makna biasa, namun untuk pembaca memberikan makna berbeda, sebab adanya tanda seru (!) Apalagi ditulis secara dobel, misalnya ditulis dua (!!) bahkan tiga (!!!).

Kemudian banyaknya tanda koma (,) ketika pembahasan soal tertentu, dinilai banyak permintaan. Padahal kita menggunakan tanda koma (,)  memberikan sebuah penjabaran dan penjelasan agar keterangan yang kita sampaikan benar-benar jelas. Tetapi, semua itu kembali kepada konteks isi yang telah di bahas. 

Sering sekali, dalam pesan singkat dikirim melalui WA menggunakan bahasa yang non baku. Bukan suatu masalah sebetulnya, tinggal melihat dengan siapa kita komunikasi atau mengirim pesan tersebut kepada siapa. Bahasa teman dekat, sejawat, bahkan seumuran tentu jauh berbeda dengan bahasa yang kita gunakan kepada seseorang yang kita mulyakan dan  hormati entah suami, orang tua, guru atau dosen. Hal ini terlihat sepele, namun penting sekali kita perhatikan.

Selasa, 14 Maret 2023

Mataku Sembab




Milik Hati Ini

Atas KuasaNya Aku Menyadari

Bukanlah Yang Sempurna

Bukan Juga Menjadi Tuntutan Mereka


Namun Benar Saja

Urusan Satu Ini 

Aku Menjadi Sangat Sensitif

Padahal Semua Atas KehendakNya


Jangan Kau Sentuh

Berbagai Sudut Pandangmu

Sudah Kuakui Tak Akan Sempurna Sosokku

Bukan Juga Perbandingan Atas Skalamu


Aku Hanya Pelaku TadirNya

Atas Semampuku MenjalaniNya

Segala Usaha Nan Ikhtiar Sepenuhnya

Jalan Hidup Setiap Orang Berbeda


Biarkan Sembab Mata 

Air Mata Berbicara

Aku Dan Tuhanku Yang Tahu

Segala Yang Terbaik Untukku

Minggu, 12 Maret 2023

Masih Terus Belajar To Good Public Speaker

 



Menjadi public speaker sebetulnya sudah dimulai sejak dini. Seperti halnya dalam proses belajar mengajar ada sesi untuk presentasi dan sebagai pendidik juga menjelasakan muatan-muatan materi. Itu sebetulnya juga modal untuk menjadi public speaker. Perbedaanya audience atau penontonnya. Jika yang dihadapi di luar sekolah adalah masyarakat yang lebih luas dan menggunakan alat pengeras suara atau microphone.

Membawa microphon tidak hanya sekedar membawa, namun bagaimana mampu memanfaatkan microphone tersebut dengan baik. Beberapa kesempatan untuk menjadi pembawa acara, pembicara, tentu tidak hanya modal suara seperti layaknya penyanyi. Tehnik-tehnik dalam memandu, membacakan acara, mengolah vocal suara juga harus dikuasai. Selain itu, hal utamanya adalah bagaimana membentuk dan mempunyai mental untuk menghadapi banyaknya penonton atau audience.

Mulai dari Mi, SMP menjadi petugas pembaca acara resmi, semi formal bahkan non formal pun seperti ledang, kegiatan karnaval selalu diminta guru untuk mengikuti. Ternyata hal-hal seperti itu adalah modal belajar dan bekal untuk pengalaman. Ketika di pesantren adalah waktu untuk mengembangkannya salah satunya rajin mengikuti seminar, diklat master of ceremony dan praktek di berbagai kesempatan misalnya pada saat muhadhoroh, dibaan, khitobah dan beberapa kompetisi. Awalnya juga berfikir untuk apa, ternyata kemanfaatannya baru terasa di kemudian hari.

Saya masih sangat ingat guru saya di SMP Negeri 1 Ngunut Alm. Bapak Muhaimin beliau dalam suatu kesempatan berkata dengan saya “Ojok wedi opo maneh isin untuk belajar, duweni suara kayak awakmu kuwi kudu dipoles, supaya luweh luwes”  kurang lebih artinya jangan takut apalagi malu untuk belajar, suara yang kamu miliki harus dikembangkan agar lebih bagus. Sehingga apapun yang dijalani kini adalah sebuah proses untuk terus belajar. Kesempatan yang ada untuk belajar, tugas yang ada dikerjakan dengan baik dan selalu berusaha semaksimal mungkin.

