Senin, 28 Februari 2022

Mutu


Setiap sektor kehidupan pasti akan berbicara mutu mulai dunia bisnis, pemerintahan, sistem pendidikan dan yang lainnya. Kita tahu pengertian "mutu" secara bahasa di Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah suatu ukuran baik buruk suatu benda; kadar; taraf atau derajat. Kalau dalam bahasa Inggris "quality". Mutu menurut saya akan lebih mudah dimaknai dengan kualitas.

Yang menjadi pertanyaan selama ini "apakah sudah bermutu?". Saya sangat tergelitik melihat fenomena yang ada, kepemimpinan di dunia pendidikan. Biasanya, masyarakat menilai jika sekolah bermutu umumnya dimaknai bahwa lulusannya baik, gurunya baik, segala fasilitasnya ada dan baik, gedung, kelas, segala ekstrakulikuler berjalan dan pembinanya baik, juara setiap lomba-lomba dan lain sebagainya. Tidak cukup sampai di sini.

Kepemimpinan juga akan sangat berpengaruh dalam menentukan mutu pendidikan di suatu lembaga. Bayangkan saja, diibaratkan seorang nahkoda, yang  mengendarai kapal laut, yang tahu arah dan tujuan berlabuh untuk mengantarkan para penumpang. Jika nahkoda tersebut tidak tahu arah dan tujuannya, dia hanya mengikuti arus gelombang laut, akan terkatung-katung lebih lama di laut, bahkan tidak bisa menepi di pelabuhan. Oleh karena itu, kepemimpinan akan sangat berpengaruh dalam menentukan mutu atau kualitas suatu pendidikan.

Perlu kita tahu, mutu pendidikan juga mempunyai banyak indikator. Banyak pendapat dari ahli pendidikan mengutarakan indikator mutu pendidikan. Salah satunya adalah menurut Husaini Usman yang di dalam buku Management, Teori Praktik dan Riset Pendidikan, ada tiga belas karakteristik dalam indikator pendidikan, diantaranya:

1. Kinerja (perfoma), berkaitan dengan aspek fungsional sekolah

2. Waktu Ajar (time liness), seleaai dengan waktu yang wajar

3. Handal (reliability), usia pelayanan prima bertaham lama

4. Daya Tahan (durability), tahan banting

5. Indah (asetetics)

6. Hubungan manusiawi (personal interface), menjunjung tinggi nilai moral dan profesionalisme

7. Mudah menggunakannya (easy of use) sarana dan prasarana yang dipakai

8. Bentuk Khusus (feature) keunggulan tertentu

9. Standart Tertentu (conformance to specification), memenuhi standar tertentu

10. Konsistensi (consistency), keajegam, konstan atau stabil

11. Seragam (uniformity)

12. Mampu Melayani (service ability), memberikan pelayanan yang baik

13. Ketepatan ( accuracy), tepat dalam pelayanan

Mutu pendidikan juga dapat dilihat dari proses dan produknya. Maka di sinilah pentingnya sebuah input. Kemudian dalam proses, bagaimana menciptakan suasana belajar yang bermakna, sehingga peserta didik dapat menggali, mengeksplore segala potensi yang mereka punya. Dan utamanya adalah melahirkan lulusan yang benar-benar bermutu dalam ilmu pengetahuan, agama secara seimbang.

Minggu, 27 Februari 2022

Rutinan Istima'ul Quran Ahad Wage

 


Rutinan Istima'ul Quran  Ahad Wage adalah program muslimat ranting Mirigambar. Di program ini salah satunya sebagai mewadahi para hafidzah-hafidzah Quran yang ada di desa Mirigambar. Lalu tujuan utama tetap melestarikan, menyerukan kalam Allah yakni Qur'an. Di Mirigambar terdapat Pondok Pesantren Al Quran, dengan pengasuh Bapak Subangi, dan Ibu Umi Fatroyah. Maka sebagian pesertanya juga santri dari pondok tersebut. Santri-santrinya tidak lain putra putri yang kebanyakan dari desa Mirigambar sendiri.

Hari ini kebetulan bertempat di Masjid Baitul Amin, Mirigambar utara. Ba'da subuh sudah di bacakan kirim arwahnya. Kemudian sekitar jam tujuh lebih seperempat kami mulai untuk mengaji bilghoib. Dan saya berkesempatan untuk membaca juz satu. Penyemak masih sekitar empat orang dari jamaah setempat. Grogi, pasti sebab ini kali pertama saya mengikuti kegiatan ini, kemudian Bu Nyai Umi Fatroyah datang. Semakin siang yang menyimak semakin banyak. Terjadi, tiba-tiba hilang, saya membaca di halaman berapa, tulisan di otakku sudah ambyar. Kemudian saya mencoba tenang, dan menemukan kembali ayat yang benar, meski harus mengulang.

Alhamdulillah, acara berjalan dengan lancar. Alhamdulillah satu juz terlampaui, mbak-mbak santri baru datang sekitar pukul delapan. Sehingga juz dua yang membaca adalah Ibu Nyai Umi Fatroyah, baru mbak-mbak santri. Kemudian juz tiga putrinya ketiga dari Bapak modin Mahfudz ketua Anshor ranting Mirigambar, namanya Ayu. Kemudian, terus para santri, bergantian ada lima mbak santri. 

Mental dan niat mengaji bilghoib, benar-benar harus dijaga dan di tata. Lalu penuh dengan konsentrasi, di sini saya banyak belajar bagaimana memanage hal itu semua. Lalu, harus banyak nderes agar tetap lancar. Tidak apa-apa salah, itu wajar, namun harus tetap berbenah untuk selanjutnya.

Acara selesai pukul dua belas siang, di tutup dengan tahlil dan doa dipimpin oleh ibu ketua muslimat ranting Mirigambar, iya beliau ibu saya sendiri, Hj. Dzurrotin A'yun. Lalu sholat berjamaah dhuhur dan ramah tamah. Saya sangat senang mengikuti kegiatan ini. Semoga kita semua mendapat syafaat, manfaat dan keberkahan Al-Qur'an. Aminn

Salam semangat



Sabtu, 26 Februari 2022

Naik Wahana Yang Ada Di Blitar Park


Siapa yang sudah berkunjung di Blitar Park? Tempat wisata ini terhitung masih baru. Saya juga baru pertama berkunjung di sini. Tempatnya sangat mudah untuk di akses. Kalau dari arah Tulungagung, langsung saja menuju ke arah terminal Blitar, kalau dulu ada tempat wisata Herlingga, ada pertigaan ke kanan lurus saja. Akses menurut saya yang mudah untuk di tandai. 

Tiket masuknya masih terhitung sangat terjangkau, kalau dengan rombongan malah lebih enak. Kemarin, di kertas tiket saya tertulis 35.000 kemudian setelah pulang, parkir bus besar hanya 20.000. Kami masuk sekitar pukul sebelas, keluar dari lokasi sekitar pukul 15.30. Waktunya sangat panjang, saya menggunakan kesempatan itu untuk mengenal lebih jauh tempat wisata baru ini.

Hal-hal yang perlu di perhatikan, jika di tempat wisata baru ini setelah masuk jika tidak ada brosur peta, carilah papan peta yang besar dan fotolah. Kemudian, tentukan wahana apa saja yang akan dituju. Jika tidak demikian, kita akan kebingungan arah dan mencoba menerka-nerka wahana apa saja yang akan kita naiki. Perlu diingat aturan di tempat wisata ini, jika masuk tidak boleh membawa jajan/snack, yang boleh di bawa hanya air minum. Sebab di dalam sudah banyak outlet-outlet makanan yang bermacam-macam meskipun harganya berbeda dengan biasanya.

Nah, peta yang ada di Blitar Park, bisa di lihat sebagai berikut:


Semua peserta dibebaskan menuju wahana apa saja, saya bersama kelompok anak-anak yang besar, ada Atina, Mifta, Azki, Vresil. Wahana pertama kali kita naiki adalah Octopus, sejenis biang lala, tapi ada tangan-tangan gurita yang diisi satu orang tapi bisa juga dua kemudian di putar-putar ke atas kebawah. Sepertu biasa naik wahana, berteriak akan menghilangkan rasa takut kita, dan itu saya lakukan. 

Ini foto naik Octopus.


Wahana yang saya naiki kedua adalah Dragon Coster, ini juga cukup menegangkan di putar-putar belok-belok naik turun, lebih seru dan lebih kencang teriakannya, tapi tidak sempat berfoto. Selanjutnya, kami naik wahana kora-kora, di wahana ini hampir semua guru-guru ikut. Jadi satu rombongan lebih seru lagi, kita diayunkan ke kakan dan kiri awalnya pelan tapi lama kelamaan semakin kencang. Pesan dari operatornya, jika mual bisa lihat ke atas, menatap langit dan teriak. Namun, tetap ada yang mual dan akhirnya muntah. 

