Setiap sektor kehidupan pasti akan berbicara mutu mulai dunia bisnis, pemerintahan, sistem pendidikan dan yang lainnya. Kita tahu pengertian "mutu" secara bahasa di Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah suatu ukuran baik buruk suatu benda; kadar; taraf atau derajat. Kalau dalam bahasa Inggris "quality". Mutu menurut saya akan lebih mudah dimaknai dengan kualitas.
Yang menjadi pertanyaan selama ini "apakah sudah bermutu?". Saya sangat tergelitik melihat fenomena yang ada, kepemimpinan di dunia pendidikan. Biasanya, masyarakat menilai jika sekolah bermutu umumnya dimaknai bahwa lulusannya baik, gurunya baik, segala fasilitasnya ada dan baik, gedung, kelas, segala ekstrakulikuler berjalan dan pembinanya baik, juara setiap lomba-lomba dan lain sebagainya. Tidak cukup sampai di sini.
Kepemimpinan juga akan sangat berpengaruh dalam menentukan mutu pendidikan di suatu lembaga. Bayangkan saja, diibaratkan seorang nahkoda, yang mengendarai kapal laut, yang tahu arah dan tujuan berlabuh untuk mengantarkan para penumpang. Jika nahkoda tersebut tidak tahu arah dan tujuannya, dia hanya mengikuti arus gelombang laut, akan terkatung-katung lebih lama di laut, bahkan tidak bisa menepi di pelabuhan. Oleh karena itu, kepemimpinan akan sangat berpengaruh dalam menentukan mutu atau kualitas suatu pendidikan.
Perlu kita tahu, mutu pendidikan juga mempunyai banyak indikator. Banyak pendapat dari ahli pendidikan mengutarakan indikator mutu pendidikan. Salah satunya adalah menurut Husaini Usman yang di dalam buku Management, Teori Praktik dan Riset Pendidikan, ada tiga belas karakteristik dalam indikator pendidikan, diantaranya:
1. Kinerja (perfoma), berkaitan dengan aspek fungsional sekolah
2. Waktu Ajar (time liness), seleaai dengan waktu yang wajar
3. Handal (reliability), usia pelayanan prima bertaham lama
4. Daya Tahan (durability), tahan banting
5. Indah (asetetics)
6. Hubungan manusiawi (personal interface), menjunjung tinggi nilai moral dan profesionalisme
7. Mudah menggunakannya (easy of use) sarana dan prasarana yang dipakai
8. Bentuk Khusus (feature) keunggulan tertentu
9. Standart Tertentu (conformance to specification), memenuhi standar tertentu
10. Konsistensi (consistency), keajegam, konstan atau stabil
11. Seragam (uniformity)
12. Mampu Melayani (service ability), memberikan pelayanan yang baik
13. Ketepatan ( accuracy), tepat dalam pelayanan
Mutu pendidikan juga dapat dilihat dari proses dan produknya. Maka di sinilah pentingnya sebuah input. Kemudian dalam proses, bagaimana menciptakan suasana belajar yang bermakna, sehingga peserta didik dapat menggali, mengeksplore segala potensi yang mereka punya. Dan utamanya adalah melahirkan lulusan yang benar-benar bermutu dalam ilmu pengetahuan, agama secara seimbang.