Jika ada cibiran dan komentar merupakan hal wajar. Tidak perlu risau justru menjadi cambuk atau motivasi agar lebih baik dalam segala hal. Mental yang dipunyai pun agar tetap kuat. Kalau Bahasa Jawanya “tidak mudah ceklekan” intinya akan santai untuk menghadapi. Namun, bukan juga gila panggung, atau gila microphone. Misalnya seakan jika ketemu alat tersebut harus ada suara kita. Intinya tetap harus pinter-pinter nyeleh awak. Jangan sampai juga sebaliknya, dengan alat pengeras suara “phobia”. Solusinya adalah latihan dan latihan.

Jumat, 10 Maret 2023

Junudun Mujannadan



Merasakan suasana sefrekuensi dengan teman, sahabat atau saudara rasanya di hati menetramkan. Kadang-kadang saking sefrekuensinya dengan tatapan mata saja sudah terbaca dan bahkan tertawa terlebih dahulu. Bahkan ketika dongkol atau kecewa namanya sefrekuensi, kadang hanya cukup diam beberapa menit lalu sudah kembali normal seperti biasa.

Pada momen yang sama, saya mengikuti doa bersama beliau Bapak Zamahsari, Kepala SMA Gunung Jati Pondok Pesantren Ngunut. Beliau baru pulang dari ibadah umrohnya. Di Rabu sore setelah kuliah semua mengikuti doa bersama. Setelah doa bersama, beliau bercerita pengalamannya di tanah suci. Salah satunya tentang Junudun Mujannadan.

Beliau menjalankan ibadah umroh masih dua kali. Di umroh pertamanya beliau bercerita pengalamannya. Begitu juga di umroh kedua ini, pengalamannya tak kalah indahnya. Salah satu yang saya tanggap tentang Junudun Mujannadan. Apapun yang terjadi jika sudah dihendaki Allah dan telah dituliskanNya. Pasti akan bertemu, beliau bercerita diantara jutaan bahkan ratusan juta jamaah umroh di Makkah di setiap kesempatan beliau bertemu dengan kawan yang sama-sama mustahiq di Pondok Ngunut. Rasanya sungguh keajaiban. Ketika jamaah di Masjid juga bertemu bahkan di toiletpun juga bertemu dan mengatakan "Alhamdulillah, bertemu kembali".

Itulah namanya junudun mujannadan, sebaliknya jika tidak cocok mau diapakan saja, tetap tidak cocok. Istilahnya dari sononya sudah ditakdirkan tidak cocok. Dari sinilah saya belajar bahwa memang manusia jika tidak cocok mau diapakan tetap tidak cocok. Namun yang menjadi catatan utamanya adalah harus tetap bersikap baik. Setidaknya jika tidak bisa sefrekuensi, tetaplah baik dengan saling menyapa. 

Kita tidak tahu bahwa suatu saat pasti membutuhkan orang lain. Jangan terlalu menutup diri dan melabelkan diri bahwa lebih baik dari orang lain. Naudzubillah. Sehingga jatuhnya sering menyendiri dan tidak membaur dengan teman, tetangga bahkan saudara. Boleh menjadi orang pendiam. Tapi jangan menjadi orang yang antisosial. 

Keep Fighting 

Juara 2 Tingkat Kabupaten Cabang Lomba Khitobah Bahasa Arab Putri





Khitobah Bahasa Arab, bukan hal baru bagi Habibah siswa kami. Dia sering mengikuti ajang kompetisi bidang ini. Porseni yang sudah tak terhitung, dari belum mendapat juara sampai kali ini dia mendapat kesempatan di tingkat Kabupaten. Bukan hal mudah dalam menjalani prosesnya,  mendampingi dan membimbing dia.