Di belakang saya, adalah wahana Kora-kora


Kemudian, naik lagi di wahana sepeda air, seperti wahana sebelum-sebelumnya kita harus antri. Saya naik wahana sepeda air bersama Bu Zahro'i. Harusnya, cukup satu putaran, tapi wahana ini sangat nyaman, kita sempat putar dua kali. Setelah dari wahana sepeda air, kita sholat di mushola di sana. Mushola yang ada masih kecil, karena masih proses pembangunan, sehingga sempat antri.

Wahana Sepeda Air Bersama Bu Zahro'i


Nah, saya terakhir nih naik wahana yaitu Go Cart, seperti becak terbang di ketinggian, tapi sebenarnya itu sudah jalan tanpa harus kita kayuh. Namun, butuh keseimbangan setir itu belok, jika kita tidak seimbang memutar dan ngawur, kita akan pusing, sebab sepedanya bisa berlawanan arah dengan jalurnya. Saya naik wahana ini dengan mas Fatir. Sangat-sangat seru, hanya saja cuaca pada waktu itu cukup panas dan terik, sehingga sempat pusing karena kepanasan. 

Naik Go Cart, diatas ketinggian

Kamis, 24 Februari 2022

Busnya Jalan Mundur



Hari ini agendanya rihlah, bersama Paud RA Al-Quran Jabalkat. Semua Bapak Ibu guru difasilitasi untuk ikut. Alhamdulillah saya satu bus bersama Ust Miswan, Bu Wid, Bu Diah, dan Bu Devi. Busnya sangat nyaman, bersih sopir kernet sangat ramah. Kali ini saya duduk paling depan. Kalau kemarin rihlah dengan kelas VI saya, duduk belakang.

Berangkat sekitar pukul setengah delapan, dan di buka dengan Ust Miswan dan dipimpin doa bersama. Karena rutenya di Blitar, otomatis kita ke timur. Lewat desa Sumberjo Kulon, ternyata ada hajatan, kemudian perempatan yang buat jalan pintas, hanya cukup buat truk dan mobil, sedangkan bus kita ada empat semua besar kapasitas enam puluh orang. Otomatis, kita terpaksa mundur seada-adanya mencari perempatan yang besar agak lumayan jauh sekitar dua kilometeranlah. Meski membutuhkan waktu cukup lama, alhamdulillah lancar.

Suasana bus, awalnya semua diam, kemudian banyak yang penasaran di depan ada apa sehingga kita harus jalan mundur. Tapi, Ust Miswan berkata "wonten hajatan ibu-ibu, kaleh kajenge lami nitih busnya". Intinya depan ada hajatan, dan kita bisa naik bus lebih lama. Semua tertawa kecil, sebab ada salah satu ibu nyletuk "weh iki gak sido, kok mundur pulang lagi " (wah, ini tidak jadi kok jalan mundur pulang lagi).

Sampai pom bensin Jimbe, Blitar kita berhenti lagi, konsep rihlah ini memang santai karena pesertanya adalah anak-anak usia dini. Jadi, diikuti dengan sangat santai dan mengalir. Tujuan pertama kita kali ini di makam Yai Solihin Kanigoro. Dan saya baru pertama kali berkunjung di sini. Setelah dari makam tersebut kami langsung ke tujuan utama di Blitar Park.

To be continued

Selasa, 22 Februari 2022

Hati-Hati Di Mana Pun Kita Berada



Hari ini sepulang dari ngaji di madrasah, sekitar pukul sembilan lebih sedikit seperti biasa jalan yang saya tempuh melewati sawah desa pojok, pandansari menuju rumah. Menikmati pemandangan sawah yang kali ini musim tanam padi hijau segar. Kemudian cerahnya sinar matahari yang menghangatkan tubuh. 

Saya dari arah utara, tiba-tiba sudah terdengar sirine ambulan.  Saya tengok kaca spion motorku kukira dari belakang motorku ambulan tersebut, tapi tidak ada. Ternyata ambulan tersebut di depanku sekita seratus meteran, dan  sudah banyak orang berkerumun dan posisi ambulan di barat jalan berhenti dan parkir. Terdengar isak tangis sangat keras. Saya berjalan pelan dengan motor saya. Banyak orang berhenti, kemudian saya bertanya-tanya. Ada apa gerangan, ambulan tetap berbunyi, dan di arahkan ke utara dengan sirine keras dan lampunya. Sedang saya melaju sangat pelan menuju arah selatan.

Di sisi timur jalan terdapat mobil pajero hitam parkir, dan terlihat banyak petugas dan pegawai entah apa, pokok berpakaian rapi dan bersepatu. Saya tidak berani melihat dengan detail, tapi tetap itu terlihat seklebet, nampak ada korban seorang kakek tergelak di aspal yang dipangku tiga wanita, kemungkinan itu anaknya yang sedang nangis kencang, kakek tersebut kepalanya masih memakai capil/topi sawah, tapi tangannya terlihat pucat membiru, semua tiga anaknya nangis dan suara yang kencang dan berkata "Ya Allah piye lo bapak". Kakek tersebut sudah di sedakepkan tangannya, dan masih tergelak di aspal belum diangkat ke ambulan. Tiga wanita itu tetap nangis kencang. Namun, banyak sekali orang. Saya tetap tidak berani berhenti, dan tidak melihat kaca spion, sebab saya tidak tega dan kurang tatak.

Tapi, ada bapak di timur jalan sambil jalan, sempat saya tanya "wonten nopo pak?" Dia menjawab "tabrakan mbak". Seketika lemas kakiku, tapi kupaksa harus terus jalan meski sangat pelan, jalan pun sempat macet, banyak dari arah utara sama seperti saya bergantian jalan satu persatu dan di bantu oleh bapak-bapak lain mengatur jalan. 

Dari arah selatan banyak truk-truk muatan dan mobil, motor melihat, menunggu, bahkan ada yang jalan, melihat situasi apa yang terjadi. Saya benar-benar tidak tega melihat, dan hanya bisa mendoakannya sambil terus berjalan. Ini pelajaran bagi siapa saja pengendara di jalan raya, jalan tol, jalan apapun, lalu lintas yang ada harus kita taati, kemudian kita harus banyak berhati-hati saling toleransi ketika di jalan lalu terpenting dan utama adalah berdoa, banyak sholawat jangan ngebut, kencang, apalagi ugal-ugalan dan selalu utamakan keselamatan diri sendiri dan orang lain. Sebab, kita tidak akan tahu apa yang terjadi ke depan. 

Semoga kita selalu di lindungi Allah, di manapun kita berada dan selalu berhati-hati. Jangan lupa menjaga kesehatan. Salam semangat

Senin, 21 Februari 2022

GOOD LEADER VERSIKU

 



Setiap orang adalah pemimpin, seperti diterangkan dalam sebuah hadits riwayat H.R Bukhori Muslim sebagai berikut:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ. فَالإمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ،

أَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ…………..

Artinya, dari Abdullah, Nabi ﷺ bersabda:

Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggung jawabannya. Seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawabannya. Seorang laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya ........ Sungguh setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggung jawabannya

Dunia kerja apapun pasti kita akan menemui namanya pemimpin dengan berbagai sebutan ada ketua, kepala, direktur, CEO dan lain sebagainya. Di balik menjadi pemimpin dalam suatu duina kerja, atau organisasi, kita adalah pemimpin bagi diri kita sendiri. Oleh karena itu kita harus mampu mempertanggung jawabkan atas segala yang kita lakukan dihadapan Allah.

Menjadi good leader, berangkat dari karakter diri sendiri menjadi modal utama. Sebab, menjadi pribadi yang tangguh dengan mental yang kuat sangat dibutuhkan ketika nanti harus dihadapkan dengan banyak orang yang tentu mempunyai banyak karakter yang berbeda. Kemudian, attitude, prilaku atau tata karma menjadi modal kedua dan sangat penting. Attitude yang tenang dan positif akan memberikan nuasa ketenangan bagi teman, karyawan atau bawahan dan jika menemukan pemimpin mempunyai attitude seperti ini, memberikan kita keterbukaan dan lebih hati-hati dalam bertindak. Attitude juga sngat penting bagi pemimpin ketika dihadapkan pada permasalahan, persoalan dan harus mengatakan tidak agar tetap tidak menyakitkan bagi yang mendengarkannya.

Membuka komunikasi dengan selalu update akan berita, ilmu pengetahuan dan info terbaru. Ini sangat penting, sebab keterbukaan akan informasi menunjukkan bahwa pemimpin tersebut mampu memberikan info terbaru guna untuk terus berinovasi, mengevaluasi demi kemajuannya. Bayangkan saja, jika mempunyai pemimpin tetapi “kudet” kurang update, suka terlambat mendengar info, bahkan kadang infonya misal dari teman yang bukan dari pemimpin, bawahan atau karyawan. Menurut saya hal ini harus dihindari karena hanya akan membuat kecewa. Jika hal ini dibiasakan, akan kasihan sebagai bawahan karena biasanya membuat pemimpin itu panik akan memberikan tugasnya tergesa-gesa dan akhirnya hasil kerja bisa kurang maksimal.