Tentu kita belajar dari pengalaman demi pengalaman. Tidak hanya di bidang bahasa Arab, tiga bahasa sekaligus kami pelajari dan selalu berusaha dan berupaya secara maksimal untuk bagaimana menjadi dan menampilkan yang terbaik di berbagai kompetisi. Saya masih teringat betul bahwa "semua tidak akan diraih tanpa perjuangan". Sehingga barang siapa ingin berprestasi dan berkembang lebih, tentu harus berjuang. Misalnya latihan tanpa bosan, ketika di kritik tentu harus siap.

Ketika tidak dipedulikan, biar saja anggap orang seperti itu iri. Bahkan ketika latihan tampil di depan ditertawakan sebab lupa. Bagi saya sebagai pelatih itu sangat wajar, yang perlu dipertanyakan adalah yang tertawa itu bisa tidak, untuk berdiri di depan orang banyak. Memang menjadi pembicara atau membawakan sebuah pidato bukanlah hal yang mudah.

Beberapa kendala yang saya temui ketika khitobah Bahasa Arab kali ini, salah satunya adalah kesohihan teks. Saya harus kembali mengulang dan mengingat-ingat ulang tentang kedudukan nahwu shorof. Alhamdulillah syukur tiada tara persiapan kali ini saya dipertemukan banyak teman yang membantu di kampus STAI MAS, yang sudah expert di bidangnya. Membantu membetulkan beberapa harokat yang dirasa kurang benar.

Lomba Porseni Kabupaten Tulungagung, diselenggarakan di MIN 5 Tulungagung di sana upacara pembukaan dan penutupan pembagian hadiah. Lalu untuk cabang-cabang lomba sudah di plot sesuai tempatnya. Untuk bidang khitobah tiga bahasa di Mi Buntaran. Alhamdulillah pertolongan-pertolongan Allah selalu tepat, meskipun harus bolak balik mengambil nomer serta registrasi dengan suasana panas cerah tetap semangat. Sebab dari awal kami yakin, kami juara.

Di tingkat Kabupaten ini, saingannya cukup ketat. Yang sudah dikirim di Kabupaten adalah benar-benar sudah pilihan. Hampir peserta yang mengikuti lomba memberikan tampilan-tampilan terbaiknya. Benar-benar membuat haru.

Doa yang tiada putus dari awal sampai akhir. Meskipun Habibah belum mendapatkan Juara 1 dan belum mendapatkan kesempatan di tingkat Provinsi. Prestasi ini patut diacungi jempol. Semua bekerja keras untuk mendapatkan yang terbaik, baik orang tuanya, anaknya sendiri dan pembimbingnya. Dan ini pertama kali sejarah bagi lembaga mendapatkan juara 2 di tingkat Kabupaten bidang khitobah Bahasa Arab. Yang sebelumnya selalu di bidang tahfidz tapi masih juara harapan.

Semoga tahun depan lebih meningkat prestasinya. Dan memotivasi adik-adiknya untuk lebih baik lagi. Jangan cepat puas, terus berjuang tingkatkan prestasi dan tetaplah rendah hati. Keep Fighting and Congratulation. 

Kamis, 09 Maret 2023

Pengalaman Yang Luar Biasa Kedua Ndereaken Beliau Kembali






Sabtu, 4 Maret 2023 kedua kalinya saya dan tim PMB STAI MAS bisa ndereaken Romo Yai. Kali ini bersama beliau K.H Muhson Hamdani Wakil Ketua 1 Bidang Akademik STAI MAS sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Ngunut Sunan Kali Jaga. Beliau juga merupakan Tanfidziah NU Tulungagung.  Kali ini bertepatan di MAN 2 Tulungagung beliau juga salah satu komite di sana. Sebelum sosialisasi, kami mengikuti istighotsah dan sosialisasi assessment madrasah bersama kepala MAN 2 Bapak Muhammad Dhofir, M.Pd dan para wali murid dan semua kelas dua belas. Dan muidzohnya beliau yang mengisi.