Good leader itu mengajari bukan memerintah. Jika menjadi pemimpin, kepala, ketua entah apapaun sebutannya, sebagai awal contohkan dalam tindakan secara langsung dengan mengajari, apalagi ada personil baru. Namun, jika anda menjadi pemimpin, kepala, ketua atau apapun itu hanya bisa memerintah dan nunjuk-nunjuk, sepertinya lama-kelamaan wibawa anda bukan malah bertambah namun akan berkurang. Karena yang dibawah kepemimpinan anda bisa jadi menganggap anda tidak kompeten, tidak bisa apa-apa.

Good leader yang percaya diri, namun rendah hati, bijaksana dan profesional. Ketiga sikap itu sangat mudah di ucapkan, namun setiap orang pasti butuh waktu untuk membiasakannya. Percaya diri dalam segala penampilan, memimpin rapat, menyampaikan suatu visi misi kedepan namun tetap rendah hati dalam artian menerima segala kritik, masukan bahkan saran. Bijaksana berani mengambil keputusan terbaik dengan segala yang terucap dari tutur katanya, membuat rekan kerjanya mendengarkan, memperhatikan, tidak mengabaikan begitu saja. Jika pemimpin yang bijaksana tidak akan mudah digampangkan, disepelekan atau menggampangkan orang lain. Profesional menempatkan segala jobdisnya, menjalankan SOPnya, disiplin, menaati tata tertib, aturan yang berlaku dan tidak gila hormat. Good leader, juga akan selalu memberikan inspirasi bagi rekaan kerjanya, tak peduli hal kecil, misalnya berpenampilan rapi, bersih, wangi dan selalu intime.

Menjadi good leader tidak harus ditakuti, menjadi pemimpin yang melayani, mengayomi, memahami para rekan kerja, karyawan, bawahan itu sangat penting. Lalu pemimpin seharusnya bisa memberikan feedback kepada para rekan kerja, karyawan, bawahan karena sudah bekerja dengan maksimal dan baik. Minimal apresiasi dengan mengatakan terima kasih, itu adalah suatu penghargaan kecil. Manusia itu tidak ada yang sempurna, apalagi menjadi pemimpin berbuat baik pun kadang masih kurang bagi orang lain. Menyalahkan orang lain itu sangat mudah, tapi pernahkah kita menyalahkan dan mengorek diri sendiri. Sehingga tidak ada salahnya kita terus belajar, memperbaiki diri, dengan terus bermuhasabah dan terus berbuat baik.

Salam semangat

 

Minggu, 20 Februari 2022

Walimatul'Ursy



Ketika menghadiri walimatul'ursy sebagai pasangan suami istri yang sudah menikah bisa diibaratkan mengisi baterai, untuk menyegarkan kembali dan memberikan suatu ilmu lagi dan lagi. Menghadiri undangan walimatul'ursy juga merupakan suatu sunnah, apalagi di niati untuk ibadah. Sebab di dalamnya juga terdapat majlis ilmu. Seperti kali ini, dalam acara walimatul'ursy pasti ada pasrah kemanten dari kedua belah pihak,  dan ada juga mauidzohnya. Artinya, ada petuah, nasehat bagi semua hadirinnya. 

Nikah berasal dari bahasa Arab. Kalau dilihat dari huruf yang tersusun, terdiri dari tiga huruf, ada nun yang berati Nikmat, kaf bisa diartikan Karomah

dan Ha yang berarti Hikmah. 

Huruf Nun adalah nikmat. Nikmat yang ada dalam suatu ikatan pernikahan pasti tidak bisa di ucapkan dengan kata-kata. Kemudian Kaf adalah karomah, keramat, mulya. Bagaimana tidak mulya, ketika menjadi penganten, didudukan di koade, jalan ada yang mengarahkan dan yang mengikuti orang banyak berarti pengiring kemanten lalu diiringi sholawat. Selanjutnya huruf Ha berarti hikmah. Hikmah yang terkandung adalah persaudaraan akan semakin nambah, baik dari sisi keluarga suami atau istri. Hikmah selanjutnya, segala sesuatu biasa sendiri, kalau sudah suami istri pasti banyak berkomunikasi, bermusyawarah. Kita sudah tahu bahwa menikah adalah ibadah yang sangat panjang. Orang Jawa mengatakan "orang yang menikah, diibaratkan seperti merasakan secuil nikmatnya surga". Sedang, kata Imam Ghozali "Jadikan nikah untuk jalan menuju surga". Kalau sudah membahas nikah, pasti sangat luas cakupannya. 

Masih teringat hadist Nabi yang menyebutkan bahwa "Hai, anak-anak muda, bagi siapa diantara kamu yang sudah mampu mencari biaya menikah, maka menikahlah sebab menikah akan bisa menjaga penglihatanmu dan menjaga syahwatmu. Namun, bagi siapa saja yang belum mampu untuk itu, maka lebih baik kamu berpuasa, karena berpuasa akan dapat menjaga syahwatmu". 


Perlu juga diingat menikah juga bukan ajang berlomba-lomba siapa cepat dia dapat. Menikah juga bukan hanya kamu dan aku. Menikah menyatukan dua keluarga besar yang pasti mempunyai perbedaan baik tradisi dan kebiasaan. Maka, sebelum akdunnikah pasti banyak melalui proses panjang, pertimbangan dan pemikiran yang matang. Sebab menikah adalah memilih yang terbaik diantara terbaik di mata Allah sebagai niat ibadah KepadaNya.

Salam Semangat


Jumat, 18 Februari 2022

Porseni Jatim Madrasah Ibtidaiyah Tahun 2022




Pekan Olah Raga dan Seni tahun 2022, tingkat Madrasah Ibtidaiyah kali ini bertempat Kabupaten Tulungagung. Akan dilaksanakan dua hari berturut-turut yakni tanggal 21 dan 22 Februari 2022. Hari ini, Jum'at 18 Februari 2022 adalah pelepasan para kontingen Tulungagung di Kantor Kemenag Tulungagung. Tentu, diikuti oleh para peserta dan pendampingnya yang akan mewakili Kabupaten Tulungagung di setiap cabang lomba.

Terlihat dengan jelas perwakilan dari Tulungagung dengan semangat, siap berlomba dalam kebaikan tergambar dengan seragam jaket merah putihnya. Sebab, semua peserta yang akan mengikuti Porseni Jatim ini sudah banyak melalui seleksi baik secara administrasi, online atau offline. Begitu juga segenap panitia dan pendampingnya yang sangat luar biasa. Slogan yang tertulis Sportif, Kerja Keras, Kreatif, Mandiri dan Berprestasi juga mencerminkan kontingen Tulungagung kali ini. Di acara tersebut pengukuhan nya langsung di pimpin oleh Bapak Kepala Kemenag Kabupaten Tulungagung. 

Kita tahu, porseni ini merupakan program dua tahunan yang digelar oleh Kanwil Kementrian Agama Provinsi Jawa Timur, sejak tahun 2007. Program ini juga menjadi program unggulan yang dilaksanakan oleh KKM Madrasah Ibtidaiyah Provinsi Jatim. Bertujuan membangun semangat siswa dalam meraih prestasi yang membanggakan.

Seluruh Madrasah Ibtidaiyah di wilayah Jawa Timur pasti akan mengirimkan perwakilan terbaiknya. Termasuk Kota Malang, sebagian teman saya di sana juga langsung terlibat dan mendampingi siswanya. Sehingga, sudah amat jelas, Porseni ini adalah ajang yang sangat istimewa. 

Meskipun tidak terlibat secara langsung dan dari Kabupaten Tulungagung, madrasah ini belum mendapatkan kesempatan untuk mewakili salah satu lombanya, sebab gugur di kejuaraan Kabupaten di cabang lomba Tahfidz, setidaknya kita menyambut dengan senang dan bangga atas dilaksanakan Porseni Jatim 2022 ini di Tulungagung, kalau ada kesempatan bolehlah kita melihat lomba-lombanya dengan prokes. Kemudian, kita akan selalu mendukung Tulungagung, tidak pandang dari Madrasah Ibtidaiyah manapun, pasalnya ini sudah membawa nama Kabupaten di tingkat Provinsi. Selain itu, suatu kehormatan bagi  Kabupaten Tulungagung menjadi tuan rumah Porseni Provinsi Jatim tingkat Madrasah Ibtidaiyah tahun 2022.

So, terus berjaya dan bersemangat para kontingen Tulungagung untuk mengikuti semua agenda lombanya. Semoga semuanya dilancarkan oleh Allah dan mendapatkan Juara Umum. 

Salam Semangat.

Kamis, 17 Februari 2022

Ngaos Sareng


Peringatan Isra' Mi'raj tadi malam di masjid Al-Hikmah Mirigambar salah satu kegiatan rutin dilaksanakan di masjid ini tiap tahun. Tadi malam mengundang mubaligh yang merupakan pengasuh pondok pesantren Darul Ikhwan Gondang Tulungagung yakni Bapak Dr. K.H Soim, M.Pd.I. Nama beliau sudah tidak asing lagi, sebab beliau juga berkecimpung di dunia pendidikan. Selain beliau kemarin juga ada Bapak Anam yang juga merupakan dosen UIN SATU dan sekaligus kawan dari Pakdhe Imam Masruki.

Kemudian pengisi acara ada grup sholawat dari Madrasah Aliyah Aswaja Kalidawir atas bimbingan Bapak Saiful Salam. Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar. Banyak hikmah, pelajaran dari isi majlis ta'lim tadi malam.

Beliau menyampaikan bahwasannya betapa pentingnya sholat. Kemudian kunci surga dengan Laailahaillallah. Bulan Rajab sudah harus diperbanyak membaca kalimat thoyibah untuk berdzikir. 

Beliau membawakan ngaji dengan sangat enjoy, lucu dan hampir semua undangan yang hadir terbawa suasana. Beliau mengaji juga diselingi sholawat sehingga para hadirin tidak mengantuk.

Beliau juga menyampaikan bahwasannya dalam hadits Nabi, akan ada tiga golongan umat yang masuk surga. Satu, golongan umat yang langsung masuk surga tanpa hisab, masuk neraka dulu baru masuk surga, ketiga selamanya di neraka. Golongan pertama adalah para sahabat, auliya', waliyallah. Golongan kedua adalah umat yang mendapat syafaat Nabi. Sebagai manusia biasa maka kita harus memperbanyak sholawat. 

Acara selesai sekitar pukul sepuluh malam ditutup dengan doa yang dipimpin oleh beliau.



Rabu, 16 Februari 2022

Bahagia Sederhana

Setiap orang bisa menulis, tinggal mereka mau atau tidak. Menulis berbeda dengan berbicara. Menulis pasti akan lebih membekas karena ada yang membacanya. Menulis perlu adanya proses yakni dengan selalu menulis dan bersifat longterm. Namun, jika hanya berbicara akan berlalu begitu saja. Dan berbicara lebih mudah, lebih cepat berlangsung saat itu juga.

Perjalanan menulis, saya ibaratkan seperti berjalan. Berjalan pun variatif, ada yang berjalan dengan kaki, dengan kendaraan dengan kecepatan lambat, sedang bahkan kencang, lalu jalannya pun tidak melulu lurus, kadang berkelok kelok, naik turun lalu bergelombang. Begitu juga  dengan mimpi, cita-cita, kemauan, dan keinginan setiap orang pasti berbeda dan bervariatif.

Menulis kali ini menjadi salah satu kesenangan kebahagiaan yang saya miliki dan sedang saya nikmati sebagai proses belajar. Mungkin, hanya menulis, tetapi saya memaknai banyak sekali pelajaran, pengalaman dan manfaatnya di dalamnya. Saya juga berpikir bahwa dengan menulis pasti akan melahirkan sebuah karya.

Tapi bukan semata saya mendewakan diri saya sendiri. Karena siapa saya, saya bukan siapa-siapa. Hanya saja, saya ingin mewujudkan salah satu mimpi dan cita saya. Dan saya ingin mengajak teman-teman dekat saya untuk menularkan hal positif ini yakni dunia literasi dengan menulis.

Ternyata, responnya cukup baik, meski ada yang menganggap hal biasa. Ada Bu Shely, berkata ingin sekali membuat novel. Tapi, ada juga yang bilang "sakjane aku yo iso koyok ngono ae, penak, nanging aku gak iso runtut nulisku", "ngunu ae bangga, mek buku ae". Kalimat demikian, tidak sama sekali saya pikirkan, sudah hal biasa dalam hidup ada suka ada tidak. Dan kita tak bisa untuk memaksakan orang. Tapi saya juga manusia biasa. Tolok ukur bahagia, kesenangan orang masing-masing.  Sekali lagi menulis itu proses, runtut dan tidak sambil berjalan yang penting tetap dilakukan yaitu dengan praktek menulis.

Jadi teringat kutipan dari Jerome sebagai berikut:



Minggu, 13 Februari 2022

PRO DAN KONTRA PEMBELAJARAN JARAK JAUH

 



Berdasarkan jurnal harian yang telah saya buat, kami sudah melaksanakan enam minggu pembelajaran dengan tatap muka di semester genap ini. Kami sangat senang jika memang ada tatap muka kali ini, sebab di kelas akhir seperti kelas VI ini sangat membantu. Mengingat hampir satu setengah tahun pembelajaran dilaksanakan secara jarak jauh atau daring. Di pembelajaran jarak jauh itu pun, sebagian besar anak-anak tidak maksimal untuk memahami atau menguasai materi pelajaran.

Jumat malam, sekitar pukul sembilan malam saya sudah istirahat dan tidak membuka hp lagi. Sabtu dini hari saya buka ternyata banyak pesan di grup-grup bahwa mulai hari ini harus melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Otomatis daring lagi, sebenarnya saya menyambutnya dengan rasa yang bercampur aduk, pasalnya anak-anak kelas VI di minggu ini masih melaksanakan Try Out Mandiri di sekolah dan belum selesai, kedua anak-anak sudah mulai terbiasa dengan pembelajaran tatap muka, mulai faham dengan materi dan mereka sangat semangat. Namun, kembali lagi, karena itu semua sudah aturan dan anjuran oleh pemerintah setempat maka, otomatis mau tidak mau harus mengikuti dan menaatinya yakni dengan melaksanakan daring meskipun dengan berat hati.

Di sisi lain, sebagian kawan menyambut dengan senang daring ini. Mereka mempunyai dasar alasan yang kuat, mereka berfikir, musim penghujan yang tidak tentu membuat kawatir akan kondisi kesehatan yang naik turun, seperti sekarang ini maraknya sakit demam dan batuk pilek. Alasan kedua yakni, jam kerja lebih bisa santai, karena tuntutan atau target yang dicapai lebih ringan. Sebagian dari siswa yang berada di kelas akhir seperti kelas VI, juga demikian. Ada yang menyambut dengan senang, sebab semua soal bisa dikerjakan secara bebas di rumah tanpa guru ada yang tidak begitu suka sebab, belum faham materi dan jika menemukan kesulitan bingung akan tanya kepada siapa.

Setiap orang, bebas menanggapi peraturan yang berubah seperti kali ini. Namun terlepas dari itu semua, kita harus ingat ternyata bumi kita memang belum benar-benar pulih. Pandemi yang awalnya saya berfikir dengan perubahan tahun baru 2022 akan pergi, ternyata masih banyak di luar sana yang masih positif covid 19. Jalan satu-satunya adalah kita menerima dengan cara harus usaha dan ikhtiar mencegahnya dengan membentengi kesehatan kita dengan baik dan benar. Lebih disiplin dalam memakai masker, menjaga kebersihan baik di rumah maupun di luar. Sehingga, adanya pro dan kontra pembelajaran jarak jauh harus kita sikapi dengan sangat bijaksana. Demi kebaikan bersama dengan tetap berjuang memaksimalkan pembelajaran.

Pembelajaran jarak jauh seperti kali ini, juga memberikan hikmah yang banyak sebagai seorang pendidik. Salah satunya, seberapa aktif dan kreatifkah kita dalam menggunakan media teknologi untuk sarana belajar mengajar kita. Memantau siswa-siswi kita dalam belajar, mengevaluasi dengan adanya tugas-tugas online. Jangan hanya memberi tugas online, tapi sebagai pendidik tidak ada evaluasinya. Maka tetap jalani dan laksanakan tugas utama kita dengan sebaik mungkin dan niatkan untuk ibadah, insyaallah dilancarkan dan dimudahkan oleh Allah.

Sabtu, 12 Februari 2022

Mesin Parutku Rusak Di Tengah-tengah Proses Memasak




Hari Minggu, metime bersama keluarga. Salah satunya masak kesukaan keluarga. Hari ini menu sarapannya adalah sego tahu. Sego tahu atau nasi tahu dengan ke khasan keluarga.

Jam tujuh sudah siap untuk sarapan. Sego tahu, tentu disajikan dengan nasi hangat dilengkapi dengan kontimen lain.  Tempe goreng, irisan tahu kecil goreng setengah matang, kacang tanah goreng, irisan bawang merah goreng, kecambah kecil dan irisan daun kecei, kemudian sambel bawang cair, siram dengan kecap dan teh hangat. 