Kami memang berbeda mobil, namun kami sampai di lokasi secara bersamaan. Langsung menuju masjid. Dan kami mengikuti serangkaian acara dengan baik. Ketika selesai istighotsah dan ditutup dengan doa oleh beliau. Kami mempersilahkan semua kelas dua belas yang awalnya ada di lantai dua untuk turun. Dan kami diberikan waktu sekitar empat puluh lima menit maksimal. Setelah itu kami buka acara sosialisasi yang bertugas menjadi MC adalah saya dan setelah itu langsung sambutan beliau. Kurang lebih isinya tentang STAI MAS mengenalkan kepada siswa siswi di MAN 2 Tulungagung. Keterangan lebih rinci disampaikan oleh Bapak Rianto, selalu sekretaris program studi MPI.

Ada Bu Fahma dan sekaligus satu mahasiswa kami yang kemana-mana selalu kami ajak adalah Rahmat. Agar turut serta sekaligus membantu dan belajar dan diharapkan mendapatkan pengalaman. Potret mahasiswa sekaligus mahasantri dan cara berpakaiannya dan akhlaknya. Alhamdulillah acara lancar. Dan setiap di akhir sesi kami membuka pertanyaan dan kami berikan cindera mata.

Perlu diingat, bahwa STAI MAS adalah satu-satunya kampus berbasis pesantren. Sehingga sebutan mahasiswa mungkin sudah biasa, kalau di STAI MAS otomatis juga menjadi mahasantri. Semoga barokah selalu, dan tetap semangat semuanya. 

Pelajaran hari ini adalah rasa syukur yang tiada tara, sekaligus bangga bisa menjadi keluarga besar STAI MAS. Dan diberikan kesempatan untuk belajar berproses ini. Semoga selalu mendapatkan berkah dan barokah poro Romo Yai. Amin 

Pengalaman Yang Luar Biasa Ndereaken Beliau










Di kesempatan yang indah, bahagia penuh haru saya diberikan Allah untuk ndereaken beliau. Ini adalah kesempatan langka sekaligus menjadi pengalaman yang luar biasa.  Ndereaken Romo Yai Pengasuh Pondok Pesantren Ngunut, Ketua STAI MAS Almukarom K.H Muhammad Fathurrouf Syafi'i. Kami diberikan kesempatan di hari Jum'at, 3 Maret 2023 dengan beliau untuk mengenalkan kampus berbasis pesantren yakni STAI MAS di MAN 1 Tulungagung.

Di dalam mobil, ada sopir yang dari mahasiswa kami, bernama Rohmat, lalu ada Kaprodi IAT Bapak Arifin dan saya. Sepanjang perjalanan ada beberapa hal yang dibahas  oleh beliau. Kami posisi sebagai santri, otomatis penuh tawadhu' dan lebih menjaga diri sangat. Pertama, tentang sedikit revisi di materi sosialisasi. Beliau dengan kekhasan juga bercanda, sopir kami posisi mahasiswa sekaligus alumni pondok, Alhamdulillah sangat bisa menyesuaikan.

Lalu, beliau bercerita bagaimana di jalan raya. Perbincangan dengan topik "SIM" bisa diartikan surat izin mengemudi atau surat izin menikah. Beliau dengan wibawanya dan bijaksana penuh dengan ketawadhu'an bercerita dengan senyum kecilnya. Lalu beliau juga bercerita proses tolabul'ilminya mulai S1, S2 dan S3 yang sedang beliau tempuh.

Beliau bercerita setiap proses tolabul'ilmi. Bersama Profesor ketika dikelas harus bisa menempatkan diri, artinya profesional. Kemudian beliau bercerita, ketika merintis "babat" dengan lembaga baru, itu harus dilandasi dengan perjuangan dan semangat. Berapapun santri yang dimiliki di awal, percaya dan yakini saja, insyallah akan menjadi besar nantinya. Di hari itu, saya sangat bersyukur sekaligus terharu bagaimana tidak, seorang santri saya yang penuh kefakiran ilmu ini, satu mobil dengan beliau Kyai besar, guru sekaligus panutan kami semua. Berharap mendapat barokah dari beliau dan mugi-mugi beliau senantiasa diberikan kesehatan. 

Amin

Rabu, 08 Maret 2023

Saya Masih Terus Belajar



Perjalanan hidup Filza, sampai detik ini, Filza bukanlah sosok manusia yang sempurna. Perjalanan hidup setiap orang tidak akan sama. Termasuk sosok manusia seperti saya.