Setelah sarapan baru membuat menu siang. Sekitar jam delapan baru mulai. Dengan menu kalau dalam bahasa Jawa kelan jangan rebung dan koro ose. Saya kurang tahu bahasa Indonesianya mungkin lebih ke lodeh kali ya.

Ketika bumbu sudah siap bahan sudah siap. Salah satu bahan bakunya adalah santan. Kita tahu santan dari kelapa yang biasa harus kita parut dengan mesin. Kalau zaman dulu, pasti di parut dengan alat manual atau lebih ke tradisional.  Dan saya sama sekali tidak terbiasa. Bisa menggunakan tapi tidak maksimal, kalau Umi misal memakai parut tradisional tersebut kelapa itu sampai habis tinggal sisa kecil sedikit banget. Sedangkan saya masih besar udah saya akhiri. Karena takut kena parut tersebut. 

Nah, kali ini berbeda, biasa menggunakan mesin. Tiba-tiba mesin parut yang biasa kita gunakan setiap hari itu, tidak bisa berjalan. Nyala powernya tapi tidak berputar mesinnya. Tidak panik, kalau ada Umi, tapi kali ini Umi sudah ada acara dari pagi sama Abah. Sehingga hari ini masak sendiri. Mau pakai blender juga kekentalan santan akan berbeda. Sebab santan itu setiap perasan dalam Jawa ada namanya, seperti kanil dan gebrah. Santan kanil itu santan yang masih kental biasanya tiga kali perasan saja, dan lebih sedikit. Kalau gebrah santan yang diperas setelah kanil dan biasanya lebih banyak sampai perasan kelapanya agak bening.

Ya sudahlah, sebisa saya menggunakan parut manual tersebut. Saya parut dan parut sebisanya, dan yang penting menghasilkan santan yang cukup buat kuah lodehku. Meskipun sisa-sisa kelapa masih besar-besar. Alhamdulillah lumayan banyak, meskipun membutuhkan waktu yang cukup lumayan. Dan jangan rebung dan koro ose atau apalah lodeh rebung dan koro ose sudah jadi. Dan so yummy, dengan selera pedasnya.

Oh iya ada tips buat ibu-ibu kalau memasak koro ose, agar masih segar dan warnanya tetap hijau seperti punya saya. Caranya, setelah dibuang ujungnya langsung rebus di air mendidih, setelah empuk, tiriskan baru di cuci di air mengalir. Nah, dijamin koro osenya masih hijau segar. Dan ada rasa krancinya. Selamat mencoba

Jumat, 11 Februari 2022

Berfoto Dengan Bapak Presiden

momen beliau meminta Hp saya untuk dibuat selfi



Masih ingat, sekitar Mei tahun 2017, ternyata saya sudah pernah bersalaman dan berselfi dengan orang nomer satu di Indonesia yakni Bapak Jokowi. Momen itu ketika saya masih mengajar di Malang. Kebetulan ada penyaluran seribu Kartu Indonesia Pintar di Diknas Kota Malang dan sekolah kami SDI Plus Al-Kautsar Malang, mendapatkan kesempatan untuk mengisi acara yakni seni musik dan tari, saya dan Pak Ali mendampinginya.

Pada waktu itu Gubernur Jawa Timur, masih Pakdhe Karwo yang saya ingat beliau berjalan tepat di belakang Pak Presiden dengan paspamres serta pengawalan yang ketat. Sepanjang jalan veteran mulai dari matos ke barat, sudah banyak polisi, TNI guna untuk pengamanan. Selain beliau berkunjung di Diknas Pendidikan Kota Malang beliau juga ke kampus UIN Maliki Malang. 



Kalau melihat di berita google di alamat https://www.google.co.id/amp/s/m.tribunnews.com/amp/regional/2017/05/23/berikut-agenda-dan-rute-kunjungan-presiden-jokowi-ke-kota-malang

diceritakan secara rinci kunjungan kerja beliau. Diwaktu berfoto selfi, itu diantara ibu guru dan para pendamping para pengisi acara saya berada paling depan. Belum ada pandemi, sehingga berkurumun, berkumpul desak-desakan.

Bapak Presiden setelah mengisi acara, kemudian berhenti di hadapanku, dan suatu kehormatan hp saya di minta. Dan beliau jejer tepar disamping saya. Dan beliau mengutus salah satu pampers untuk memfoto. Tapi apa daya, semua ibu-ibu, mamak-mamak bergerombol di belakang saya. Dan secara sigap paspampres menghadangnya. Beliau menyampaikan, sehat selalu semua mohon pamit. Setelah dari itu, rombongan menuju jalan Sumbersari ke UIN Malang.



Di situlah, pengalaman pertama bertemu Bapak Presiden, beliau sangat rapi dan tinggi, sepatu kulit mengkilap, wangi memakai kemeja putih berbalut jaz biru dongker klimpleng, ada bros kenegaraannya. Paspampresnya semua rapi, ganteng, tinggi dan sangat sigap. Hmm, itu cerita masih di ajak selfi, belum secara langsung foto memegang piagam tertentu. Kemudian di abadikan dan disiarkan secara Nasional. 

Oleh karena itu, mari terus bercita-cita tinggi, terus berjuang, tanpa lelah untuk berprestasi di bidang masing-masing. 

Salam semangat. 

Haiah Tahfidzil Qur'an

ini foto bersama, dan nderes di taman lama rektorat kelompok ngaji terkeche pada masanya, sebagian lupa namanya ada Oca krudung kuning, Nuril yang kerudung biru mereka seangkatan sama saya. Sedang yang tiga kakak tingkat.

Sekitar semester tiga kalau tidak salah sembilan tahun lalu. Ketika itu saya mengambil program SYAUQI di Haiah Tahfidzil Qur'an milik kampus UIN Maliki Malang. Di naungan Haiah Tahfidzil Qur'an ini mewadahi, bagi mahasiswa yang sudah maupun sedang berproses menghafalkan Qur'an. Maupun yang akan menghafalkan Qur'an artinya belum sama sekali mempunyai hafalan. 

Sejak mahasiswa baru, sudah di kenalkan dengan program ini, program ini juga merupakan salah satu program dari Ma'had di kampus UIN Maliki Malang. Di dalam program Haiah Tahfidzil Qur'an atau di singkat HTQ, ada program SYAUQI. Kali ini SYAUQI yang ke enam. Program SYAUQI, memanfaatkan waktu liburan kampus, kita tidak pulang ke kampung halaman, atau pun jalan-jalan rekreasi namun, dengan adanya progam ini kita bersama peserta lain masuk semacam ke pondok kilat Qur'an. Liburan di semester genap kampus, pasti dua minggu lebih bahkan hampir satu bulan. Di situlah waktu yang digunakan untuk memperdalam Al-Qur'an, utamanya menghafalkan, kita pun difasilitasi ruang untuk tidur, belajar, nderes, dan di masjid kampus sebagai pusat kegiatan baik Mastar (Masjid At-Tarbiyah) atau Masul (Masjid Ulul Albab) UIN Maliki Malang. 

Pondok kilat Qur'an ini ada program wajibnya seperti sholat jamaah fardhu maupun sunnah, termasuk qiyamul lail pun, juga diwajibkan, ngaji kitab, murojaah bersama. Setelah sholat malam, kita gunakan untuk nderes dan menyiapkan tambahan Qur'an. Guna untuk disetorkan kepada guru atau Ustad Ustadzah yang menyimak kita. Pembagian guru atau Ustad Ustdzahnya sudah terkonsep dengan baik dari awal. 

Mulai dari situlah pengalaman demi pengalaman saya dapatkan. Merasakan kembali nyantri, mondok lagi, tirakat lagi, kemudian merasakan jungkir baliknya bagaimana harus tetap istiqomah, semangat mengukir hafalan demi hafalan. Jangan salah, meski terlihat hanya ngaji dan menghafalkan juga ada evaluasinya, wisuda dan tentu ada apresiasi bagi yang terus istiqomah. Di Uin Maliki Malang sudah biasa, lulus menjadi mahasiswa S1, Al Qur'an nya pun juga hatam bilghoib. Kalau zaman saya dulu, wisuda Qur'an ada setiap tahun dengan kelipatan juz lima. Artinya setiap lima juz bisa ikut wisuda itu pun juga harus mengikuti seleksi melalui banyak ujian. Kurun waktu delapan semester atau empat tahun hitungannya sudah hatam tiga puluh juz. 

Bagi saya sudah sangat beruntung bagi saya bisa bergabung di keluarga Haiah Tahfidzil Quran. Di situ jugalah saya bisa belajar berorganisasi, karena banyak sekali cabang-cabang keilmuan Al Qur'an. Bahkan ada grup paduan suaranya, yang dalam setiap acara besar UIN Maliliki Malang juga ikut ditampilkan dan juga menyanyikan mars Haiah Tahfidzil Qur'an.

Skenario Allah sangat indah Alhamdulillah sampai sekarang saya diberi kesempatan untuk belajar, belajar dan terus istiqomah dengan Al Qur'an. Semoga selalu memberikan manfaat dan syafaatnya Qur'an kelak nanti dan menjadikan suatu amal ibadah. Aminn

Salam semangat

Belajar Mc Bersama Bapak Izzul Haq



Master Of Ceremoni atau Mc atau pemandu acara, pembawa acara apapun istilahnya pada intinya sama. Master Of Ceremoni adalah pembaca suatu acara. Di pondok dulu, saya sering di paksa untuk menjadi pembawa acara. Sampai pada suatu kesempatan saya diikutkan seminar besar. Dan itu saya ikuti ketika masih kelas sepuluh di bangku SMA. 

Banyak hal yang saya pelajari, lalu kesempatan lagi masih tentang membawa acara. Di semester tiga awal di kampus, berkesempatan bertemu tokoh publik figur di dunia televisi nasional. Beliau yakni Bapak Izzul Haq. Di program TVone Damai Indonesiaku, beliau pemandu acaranya. Dan saya masih ingat, beliau ke Malang, sebab Damai Indonesiaku dilaksankan di UMM dengan salah satu narasumber pada waktu itu yakni Alm K.H Hasyim Muzadi. 

Nah, sebelum itu, beliau mengadakan seminar di UIN Malang, tepatnya di Fakultas Psikologi. Entah, saya lupa persisnya, saya bisa menjadi salah satu peserta di sana. Kemudian beliau menyampaikan materi-materinya dan memberikan contoh membawakan suatu acara. Kemudian dipandu moderator, saya mengacungkan tangan, awalnya mau bertanya dan beliau meminta sekalian untuk praktek membawakan acara. 



Dan saya di syuting layaknya pembawa acara TV beneran. Lalu, dimintai pendapat dan lain-lain sampai saya mendapatkan hadiah kaos yang bertanda tangan beliau. Kemudian berfoto bersama bahkan dengan semua krunya. Beliau sangat hamble, dan sangat mengapresiasi siapapun yang ingin bertanya dan mencoba praktek meski ada peserta lain yang blepotan karena grogi. 



Yang tidak menyangka lagi. Pada waktu itu, orang rumah digegerkan ada saya di tayangan TvOne. Salah satu yang melihat Tv tersebut adalah tetangga saya namanya Mbak Kukus. Mbak Kukus, keesokannya bilang ke ibu saya, dan jadi pembahasan ibu-ibu di toko sayur. Padahal gambar saya muncul tidak sampai lima menit nama juga tertulis jelas Filza Mahasiswa UIN Malang. 

Mengingat sedikit masa kuliah senangnya mencari pengalaman baru di berbagai kegiatan positif. Hingga dari pengalaman-pengalaman tersebutlah menjadi modal untuk membentuk karakter mental kuat. So, jangan meremehkan setiap perjalan hidupmu, karena tidak menutup kemungkinan kamu yang sekarang adalah versi terbaikmu dari hasil kamu yang dulu banyak belajar. Dan jangan lelah untuk terus belajar dan belajar. 

Rabu, 09 Februari 2022

Cerita Mikrofon


Mikrofon merupakan salah satu alat elektronik yang berfungsi untuk mengeraskan suara. Sebenarnya dari fungsi inilah yang akhirnya memiliki daya guna yang banyak, diperlukan dan dibutuhkan dalam suatu acara tertentu. Seperti, penyanyi pasti akan membutuhkannya artinya salah satu kebutuhan pokok atau primernya. Majlis ta'lim kalau jamaahnya banyak juga memerlukannya. Pemandu acara besar, upacara dan acara-acara keagamaan misalnya Maulid Nabi Muhammad, Isra Mi'raj, Jantiko, Yasinan dan lainnya juga tak bisa lepas dengan alat yang satu ini.

Mikrofon sendiri juga akan membawa kepada banyak cerita bagi setiap orang yang menggunakannya. Termasuk saya sendiri, dan ini memang berawal dari pengalaman sendiri. Setidaknya saya mengelompokkannya ada tiga macam orang ketika memanfaatkan serta menggunakan mikrofon. Kelompok pertama, ada orang yang jika tidak dipaksa maka enggan menggunakannya, faktornya pun banyak seperti tidak percaya diri, grogi dan merasa tidak bagus suaranya, malu dan sebagainya. 

Kelompok kedua, orang yang sangat fleksibel  menggunakan mikrofon, artinya dia sudah terbiasa menggunakannya, terlatih, dan berpengalaman biasanya orang di tipe ini mau ada mikrofon atau tidak dalam suatu acara, akan biasa saja. Sebab dia berpikir, keberadaan mikrofon pasti disesuaikan dengan acaranya. Kalau ada ya digunakan jika dia mengisi acara, jika tidak ada ya tidak masalah. Konten yang disampaikanpun meski suara pas-pasan karena pembawaannya enjoy, tentu akan mudah diterima.

Kelompok ketiga, gila akan mikrofon. Gelisah jika dalam suatu acara tidak memegang, padahal bukan tugasnya, bingung sendiri. Salah tingkah, kalau ada teman lain yang memegang, seakan tidak sabar, ini giliranku, kenapa masih kamu pakai. Dan lebih sukar di ajak bergatian jika mikrofon hanya satu sudah terlanjur dipegangnya. Intinya, ingin menguasai suara dan agar di dengar oleh sekelilingnya. Lalu, memiliki tingkat kepercayaan diri yang luar biasa. Meski suara pas-pasan langsung terjang, volumnya dinaikkan, seakan tidak peduli telinga sekitar.

Jika cerita mikrofon itu demikian, minimal kita bisa belajar, bahwa siapapun yang memegang mikrofon, menurut saya akan selalu memberikan efek kepada pendengarnya dan apapun konteksnya. Sehingga, kita perlu banyak belajar. Grogi adalah proses alami untuk belajar, percaya diri boleh tapi jangan berlebihan dan tidak perlu grusa grusu jika menggunakan mikrofon. 

Salam semangat

Selasa, 08 Februari 2022

Drama Hari Ini Menjadi Pelajaran



Dikesempatan yang cerah ini, alhamdulillah kami melaksanakan vaksin dosis dua yang diperuntukkan bagi anak-anak usia sekolah. Pukul sembilan kami sudah siap dengan jumlah siswa yang vaksin kali ini, hampir separoh dari jumlah siswa keseluruhan. Kemudian semua guru juga siap dengan segala bentuk administrasinya. Mulai dari data skrining, sertifikat vaksin pertama dan fotocopy KK. 

Seperti biasa semua guru mengkondisikan dengan baik. Ada yang ikut armada madrasah, ada juga yang langsung di antar oleh wali muridnya. Tetapi, ada drama tentang konsumsi, konsumsi untuk guru beres. Namun, untuk siswa, orang yang mengkoordiner tidak masuk alias izin, kemudian wakilnya juga tidak pasrah kepada salah satu dari kita. Menjengkelkan sekali, untungnya masih kebawa meski kena omelan. Padahal wali kelas sudah mempunyai tugas masing-masing.

Drama kedua adalah ada beberapa siswa yang sertifikatnya hilang. Kemudian data skrining, KK tidak lengkap. Walhasil masih mencari dan melengkapi. Drama ketiga yakni sudah di lokasi, sudah antri dengan tertib, tiba-tiba ada yang terlambat saja. Misalnya sudah sudah giliran kelas IV, tapi kelas II masih ada yang baru datang. Sebagai pelayan masyarakat, kita berusaha legowo namun, kasihan anak-anak yang sudah antri duluan. Setelah divaksin anak-anak mendapatkan susu kedelai dan roti. Alhamdulillah tergolong lancar. 

Sebelum itu, juga masih ada drama lagi. Dari sertifikat yang dikumpulkan ada dosis vaksin yang tidak sesuai dengan hari ini, sehingga tidak jadi di vaksin. Ada sembilan anak yang tidak jadi di vaksin. Solusinya, mencari puskesmas terdekat dan konfirmasi terlebih dahulu, jadwal dan dosis yang sesuai di vaksin pertamanya. 

Drama terakhir, saya sudah perjalanan pulang. Tetapi, ada pesan, hp yang sempat dibuat mencari sertifikat siswa yang hilang, baru saya sadari, belum saya kembalikan kepada yang punya. Tetapi sewaktu pinjam saya pasrahkan kepada guru lain, untuk mengurusi sertifikat vaksin yang hilang di aplikasi dan memang beliau bawa alias pindah alih. Alhasil saya kembali lagi ke sekolah, dan memastikan hp itu sudah kembali. Ternyata ditengah perjalanan saya kembali ke sekolah, putrinya sudah kirim pesan bahwa Hp sudah ketemu. Bolak dan balik dong....