Saya meyakini ini adalah berkah, berkah dan barokah atas segala do'a orang-orang sekeliling adalah anugerah. Filza tidak akan seperti ini jika tanpa do'a. Kekuatan do'a tidak perlu di ragukan lagi, terutama dari orang tua. Umi dan Abah, Ibuk dan Bapak adalah kekuatan tersendiri. Berdiri tegak dengan segala proses yang telah dilalui baik yang sudah terlewati dan yang akan datang. 

Saya juga pernah membaca bahwa jimat yang ampuh adalah doa kedua orang tua. Oleh sebab itu, betapa bersyukurnya kepada Allah masih diberikan orang tua lengkap yang sehat, dan semoga berikan umur panjang dan barokah sehat selalu. Lalu, bagaimana untuk yang sudah ditinggalkan, maka kesempatan baginya untuk menunjukkan bagaimana menjadi anak sholih sholihah dengan tak lekang oleh waktu mendoakannya.

Ah, menulis hal ini menjadi haru biru. Entah mengapa rasanya saya yang dulu sampai saat ini, adalah buah doa dari Umi dan Abah, serta para kyai dan guru kami. Seperti kemarin, setiap bertemu guru entah dikesempatan apapun kepada beliau guru baik dari RA, Mi, SMP, bahkan Guru di pesantren sampai para Romo Yai, selepas beliau doakan dan diberikannya nasihat, selalu meneteskan air mata. Selalu terngiang nasihat beliau. Bahkan beliau  mendoakan secara khusus ketika di tanah suci Makkah dan Madinah. Ini membuat saya sesenggukan menangis mengamininya.

Saya juga meyakini, tanpa kita meminta doa pun, tetap beliau-beliau pasti mendoakan yang terbaik bagi kita. Namun perlu disadari, tidak semuanya memiliki kesempatan, kemurahan yang sama. Bisa dikatakan kesempatan langka dan kehormatan tertentu bagi santri, murid bisa didoakan secara khusus.

Maka, tidak ada suatu alasan untuk "adigang adiguno" apalagi naudzubillah "congkak", "sok". Maka harus pintar-pintar menempatkan diri. Saya pribadi, sangat sangat berterima kasih salam ta'dzim kami kepada semua poro kyai, guru. Mugi-mugi pinaringan sehat panjang umur dan barokah. Ampun lelah-lelah mengingatkan saya. Saya masih dan masih terus belajar.

Senin, 06 Maret 2023

PARFUM BAGIAN DARI JARIAH KEBAIKAN

 



Berangkat dari pengalaman pribadi, pada suatu hari dalam forum diskusi besar yang awalnya sangat nyaman di tempat duduk dan mengikuti diskusi tersebut. Kemudian, tiba-tiba dari satu orang mengatakan bahwa mencium bau tidak sedap. Entah dari mana sumbernya. Tentu saja, saya pun juga membau aroma yang sama.

Awalnya tidak percaya dengan bau tersebut, sebab namanya bau atau aroma itu tidak berupa wujud, tapi bisa dirasakan. Yang paling kuat aroma tersebut adalah di saya. Otomatis saya juga mengeluhkan dengan beberapa teman. Sampai-sampai saya mengambil frescare untuk mengaburkan aroma tersebut.  Saya dan teman saya mencoba mencari sumber aroma tersebut.

Sempat yang membuat lucu adalah teman yang duduk di samping saya, memcium baju dan krudung saya. Sambil berkata keras “kita pakai parfum kok”. Semua di forum diskusi tersebut menjadi melihat. Memang baunya tidak seperti aroma mohon maaf kotoran atau kentut, tapi lebih kepada aroma bau badan.

Dari peristiwa ini saya menjadi sadar bahwa aroma yang tidak sedap justru sangat menggangu konsentrasi. Kedua betapa pentingnya parfum dalam kehidupan. Parfum akan menjadi kebutuhan pokok dalam hidup, sebab memberikan aroma enak juga bagian dari shodaqoh. Sehingga, yuk lebih memperhatikan aroma kita sendiri, dengan cara minimal jangan lupa menggunakan parfum.

Salam semangat

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...