Semua drama hari ini menjadi pembelajaran penting bagaimana komunikasi itu bisa di bangun dengan baik dan lebih terbuka. Jangan saling melimpahkan tanggung jawab kepada orang lain tanpa adanya udzur yang sangat tidak bisa ditinggalkan. Tetap semangat kawan. 

Senin, 07 Februari 2022

Hawa Dan Amira




Hawa dan Amira dua anak yang masih duduk di kelas satu. Kecil-kecil cabe rawit. Hawa dan Amira menjadi salah satu contoh bagaimana anak seumuran dia mampu menghafalkan Al-Qur'an dengan baik. Hampir satu tahun saya bersama mereka untuk belajar menghafalkan Al-Qur'an. Alhamdulillah dalam satu tahun itu progresnya sangat baik. Dua anak ini sudah mendapat empat juz hafalannya.

Awalnya di kelompok tahfidz saya, hanya sekitar lima anak. Karena tahun ajaran baru, pasti ada perombakan dan akhirnya ketambahan dua siswa ini Hawa dan Amira. Kelas satu biasanya melancarkan di juz tiga puluh. Namun, dua anak ini cukup cepat menghafalkannya dan sudah bisa membaca. Sebab menghafalkan Qur'an kalau tidak bisa membaca itu kesusahan. Meski ada metode yang menafikan hal tersebut, misalnya hanya bermodal mendengarkan.

Tujuh anak yang saya dampingi di program tahfidz di lembaga ini, saya sangat mengacungi jempol. Ada empat anak dari kelas dua, Aniqoh, Atika, Alya, Vallen dan satu anak kelas empat Nabila. Mereka sudah disiplinnya luar biasa. Saya terlambat lima menit saja, mereka sudah mulai nderes atau murojaah di hafalan yang sebelumnya. Misalnya nderes/murojaan di juz tiga puluh, juz satu atau juz dua. Kemudian ada satu anak yang membuka Qur'annya dengan tujuan jika ada yang kurang tepat. 

Tahfidz di lembaga kami bukan ekstrakulikuler, namun tahfidz adalah intrakulikuler yang merupakan program unggulan dan wajib diikuti semuanya. Baik gurunya maupun siswanya. Gurunya pun, juga ada hari untuk setoran hafalan minimal seminggu sekali. Kemudian, lulusan di Madrasah minimal mempunyai hafalan sebanyak enam juz. Faktanya berkata lain, di lulusan pertama Alhamdulillah sudah ada yang mencapai sepuluh juz. Kemudian di lulusan kedua sebelas juz. Dan angkatan ketiga tahun semoga sudah ada yang mencapai lima belas juz. 

Bukan hanya branding lembaga tahfidz tapi ini memang sesuai di lapangan, semua siswa di sini mampu menghafalkan Qur'an. Meskipun madrasah ini masih tergolong baru, kami selalu optimis dan mengoptimalkan segala potensi yang ada. Tentu, tidak bekerja sendiri, melainkan dengan selalu kompak dan bersama-sama mewujudkan generasi unggul secara prestasi akademik dan Qur'ani. 

Malang Kota Penuh Cerita


Kurang lebih enam tahun di kota bunga ini. Semua sudah tahu kita ini yang memiliki banyak taman, dominan bersuhu dingin, memiliki banyak tempat wisata, memiliki banyak tempat kuliner, mall, plasa dan tak kalah penting kota ini juga kota pendidikan. Pasalnya di kota inilah banyak berdiri kampus baik swasta atau negeri.  Ada tiga kampus negeri yang ternama dan tentu dengan jumlah mahasiswanya yang banyak. Dimana kota ini? Ya betul ini adalah kota Malang.

Masih ingat, dulu tak mau kuliah di kota ini. Namun, garis Allah berbeda, semakin fanatik maka kita akan di dekatkan, dengan maksud dan tujuan tertentu. Salah satunya mengenal seluk beluknya. Kemudian di kota inilah saya banyak menemukan banyak pengalaman.

Berangkat Sabtu, pukul delapan pagi. Saya berkesempatan kembali untuk berkunjung lagi, untuk refreshing sebagai self reward dan utamanya jenguk adik. Sebab adik masih di Malang, menjadi mahasiswa di Universitas Negeri Malang. Senangnya, bisa mengunjungi kota ini lagi dan bertemu adik. Setelah hampir tiga tahun setelah menjadi alumni kampus UIN, baru kali berkunjung. Tetapi yang membuat kurang yakni, belum ada waktu bertemu teman-teman dekat yang berdomisili di Malang, seperti sahabatku Firda, Mbak Nur, Mbak Diana dan masih ada lagi lainnya. 

Alhamdulillah bertemu adik, dan makan bersama lalu sisanya buat jalan-jalan. Janjian di depan rektorat lama kampusnya. Dan kita pergi bersama, sepanjang jalan di Malang kadang hujan, kadang terang, nah ketika sama adik ternyata hujan deras turun. Makannya kita harus siap sedia jas hujan. 

Kita bertiga berkuliner, karena kuliner salah satu tujuan ke kota ini. Dan lagi-lagi uniknya menemukan sambal serumpet. Waw...istimewa rasanya, pedasnya sangat nendang. Dengan ayam penyetan dan udang. Disajikan dengan piring dari lempung yang dipanggang di bara api. Kami bertiga langsung berkeringat panas pedas jadi satu. 

Setelah selesai berkuliner, adik berpamitan balik. Saya dan suami pun kembali melanjutkan tujuan selanjutnya. Dan sampai malam, setelah sholat magrib kita bertolak dari kota Malang. Konsep jalan kali ini santai, sehingga kami berkendara pun sering istirahat di mini market, ngopi, ngemil, ke masjid sekedar untuk istirahat. Alhamdulillah sampai di rumah pukul setengah sepuluh malam, dan istirahat. Manfaat dari berkunjung di kota Malang ini adalah memberikan rasa senang tersendiri, self reward, dan memberikan semangat baru untuk aktivitas selanjutnya. 

Terima kasih kota Malang dengan segala ceritaku di kota ini.

Foto: Sambel serumpet

Minggu, 06 Februari 2022

Try Out Perdana




Try Out menurut bahasa artinya adalah uji coba sebuah ujian. Seminggu ini di kelas VI kami akan melaksanakan Try Out Mandiri, dengan mata pelajaran umum. Try Out ini sebenarnya seperti ulangan harian, latihan dan bertujuan membiasakan kepada siswa kelas akhir yakni kelas VI  bagaimana bentuk soal, management waktu dalam mengerjakan dan tentu kemampuan akademiknya. Kelas sangat kondusif semua terlihat fokus. Hari ini jadwalnya adalah Matematika. Jumlah soalnya adalah empat puluh soal dengan waktu seratus dua puluh menit. Harusnya cukup di waktu sembilan puluh menit, karena ini latihan perdana sengaja kami berikan waktu dua jam.

Matematika menurut sebagian siswa kami salah satu pelajaran yang sukar. Sebenarnya modal dalam belajar itu adalah latihan soal dan memahami empat dasarnya. Yakni mulai dari penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian. Kemudian di butuhkan suatu pemahaman dengan rumus, baik bangun datar dan bangun ruang.

Siswa kami juga mengutarakan materi di Matematika yang paling mudah adalah pengolahan data, yang disajikan dalam tabel, diagram lingkaran, diagram batang dan yang lainnya. Mereka juga sudah faham jika ada istilah Mean, Modus, Median. Namun, mengapa konsep dasar utamanya mereka sering miskomunikasi bahkan tidak faham sama sekali. 

Sebagai guru kelas, saya tidak malu dan tidak sungkan sharing kepada rekan kerja yang kebetulan background kuliahnya memang Matematika. Bagaimana cara mengajarkan, menjelaskan agara siswa kami benar-benar faham. Sekuat tenaga dan semaksimal mungkin menggunakan metode, media dan strategi jika dasar keempat dalam Matematika di kelas bawah dia tidak matang dan tidak faham itu akan sangat sulit di kelas atas untuk memecahkan masalah. Apalagi bentuk soal cerita yang banyak memerlukan pemahamannya. Lalu tidak mau berlatih menyelesaikan soal.

Hari pertama Try Out sudah terlihat jelas di wajah mereka, dan tatapan kosong ke atas atau ke langit-langit ruangan. Ada yang entah melihat ke soal tapi pensilnya tak kunjung jalan untuk menuliskan satu angka pun. Ada yang hanya membaca dan membolak balik kertas soalnya. Seakan menggambarkan, soal ini maunya apa dan dibawa kemana. Ujung-ujungnya cap-cip-cup menghitung kancing baju untuk menjawabnya sebab bentuk soalnya pilihan ganda.

Ada tiga kertas dimeja mereka masing-masing. Satu soal, lembar jawaban dan lembar terakhir adalah kertas coretan untuk menghitung. Saya belajar dari guru saya di Madrasah Ibtidaiyah dulu, selain diperiksa lembar jawaban, beliau juga akan meriksa lembar coretan hitungan, tujuannya apa? Untuk mengetahui sebatas mana ia memahami materi dan soal yang dikerjakan berapa persen ia kuasai dan dibandingkan yang mengarang jawaban dengan cap-cip-cup.

Semoga anak-anak selalu belajar akan Matematika dengan banyak berlatih dan memahami. Tanpa merasa sukar dan jika sukar tidak untuk dijauhi bahkan tidak di pelajari. Jangan sampai. Semua mata pelajaran semua penting dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, mari terus belajar dan belajar tanpa lelah.



kisah Cinta Dan Persahabatan Zoya




Last Part 4

Usut punya usut, ternyata Hubi sudah pernah ke rumah Zoya tanpa sepengetahuan Zoya. Hubi pergi ke rumah Zoya dengan Dini. Dengan maksud hanya ingin tahu rumahnya dan bersilaturrohmi. Entah apa yang terjadi. Hubi kedua kalinya pergi ke rumah Zoya tanpa Dini. Dan di momen itulah Hibu megutarakan niat baiknya untuk ke jenjang yang lebih serius.

Hubi bercerita dengan Dini bahwa dia sudah ke rumah Zoya izin ke orang tuanya untuk lebih dekat dengan Zoya. Dini pun seakan hancur lebur mendengar hal tersebut. Karena selama ini yang dekat dengan Hubi itu Dini dari pada Zoya. Sempat berdebat tidak jelas antara Hubi dan Dini sampai tidak selesai dengan baik-baik. Ternyata cinta Dini memang bertepuk sebelah tangan, Hubi hanya menjadikannya partner professional dalam organisasi.

Zoya tidak tahu menahu soal hal tersebut. Zoya hanya ingin hubungan pertemanan dan persahabatan antara dia dan Dini baik. Dini salah faham, dia mengira hal yang dilakukan Hubi adalah permintaan Zoya. Hubi sebenarnya sudah menjelaskannya, tapi Dini tetap menyalahkan Zoya. Perempuan tidak seperti laki-laki yang mungkin lebih rasional. Hubi menyarankan kepada Zoya untuk tenang, dan membiarkan Dini. Sebab Hubi berfikir lambat laun Dini akan menyadarinya. Dan perasaan, hati serta rasa seseorang itu tidak bisa dipaksa.

Sebenarnya hati Zoya sendiri masih belum jelas menjawab akan niat baik dan perasaan Hubi. Hubi cukup sabar menghadapi Zoya, terus dijalani meski tanpa jawaban, dari situlah Hubi berfikir bahwa Zoya mulai nyaman dan tumbuhlah rasa cinta dan sayangnya meski Zoya harus kehilangan keakraban dengan sahabatnya Dini. Bagusnya, Zoya tetap menghormati, menghargai perasaan Dini. Sehingga lebih baik tidak bertemu, jika bertemu harus menyisakan luka dan membuka luka lama. Cukup sambung melalui doa.

Kisah Cinta Dan Persahabatan Zoya

 



Part 3

Dini melihatnya, tapi tak kunjung membalas sapaan Zoya, dan berlalu begitu saja dengan banyak temannya. Zoya merasa tidak enak, kemudian mencoba menelfon Dini. Tapi tidak di jawab oleh Dini. Lagi-lagi Zoya merasa tidak terbebani akan hal itu dan seakan tidak terjadi suatu hal apapun.

Kemudian ada teman Hibu bernama Tomki. Kebetulan Tomki satu jurusan dengan Zoya. Tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba Tomki di kelas membisikkan pertanyaan untuk Zoya “Zoy, traktiran pajak jadian, kita tunggu lo!”

Zoya masih menanggapi dengan santai dan tanpa beban, “kamu, tak usah bergosip, ngapain aku jadian, mending langsung nikahlah”

Tomki menjawab “kamu serius ya, sama dia?”

“Dia siapa Tomki?” Tanya Zoya

Tomki menjawab, “semua anak organisasi sudah tahu kamu sama calonmu”

“Lha kok bisa? Harusnya kan aku yang tahu duluan, ngapain anak organisasi, ada-ada aja deh kalian! Sambil terkejut dan sedikit jengkel Zoya menjawab

Tomki berkata “Kamu beneran tidak tahu ya Zoy? Jujur dong”

Tersu saja dikrecoki oleh Tomki

Zoya yang posisi awalnya duduk menjadi berdiri dan menjawab Tomki “Cukup Tom, aku ini masih single, pikiranku sama sekali tidak mengarah ke cowok, aku hanya mikirin kuliahku”

Dua bulan berlalu, Zoya masih belum ada kontak dengan Dini. Namun Zoya, intensitas chatingan dengan Hubi semakin sering. Ada  pesan Tomki yang isinya Dini nitip salam lewat Tomki dengan rekaman voicenote “selamat ya Zoy, kamu memang teman makan teman”. Masih tidak faham, tapi Zoya mulai gundah. Sebenarnya apa yang terjadi dengan Dini, intonasinya terlihat sangat marah. Kemudian, Zoya mengajak baik-baik untuk bertemu Dini lewan Tomki, tapi Dini menolaknya.

Usaha Zoya tidak samapi disitu, dia mencoba meminta tolong kepada Hubi untuk mengajak Dini bertemu. Kemudian Zoya, datang belakangan ternyata Dini pun menolaknya dengan tegas. Dini seakan memendam rasa amarahnya sampai untuk bertemu Zoya dan Hubi tidak mau, sekalipun di kampus seklebat Dini terlihat sangat menghindar.

Kisah Cinta dan Persahabatan Zoya

 



Part 2

“Zoya, sudah bangun?” (Zoya tidak serta merta langsung menjawab)

setelah pukul enam pagi Hibu mengiri pesan lagi

“Zoya, kalau ada waktu longgar, mohon di balas ya..” (Zoya, bergumam, kok pesannya tidak seperti biasa) kemudian, Zoya menjawab dengan gaya bahasanya yang akrab seperti biasa.

“Yoi Brow, aku mager nih, tap janjian mau ke Pasar Minggu sama konco-konco persiapan”. Kata Zoya

“Aku gabung ya? Boleh ya…” jawab Hibu

“lha ini cewek-cewek entar kamu cowok sendiri kagak sungkan apa :P” jawab Zoya

“okelah, next time aja, tapi boleh gak aku telfon sebenar ke kamu” kata Hibu

Zoya mulai tahu gerak-gerik Hibu, dibenak Zoya berkata pasti ini mulai tanya-tanya dan kepo tentang Dini, padahal mereka sering bareng kenapa aku yang ditelfon. Pesan Hibu pun tidak di jawab, sampai seminggu berjalan tanpa adanya kabar. Zoya tak ambil pusing, dan Dini hanya satu dua kali memberi kabar kalau dia dan Hibu lagi sibuk di organisasi.

Dua hari setelah Dini menghubungi Zoya, tiba handphone Zoya berdering dan itu telfon dari Hibu, sebenarnya Zoya tak ingin menerima telfon tersebut. Namun, dia khawatir jika terjadi apa-apa kepada Dini.

“Assalamualaikum Zoya” sapa Hibu

“Waalaikumsalam Bro, ada apa tumbenan telfon?” Tanya Zoya

Hibu terlalu banyak basa-basi, sedangkan Zoya tak begitu menanggapi sebab dia sangat cuek dan beum kepikiran akan pasangan. Setelah bercerita kesana kemari, Hubi mengutarakan semua isi hatinya. Zoya masih berfikir dia curhat tentang Dini, yang lebih dekat dengan dia. Zoya yang tak begitu menanggapi dan tidak mau mengganggu pikirannya, akhirnya ungkapan isi hati itu berlalu sebulan tanpa jawaban. Malah Zoya enggan bertemu Hubi, sebab takut akan terbawa perasaan dan kondisi.

Zoya masih nyaman akan dirinya yang single, karena dia mempunyai prinsip jika memang ada seorang laki-laki menyukai atau tertarik, langsung saja datang ke rumah dengan tujuan agar tahu akan latar belakang Zoya sebenarnya. Entah apa yang terjadi, suatu ketika di depan perpustakaan kampus yang megah itu. Dari kejauhan Zoya melihat Dini, kemudian menyapanya “Din…Din..Din”

Wanginya

  aku melihat di awal lalu aku mendekatinya dia pun mulai menyadari wangi itu tidak asing namun  perlahan aku menepisnya dan tidak memperdul...